Suporter Persijap : Selamat Datang di Liga 3

Aksi massa dibendung petugas Brimob, seusai pertandingan Persijap melawan Persibas Banyumas, Sabtu (29/7/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan enam kali Persijap Jepara merembet keluar lapangan. Suporter Persijap mengadakan aksi unjuk rasa seusai pertandingan.

Yel-yel kekalahan menggema saat pertandingan memasuki menit terakhir dan Persijap kebobolan dua gol. Bukan mendukung timnya untuk lebih semangat, suporter justru menyanyikan lagu ejekan.

“Selamat datang di liga 3, selamat datang di liga 3,” teriak pendukung Persjap dari tribun bagian selatan. 

Tidak cukup di situ, setelah pertandingan usai massa masih berkumpul di luar stadion. Pasukan pengamanan dari Brigade Mobil pun harus membentuk barikade tameng. 

Dalam unjuk rasa itu, mereka berkoar-koar agar manajemen Persijap dalam hal ini CEO Esti Puji Lestari berbenah. Pantauan MuriaNewsCom, aksi itu dilakukan sejumlah pendukung yang semakin banyak menjelang petang pukul 18.00 WIB. 

Massa yang semakin banyak berkumpul di muka pintu stadion, menyebabkan keadaan ricuh. Beberapa pendukung sempat melempar benda keras ke arah petugas hingga mengenai penonton yang berlindung di belakang aparat. 

Hal itu diceritakan oleh Ferdy. Ia mengaku terkena lemparan benda keras di pahanya. Beruntung, kejadian itu tak sampai membuatnya cidera parah.

“Tadi sepertinya ada batu yang dilemparkan, terkena helm petugas lalu memantul ke arah kaki saya dan terkena,” tuturnya. 

Beruntung aparat sigap mengatasi kejadian tersebut. Arogansi massa tak berlanjut. Mereka berhasil dibubarkan. Aksi pun mereda.

Editor : Kholistiono

Permainan Persijap Sudah Dibaca Persibas

Kapten Persijap Fisabillah melancarkan protes kepada hakim garis karena menilai permainan teman-temannya telah melewati batas pertahanan atau offside, sehingga menganulir bola yang telah masuk ke gawang Persibas Banyumas di menit ke 62. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap kalah 0-2 saat melawan Persibas Banyumas, di kandang sendiri Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Sabtu (29/7/2017). Kekalahan anak asuh Fernando Sales, merupakan kejelian pelatih Persibas Nazal Mustofa dalam merendam “pemain kedua”. 

“Waktu Persijap bermain di Banyumas kami kalah, Minggu (30/4/2017). Setelah kekalahan itu kami mempelajari Persijap selalu bermain dengan adanya pemain yang muncul dari second line. Kami coba bendung itu, pada pertandingan kali ini. Kami bermain disiplin, siapapun (pemain Persijap) yang muncul dari belakang kami blok pergerakannya,” kata Mustofa saat konferensi pers. 

Namun demikian, ia menyanjung permainan yang diterapkan oleh pemain-pemain Persijap. Pada pertandingan kali ini, ia tak mematok kemenangan hanya seri. Namun ia mengatakan pada pemainnya untuk disiplin menjaga pergerakan lawan. Selain itu Persibas Banyumas, juga bermain tidak frontal. 

Sementara itu, Pelatih Persijap Fernando Sales mengakui secara gentel kekalahan timnya atas Persibas. Ia mengatakan, seluruh pemainnya bermain maksimal pada pertandingan Sabtu sore. 

“Pada babak pertama kami meraih banyak kesempatan, namun pada menit akhir tim lawan mendapatkan tendangan bebas, dan kami kehilangan konsentrasi. Gol kedua juga demikian, tercipta karena kurangnya kesigapan pemain kami. Tapi itulah permainan.Yang pasti selamat untuk Persibas,” ungkap Fernando. 

Disinggung mengenai kepemimpinan wasit, Fernando tidak mau secara gamblang menanggapi. Namun ia mengakui, faktor tersebut juga membawa imbas bagi timnya. 

“Saya tidak mau membahas tentang itu sebenarnya, itu (kalah dan menang) tanggung jawab saya sebagai pelatih. Namun ya kami merasakan kepemimpinan wasit kurang adil kepada kami. Bukan hanya di pertandingan ini, namun beberapa pertandingan lain,” jelas pria berkepala pelontos itu. 

Editor : Kholistiono

Persibas Permalukan Persijap di Kandang Sendiri

Pemain Persijap berduel dengan pemain Persibas Banyumas. (MurianewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara dipermalukan di hadapan publik sendiri ketika melawan Persibas Banyumas, dengan skor 0-2 Sabtu (29/7/2017). Dengan kekalahan ini, tercatat Tim Laskar Kalinyamat mengalami enam kali kekalahan, dan terancam degradasi karena menghuni papan bawah Grup 3 Liga 2 Indonesia.

Kekalahan ini sekaligus menuntaskan dendam Persibas atau Laskar Bawor, yang pada putaran pertama dikalahkan oleh Laskar Kalinyamat di Stadion Satria 1-2, Minggu (30/4/2017). 

Pada pertandingan putaran kedua yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Persijap sebenarnya unggul di babak pertama. Banyak peluang yang diciptakan anak-anak asuh Fernando Sales. Namun semuanya gagal. 

Petaka bagi pasukan merah-merah justru lahir pada menit kritis menjelang jeda. Pada menit ke 44, sundulan pemain Persibas bernomor 11 Irkham Zahrul Mila membawa tim Banyumas memimpin 0-1. Sundulan sendiri berawal ketika terjadi pelanggaran di depan gawang Amirul Kurniawan, yang kemudian berbuah tendangan bebas. 

Pada babak kedua, peluang bagi Persijap masih berlimpah. Pada menit ke 62, Laskar Kalinyamat telah menyarangkan kulit bundar di gawang yang dikawal Syaiful Amar. Namun gol itu dianulir wasit, karena wasit mengatakan pemain Persijap telah melewati garis pertahanan Persibas.

Di menit ke 74, Persibas justru menggandakan kemenangan. Gol yang kembali diciptakan oleh pemain yang sama Mila. Ia memanfaatkan lowongnya pertahanan Persijp yang melompong, akibat Fisabillah dan Abrian yang mendapatkan perawatan di pinggir lapangan. 

Skor 2-0 bertahan hingga babak akhir, Persibas mengemas 13 poin. Sementara Persijap harus gigit jari dengan hanya mengoleksi 9 poin. 

 Editor : Khostiono

Fernando Kecewa Penampilan Anak Asuhnya

Pelatih Persijap Fernando Sales.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah mengecap kemenangan 1-0 di kandang, Persijap Jepara kembali menelan kekalahan untuk kelima kalinya. Pada pertandingan tandang, Laskar Kalinyamat ditekuk 3-0 oleh lawan yang dikalahkannya, PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017) lalu. 

Kepada MuriaNewsCom, Pelatih Kepala Fernando Sales menyampaikan evaluasinya. Ia mengaku kecewa akan pernampilan anak-anak asuhnya yang tak menjalankan instruksinya di lapangan dengan baik. 

“Evaluasi untuk pertandingan terakhir, intinya tim bermain buruk. Kami tak berlatih memainkan bola panjang, tapi pemain melakukannya, kami tak berlatih menjaga individu (individual marks) namun pemain melakukannya. Kami berlatih menekan dengan formasi 4-4-3,5-4-1, tapi pemain tak melakukan apa-apa,” ujarnya, Senin (24/07/2017).

Disinggung mengenai kemungkinan PSCS Cilacap yang telah mempelajari permainan Laskar Kalinyamat, Fernando Sales menampiknya. Pelatih asal Brazil itu mengungkapkan telah menerapkan strategi yang berbeda guna menghadapi tim tersebut. 

Menurutnya, ia telah melakukan segala jenis latihan untuk menghadapi pertandingan kedua melawan Cilacap. Terkait komunikasi, Fernando pun menampiknya, sebab kini di tim Persijap telah kedatangan asisten pelatih anyar Denimar Carlos yang mahir berbahasa Indonesia serta mengerti persepakbolaan Indonesia. 

Menurutnya, pada pertandingan di Stadion Wijaya Kusuma Persijap hanya menguasai bola sekitar 40 persen. Sedangkan Cilacap, di bawah asuhan pelatih Barnowo diklaim oleh Fernando memainkan permainan yang sama seperti saat bermain di Jepara.  Menurutnya, sudah saatnya pemain Persijap juga berbenah diri, dan lebih bertanggung jawab. Menurutnya, bukan lagi strategi, pelatih ataupun manajemen yang menjadi permasalahan.

“Ini bukan lagi tentang komunikasi ataupun liga. Saya pernah berada di liga yang lebih keras dan ini tidak tentang strategi,” ungkap Fernando. 

Lebih lanjut, ia akan mengevaluasi betul permainan anak asuhnya. “Kita tidak bermain menekan, kita melakukan marking individu, dan saya tak menyuruh untuk itu. Namun ya sudahlah, sekarang waktunya untuk bekerja dan memenangkan pertandingan selanjutnya,” pungkas dia.

Editor : Kholistiono

Hadapi PSCS Cilacap, Persijap Siap Jaga Aura Positif  

 

Suasana latihan Persijap Jepara sebelum berangkat ke Cilacap.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap cukup percaya diri menghadapi pertandingan tandang melawan PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017). Memetik kemenangan 1-0 pada laga pertama melawan anak asuhan Barnowo, Laskar Kalinyamat yang ditukangi oleh Fernando Sales berusaha mempertahankan atmosfer tersebut. 

 “Latihan untuk mempersiapkan laga ini (lawan PSCS) telah dimulai pada Senin sore. Dan saya cukup puas dan senang dengan performa yang ditunjukan oleh pemain selama latihan,” kata Fernando.

 Ia mengatakan, saat ini anak-anak asuhnya fokus dengan permainan, usai memenangkan laga pada akhir pekan kemarin. Pelatih asal Brazil ini yakin, jika pemainnya menjaga kualitas dan bermain sesuai arahannya, Persijap dapat merebut poin di Stadion Wijayakusuma. 

Pada leg kedua ini, Persijap mendapat suntikan enam pemain anyar yang mengisi semua lini. Mereka adalah, kiper Yusuf Wahyu Prayudha, Nurmufid Fastabiqul Khoirot yang berposisi sebagai pemain belakang, Tommy Oropka, Joko Tutuko dan Syahrul Romadhon yang berposisi sebagai penyerang sayap. Sementara seorang lagi yakni Redo Rinaldi berposisi sebagai penyerang depan. 

Meskipun demikian, Fernando berkata tak lantas merubah lini tim secara drastis. Hal ini guna menjaga ritme permainan dan racikan strategi yang telah diramu oleh tim pelatih. 

“Kami memboyong 20 pemain ke Cilacap. Kami percaya jika memenangkan pertandingan ini kami akan kembali pada jalur juara. Tidak ada pilihan lain untuk laga ini, selain ya dan ya (menang dan menang),” tutur dia. 

 Adapun, informasi yang dikumpulkan oleh MuriaNewsCom, Laskar Kalinyamat bertolak ke Cilacap pada Kamis (20/7/2017) malam. Hal ini mengingat jarak antara Jepara dan Kabupaten Cilacap yang terbilang jauh, sekitar 10 jam.

 

Editor : Kholistiono 

 

 

 

 

Persijap Sempurnakan Tim Sebelum Masuk Putaran Kedua

Persijap saat menjamu PSCS Cilacap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (15/7/2017). Pada pertandingan tersebut Skuat Laskar Pelangi unggul dengan skor 1-0. Pada Sabtu (22/7/2017), giliran PSCS Cilacap menjadi tuan rumah. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Skuad Persijap Jepara berbenah jelang putaran kedua Liga 2. Enam pemain anyar resmi direkrut, namun ada pemain lawas yang meminta keluar dari tim.

Melalui rilis media, manajemen Persijap membeberkan enam pemain anyar yang telah dikontrak. Mereka adalah kiper Yusuf Wahyu Prayudha, Nurmufid Fastabiqul Khoirot yang berposisi sebagai pemain belakang, Tommy Oropka, Joko Tutuko dan Syahrul Romadhon yang berposisi sebagai penyerang sayap. Sementara seorang lagi yakni Redo Rinaldi berposisi sebagai penyerang depan.  

Mereka, menurut manajemen telah didaftarkan pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator. 

Menurut CEO Persijap Esti Puji Lestari, kedatangan pemain anyar diharapkan membawa perubahan positif pada tim Laskar Kalinyamat. Meskipun telah merekrut pemain anyar, tak menutup kemungkinan akan kedatangan pemain lain.

“Masih ada waktu dua pekan (hingga 5 Agustus) untuk menambah pemain baru. Jika memang ada pemain bagus dan sesuai rekomendasi pelatih, kenapa tidak,” ujar Esti, Kamis (20/7/2017). 

Terpisah, Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales mengakui hal itu. Ia berharap dengan tambahan pemain dapat membawa tim asuhannya ke jalur kemenangan.

Disinggung terkait beberapa pemain yang tak terlihat saat sesi latihan pada Kamis pagi, Fernando mengungkap memang ada pemainnya yang keluar. “Iya, Susanto (kiper) dan satu pemain lagi meminta untuk keluar dari klub. Jadi kita tak bisa mempertahankan pemain yang ingin pergi,” kata dia. 

Sebagai ganti Susanto sebagai penjaga gawang, Fernando mengatakan telah memiliki penggantinya. 

Terkait pemasangan pemain anyar pada laga melawan PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017) esok, Fernando akan melihat situasi dan kondisi tim. “Namun kita belum tahu apa mereka (pemain baru) akan dimainkan sebagai starting eleven,lebih sebagai pilihan. Karena saya tak bisa melakukan perubahan sangat drastis pada tim inti,” tutur dia.

Editor : Kholistiono

Pelatih Persijap Siapkan Strategi Khusus Hadapi Cilacap

Fernando Sales, Pelatih Persijap saat memeberikan instruksi di sesi latihan di SUGBK. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap dijadwalkan melakoni laga kontra PSCS Cilacap di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK), Sabtu (15/7/2017) sore. Pelatih Laskar Kalinyamat Fernando Sales mengaku belajar banyak dari pertandingan sebelumnya. 

“Kami berlatih untuk memperbaiki apa yang kami anggap salah pada pertandingan melawan Persibat Batang. Kami bermain cukup baik melawan mereka (Persibat) dan kami akan mencoba untuk meraih kemenangan besok,” ujar Fernando, Jumat (14/7/2017) siang. 

Ia mengatakan, timnya kini dalam kondisi percaya diri menghadapi runner up Grup 3 Liga 2 itu. Menurutnya, timnya hanya cukup bermain seperti apa yang dilakukan saat menghadapi Persibat. Hanya saja kali ini ia berharap agar anak-anak asuhnya tak gagal mencetak skor. 

Mengenai seorang pemainnya Riswan Dani yang cidera, Fernando menyatakan, belum bisa memastikan penampilannya. Namun demikian, Dani telah mengikuti sesi latihan pagi tadi. 

Disinggung terkait performa tim yang kerapkali menurun di babak kedua, Fernando menampiknya. Ia mengatakan, hal itu lebih didominasi gagalnya pemain menjalankan strategi.

“Tidak tentang stamina, namun tentang berada di tempat dan melakukan antisipasi yang tepat. Gol Persibat ke gawang kami bukan masalah stamina, begitu juga saat PSS Sleman membobol gawang kami bukan soal itu. Semua bermula dari ketidakfokusan, karena mereka (pemain) tahu apa yang harus dilakukan tapi tak melaksanakannya. Dan kami kebobolan justru berawal dari tendangan pojok dan umpan silang,” katanya. 

Terakhir, Fernando berujar telah menyiapkan strategi khusus menghadapi PSCS Cilacap. Namun demikian hal itu berpulang pada anak asuhnya di lapangan. 

“Ya kami sudah mempersiapkannya (strategi khusus) dan saya berharap pemain dapat mengeksekusinya,” tutup pelatih asal Brazil itu. 

Editor : Kholistiono

Manajemen Persijap Belum Restui Pengunduran Diri Fernando Sales

Pelatih Persijap Fernando Sales.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap masih enggan melepas Fernando Sales sebagai pelatih kepala. Pembicaraan terkait hal tersebut, masih terus dilakukan oleh kedua belah pihak.

CEO Persijap Esti Puji Lestari berucap, ia belum sepakat akan keputusan pelatih asal Brazil tersebut. “Belum saya sepakati, jadi (Fernando Sales) masih pelatih kepala,” ujarnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini permintaan pelatih berkepala pelontos itu, masih sekadar ucapan lisan. Pihak manajemen Persijap belum menerima surat pengunduran diri, secara resmi. 

Diberitakan sebelumnya, Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales menyatakan, pengunduran diri usai laga melawan Persibat Batang, Sabtu (8/7/2017). Hal itu ia umumkan dalam akun instagramnya @fscoach_37.

Pada saat dikonfirmasi, ia membenarkan statemennya di media sosial tersebut. Dirinya mengaku telah berbicara baik kepada tim ataupun manajemen terkait keinginannya mundur. “Ya saya sangat yakin (dengan keputusan meninggalkan Persijap),” tulisnya, dalam konfirmasi lewat jejaring pesan WhatsApp.

Dikonfirmasi terpisah, Manager Tim Persijap Llano Mahardika mengatakan hal serupa. Saat ini pihaknya tengah mengupayakan pembicaraan lanjutan dengan Fernando. 

“Secara lisan memang ada penyampaian mundur dari Fernando. Namun sebenarnya sebagai manajemen tidak berkeinginan melepas karena masih percaya dengan kemampuan pelatih dan masih ingin bersama berjuang menempuh liga 2. Namun tentunya semua hal perlu dibicarakan lebih lanjut oleh kedua belah pihak agar jelas,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini pelatih berlisensi A UEFA itu masih berada di Jepara. Kesempatan itu akan digunakan oleh manajemen untuk membicarakan pengunduran diri Sales. 

Terkait kondisi tim jelang laga kontra PSCS Cilacap Sabtu (15/7/2017) pekan ini, Llano mengungkapkan tim Persijap tetap berlatih. Usai pernyataan undur diri Fernando, menurutnya berpengaruh pada kondisi psikologis dan teknis pemain. “Beragam (kondisi psikologis pemain). Untuk itu (latihan) akan dihandel bersama,” tulisnya singkat. 

Editor : Kholistiono

Fernando Sales Mundur dari Kursi Pelatih Persijap

Melalui instagramnya, Fernando Sales menyatakan diri untuk mundur dari kursi pelatih Persijap. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales menyatakan pengunduran diri, usai laga Persijap melawan Persibat Batang, Sabtu (8/7/2017). Hal itu ia umumkan dalam akun instagramnya @fscoach_37.

“Pertama saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Bu Esti Lestari, Pak Llano, staf dan pemain. Ini (pengalaman melatih di Persijap) adalah pengalaman yang baik dalam hidup saya! Namun sayangnya, hasilnya tak sesuai dengan apa yang saya harapkan, Lalu saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan saya seperti yang diinginkan oleh suporter. Terima kasih banyak untuk semua yang mendukung saya dan maaf untuk semua yang saya kecewakan. #Persijapjepara #persijapjeparafans selamat tinggal!” tulis Fernando dalam bahasa Inggris.

Pernyataan itu kami konfirmasi langsung kepada sang empunya akun. Dalam perbincangan lewat jejaring pesan Whatsapp, pelatih asal Brazil ini membenarkannya.”Ya saya sangat yakin (dengan keputusan meninggalkan Persijap),” tulisnya, pukul 21.01 WIB.

Ia mengatakan, saat bermain lawan Persibat Batang pemainnya bermain bagus dan sebenarnya tak berhak atas kekalahan. Menurutnya, timnya memunyai banyak sekali kesempatan untuk mencetak angka.

Adapun, pertandingan antara Persijap dan Persibat, berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Batang. 

Sales menyebut, keputusannya itu telah ia komunikasikan dengan Manajer Persijap Llano Mahardika dan pemain. Mereka (Manajemen Persijap) meminta dirinya untuk berpikir ulang, namun pelatih berlisensi A UEFA itu mantap dengan keputusannya. 

Lebih lanjut, keputusannya untuk resign dari kursi pelatih dipicu oleh tindakan dari penonton. “Saya resign karena ada orang yang mencoba memukul saya. Saya tenang dan menghargai semuanya, namun begitu seseorang mencoba untuk tidak menghargai saya, saya juga bisa bersikap sama,” lanjutnya. 

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh suporter itu tidak mencerminkan tindakan warga Jepara ataupun suporter sejati. Sales menganggap, meskipun penonton membayar dan protes, namun mereka tak bisa masuk ke lapangan dan melakukan perbuatan sesuka hati.

Editor : Kholistiono

Pelatih  Persijap Junior Cari Solusi Masalah Stamina 

Skuad Persijap Junior. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto) 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Junior terus mematangkan strategi jelang laga kontra PSCS Cilacap Junior, pada putaran pertama semifinal Piala Soeratin Jateng 2017. Selain itu, tim pelatih juga harus menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah, yang didapat usai laga uji coba.

“Kami menggelar latihan dan uji coba. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari uji coba itu, seperti stamina pemain yang terkuras pada babak kedua,” ujar pelatih Persijap Junior Taufan Bayu Laksana.

Ia dan tim pelatih akan coba menuntaskan hal itu di sisa latihan, sebelum berlaga pada Minggu (9/7/2017). 

Perjalanan Persijap Junior menapaki babak semifinal pun tak mudah. Sempat mereguk empat kali kemenangan dan sekali imbang. Tim ini pernah dua kali mengalami kekalahan.  

Dengan perolehan tersebut, Persijap Junior berhak lolos ke babak 12 besar, bersama Persibat Batang Junior dan ISP Purworejo, di Grup H.

Sementara itu, Manajer Persijap Junior Ronald Seger Prabowo berujar, di sisa dua latihan ingin permasalahan teknis itu segera menemukan solusi. 

“Sisa dua latihan harus benar-benar dimanfaatkan. Selain kendala teknis, kami terus memompa motivasi bertanding para pemain,” pungkas Ronald.

Editor : Kholistiono

Persijap Jajal Eks Kiper Timnas Junior

Persijap sedang menjajal kemampuanYusuf Wahyu Prayudha, yang merupakan bekas kiper Timnas U-13 dan U-16.  (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara masih mencoba memenuhi kuota penjaga kiper, yang saat ini hanya dihuni oleh Amirul Kurniawan dan Susanto. Kini tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu, sedang menjajal kemampuan Yusuf Wahyu Prayudha, yang merupakan bekas kiper Timnas U-13 dan U-16. 

Sebelum Yusuf, beberapa kiper telah menjajal latihan di Stadion Bumi Kartini. Namun karena permasalahan teknis dan kompetensi yang tak prima, tim pelatih urung merekrut calon kiper tersebut. Mereka adalah Ridwan dan M. Fauzah Jauhar Malik yang sempat merapat ke Jepara. 

Chief Excecutive Organizer (CEO) Persijap Jepara Esti Puji Lestari mengatakan, posisi kiper Persjap cukup vital. Sesuai rencana pengembangan tim, pihaknya ingin merekrut kiper muda yang sarat pengalaman. 

“Kalau kita inginnya mencari kiper yang muda namun kaya pengalaman. Dengan usia muda kita masih bisa mengembangkan, sesuai rencana Persijap 5 Years Plan. Kalau senior tak bisa lama bermain dengan kita. Namun hingga kini belum ada rekomendasi untuk kita,” tuturnya. 

Direktur Teknik Persijap Carlos Raul Sciucatti menyebut, meski pernah berstatus kiper Timnas Junior, namun pihaknya perlu melihat kemampuan Yusuf. “Status Yusuf masih sebagai pemain seleksi. Dia sudah berada di Jepara dalam dua hari terakhir ini,” ujarnya. 

Perlu diketahui, Yusuf merupakan kiper kelahiran Pasuruan, 14 Maret 1998. Pemain bertinggi 183 cm ini sebelumnya bermain untuk Persekap Pasuruan dan PSBK Blitar. Di level junior, ia pernah tergabung dengan Frenz United dan Persema Malang Junior. Selain itu, ia juga pernah memperkuat tim Pra PON Jatim.

Editor : Kholistiono 

Ini Empat Pemain Persijap yang Akan Dipinjamkan  

Pemain Persijap mendapatkan pengarahan dari pelatih. (Persijap)

MuriaNewsCom, Jepara – Kabar terkait pemain Persijap yang akan segera dipinjamkan, dibenarkan oleh Pelatih Laskar Kalinyamat Fernando Sales. Ia berujar ada empat pemain yang akan hijrah ke tim lain.

Mereka adalah Ravy Bagustian, Putut Ragil, Gipsy Salat Taalaita dan Ahmad Rendi Reonaldo. 

Sales mengatakan telah membicarakan rencana itu kepada pemain bersangkutan. Menurutnya, pemain yang akan dipinjamkan telah menunjukan keinginan mereka untuk mengikuti skema tersebut. 

“Ravy, bagi saya dia adalah pemain yang bagus yang dipunyai oleh tim, baik dalam keseluruhan, karakter, atitud, disiplin dan semangat. Namun sayangnya di posisinya ada 3-4 pemain yang berposisi sama. Jadi saya mengungkapkan bahwa Produta meminta manajemen untuk mengirimnya sebagai pinjaman. Jadi ini kesempatan baginya untuk tidak dicadangkan lagi,” tuturnya.

Sedangkan Putut, menurut Sales awalnya mendaftar sebagai penyerang, namun kini ia memilih sebagai pemain sayap. Namun saya beritahu dia, bahwa di posisinya kita sudah punya Arianis, Rafi dan Hendrico. Jadi, menurut Fernando Putut menyetujui rencana peminjamannya.

Untuk Rendi dan Gipsy, menurut pelatih asal Brasil itu merupakan pemain bagus, dan memunyai kualitas permainan yang unik.

“Rendi, dia tekniknya bagus namun sepertinya dia harus meninggalkan zona nyamannya untuk bermain di luar Jepara. Sementara Gipsy, ia sudah memberikan 100 persen kemampuannya, namun performanya lambat laun menurun dan dia setuju,” ungkapnya.

Ia paham akan konsekuensi yang diambilnya, termasuk ketidaksukaan suporter. Namun dirinya sudah memutuskannya.

“Saya paham akan keputusan yang saya ambil. Suporter mungkin tak akan suka keputusan ini. Saya mengerti mereka seperti idola bagi penggemar. Namun saya sudah memutuskan,” tegasnya. 

Editor : Kholistiono

Persijap Berencana Pinjamkan Pemainnya

Beberapa pemain Persijap saat melakukan latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara berencana meminjamkan beberapa pemainnya ke tim lain. CEO Persijap Esti Puji Lestari, mengakui sudah ada pembicaraan ke arah itu, namun ia enggan berkomentar banyak karena belum ada perjanjian resmi.

“Belum bisa cerita, karena masih mentah semua. Dijalankan saja dulu, nanti begitu sudah konfirmasi kita kasih tau lagi. Sekarang kita masih mencoba putar-putar strategi, diatas kertas belum ada kesepakatan, saat ini semuanya masih permain Persijap,” tegasnya, dihubungi MuriaNewsCom, Selasa (13/6/2017) sore. 

Namun demikian, ia mengatakan sudah ada pembicaraan dengan tim yang berniat memboyong pemain Persijap. Esti mengakui pinangan secara verbal telah dilakukan berdekatan dengan pertandingan uji coba melawan PSIS Sabtu (3/6/2017) kemarin.

“Pembicaraan itu sudah ada, namun kami masih melihat potensi pemain juga, kasihan juga kan kalau pemain tidak dipakai. Lebih baik kita memberikan kesempatan dia untuk dapat bermain lebih di tim lain yang membutuhkan. Kemarin PSIS juga membicarakan untuk meminjam pemain, tapi saya tidak kasih,” kata Esti tanpa menyebut tim yang berencana meminjam jasa pemain Persjiap. 

Dirinya menjelaskan, dari skala 1-10 proses peminjaman pemain persijap baru berada di angka 1 sampai 2. Hal itu karena, semua perjanjian kontrak pemain masih harus menunggu izin tertulis dari pemilik Persijap.

Menurutnya, hingga kini rencana itu masih berada pada tataran pembicaraan verbal. Hal itu mengingat transfer window menurutnya masih lama. Selain itu, tenggat antara putaran I dan II yang sangat sempit, menyebabkan pembicaraan akan bongkar pasang di tubuh Persijap harus dilakukan jauh-jauh hari. 

Saat dikonfirmasi tentang nama-nama pemain yang akan dipinjamkan, Esti memilih untuk diam. 

Editor : Kholistiono

Ini Kata Pelatih Persijap Usai Laga Uji Coba Lawan Sragen FC Pacitan

Para pemain Persijap menjalani pemanasan jelang uji coba melawan SU Pacitan FC. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara kembali menelan kekalahan pada laga uji coba, Minggu (11/6/2017) Laskar Kalinyamat ditekuk Sragen FC Pacitan 2-1. Hasil buruk itu menjadi yang kedua, setelah sebelumnya tumbang di Stadion Jatidiri dikalahkan PSIS Semarang Sabtu (3/6/2017) dengan skor 1-0.

Perlu diketahui, pada babak pertama, Persijap berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol Hendriko, 0-1. Di paruh kedua, tim tuan rumah Sragen FC Pacitan, membalikan keadaan dengan mencetak dua gol lewat kaki Okka. Pertandingan berakhir bagi keunggulan tuan rumah 2-1. 

Kepada MuriaNewsCom, Pelatih Persijap Fernando Sales memaparkan evaluasi pertandingan. Ia mengaku tak senang akan hasil yang dicapai. 

“Di babak pertama kami tampil mengontrol permainan. Banyak kesempatan untuk membuat lebih dari satu gol. Permainan yang mengesankan,” ujarnya, via perpesanan multimedia, Minggu malam (12/6/2017). 

Setelah turun minum, Fernando mengaku mengubah komposisi pemain. Ia ingin memberikan kesempatan pada beberapa penghuni bangku cadangan untuk menunjukan kemampuan mereka. 

Hal itu ia lakukan untuk mengevaluasi kinerja tim. Namun sayang, performa yang ditunjukan oleh pemainnya tak seperti babak pertama. 

“Hari ini memberikan perasaan yang beragam pada saya. Babak pertama kami memainkan permainan yang menarik, sangat vertikal, dengan beberapa kombinasi. Babak kedua tim tak menunjukan gairah dan semangat yang sama seperti babak pertama. Dan untuk bermain di Liga 2 harus mempunyai gairah, semangat dan komitmen yang lebih daripada teknik,” imbuhnya. 

Terkait hasil tersebut, Fernando mengaku mahfum dengan kritikan, kekecewaan dan kemarahan dari para penggemar akan hasil yang diraih. Dirinya juga merasa tidak senang akan hasil yang diperoleh. 

“Saya yang pertama tak senang akan hasil yang diperoleh. Saya adalah yang pertama marah terutama kepada diri saya sendiri karena tidak memenangkan pertandingan,” lanjut Fernando. 

Sekembalinya ke Jepara, tim pelatih mengaku tak ada waktu untuk menyesali kekalahan dan mengeluh. Pada Senin (12/6/2017) ia langsung berlatih di Stadion Gelora Bumi Kartini. 

Terakhir, ia memberikan pujian pada beberapa pemain yang menunjukan permainan bagus saat melawan SFC Pacitan. Di antaranya Adit yang bermain sebagai playmaker, Saddan yang bermain sangat bagus setelah sembuh dari cidera. 

Pada lini belakang ia memuji penampilan back Sabil dan Rico yang dinilainya sangat solid. “Abrian meskipun terbilang masih anak-anak namun karakternya sangat impresif. Performa yang bagus ditunjukan sebagai tim. Dan sebagian individu menunjukan penampilan yang bagus. Saya tak suka berbicara tentang individu tertentu, namun kali ini beberapa di antaranya menunjukan permainan bola yang bagus,” pungkas Fernando.

Editor : Kholistiono

Persijap Tantang SU Pacitan FC pada Laga Uji Coba

Suasana latihan tim Persijap sebelum melawat ke Pacitan, untuk menghadapi pertandingan uji coba melawan SU Pacitan FC, Jumat (9/6/2017), sore. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara akan menantang Sragen United Pacitan FC (SU Pacitan FC), pada laga uji coba di Stadion Pacitan, Minggu (11/6/2017). Laga ini merupakan yang kedua setelah Laskar Kalinyamat takluk pada pertandingan uji coba kontra PSIS (1-0) minggu lalu.

Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales mengatakan, laga ini merupakan kesempatan baginya untuk melihat kemampuan pemainnya yang sering menghuni bangku cadangan. Di samping itu ajang ini akan dimaksimalkan untuk mengetes pemain-pemain baru.

“Kami membawa 22 pemain ke Pacitan, beberapa pemain inti sengaja kami tinggal untuk memberikan kesempatan pemain lain menunjukan kemampuannya,” tuturnya, Jumat (9/6/2017).

Adapun, pemain baru yang akan dibawa oleh Sales di antaranya Syarul Romadhon (penyerang sayap), Afif Rosidi (bek), Tabah (penyerang) dan Yusuf yang berposisi sebagai kiper.

Sementara itu Direktur Teknik Persijap Carlos Raul Sciucatti juga berharap ajang ini bisa mematangkan persiapan tim persijap, menghadapi sisa leg pertama. 

Editor : Kholistiono

Laga Uji Coba Persijap di SGBK Masih Terganjal Perizinan

 

Suasana bukber dan diskusi antara manajemen dan suporter Persijap Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Persijap Jepara Fernando Sales mengaku masih membutuhkan beberapa kali ajang uji coba, untuk menjajal strategi yang pas untuk timnya. Namun sayang, untuk pertandingan uji coba yang bertempat di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK), hingga kini belum mendapatkan lampu hijau dari aparat keamanan.

Hal itu diungkapkan Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari, saat diskusi manajemen dan suporter Laskar Kalinyamat, Senin (5/6/2017) petang. Di penghujung acara, ia membacakan draft ikrar damai antarsuporter dan manajemen. Ia lantas menyerahkan rumusan tersebut kepada perwakilan pendukung untuk dipelajari. 

Secara singkat, draft tersebut berisi tentang kesepakatan antar manajemen dan suporter, agar menjaga suasana kondusif, di saat dan sesudah Persijap bermain di kandang. 

“Tanpa ini (kesepakatan ikrar damai) izin keamanan sulit didapatkan setelah apa yang terjadi kemarin. Pada saat ini kita harus jadi suporter dewasa, untuk ambil langkah strategis supaya hubungan dengan pihak keamanan baik. Karena sangat sedih bagi saya untuk tidak dapat mengadakan pertandingan di Jepara lagi, karena ini adalah akarnya Jepara. Dulu saya janji tak akan bawa Persijap keluar Jepara,” ujarnya. 

Ia meminta kepada perwakilan suporter yang hadir saat itu untuk mendiskusikan draft tersebut. Setelahnya, Esti meminta agar kesepakatan tersebut disetujui pendukung. Dengan itu ia berharap, suporter dan manajemen tercipta visi untuk menjaga kedamaian pada saat dan sesudah pertandingan Persijap digelar di SGBK. 

Esti mengatakan, saat ini telah mendapatkan tawaran dari berbagai klub untuk mengadakan beberapa pertandingan uji coba. Namun hingga saat ini dirinya belum mengiyakan. Termasuk tawaran dari Timnas U19.

“Pertemuan ini (buka bersama dan diskusi) juga penting karena saya bisa bertatap muka dengan mereka. Namun demikian ini bukan hal pertama. Kemungkinan kalau ini (izin tak diberikan) akan melakukan pertandingan away tandang, tapi saat ini sedang mencari yang dekat, karena kalau puasa kan transportasinya agak sulit. Namun kita masih berusaha agar setidaknya ada satu pertandingan home di bulan Ramadan, karena banyak yang meminta tapi bergantung perizinan,” imbuhnya. 

Sementara itu, Fernando Sales mengaku saat ini tengah mencari strategi yang pas untuk timnya. Dikatakannya, pada saat laga-laga awal Liga 2 strateginya berjalan.

“Kita menerapkan banyak strategi (pada saat latihan). Strategi yang saya terapkan berjalan baik saat melawan PSGC dan Persibas. Namun karena beberapa pemain cidera, performa mereka menurun jadi saya pikir untuk menata garis pertahanan. Saya suka bermain menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 karena kita bisa memainkan pola menyerang, namun kadang kita tak bisa menerapkannya,” katanya. 

Di samping itu, beberapa hal yang masih perlu dibenahi olehnya adalah faktor konsentrasi dan kurangnya penyerang yang haus gol. Terkait Playmaker Fernando berkata masih memiliki Gipsy dan Adit. Hanya saja Gipsy sempat mengalami infeksi gigi, hingga permainannya menurun. 

“Kita pernah melakukan pertandingan tertutup dengan tim lokal, dan tim berhasil membuat skor. Kita juga masih memiliki pertandingan kandang namun hal itu menunggu dari perizinan. Dan tentu saja kami memerlukan banyak pertandingan uji coba,” tutup Pelatih asal Brazil tersebut.

Editor : Kholistiono

Persijap Incar Kemenangan di Jatidiri

Suasana latihan tim Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini, beberapa saat lalu.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap memboyong 25 pemain untuk menghadapi PSIS, pada laga persahabatan di Stadion Jatidiri, sore ini. Ajang ini akan dimanfaatkan anak-anak Fernando Sales untuk menjajal strategi dan memainkan pemain baru sebelum memasuki kompetisi di bulan Juli. 

Kepada MuriaNewsCom, Pelatih Persijap Fernando Sales mengatakan, timnya siap menghadapi Mahesa Jenar. Ia mengincar kemenangan untuk meningkatkan kepercayaan diri menghadapi kompetisi Liga 2 yang akan bergulir kembali pada bulan Juli nanti.

“Sampai saat ini, semua pemain kami belum ada yang mengalami cidera. Pada pertandingan kami tentu saja ingin memenangkannya. Hal ini untuk memberikan rasa percaya diri kepada tim bergerak maju untuk mencapai tujuan kami,” katanya, Sabtu (3/6/2017). 

Di samping tujuan di atas, Sales juga mengungkapkan keinginannya utuk dapat melihat performa beberapa pemain. Hal itu karena, jeda antara putaran pertama dan kedua yang dinilainya tak cukup untuk melihat permainan sebagian dari pemainnya.

Dilansir dari fanpage Persijap, ada empat pemain yang dibawa ke Semarang. Mereka adalah Tommy Oropka (penyerang), Nurmufid Fastabiqul Khoirot (pemain bertahan) Joko Tutuko (penyerang) dan Syahrul Romadhon (penyerang). 

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pada laga kontra PSIS yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.30 WIB itu, Sales ingin menjajal strategi baru. 

“Laga ini adalah kesempatan bagi saya untuk melihat kemampuan pemain anyar, mencoba formasi baru dan memberikan kesempatan bagi pemain yang sering berada di bangku cadangan untuk bermain serta tentu saja menyiapkan tim untuk berlaga di dua pertandingan sebelum masuk ke putaran kedua,” imbuh pelatih asal Brazil ini. 

Ditanya mengenai racikan strategi, Sales menginstruksikan pemainnya untuk tidak kaku namun lebih fleksibel menyikapi pertandingan. 

“Strategi lebih kompleks dari sekedar formasi 1-3-4-3, 1-4-2-3-1 atau 1-4-4-2, tentu saja kita telah memiliki strategi. Mereka (pemain Persijap) tahu di mana dan bagaimana saya instruksikan mereka untuk menekan, bagaimana mereka menata garis pertahanan. Namun, permainan selalu berubah setiap waktu. Yang lebih penting dari formasi adalah, setiap pemain harus bersiap untuk segala macam keadaan,” tutup Sales. 

Editor : Kholistiono

Laga Kontra PSIS Akan Dijadikan Ajang Uji Coba Pemain Anyar Persijap

Pemain Persijap menjalani latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Laga persahabatan Persijap kontra PSIS Semarang Sabtu (3/6/2017), akan dimanfaatkan oleh tim pelatih Laskar Kalinyamat untuk menjajal pemain anyar. Ada Tommy Oropka dan Fastabiqul Khoirot yang kemungkinan diturunkan pada uji coba itu. 

Hal itu dikatakan oleh CEO Persijap Esti Puji Lestari, kepada MuriaNewsCom, terkait dua pemain anyar tersebut. ” Fastabiqul masih seleksi. Nanti kita coba lawan PSIS dulu, dari situ kita lihat bisa kita kembangkan untuk penawaran kontrak,” ujarnya. 

Sementara Tommy Oropka diketahui telah bergabung dengan Persjiap. Ia sendiri telah melakukan seleksi dengan tiga pemain lain, pada medio Bulan April lalu. Meskipun demikian, ia belum bisa dipasang pada pertandingan reguler Liga 2, sebab pendaftaran pemain anyar hanya bisa dilakukan setelah putaran pertama berakhir. 

Ditanya terkait posisi kiper, Esti mengatakan, masih dalam proses pencarian. Ia mengaku saat ini memang masih kekurangan pemain pada posisi tersebut, namun demikian, pihaknya berusaha mencari orang yang tepat. 

“Kalau kita inginnya mencari kiper yang muda namun kaya pengalaman. Dengan usia muda kita masih bisa mengembangkan, sesuai rencana Persijap 5 Years plan. Kalau senior tak bisa lama bermain dengan kita. Namun hingga kini belum ada rekomendasi untuk kita,” jawabnya. 

Terkait kekalahan beruntun yang menerpa timnya, Esti masih percaya akan skuad Persijap saat ini. “Saya percaya akan tim selama mereka masih mau bekerja sama, saya yakin dan mereka tak usah khawatir. Saya juga tak akan bongkar pemain. Saya selalu memberikan kesempatan selama mereka masih menjalani rutinitas dan mengikuti instruksi pelatih. Kecuali mereka tak lagi bersemangat,” ungkap Esti. 

Sementara itu di bidang manajemen, Esti menunjuk General Manajer baru, yakni Liano Mahardika. Ia diketahui pernah menukangi Persebaya sebagai CEO. Dengan hal tersebut ia berharap agar menjadikan klub asal Jepara itu lebih profesional.

Editor : Kholistiono

Polres Jepara Larang Laga Persijap Kontra PSIS Digelar di SGBK

Skuad Persijap Jepara 2017. Polres Jepara tak memberikan izin laga persahabatan kontra PSIS digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah kisruh antarsuporter Persijap dan PSS Sleman Rabu (17/5/2017) lalu, Polres Jepara tak memberikan izin laga persahabatan kontra PSIS digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini. Alhasil, Laskar Kalinyamat  hanya akan melakoni laga tandang ke Stadion Jatidiri. 

“Iya untuk izin pertandingan kontra PSIS di Jepara tidak kami berikan. Alasan utamanya adalah kerawanan keamanan. Seperti diketahui antara manajemen dan suporter Persijap kan ada gap (jarak). Maka dari itu kami mengimbau antara manajemen Persijap dan suporter untuk kompak terlebih dahulu serta menjamin adanya keamanan,” kata Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. 

Ia mengatakan, dampak yang ditimbulkan atas kerusuhan antarsuporter silam, berimbas kepada masyarakat. Oleh karenanya, sebelum ada jaminan untuk bisa menjaga kondusifitas keamanan dari manajemen dan suporter pihaknya tidak memberikan izin pertandingan kontra PSIS. 

CEO Persijap Esti Puji Lestari membenarkan hal tersebut. Sedianya Persijap melakoni laga home-away persahabatan melawan tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar. Namun karena tak mengantongi izin bertanding, maka Persijap hanya bisa melakoni satu laga. 

“PSIS menawarkan kepada kami untuk melakoni laga home-away saya setuju, namun karena tak ada izin, akhirnya hanya satu laga yang dilakoni. Rencana laga tersebut akan digelar sebelum puasa tanggal 28 Mei 2017, namun batal,” tuturnya, Selasa (30/5/2017). 

Sementara itu tentang izin pertandingan reguler di Liga 2, Esti mengaku tetap akan mendapatkan lampu hijau dari kepolisian. Namun demikian, ada catatan yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh manajemen.

“Catatannya, kami harus melibatkan kembali unsur suporter kembali. Namun seharusnya tidak boleh ada intervensi terkait hal itu karena kita perusahaan. Karena untung dan rugi kan kita yang menanggung,” ungkap Esti. 

Terkait hal itu, dirinya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. 

Editor : Kholistiono

Persijap Terus Buru Pemain

Pemain Persijap saat menjalani latihan beberapa waktu lalu. Saat ini, Persijap masih terus berburu pemain. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara mulai mendatangkan pemain baru untuk memperkuat skuat Laskar Kalinyamat pada kompetisi Liga 2. Mereka adalah Tommy Oropka eks pemain Pusamania Borneo FC dan Fastabiqul Khoirot mantan Timnas U-23. Namun sayang, mereka tak bisa dimainkan di sisa leg (putaran) pertama.

CEO Persijap Jepara Esti Puji Lestari mengungkapkan, kedua pemain tersebut telah berlatih di Jepara beberapa waktu lalu. Tommy Oropka bahkan telah berada di Bumi Kartini sejak bulan April lalu, saat seleksi tiga pemain lain. 

“Hanya saja mereka belum bisa dimainkan pada leg pertama karena belum didaftarkan ke operator PT Liga Indonesia Baru. Mereka baru bisa didaftarkan pada saat putaran pertama Liga 2 berakhir. Sehingga mereka baru bermain pada awal putaran kedua,” ujar Esti, Senin (29/5/2017).

Menurut Esti, alasan untuk mendatangkan Fastabiqul didasarkan atas penamilannya yang dinilai apik di Timnas U-23. Selain itu pemain tersebut juga berpengalaman dalam sepak bola profesional. Terakhir ia pernah memperkuat tim Musi Banyuasin. 

“Harapannya mereka bermain maksimal bersama Persijap, pada sisa kompetisi Liga 2 musim ini,” kata Esti. 

Posisi yang masih lowong di Laskar Kalinyamat adalah kiper. Pelatih Persijap Fernando Sales sempat mengatakan penjaga gawang di timnya belum maksimal. Saat ini mereka baru memiliki dua kiper, dari jumlah ideal tiga orang.

Editor : Kholistiono

Libur Ramadan Persijap Berencana Tetap Gelar Latihan

Beberapa pemain Persijap saat mengikuti latihan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Libur leg pertama akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Persijap Jepara. Meskipun memasuki bulan Ramadan, tim pelatih berencana tetap berlatih.

Hal ini dijelaskan oleh Pelatih Persijap Fernando Sales. Ia mengatakan, akan mencari formula agar antara permainan dan ibadah tetap selaras. 

“Selama masa jeda, saya tetap menghormati bulan Ramadan. Namun kita juga perlu meningkatkan kemampuan. Jadi saya berharap dapat mencari cara untuk menyeimbangkan ibadah dan pekerjaan (latihan),” ujarnya, Jumat (19/5/2017). 

Seperti diketahui, performa Persijap di Grup 3 Liga 2 tak menggembirakan. Dari lima laga, Laskar Kalinyamat hanya mengantongi 6 poin hasil dari kemenangan melawan PSGC Ciamis dan Persibas Banyumas.

Sementara, tiga pertandingan lain Persijap menelan kekalahan. Dua di antaranya bahkan terjadi di kandang yakni melawan Persibangga dan PSS Sleman. Sedangkan satu kekalahan lain diderita saat melawan Persip di Stadion Heoegeng Pekalongan. 

Menanggapi kekalahan beruntun tersebut, Fernando Sales meminta pemainnya untuk tetap semangat. “Saya berkata kepada mereka bahwa saya bangga akan semangat yang ditunjukan, untuk komitmen dan mereka harus tetap seperti itu. Saya yakin kami akan meninggalkan masa yang buruk ini,” ujarnya.

Terkait libur Ramadan, Fernando menyampaikan pesan khusus kepada pemain-pemainnya. “Mereka harus termotivasi setiap hari, karena mereka menggeluti pekerjaan yang mereka cintai (sepakbola). Jadi pesan saya sehabis pertandingan dan setiap hari, saya menunjukan pada mereka betapa pentingnya merasa senang dan menjaga semangat, karena mereka mewakili penggemar dan kota Jepara,” imbuhnya. 

Sementara itu, Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf berkata, skema berlatih selama ramadan akan bergantung pada pelatih kepala.  “Kalaupun ada, nantinya latihan ringan,” ungkap Yusuf.

Editor : Kholistiono

Suporter Persijap Pertanyakan Kualitas Fernando Sales

Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan beruntun Persijap dalam Liga 2 menimbulkan banyak pertanyaan akan kualitas pelatih dan materi tim. Setelah kekalahan lawan PSS Sleman di kandang, Rabu (17/5/2017), respon suporter terhadap Laskar Kalinyamat pun beragam. Ada yang menghujat ada pula yang mengritik tajam agar segera terjadi pembenahan. 

Hadi Sofianto, warga Plajan, mengaku permainan yang diterapkan oleh pelatih kepala Fernando Sales tidak mewakili karakteristik Persijap. Dirinya menganggap, lisensi yang dikantongi oleh pria asal Brazil itu tak berpengaruh banyak dalam pola permainan tim.

“Sales seperti tak berpola dan tak tahu karakter Persijap. Lisensi boleh dunia tapi ini kan Persijap, main bola pendek dan keras,” ujarnya. 

Suporter lain, Turaikan, warga Bangsri menduga faktor bahasa menjadi kendala komunikasi dengan para pemain. “Pelatih asing tapi tidak ada pengaruhnya. Mungkin faktor bahasa dan belum kenal dengan sepakbola Indonesia,” tuturnya. 

Sementara itu dari ranah dunia maya, komentar netizen tak kalah pedas. Dari laman media sosial, Facebook milik Persijap banyak mengomentari pelatih dan pemainnya. Hal itu setelah akun tersebut mengunggah poin hasil pertandingan dengan PSS Sleman, Rabu (17/5/2017) lalu.

Seperti diungkapkan oleh akun netizen Mif Tah. Ia meminta tim dan manajemen berbenah diri.  “Semoga pemain dan pelatih serta oficial team menejemen bisa berbenah,ini bukan lagi ajang untuk mendidik pemain ini real game,kalo mau membina pemain bukan disini tempatnya,ini liga profesional bos cari pemain yang prefesional,jangan harap masuk liga satu jika permainan seperti ini,jauh dari harapan masyarakat jepara,ingat kalian semua ini membawa nama jepara yang notabenya kotane wong fanatik,khususnya sepak bola,” tulisnya

Sementara itu akun Deddy Taufik Ariyanto, berkata berujar untuk mengganti pelatih. “Wes ora usah do maido bozz. Kalah menang tetep persijap bozz. Harus diakui karakter permainan persijap dulu yg keras pantang menyerah alias ngotot plus ngoyo sudah hilang gak berbekas. Mungkin untuk solusi nya pelatihnya ganti mas Anjar Jambore yg sudah mengenal persijap luar dalam. Perjalanan masih jauh Jap, Tetep semangat JAP. Minimal bertahan di liga 2.”

Lain lagi komentar yang diungkapkan oleh akun Ariez Carera. Menurutnya kualitas pemain Persijap tidak bagus. “Pemain kakeyan gaya entok.. rambute do di semir.. bal2an tengah kok rak ono.. mlayu ngarep kabeh.. mlayu neng mburi kabeh.. walaupun njupok pelatih jhose mourinho nak pemaine mamulo kui2 percuma.. mending duwite gawe usaha gawe horok2 (Pemain terlalu bergaya, rambutnya saja yang disemir, bermain sepak bola kok tidak ada pemain tengahnya. Lari kedepan semua, lari kbelakang semua. Meskipun mengambil pelatih sekelas Mourinho kalau pemainnya tetap itu, percuma. Duitnya untuk usaha horok-horok saja),” sebutnya.

Fernando Sales, saat dihubungi MuriaNewsCom mengaku mahfum dengan kondisi tersebut. Menurutnya, semua kritikan yang tertuju padanya dan timnya adalah hal wajar yang diungkapkan oleh penggemar. 

“Tidak nyaman tentu saja, sekaligus kecewa, sebab kualitas kami bagus. Namun itu hal yang wajar. Jika kami menang maka kami adalah yang terbaik, namun jika kami kalah kami dicap sebagai yang terburuk. Di sepak bola sangat sederhana seperti itu,” tuturnya dihubungi lewat perpesanan instan WA, Kamis (18/7/2017). 

Lebih lanjut, pria yang mengantongi lisensi A dan B UEFA itu menganggap semua komentar terkait pemain, tak melunturkan kepercayaannya terhadap anak asuhnya. Namun demikian, ia menaruh hormat atas apa yang telah dikatakan oleh fans Persijap.

“Yang kami lakukan adalah bekerja, apa yang dikatakan atau dipikirkan oleh orang tentang pelatih dan saya tak membuat perbedaan dalam saya memercayai mereka. Saya percaya pada pemain saya dan saya yakin akan bisa melewati ini. Terkait opini orang lain saya sangat menghargai sebab mereka adalah penggemar. Namun ada perbedaan besar antara menjadi fans dan menjadi pemain serta pelatih. Jadi seperti saya katakan saya sangat menghormatinya,” pungkas Fernando Sales.  

Editor : Kholistiono

Suporters PSS Sleman dan Persijap Bentrok, 3 Motor Dibakar

Bus yang dirusak massa, yang kini berada di Polsek Kalinyamat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pertandingan Persijap versus PSS Sleman, telah rampung di lapangan. Namun tidak di luar lapangan, kedua suporter justru terlibat kericuhan, Rabu (17/5/2017) malam. 

Kronologi bermula saat suporter tamu hendak pulang menuju Sleman. Namun di tengah jalan mereka dihadang oleh sekelompok orang yang diduga pendukung dari tim Persijap. Meskipun mendapat kawalan dari aparat kepolisian, massa penghadang tidak berkurang malah bertambah. 

Massa lantas mulai bertindak di luar kontrol, karena melempari rombongan suporter tamu dengan benda keras dan kembang api. Alhasil tindakan pun diambil aparat dengan menembakan gas air mata. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menjelaskan, selain ketidakpuasan akan hasil yang diperoleh tim Laskar Kalinyamat yang kalah 0-1 dari Sleman. Penghadangan dan penyerangan diduga terpicu adanya gambar hoax (palsu) yang tersebar di media sosial.

“Beredar gambar dan berita palsu jika suporter Persijap dikeroyok oleh suporter Sleman. Padahal hal itu tidak benar, karena kejadiannya memang tidak ada. Hal itu kian membuat panas. Kalau penyebab awalnya jelas karena ketidakpuasan dengan hasil pertandingan,” jelas Yudianto, dalam keterangan pers Kamis (18/5/2017). 

Petugas pemadam kebakaran sedang membersihkan sisa kericuhan antarsuporter Rabu malam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Penghadangan sendiri terjadi di sekitar Kecamatan Kalinyamat, tepatnya di Jl Jepara-Kudus KM 17, pada pukul 22.30 WIB. Saat itu, massa juga merusak bus bernopol AA 1490 BC, yang dikira mengangkut pendukung Sleman. Namun ternyata, sasaran tersebut tidak tepat, karena bus tersebut merupakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pemain ISP Purworejo Junior, yang juga berlaga di Jepara. 

Di samping itu, penghadangan juga terjadi di Perempatan Mayong. Karena terdesak, suporter PSS Sleman sempat keluar untuk mengadakan perlawanan terhadap pendukung Jepara.

Guna memecah konsentrasi massa, Polres Jepara pun meminta bantuan Polres Kudus dan Demak. Di samping itu, Brimob dari Polda Jawa Tengah pun ikut turun dalam proses pengamanan tersebut. 

Pukul 03.00 WIB, pendukung dari Sleman baru bisa keluar dari wilayah Kabupaten Jepara. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta, via Boyolali. 

Berdasarkan data kepolisian, ada tiga motor yang dibakar oleh massa saat berada di perempatan Pasar Mayong. Yakni Yamaha Mio, Honda Scoopy bernomor polisi K 6257 JV dan Honda Scoopy bernomor polisi K 3318 QC. “Ada 13 orang yang diproses lebih lanjut. Mereka diamankan di Mapolres Jepara,” tambah Kapolres Jepara.

Editor : Kholistiono

 

Pemain PSS Sleman Cidera Berat saat Hadapi Persijap

Tim medis sedang mengevakuasi Tedi ke ambulance, saat melawan Persijap Jepara Rabu (17/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – PSS Sleman mengakhiri leg pertama Liga 2 dengan manis. Melawan Persijap Jepara, Laskar Sembada mengalahkan Laskar kalinyamat 0-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Rabu (17/5/2017). 

Namun para pemain PSS Sleman masih menyimpan kekhawatiran, karena seorang pemain bernomor 77 Tedi mengalami cidera di bagian leher. 

Kejadian bermula pada menit ke 87 saat Tedi hendak menghalau bola dari Pemain Persijap Riswan Danny. Bola sebenarnya telah mengenai tangan dari Tedi, setelah disepak oleh Danny. Namun, pemain PSS Sleman bernomor 77 itu justru melakukan aksi salto untuk menghalau bola. 

Salah jatuh, bagian leher dari pemain belakang PSS itu justru terhempas ke tanah terlebih dahulu. Ia sempat mengerang kesakitan sambil memegangi bagian belakang kepala. 

Setelah beberapa saat Tedi terlihat tak sadarkan diri. Tim medis langsung dipanggil ke dalam arena pertandingan dengan memberikan napas buatan dan pemberian oksigen. Tak kunjung sadar, pemain kemudian dimasukan kedalam ambulans lalu dilarikan ke rumah sakit. 

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Mudah-mudahan tidak ada sesuatu yang fatal terjadi pada pemain kami,” ucap pelatih PSS Sleman Freddy Muli, kepada pewarta, seusai pertandingan. 

Editor : Kholistiono

Pengamanan Persijap Vs PSS Sleman Dibantu Personel Brimob

Pemain Persijap saat mengikuti latihan beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara sudah menyiapkan skenario pengamanan pada laga Persijap kontra PSS Sleman, di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Rabu (17/5/2017). 

“Besok rencananya pengamanan akan dibantu dari personel Brimob dari Pati sejumlah dua peleton. Untuk pengamanan dari polres dan polsek akan menurunkan sekitar 160 personel,” ujar Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi, Selasa (16/5/2017). 

Slamet berujar, pengamanan tidak hanya berfokus di stadion saja. Jalur yang dilewati oleh suporter PSS Sleman, juga mendapatkan perhatian khusus. Polsek yang berada di Welahan hingga Gotri akan melakukan pengamanan dibantu dengan patroli Dalmas. Adapun, jumlah pendukung klub sepak bola asal Yogyakarta itu diperkirakan 1500 sampai 2000 orang. 

“Diperkirakan sejumlah itu, jika sesuai estimasi mereka akan datang di Jepara pada pukul 12.00 sampai pukul 13.00 WIB,” imbuh Kabag Ops.

Di arena sepak bola, pihaknya akan memperketat penjagaan di pintu masuk suporter. Hal itu untuk mengantisipasi barang-barang terlarang masuk kedalam areal SUGBK. 

Menurutnya, pihaknya juga telah mengadakan pertemuan dengan pendukung Persijap untuk turut menjaga kondifitas pertandingan. “Kemarin (Senin) kami belum sempat berkoordinasi dengan Banaspati, hari ini ada pertemuan, akan dipimpin oleh Kasat Intel. Kami akan persiapkan semaksimal mungkin agar tidak terjadi bentrok, dengan cara para koordinator suporter mengawasi dan mengecek anggotanya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panpel Persijap Arief Setiadi mengatakan telah menyiapkan 20 ribu lembar tiket. Untuk suporter lawan, telah dipersiapkan tribun khusus di sebelah selatan. “Untuk Suporter PSS Sleman, telah dipersiapkan 1000 sampai 1500 tiket,” katanya.  

Editor : Kholistiono