Indonesia Pusaka Bergema di GBK Usai Laga Persijap vs Persibat

Pemain Persijap berkumpul di tengah lapangan membentuk lingkaran dan suporter menanyikan lagu Indonesia pusaka. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Suporter Persijap (Banaspati, Jetman dan CNS) menyanyikan Indonesia Pusaka dan menyalakan lampu sorot yang ada di handphone.

Hal ini terjadi setelah Laskar Kalinyamat tidak terima akan keputusan kontroversial wasit Supriawan yang menghadiahkan penalti bagi tim tamu pada injury time, saat laga Persijap vs Persibat, Minggu (27/8/2017).

Diberitakan sebelumnya, pertandingan Persijap melawan Persibat Batang pada lanjutan laga Liga 2 Grup 3, berakhir tanpa peluit panjang. Lantaran, tim tuan rumah Laskar Kalinyamat tak terima keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti bagi Laskar Alas Roban. 

Sempat protes, akhirnya tim Persijap pun walk out dalam keadaan unggul 2-1. 

Setelah itu, Persijap yang kini menghuni papan bawah dengan mengoleksi 12 poin (sebelum bermain dengan Persibat) berkumpul di tengah lapangan. Mereka membentuk formasi melingkari garis tengah lapangan.

Sementara ratusan fans yakni Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati), Jepara Tifosi Mania (Jetman) dan Curva Nord Syndicate (CNS) tetap duduk di tribun sambil menyalakan lampu sorot telepon genggam. Sesaat kemudian terdengar lagu Indonesia Pusaka yang diciptakan oleh Ismail Marzuki.

 

Indonesia Tanah Air beta

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

Tetap di puja-puja bangsa,” nyanyian tersebut bergema. 

 

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati pun sempat menitikan air mata melihat tindakan fans. Ia menyatakan bangga dan terharu akan solidaritas dan perbuatan penggemar yang tidak ricuh.  “Hari ini kita menjadi satu,” ucapnya.

Pantauan MuriaNewsCom, sempat terlihat adanya api namun demikian hal itu dapat segera dikendalikan oleh petugas polisi.

Editor : Ali Muntoha

Geger…Persijap Walk Out Saat Lawan Persibat Meski Sudah Unggul

Petugas keamanan mengungsikan wasit karena pertandingan antara Persijap Jepara vs Persibat Batang semakin ricuh. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pertandingan Persijap vs Persibat di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (27/8/2017), berakhir tanpa peluit panjang.

Hal itu karena kontroversi keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti di menit akhir pertandingan, dalam kondisi tim tuan rumah unggul 2-1. Tak terima dengan keputusan wasit, Laskar Kalinyamat pun walk out.

Babak pertama Laskar Kalinyamat kebobolan terlebih dahulu di menit 28. Keunggulan sementara bagi Persibat itu dicetak oleh Hapidin, yang menyepak bola dari tendangan sudut. 

Proses gol terjadi saat  Hapidin menendang dari sisi kiri pertahanan Persijap itu, sempat ditepis oleh penjaga gawang Amirul Kurniawan. Namun sayang antisipasi yang dilakukannya, justru membuat si kulit bundar bersarang di gawangnya. 

Sementara Persijap yang berusaha membobol pertahanan tim tamu, tak bisa menceploskan satupun gol. Hingga wasit Supriawan meniup peluit jeda babak pertama, kedudukan unggul bagi tim tamu Persibat. 

Babak kedua dimulai, Persijap Jepara terus berusaha menekan pertahanan Persibat. Hingga menit di 51, Tommy Oropka berhasil membobol gawang Laskar  Alas Roban.

Gol berawal dari kemelut di depan gawang, sesaat setelah sepakan pojok yang dilepaskan oleh Adit Wafa.  Bola yang disambut oleh sundulan kepala Abdul latif Hasim, terdampar di kaki Tommy Oropka. Pemain asal Papua ini lantas mengarahkan tendangan lemah ke sisi kiri gawang Muh Sendri Johansyah, dan gol. Skor imbang. 

Di menit ke 62, Tommy kembali mencatatkan namanya di papan skor. Bola yang ditendang oleh penjaga gawang Persijap Amirul Kurniawan, melambung jauh dan disambut oleh pemain berambut jambul itu. Ia lolos tanpa kawalan ketat dan menceploskan bola. Skor 2-1, Laskar Kalinyamat unggul. 

Petaka bagi Persijap terjadi pada menit-menit akhir pertandingan. Pemain nomor 32 Persibat, Ishak Yustinus Mesak Djober terjatuh di kotak penalti, akibat singgungan dengan pemain Persijap Syarif Wijianto. 

Wasit Supriawan kemudian memberikan kartu kuning, namun belum jelas ditujukan kepada siapa. Saat itulah keadaan lapangan pun ricuh. Tim Persijap mengklaim pemainnya tak melakukan pelanggaran, dan melakukan sapu bersih. Namun wasit bersikukuh.

Baca juga : Persijap Bakal Laporkan Kepemimpinan Wasit Supriawan

Keadaan pun semakin riuh dengan protes yang dilancarkan oleh  tim pelatih Persijap Carlos Raul Sciucatti. Adu argumen pun sempat terjadi, hingga tim tuan rumah memberikan bukti berupa rekaman pertandingan untuk diperlihatkan kepada tim wasit. 

Akan tetapi titik temu tak terjadi. Persijap akhirnya walk out pada menit ke 93. Sedangkan tim Persibat bersama wasit kembali le lapangan dan hendak mengeksekusi penalti.

Namun hal itu dibatalkan, karena keadaan stadion semakin ricuh. Akhirnya petugas keamanan mengungsikan wasit dan dibawa pergi menggunakan kendaraan lapis baja meninggalkan arena pertandingan.

Editor : Ali Muntoha

Persijap Yakin Bisa Rengkuh 3 Poin Di Laga Kandang Terakhir

Suasana latihan Persijap di Stadion GBK jelang laga melawan Persibat Batang. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara menargetkan tiga angka saat laga terakhir di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) melawan Persibat Batang, Minggu (27/8/2017) sore. Pelatih Tim Laskar Kalinyamat Carlos Raul Sciucatti optimistis dengan hal itu.

“Kami sangat antusias untuk dapat menang. Saya bilang ke rekan-rekan masih ada harapan dan pertandingan kali ini sangat penting sekali bagi kita,” ucapnya, Sabtu (26/8/2017).

Carlos mengungkapkan, semua anak asuhnya dalam keadaan siap tempur menghadapi tim yang sempat mengalahkan Persijap, 1-0 dikandang Stadion Mohammad Sarengat, Batang. Perlu diketahui, kini Persijap baru mengemas 12 poin. Sementara calon lawannya sudah mengumpulkan 18 poin.

Ditanya kehadiran Fisabillah eks pemain Persijap yang kini membela Persibat, ia mengaku tak khawatir. Hal itu karena pihaknya telah mengetahui gaya bermain dari pemain belakang itu.

“Tidak khawatir, kita ambil positifnya saja, kami sudah tahu kelemahan dan kapasitas dia bermain,” kata dia.

Terkait strategi, ia mengatakanan tak ada yang khusus. Pola permainan yang akan disuguhkannya serupa dengan apa yang diterapkan saat ia mulai menduduki kursi kepelatihan Persijap.

“Kita tidak tertekan, justru sangat termotivasi, ini laga terakhir dan kita bermain di kandang, ya semoga saja kita masih bisa bermain di babak playoff jika memenangkan pertandingan ini,” tutup Carlos.

Editor : Ali Muntoha