Persijap Tantang Elang Jawa

Pemain Persijap saat melakoni latihan di stadion Gelora Bumi Kartini beberapa saat lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara dijadwalkan melawan PSS Sleman, yang merupakan pemuncak klasemen grup 3 Liga 2, Jumat (18/8/2017). Melawat ke Stadion Maguwoharjo, Laskar Kalinyamat membawa 18 pemain untuk menghadapi skuat Elang Jawa. 

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciucatti mengatakan, seluruh pemain yang dibawa ke Yogyakarta dalam kondisi siap tempur. Namun demikian ia mengakui, pertandingan melawan Sleman tidaklah mudah.

“Pasti sulit karena mereka sudah lolos. Mereka (PSS Sleman) akan tampil percaya diri dan tanpa beban. Namun saya percaya, kami akan mendapatkan hasil positif,” kata Charly, sapaan akrab Carlos Raul. 

Akan tetapi Charly yakin bisa mencuri tiga poin di Maguwoharjo. Kemenangan bagi Persijap menjadi sebuah hal mutlak, jika tidak ingin terlempar ke Liga 3 alias Liga Nusantara (Linus).

Saat ini tim dari Jepara itu baru mengemas 12 poin dari 11 kali pertandingan, empat kemenangan dan tujuh kali didera kekalahan. Adapun posisinya menempati urutan keenam dari delapan tim di grup 3. 

Sementara, calon lawannya PSS Sleman mengemas 28 poin, hasil dari sembilan kemenangan, satu kali seri dan satu kali kekalahan. 

Pertandingan di Sleman merupakan perjumpaan kedua Persijap dan PSS. Pada laga pertama di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini Jepara, PSS Sleman mengandaskan tim tuan rumah dengan skor 0-1, Rabu (17/5/2017). 

Pemilik Klub Persijap Esti Puji Lestari berharap pemainnya dapat menunjukan performa prima, layaknya pertandingan melawan Persip Pekalongan. Ia menginginkan pemainnya bermain dengan semangat juang tinggi.

“Saya berharap pemain memiliki semangat yang sama seperti pertandingan terakhir kemarin. Pelatih juga saya harapkan memiliki strategi yang mumpuni untuk bisa mengatasi permainan PSS yang memiliki pemain berkualitas. Tapi kami (Persijap) akan selalu berusaha yang terbaik,” tutup Esti. 

Editor: Supriyadi

Jadwal TC Persijap di Bandung Diundur

Tim Persijap ketika melakoni laga di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemantapan pembentukan Tim Persijap sedikit terkendala. Traning center (TC) yang direncanakan sebagai tahap akhir pembentukan tim, diundur karena terkendala masalah teknis.

“Skema penyiapan tim tetap sama. Usai tes kesehatan, para pemain yang diproyeksi masuk tim akan menjalani TC di Bandung. TC tetap akan dilakukan, tapi hanya diundur,” kata General Manajer Persijap, Esti Puji Lestari.

Sebab, TC tersebut sudah direncanakan pada 13-18 Februari 2017. Akan tetapi diundur menjadi 20-24 Februari 2017 mendatang. Hal tersebut, karena berkenaan dengan izin lapangan di Bandung.

Berdasarkan jadwal yang disusun, para pemain tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu akan menjalani latihan pada 20, 21, 23 dan 24 Februari 2017 mendatang. 

Tiap hari, latihan akan dilakukan selama empat jam. Mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Namun demikian, teknis latihan hingga lamanya waktu latihan bisa berubah bergantung pada keputusan tim pelatih.

Adapun pemain yang akan mengikuti TC, ada 23 pemain yang sebelumnya telah lolos seleksi oleh tim pelatih dengan Pelatih Kepala Lestiadi. Para pemain juga telah menjalani tes kesehatan.

“Serangkaian proses seleksi, tes hingga TC tak lain untuk membentuk tim Persijap yang mampu bersaing. Mengingat manajemen maupun tim pelatih memang menargetkan Persijap lolos Liga 1 di musim depan,” tegas Esti.

Sebelumnya, laga uji coba kontra tim lokal, Mars Margoyoso dan Persega Gedangan yang seharusnya dilaksanakan pada Sabtu (11/2/2017) lalu gagal terlaksana. Itu karena, lapangan Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara tergenang air lantaran hujan yang begitu deras sepanjang hari.

Sementara itu, guna menyiapkan tim untuk berlaga di Liga 2 musim ini, Persijap memang sering melakukan laga uji coba dengan sejumlah tim lokal. Targetnya untuk melihat kualitas individu dan memantapkan kolektivitas permainan.

Editor : Kholistiono

Persijap Berpeluang Lolos ke Babak 16 Besar

bangkit

Pelatih caretaker Persijap Jepara, Bagong Harmadi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih caretaker Persijap Jepara, Bagong Harmadi menyatakan peluang Persijap untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka, meski saat ini timnya masih di bawah PSIS Semarang di peringkat grup IV Indonesian Soccer Championship (ISC) B 2016.

Menurut Bagong, untuk mampu lolos dari babak penyisihan grup ini, Persijap harus mampu menyapu bersih dua laga sisa yang akan dihadapi Persijap. Dua lawan berikutnya adalah Persibat Batang dan PSIS Semarang.

“Ketika dua laga sisa itu nanti kita bisa menang, kita tentu saja bisa lolos ke Babak 16 Besar. Ini memang tidak mudah, tetapi kami harus melakoni ini dengan semaksimal mungkin,” kata Bagong.

Sejauh ini dari 10 pertandingan yang telah dilalui Laskar Kalinyamat, hanya empat kali menang, tiga kali bermain imbang serta tiga kali juga kalah dari tim lawan. Dalam catatan, Persijap belum sekalipun menang ketika bermain di kandang lawan. Keempat pertandingan yang menang praktis dilakoni di kandang sendiri yakni di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK).

Atas hasil itu, kini Persijap berada di peringkat dua dari tujuh tim yang ada di grup IV. Dengan torehan angka 15 poin, Persijap berada di bawah PSIS Semarang yang menepati posisi teratas dengan 17 poin. Kemudian di peringkat tiga disusul PSIM Yogyakarta dengan 14 poin, PSIR Rembang dan Persipur Purwodadi masing-masing 13 poin.

Sedangkan dua tim lain yakni PPSM Magelang dan Persibat Batang yang hanya mengantongi 10 poin. Untuk produktivitas gol, Persijap masih kurang lantaran dari sepuluh pertandingan, pasukan Laskar Kalinyamat mencetak dan kebobolan 10 gol.

Asa untuk lolos ke Babak 16 Besar masih ada. Lantaran Persijap masih memiliki dua pertandingan. Sehingga Persijap memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan atas PSIS Semarang tersebut.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Persijap Berbagi Poin dengan PSIR 

persijap 2

Pemain Persijap mengamankan bola saat di depan gawang tim lawan PSIR Rembang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara melakoni laga kandang melawan PSIR Rembang dalam lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B, di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, Sabtu (13/8/2016). Meski sempat unggul di babak pertama, pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2.

Dua gol Persijap diborong oleh pemain muda, Ahmad Rendi Reovaldo Pradana, pada menit ke-16 dan menit ke-93. Gol pertama dicetak pemain yang akrab disapa Rendi ini saat berhasil memanfaatkan kemelut di dapan gawang PSIR menjadi gol. Sedangkan gol kedua dicetak melalui titik putih di menit-menit akhir pertandingan.

Pada babak pertama tempo permainan berjalan lambat. Kedua tim cenderung lebih hati-hati dalam memainkan bola. Demikian juga saat awal babak kedua. Namun pertengahan babak kedua tempo permainan meningkat saat gol bersarang di gawang Persijap pada menit ke-52.

Kemudian PSIR mampu membalikkan keadaan dengan menambah skor setelah gol bunuh diri dilakukan pemain belakang Persijap Agnef Syafantri.

Beruntung, pada tambahan waktu babak kedua, wasit memberikan hadiah penalti kepada Persijap karena bola dianggap menyentuh tangan pemain belakang PSIR. Keputusan itu mendapatkan protes keras dari pemain dan ofizial PSIR. Aksi mendorong wasit juga dilakukan pihak PSIR hingga aparat keamanan turun tangan untuk mengamankan keadaan.

Meski mendapatkan protes keras, penalti tetap diberikan oleh wasit. Tampil sebagai algojo, mampu menuntaskan tugasnya dengan baik. Bola mampu diledakkan ke gawang PSIR. skor imbang 2-2 hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Atas hasil ini pelatih baru Persijap, Bagong Harmadi mengaku puas meskipun hasilnya seri dan terpaksa berbagi poin dengan tim lawan. Sebab anak asuhnya bermain sangat tidak maksimal.

“Saya mensyukuri sekali hasil ini karena banyak sekali kekurangan dan kesalahan yang dilakukan pemain saat di lapangan,” katanya usai laga.

Di awal laga ini, Persijap menurunkan sejumlah pemain muda. Susunan pemain tim kebanggaan warga Jepara ini, Susanto (PG), Ali Mustofa, Arief Gangsar Patar, Danan Puspito, Abdul Latif, Agnef Safantri, Ahmad Rendi Reovaldo, Andik Kristanto, M Widya Wahyu, Yoga Ramadhan, dan bomber andalan Agung Supriyanto (C).

Sementara dari tim lawan, PSIR Rembang dengan susunan pemain, Nanda Pradana (PG), Agus Prasetyo, Beny Abdul Rohman, Heru Wibowo (C), Rapii, Kresno Hadi, Kusen Riandi, Yoni Ustaf, Zaenal Arifin, Efendi dan Rudy Santoso.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Persijap Bawa Misi Taklukkan PSIM

persijap

Selebrasi striker Persijap Agung S saat mencetak gol di gawang PSIM Yogyakarta di laga kandang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara dijadwalkan melakoni laga tandang melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul Yogyakarta, Sabtu (6/8/2016) besok sore.

Dalam laga lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B itu, pasukan Laskar Kalinyamat membawa misi menaklukkan PSIM di hadapan pendukung mereka.

Tim kebanggaan Kota Ukir ini, ditarget mampu meraih poin penuh perdana mereka di kandang lawan. Pasalnya selama kompetisi ISC B yang diikuti ini, Persijap belum sekalipun menang sehingga sudah haus kemenangan saat bermain tandang.

CEO Persijap M Said Basalamah mengemukakan, memang tidak mudah mengalahkan PSIM Yogyakarta di kandang mereka sendiri. Apalagi PSIM baru saja mengalahkan tim kuat yakni PSIS Semarang.

“Meski begitu, justru kami termotivasi untuk mengalahkan PSIM. Dan mendapatkan kemenangan pertama di tandang,” ujar Said kepada MuriaNewsCom, Jumat (5/8/2016).

Menurutnya, tim Persijap sudah berangkat ke Yogyakarta pagi tadi. Ada 18 pemain yang diboyong kesana. Semua pemain dipastikan dalam kondisi fit dan prima. Bahkan, Basalamah menegaskan, pemain saat ini memiliki semangat yang tinggi.

“Semua pemain siap dan tidak ada kendala. Kami akan bermain maksimal dengan target tiga poin. Ini kesempatan untuk membuktikan bahwa Persijap adalah tim yang tidak boleh diremehkan,” terangnya.

Ia menambahkan, pengalaman di laga sebelumnya melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara menjadi modal. Pada laga tersebut, Persijap mampu menang atas PSIM dengan skor akhir 1-0.

Editor : Akrom Hazami

 

Jadwal Lanjutan ISC B Dinilai Tak Menguntungkan Persijap

Pelatih Persijap Yusack Sutanto memberikan arahan kepada pemainnya (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pelatih Persijap Yusack Sutanto memberikan arahan kepada pemainnya (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Jadwal lanjutan kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) seri B yang akan dilakoni Persijap dinilai tak menguntungkan. Pasalnya, jadwal terlalu mepet dari libur Hari Raya Idul Fitri, lantaran digelar pada Minggu (17/7/2016) mendatang. Itu artinya, skuad Laskar Kalinyamat hanya memiliki waktu efektif kurang sepekan untuk latihan paska libur lebaran.

Pelatih Persijap Yusack Sutanto menilai, kondisi itu tentu saja tidak menguntungkan bagi timnya. Sebab, waktu kurang dari sepekan untuk kembali memulihkan stamina pemain usai libur lebaran dinilai sangat singkat. Apalagi, lawan yang akan dihadapi bukan lawan yang enteng, yakni PSIS Semarang. Selain itu, laga tersebut juga digelar di Stadion Jati Diri Semarang.

“Kalau melihat jadwal, Sabtu (16/7/2016) sudah harus berangkat ke Semarang, karena laga tandang. Waktunya sangat mepet, jadi tidak menguntungkan buat Persijap. Kami hanya punya waktu efektif empat hari latihan,” ujar Yusack Sutanto kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dengan mepetnya persiapan itu, maka tim pelatih memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang tersisa. Termasuk mengevaluasi hasil laga uji coba kontra Madiun Putra FC . Pada laga tersebut, timnya kalah 0-1. Namun demikian, dirinya menilai anak asuhnya telah bermain bagus.

Skema penyerangan yang dibangun Laskar Kalinyamat lebih variatif. Meski pada babak pertama laga itu ia menurunkan mayoritas pemain lapis kedua yang dihuni pemain-pemain muda. “Kalah itu risiko, karena kami menurunkan pemain muda. Tapi evaluasi kami, permainan sudah lebih baik,” ucapnya.

Disinggung masih mandulnya lini depan dan kemungkinan merekrut pemain anyar, Yusack mengatakan, materi yang saat ini ada, dinilai sudah baik dan akan dimaksimalkan. “Dua pemain yang dua pekan lalu ikut seleksi sudah dipulangkan. Tidak ada pemain baru,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

Kapten Persijap Ingin Pelatih Tambah Striker dan Gelandang

Kapten Persijap Agung Supriyanto (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kapten Persijap Agung Supriyanto (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 MuriaNewsCom, Jepara – Striker sekaligus bomber andalan Persijap Jepara Agung Supriyanto menyatakan keinginannya agar manajemen dan pelatih Persijap menambah jumlah pemain, khususnya untuk posisi striker dan gelandang.

Menurut Kapten Persijap ini, perlu tambahan pemain di posisi striker untuk menjadi tandemnya di lini depan. Selain dirinya, juga untuk menjadi tandem striker lain seperti Kornelius Fingkrew agar lini depan semakin tajam dalam mendobrak pertahanan lawan.“Selain di lini depan, saya rasa tim juga masih membutuhkan pemain di posisi gelandang,” ujar Agung, mantan pemain Timnas U-23 itu, Sabtu (11/6/2016).

Menurutnya, kebijakan penambahan pemain dikembalikan kepada pelatih kepala. Ia berharap, pada jeda pertandingan setelah lawatan di Stadion Jatidiri melawan PSIS usai lebaran mendatang, Pelatih Persijap Yusack Sutanto mendatangkan pemain anyar.

Selama ini, di lini depan, ia sering dipasangkan dengan striker asal Papua, Korinus Fingkrew. Bahkan, saat melawan Persibat Batang beberapa waktu lalu, ia menjadi ujung tombak dibantu pemain muda Ahmad Rendi Reovaldo di belakangnya.

Pekan pertama Ramadan, pemain Persijap diliburkan. Skuat akan kembali berlatih pada Senin (13/6/2016) mendatang, sebelum nanti menghadapi PSIS Semarang pada laga terakhir putaran pertama Grup 4 Indonesia Soccer Championship (ISC) B.

Editor : Kholistiono

Duh, Gara-gara Suporter Nyalakan Flare, Persijap Didenda Rp 10 Juta

Suporter menyalakan flare ketika laga Persijap melawan PPSM Magelang, Minggu (1/5/2016) lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Suporter menyalakan flare ketika laga Persijap melawan PPSM Magelang, Minggu (1/5/2016) lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Aksi para suporter yang menyalakan flare usai pertandingan dengan PPSM Magelang di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Minggu (1/5/2016) berbuntut panjang. Pasalnya, manajemen Persijap harus dikenai denda Rp 10 juta oleh penyelenggara.

Dari surat yang diterima manajemen, sanksi berupa denda tersebut berdasarkan hasil rapat komisi disiplin ISC yang terdiri dari Asep Edwin Firdaus, Kuswara S Taryono, dan Yeyen Tumena pada 12 Mei 2016 lalu.

Pelanggaran hingga mengakibatkan sanksi berupa denda tersebut adalah penyalaan flare saat laga melawan PPSM Magelang pada laga perdana yang digelar pada 1 Mei 2016 di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara. Penyalaan flare dilakukan supporter pada menit ke 90+3 menjelang berakhirnya laga.

”Beberapa penonton menyalakan flare di tribun utara dan timur stadion dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup  untuk menegaskan pelanggaran disiplin,” kutipan isi surat dari komisi disiplin ISC, yang ditandatangani oleh ketua komisi disiplin ISC, Asep Edwin Firdaus.

Sementara itu, CEO Persijap M Said Basalamah melontarkan kekecewaannya di akun media social Facebook. Menurut Basalamah, sanksi tersebut bisa didenda game kandang jika terulang kembali.

”Membuat Persijap tetap exist sudah cukup berat. Semoga ke depan tidak ada lagi suporter egois yang merugikan Persijap sendiri,” kata Basalamah.

Beruntung, pada laga melawan PSIM Yogyakarta di SGBK, pada Sabtu (14/5/2016) kemarin, supporter tidak menyalakan flare saat pertandingan belum usai. Sehingga, sanksi yang dikenakan tidak ditambah.

Pihak manajemen juga telah bekerjasama dengan kepolisian serta didukung pimpinan supporter. Kesepakatan yang diambil, sebelum pertandingan Persijap Jepara dimulai, suporter akan dirazia. Razia terkait dengan larangan membawa flare, kembang api, senjata, dan narkoba.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga menginginkan suporter tertib lalu lintas ketika di jalan raya. Misalnya dengan menggunakan helm, menaati rambu lalu lintas, dan tidak melakukan konvoi.

Editor: Supriyadi

SK Pembekuan Dicabut, Persijap Tunggu Tindakan PSSI

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah (MuriaNewsCom)

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabar gembira hinggap di dunia sepak bola Tanah Air. Setelah lama bersitegang dengan PSSI, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi akhirnya mencabut Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI.

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah mengatakan, pihaknya turut bergembira dengan adanya pencabutan SK pembekuan PSSI oleh Menpora. Bahkan, dia penilai seharusnya pencabutan SK pembekuan tersebut dilakukan sudah lama.

”Saharusnya sudah lama dicabut (SK pembekuan PSSI-red), dan kami dari club Persijap menunggu dan melihat tindakan dari PSSI selanjutnya,” ujar Basalamah kepada MuriaNewsCom, Jumat (13/5/2016).

Menurutnya, pembekuan seharusnya dilakukan lebih cepat agar PSSI bisa bekerja sebagaimana mestinya, khususnya untuk mengembangkan dunia sepakbola di Indonesia. Pria asal Negara Malaysia itu menilai jika PSSI dibekukan membuat kevakuman seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

”Kami tidak hanya menunggu tindakan dari PSSI, tetapi juga dari operator kompetisi yang kini diikuti oleh Persijap,” ungkap Basalamah.

Lebih lanjut dia mengemukakan, dengan dicabutnya SK pembekuan, pihaknya berharap kedepannya PSSI lebih baik lagi dari sebelumnya. Lebih dari itu, pihaknya juga berharap agar PSSI juga diisi oleh orang-orang yang lebih berkompeten dan memiliki integritas tinggi.

”Ya misalnya harus transparan, masih muda dan energik dan bersedia mendengar semua masukan dan keluhan dari club-club yang ada di Indonesia,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk selanjutnya Persijap tetap mengikuti kompetisi yang masih berjalan. Jika nantinya aka nada kompetisi lain akan dipikirkan lebih lanjut. Yang terpenting, kata Basalamah, Persijap dapat tampil dan tetap eksis.

Editor: Supriyadi

PSIR Rembang Ditahan Imbang Persijap Jepara 

Pemain PSIR Rembang Zaenal Arifin (15) sedang membawa bola pada pertandingan melawan Persijap. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

Pemain PSIR Rembang Zaenal Arifin (15) sedang membawa bola pada pertandingan melawan Persijap. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

MuriaNewsCom, Rembang – PSIR Rembang tak mampu meraih target untuk memetik poin penuh di laga perdana menghadapi Persijap Jepara, pada kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) yang berlangsung di Stadion Krida, Sabtu (7/5/2015) sore.

Meski pada babak pertama PSIR mampu mengungguli Persijap Jepara lewat gol yang disarangkan Zaenal Arifin (15) pada menit ke 5, namun ternyata Persijap Jepara mampu mengejar ketertinggalan melalui gol balasan yang dilesakkan Yoga Ramadhan Putra (29) jelang babak kedua berakhir. Tepatnya di menit 85.Skor 1-1 untuk kedua tim hingga pertandingan berakhir.

Sejak awal, sejatinya kedua tim bermain agresif, namun lewat gol cepat yang dikoleksi PSIR, membuat tim tuan rumah semakin semangat untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Bahkan, beberapa peluang mampu tercipta di depan mulut gawang Persijap Jepara.

Bahkan sebelum babak pertama berakhir, Persijap Jepara sempat mengganti salah satu pemain depannya yakni Gipsi Salat Taalaita (10). Hal ini, untuk mempertajam lini depan yang dinilai masih belum maksimal. Meski demikian, hingga babak pertama berakhir masih 1-0 untuk keunggulan PSIR.

Usai turun minum, kemudian pelatih Persijap Jepara Yussack Sutanto juga kembali merotasi pemain depannya, untuk mempertajam daya gedor. Dan hasilnya saat laga berakhir, Persijap mampu menyamai PSIR dengan skor 1-1.

Terkait dengan hasil ini, Pelatih PSIR Rembang Haryanto menyatakan, jika secara hasil dirinya masih belum puas, namun, hal itu akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

”Kalau secara hasil tentunya ya belum puas. Tapi namanya pertandingan ada menang dan ada kalah. Pastinya, dari hasil pertandingan ini, kita evaluasi kembali mana yang masih menjadi kelemahan tim, khususnya transisi pemain dari menyerang ke bertahan,” ujarnya.

Editor: Merie

Persijap Yakin Permalukan PSIR Rembang di Kandang

Pemain Persijap Agusng Supriyanto (kanan) saat berhadapan dengan pemain PPSM Magelang pada laga perdana ISC Serie B. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pemain Persijap Agusng Supriyanto (kanan) saat berhadapan dengan pemain PPSM Magelang pada laga perdana ISC Serie B. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara pagi tadi bertandang ke stadion Krida Rembang untuk mempersiapkan diri menghadapi PSIR Rembang dalam derby Muria, di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B 2016, Sabtu (7/5/2016) sore nanti. Pada laga itu, Persijap siap mempermalukan tuan rumah, PSIR Rembang dihadapan pendukung mereka.

Tim berjuluk Laskar Kalinyamat optimistis bakal mencuri poin penuh dari PSIR Rembang. Apalagi di kompetisi ini, Persijap telah mengawalinya dengan sempurna mengalahkan PPSM Magelang dengan skor 2-0.

”Kami optimistis menang lawan PSIR Rembang. Sebab, target kami diawal adalah 4 besar, jadi kami akan berjuang disetiap pertandingan untuk mencuri poin dari lawan, termasuk melawan PSIR Rembang,” ujar CEO Persijap Jepara M Said Basalamah.

Menurut dia, kemenangan Persijap setelah menyapu bersih PPSM Sakti Magelang akan memuluskan langkah melakoni pertandingan kedua Persijap dalam ajang kompetisi ISC-B. Agung Supriyanto dkk dipaksa akan bermain lebih agresif lagi agar bisa memenangkan pertandingan.

”Setelah dilakukan evaluasi dari pertandingan perdana lalu dengan terus melakukan latihan coach Yusack sudah mempersiapkan taktik dan strategi untuk Agung dkk dalam pertandingan melawan PSIR,” terangnya.

Untuk sementara, dipastikan dalam laga away melawan PSIR Rembang akan menerapkan pemain yang ada. Saat ini Persijap telah mengantongi sebanyak 22 pemain berkualitas. Meski begitu, dalam laga besok, yang 18 pemain yang diboyong ke Rembang.

Editor: Supriyadi

 

Persijap Siap Hadapi Tekanan Kandang PSIR

Agung Supriyanto (kiri) berduel dengan pemain PPSM Magelang dalam laga perdana ISC B lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Agung Supriyanto (kiri) berduel dengan pemain PPSM Magelang dalam laga perdana ISC B lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara menyatakan siap menghadapi PSIR Rembang di laga kedua Persijap pada Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B. Laga penuh gengsi tersebut bakal digelar di kandang PSIR, yakni Stadion Krida Rembang, Sabtu (7/5/2016) besok.

Pelatih Persijap Jepara, Yusack Sutanto menyatakan dengan tegas bahwa anak asuhnya sudah siap untuk melakoni duel kontra PSIR Rembang. Agung Supriyanto dkk telah melakukan sejumlah latihan persiapan untuk menghadapi PSIR dan diharapkan grafik permainan tim Laskar Kalinyamat bisa lebih meningkat serta bisa tampil maksimal ketika pertandingan besok.

”Hasil laga pertama lalu menjadi modal awal buat kami. Kami juga sudah melakukan latihan untuk menyempurnakan kekuatan tim. Kami harapkan bisa tampil maksimal,” ujar Yusack kepada MuriaNewsCom, Jumat (6/5/2016).

Menghadapi PSIR Rembang sebanyak 18 pemain pagi tadi diberangkatkan dari Jepara menuju Rembang. Yusack mengaku, meskipun buta akan permainan maupun komposisi pemain dari PSIR Rembang, pihaknya akan tetap memainkan gaya bermain offensive. Formasi yang digunakan yakni 4-2-3-1. Dengan menerapkan sang kapten Agung Supriyanto dan Korinus Fingkreuw pada barisan depan.

Untuk lebih memantabkan taktik dan strategi, sesampainya tim Laskar Kalinyamat di Rembang sesi latihan juga akan dilakukan di Stadion Krida pada sore ini. Pihaknya mengaku, dari hasil evaluasi yang telah dilakukan diharapkan akan ada banyak kejutan untuk mengamankan poin di laga kandang tersebut.

”Sore ini kami uji lapangan sekaligus memantabkan stategi dan taktik menghadapi PSIR Rembang,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

PSIR Bertekad Curi Poin Penuh Lawan Persijap

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pada laga perdana Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B, PSIR Rembang bakal berhadapan dengan Persijap Jepara. Pertandingan yang bakal berlangsung pada Sabtu (7/5/2016) di Stadion Krida, PSIR bertekad bakal curi poin penuh di kandang sendiri.

Pelatih PSIR Rembang Haryanto menyatakan, pasukannya sudah siap tempuh menghadapi Tim Laskar Kalinyamat. Kesiapan ini dibuktikan dengan menggelar beberapa latihan jelang menjamu Persijap di Markas PSIR.

“Kami akan berusaha keras untuk mendapatkan hasil bagus saat menjamu Persijap.Apalagi, ini di kandang sendiri, tentunya kami optimis anak-anak bisa menampilkan permainan terbaik mereka di hadapan pendukungnya sendiri,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya telah mengamati permainan calon lawannya tersebut dan secara garis besar sudah mampu membaca permainannya. Untuk itu, dirinya juga telah menyiapkan strategi untuk menghadang permainan Persijap, supaya tak bisa berbicara banyak di kandang PSIR.

Dirinya optimistis, kemampuan pemain-pemain PSIR mampu membuat kesulitan pemain Persijap.

Apalagi, antarpemain PSIR sudah cukup mengenal karakter dan pola permainan, sehingga memudahkan koordinasi antarpemain.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Laga Perdana Hadapi Persijap, Beberapa Pemain PSIR Sakit

psir (e)

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jelang laga perdana kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) seri B antara PSIR Rembang versus Persijap pada Sabtu (7/5/2016), sejumlah pemain PSIR justru didera sakit, di antaranya dua pemain yang berposisi sebagai striker.

Meski demikian, Pelatih PSIR Haryanto menyatakan, jika dirinya optimistis, beberapa pemain yang sakit saat ini bisa segera pulih dan bisa ikut tampil dalam laga perdana menghadapi Persijap Jepara di Stadion Krida Rembang.

“Memang ada beberapa pemain yang sakit, tapi mudah-mudahan bisa cepat pulih, dan nantinya bisa tampil ketika menghadapi Persijap, apalagi ini laga perdana dan tampil di hadapan publik sendiri. Semoga anak-anak bisa menampilkan yang terbaik,” ujarnya.

Dia mengatakan, dirinya terus memantapkan persiapan pemain, baik dari segi teknik maupun peningkatan stamina pemain. “Untuk stamina pemain, memang kita terus genjot untuk latihan saat ini. Karena itu sangat penting untuk bisa tampil maksimal nanti,” imbuhnya.

Dirinya optimistis, pada pertandingan nanti, pemain-pemain PSIR mampu menampilkan yang terbaik. Apalagi, bermain di kandang sendiri, menurutnya merupakan keuntungan tersendiri, karena didukung oleh suporter yang militan.

Editor : Akrom Hazami

Pelatih Persijap Butuh Tambahan Aminisi di Lini Depan

Dua striker Persijap Agung Supriyanto (kiri) dan Korinus ketika mulai menendang bola pertama memasuki babak kedua saat melawan PPSM Magelang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Dua striker Persijap Agung Supriyanto (kiri) dan Korinus ketika mulai menendang bola pertama memasuki babak kedua saat melawan PPSM Magelang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara mendapatkan hasil yang maksimal dalam laga perdananya di Indonesian Soccer Championship (ISC) seri B, setelah mengalahkan PPSM Magelang dengan skor 2-0. Meski begitu, coach Yusact Sutanto masih belum puas dengan penampilan apik Laskar Kalinyamat.

Menurut Yusact, pada laga yang digelar di stadion gelora bumi kartini (SGBK) kemarin, Minggu (1/5/2016), banyak peluang yang didapatkan oleh anak asuhnya. Namun, tidak dapat diselesaikan dengan gol.

”Banyak sekali peluang yang didapat, tetapi tidak juga berbuah gol. Sampai babak pertama selesai juga masih belum bisa memasukkan bola ke gawang lawan. Kami masih perlu tambahan pemain,” ungkap Yusact kepada MuriaNewsCom, Senin (2/5/2016)

Yusact mengaku membutuhkan tambahan pemain di posisi gelandang serang dan striker. Stok penyerang yang ada memang dirasa masih belum menemukan keselarasan yang maksimal. Terlihat kolaborasi penyerang antara Agung Supriyanto dan Korinus masih belum memperlihatkan penampilan terbaiknya.

”Di tengah juga masih kurang maksimal. Butuh sosok pemain yang mampu mengatur ritme permainan dan membagi bola ke depan,” katanya.

Saat ini, tim kebanggaan warga Jepara sudah memiliki 21 pemain dengan 3 kiper. Keinganan Yusact pemain ditambah dua lagi yang berposisi sebagai penyerang baik gelandang serang maupun striker.

Editor: Supriyadi

 

Persijap Libas PPSM Magelang

Pemain Persijap Fauzan Jamal mengamankan bola. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pemain Persijap Fauzan Jamal mengamankan bola. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Hasil oke didapatkan Persijap Jepara di laga perdana Indonesia Super Competition (ISC) B melawan PPSM Magelang dengan skor akhir 2-0 di SGBK Jepara, Minggu (1/5/2016). Kedua gol tersebut dicetak pada babak kedua, menjelang peluit panjang dibunyikan wasit Ferry Permana.

Tim besutan Yusact Sutanto berhasil memecah kebuntuan setelah babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Memasuki pertengahan babak kedua, Yusact mengganti sejumlah pemain.

Hasil pergantian pemain yang dilakukan membuahkan hasil. Gol pertama dicetak oleh pemain pengganti Rendy Pradana pada menit ke-81. Tak berselang lama, pada menit ke-85 striker andalan Agung Supriyanto berhasil menambah gol.

Gol pertama dicetak melalui proses kemelut di depan gawang dan dimanfaatkan oleh Rendy Pradana. Sedangkan gol kedua melalui proses serangan balik dan mampu dituntaskan dengan baik oleh Agung Supriyanto.

Yusact mengaku bangga dengan penampilan anak asuhnya. Sebab, selain mampu menang juga menunjukkan performa terbaiknya dan semangat pantang menyerah.

“Kami puas dengan hasil ini. Semua pemain tampil bagus. Ini jadi modal berharga untuk laga berikutnya,” kata Yusact usai laga, Minggu (1/5/2016).

Berdasarkan hasil ini, semangat Persijap pun menggelora untuk melakoni laga- laga berikutnya. Kemenangan pertama di laga perdana semakin memantapkan optimisme tim kebanggaan warga Jepara ini.

Editor : Akom Hazami

Baca juga :

Babak Pertama, Persijap Imbang Lawan PPSM Magelang

Babak Pertama, Persijap Imbang Lawan PPSM Magelang

Pemain depan Persijap Korinus mengamankan bola dan mencari celah melepaskan tembakan ke gawang lawan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pemain depan Persijap Korinus mengamankan bola dan mencari celah melepaskan tembakan ke gawang lawan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Babak pertama laga Persijap Jepara melawan PPSM Magelang di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara telah usai. Skor masih imbang tanpa gol alias 0-0.

Sejak peluit pertama dibunyikan wasit, tim berjuluk Laskar Kalinyamat Persijap Jepara langsung tancap gas. Janji pelatih Persijaph Yusact Sutanto memberikan instruksi tampil menyerang ditunjukkan kesebelasan Persijap.

Sejumlah peluang didapatkan beberapa pemain seperti pemain depan, Agung Supriyanto dan Korinus K Finkrew. Selain itu beberapa peluang emas juga didapatkan pemain di barisan tengah seperti Gibsi maupun Widya Wahyu Fitriyanto.

Namun peluang yang dimiliki pemain kebanggaan warga Jepara belum membuahkan hasil. Bola masih kerap melebar dan mampu ditepis kiper PPSM Magelang yakni Markus Horison.

Sedangkan tim PPSM Magelang sendiri hanya memiliki sedikit peluang. Mereka lebih cenderung main bertahan. Meski begitu serangan balik yang dilakukan oleh tim Macan Tidar ini pun tidak boleh diremehkan.

Laga perdana Persijap di ajang Indonesia Super Competition (ISC) ini mendapatkan sambutan meriah dari publik Jepara dan sekitarnya. Pasalnya, nampak di sejumlah Tribun penonton ada banyak suporter yang hadir.

Editor : Akrom Hazami

Ini Pengumuman Penting Buat Suporter Persijap

Salah satu spanduk yang dibawa suporter Persijap dalam sebuah pertandingan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu spanduk yang dibawa suporter Persijap dalam sebuah pertandingan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap telah melakukan pertemuan dengan pihak Polres Jepara dan perwakilan supporter tim berjuluk Laskar Kalinyamat. Hasilnya, ada sejumlah aturan baru yang diterapkan kepada para supporter demi keamanan dan ketertiban selama Persijap menjalani kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B 2016.

Diantara hasil pertemuan yang juga dihadiri oleh panpel, Kodim 0719/Jepara dan Satpol PP tersebut, ada sejumlah peraturan yang harus dipatuhi oleh semua suporter. Peraturan tersebut telah ditandatangani dan disepakati oleh perwakilan suporter Persijap. Beraturan tersebut diantaranya:

1. Tertib berkendara dengan mentaati peraturan lalu lintas (Tidak konvoi mengganggu pengguna jalan lainnya) saat menuju stadion maupun setelah selesai menyaksikan pertandingan di SGBK.

2. Tidak membawa flare, firework, smoke bomb kedalam area stadion, karena dapat mengakibatkan klub Persijap mendapatkan sanksi.

3. Tidak memasang spanduk maupun menyanyikan yel-yel yang bersifat rasis dan provokatif.

4. Tidak mengkonsumsi miras, narkoba dan tidak membawa senjata tajam serta barang lainnya yang dapat mengganggu jalannya pertandingan.

5. Tidak akan melemparkan benda-benda apapun kedalam lapangan pertandingan yang dapat mengganggu jalannya pertandingan dan ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya pertandingan sepakbola.

Ketua Umum Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati) Saadi mengatakan, pihaknya mendukung semua peraturan yang telah disepakati bersama tersebut. Sehingga nantinya pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada semua anggota supporter Banaspati.

“Peraturan buat supporter ini tujuannya untuk kemajuan Persijap. Kami sangat mendukung dan akan mensosialisasikannya,” kata Saadi kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/4/2016).

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, berbagai kesiapan baik dari panpel dan persiapan pengamanan serta diskusi mengenai tata tertib suporter, hingga membuahkan kesepakatan yang harus diketahui oleh suporter dan penonton yang akan menyaksikan pertandingan Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK).

“Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan semua suporter dapat mematuhinya agar keamanan dan ketertiban di Jepara tetap terjaga,” katanya.

Editor : Kholistiono

Satu Grup Bersama PSIS Semarang, Begini Langkah Manajemen Persijap Edukasi Suporter

 

Suporter Persijap tampak memenuhi tribun di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Suporter Persijap tampak memenuhi tribun di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara berada dalam satu grup dengan musuh bebuyutannya PSIS Semarang di grup 4 Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B 2016. Untuk mengantisipasi kerusuhan yang terjadi ketika berlaga melawan Mahesa Jenar, suporter dari Laskar Kalinyamat diberi edukasi melalui berbagai cara.

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah menjelaskan, bahwa salah satu langkah untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban selama kompetisi berlangsung nanti. Manajemen bersama pihak kepolisian dalam hal ini Polres Jepara akan mengadakan pertemuan dengan pihak suporter.

“Rencananya, Kamis (28/4/2016) besok kami bersama Polres dan suporter mengadakan pertemuan. Agendannya untuk menyamakan visi ke depan dalam memberi dukungan Persijap,” ujar Basalamah kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/4/2016).

Menurut dia, untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kompetisi, terdapat beberapa aturan dan batasan yang diberikan kepada suporter. Nantinya, hal itu yang akan disampaikan oleh pihak kepolisian.

“Menjaga keamanan dan ketertiban itu tidak hanya saat melawan PSIS saja, tetapi untuk semua pertandingan selama kompetisi digelar,” katanya.

Dia menambahkan, khusus untuk laga melawan PSIS Semarang, pihaknya tidak begitu khawatir. Selain memercayakan kepada pihak kepolisian juga sudah percaya kepada suporter. Dia menilai suporter Persijap sudah dewasa untuk menjaga keamanan dan ketertibannya.

“Paling nanti bulan Juli baru main di Semarang duluan. Waktu Kapolda Cup lalu, sudah ketemu dan Alhamdulillah supporter sudah lebih dewasa. Sekarang kami yakin persaingan sehat yang lebih diutamakan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Persijap Jepara Harus Akui Ketangguhan PS Mojokerto Putra

upload sekarang, persijap (e)

Proses gol melalui titik putih yang ditendang oleh Agung Supriyanto (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara harus mengakui keunggulan PS Mojokerto Putra, dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara. Persijap kalah 1-2, pada pertandingan Rabu (20/4/2016) sore tadi.

Hasil ini, sekaligus menjadi pekerjaan rumah berat bagi tim berjuluk Laskar Kalinyamat, agar mampu tampil maksimal di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B nanti.

Pertandingan sore tadi, tim kebanggaan Kota Ukir ini mampu tampil optimal di babak pertama. Sejumlah peluang tercipta dari beberapa pemain. Hanya saja, penyelesaian akhir yang kurang greget, sehingga belum mampu mencetak gol. Hingga babak pertama usai, skor masih imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, anak asuh Yusack Sutanto langsung melakukan tekanan. Namun, upaya untuk membobol gawang belum mampu dilakukan. Asik melakukan penyerangan, tim lawan PS Mojokerto justru memanfaatkan serangan balik dan mampu mencetak gol pada menit 50.

Ketinggalan satu gol dari tim asal Jawa Timur, skuad Laskar Kalinyamat berusaha lebih keras untuk menyamakan kedudukan. Upaya tersebut berhasil pada menit ke-72, Persijap mendapatkan hadiah pinalti dan berhasil dijadikan gol oleh striker Agung Supriyanto.

Berikutnya, alih-alih ingin menambah gol, justru pemain Persijap kewalahan meladeni gaya permainan PS Mojokerto yang bermain lebih santai. Mendapatkan peluang emas melalui kesalahan pemain Persijap, PS Mojokerto berhasil menambah gol, pada lima menit sebelum peluit panjang dibunyikan, sehingga skor akhir menjadi 1-2.

“Saya tidak ada masalah dengan kekalahan ini. Justru banyak hal yang saya dapatkan untuk selanjutnya akan saya perbaiki,” kata Coach Persijap Yusack Sutanto kepada MuriaNewsCom usai laga berakhir.

Editor : Kholistiono

Persijap Berada di Grup 4 Bersama PSIS Semarang di ISC B

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator Indonesia Soccer Championship (ISC) telah mengumumkan pembagian grup untuk ISC B. Total ada delapan grup yang setiap grupnya bakal diisi enam sampai tujuh klub.

ISC B bakal diikuti 53 klub dari Divisi Utama (DU). Enam klub yang sudah menyatakan diri untuk tidak ikut serta ialah Pro Duta FC, Persih Tembilahan, Persipon Pontianak, Persiwa Wamena, PSBS Biak, dan Persifa Fak Fak.

Penyisihan grup akan dilakukan dengan format home and away. Khusus grup delapan bakal menggunakan sistem home tournament di tempat netral. Hal itu dikarenakan setiap klub di grup delapan memiliki jarak yang berjauhan.

Berikut Pembagian Grup ISC B:

Grup 1

Persiraja Banda Aceh, PSBL Langsa, PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, PS Bangka, Bintang Jaya, Persebo Bondowoso

Grup 2

Persires Rengat, Persita Tangerang, Cilegon United, Persikabo Bogor, Persikad Depok, Perserang Serang, PS Bengkulu

Grup 3

Persibangga Purbalingga, Persip Pekalongan, Persibas Banyumas, PSGC Ciamis, Persika Karawang, PSCS Cilacap, Persis Solo

Grup 4

PSIM Yogyakarta, PSIR Rembang, Persibat Batang, PSIS Semarang, PPSM Magelang, Persijap Jepara, Persipur Purwodadi

Grup 5

PSS Sleman, Persiba Bantul, Persinga Ngawi, Madiun Putra, Mojokerto Putra, Martapura FC, PSBI Blitar

Grup 6

Persepam Madura, Persida Sidoarjo, Laga FC, Persik Kediri, Persatu Tuban, PSBK Blitar

Grup 7

Perssu Sumenep, Persekap Pasuruan, Sumbawa Barat, Persekam Metro FC, PS Badung, Persewangi Banyuwangi

Grup 8

Yahukimo FC, Persigo Gorontalo, Persbul Buol, Persigubin Gunung Bintang, Kalteng Putra, Celebes FC.

Editor : Kholistiono

Pelatih Persijap Yusack Sutanto Mulai Fokus Pada Skill Pemain

Pelatih Persijap Yusack Sutanto memberikan arahan kepada pemain (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pelatih Persijap Yusack Sutanto memberikan arahan kepada pemain (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persiapan demi persiapan terus dilakukan untuk menyongsong Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B 2016 yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Persijap Jepara terus melakukan latihan dan menggelar pertandingan ujicoba.

Secara khusus, beberapa hari terakhir ini Coach Yusack Sutanto banyak memberikan materi skill bermain para punggawa Laskar Kalinyamat, terutama pascamelakoni ujicoba dengan PSAD Semarang hingga hari ini, Selasa (19/4/2016).

Dari pantauan MuriaNewsCom di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK), sejak beberapa hari terakhir ini Yusack memberikan materi skill pemain dalam menjalin kerjasama di atas rumput hijau. Hal itu terlihat dari instruksi yang diberikan Yusack kepada pemain agar tidak sungkan-sungkan “bersuara” supaya pemain lain mengerti apa yang diinginkan. “Ayo kalian bersuara, lebih keras lagi,” perintah Yusack kepada para pemain dalam sesi latihan di SGBK.

Sesekali Yusack juga menjelaskan kepada pemain bahwa suara yang dilontarkan itu sangat penting agar dapat menjaga kekompakan, dan juga untuk berkomunikasi baik dalam satu lini maupun antarlini di lapangan. Selain itu, Yusack juga lebih fokus memberikan arahan kepada pemain terkait dengan efektifitas menyerang dan kekuatan bertahan.

Model latihan yang diberikan kepada skuad Persijap untuk mengasah ketajaman lini depan adalah dengan membentuk satu formasi, kemudian bermain dalam area lapangan yang lebih sempit, lalu para pemain penyerang diminta untuk mempraktekkan beberapa pola permainan agar dapat membobol gawang. “Teman bawa bola dari pinggir, yang lain bergerak agar ada banyak opsi mengarahkan bola,” kata Yusack.

Begitu pula pada momen latihan bertahan. Berlatih di setengah lapangan, sejumlah pemain diminta untuk berbaris di lini belakang, lalu pemain lainnya melakukan upaya menyerang. Kemudian pemain bertahan diminta untuk menghadang pemain penyerang yang membawa bola.

Beberapa kali nampak keseriusan dari pelatih maupun pemain untuk menampilkan performa terbaik mereka menjelang ISC seri B bergulir. Disisi lain, manajemen juga sampai saat ini masih melakukan upaya pencarian tambahan pemain terutama untuk posisi tengah dan depan. Sebab, pemain tengah dan depan yang saat ini ada masih membutuhkan opsi lain agar pola permainan yang diinginkan pelatih dapat terwujud dan pada akhirnya nanti penampilan Persijap lebih ciamik di atas rumput hijau.

Editor : Kholistiono

Persijap Tantang Perssu Super Madura Sumenep Jelang ISC Seri B

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Proses persiapan menjelang Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B 2016 telah dilakoni Persijap. Komposisi pemain sudah nyaris sempurna. Sejumlah latihan fisik maupun skill sudah digenjot, dan laga uji coba sudah mulai digelar. Kali ini Laskar Kalinyamat menantang Perssu Super Madura Sumenep untuk bertanding di Stadion Gelora Bumi Kartini, pada 27 April 2016 mendatang.

Tantangan tersebut telah diterima dan disetujui oleh manajemen Perssu, melalui surat elektronik yang dikirimkan Perssu dan diterima manajemen Persijap, pada Minggu (17/4/2016) kemarin. Dalam surat tersebut, tertulis bahwa Perssu menerima tantangan Persijap dan bersedia melakukan laga ujicoba di markas tim kebanggaan Kota Ukir.

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan manajemen Perssu Super Madura Sumenep, mengenai rencana uji coba. Kami juga sudah mendapatkan konfirmasi kesediaan pertandingan uji coba dari pihak sana,” ujar CEO Persijap Mohammad Said Basalamah kepada MuriaNewsCom, Senin (18/4/2016).

Menurut Basalamah, Persijap Jepara terus bersiap jelang kick off ISC seri B 2016. Selain melakukan latihan rutin, tim besutan Coach Yusack Sutanto juga mengagendakan beberapa uji coba. Hal itu penting, agar skuad Persijap mampu beradaptasi dengan pertandingan dengan berbagai lawan yang memiliki karakter berbeda-beda.

“Ujicoba juga penting supaya pelatih bisa semakin mengetahui lebih jelas mana kekurangan dan mana yang perlu dibenahi dalam pertandingan,” katanya.

Lebih lanjut Basalamah mengungkapkan, uji coba melawan Perssu secara khusus dilakukan Tim Laskar Kalinyamat ini, dimaksudkan untuk melihat grafik peningkatan pemain yang saat ini dibina Pelatih Yusack Sutanto. Hingga kini , pihaknya mengaku sudah mengantongi 21 pemain berkualitas yang siap diterjunkan dalam kompetisi ISC B.

“Saat berlaga dengan PSAD Semarang para pemain sudah nampak peningkatan dari segi kekompakan maupun teknik strategi permainan.Diharapkan, dengan adanya uji coba ini grafik kualitas permainan bisa lebih ditingkatkan,” ungkapnya.

Basalamah menambahkan , sederetan laga uji coba juga sudah dipersiapkan manajemen sebelum kick off ISC B . Diantaranya saat ini tengah melakukan komunikasi kepada manajemen PSIR Rembang untuk diajak uji coba.

Editor : Kholistiono

Kini Giliran Mantan Pemain Timnas U-23 Bakal Diuji Persijap

 

 

Korinus Fingkrew bakal diuji kemampuannya untuk bisa bergabung dengan Persijap (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Korinus Fingkrew bakal diuji kemampuannya untuk bisa bergabung dengan Persijap (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah sejumlah pemain dikontrak, perburuan terhadap pemain professional masih terus dilakukan Persijap. Kali ini giliran mantan pemain Timnas U-23, Korinus Fingkrew bakal diuji kemampuannya oleh pelatih Yusack Sutanto.

Korinus yang kini berusia 33 tahun dibidik Persijap untuk menambah kekuatan di lini depan Laskar Kalinyamat. Pemain asal Papua tersebut merupakan eks pemain Timnas U-23 dalam SEA Games 2005 dan juga pernah memperkuat tim besar di tanah air seperti di Sriwijaya FC.

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah mengemukakan, meskipun Korinus merupakan mantan pemain Timnas U-23, bukan berarti bisa langsung lolos tanpa diuji. Nantinya Korinus bakal diseleksi oleh tim pelatih.

“Ya, nanti coba dites, apakah kemampuannya masih bagus atau tidak. Sementara ini kami sudah ada tiga striker,” kata Basalamah kepada MuriaNewsCom.

Tiga striker yang telah resmi dikontrak Persijap adalah Agung Supriyanto yang juga mantan pemain Timnas, Rendi yang merupakan pemain muda putra daerah serta Engkus Kuswara yang terakhir dikontrak.

Menurut Basalamah, komposisi pemain sudah nyaris sempurna. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar laga ujicoba dengan sejumlah tim, untuk mempersiapkan tim sebelum kick off Indonesia Super Competition (ISC) seri B pada akhir April 2016 nanti.

Editor : Kholistiono

Engkus dan Agus Resmi Dikontrak Persijap

Asisten pelatih Persijap Yusuf memberikan arahan kepada pemain (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Asisten pelatih Persijap Yusuf memberikan arahan kepada pemain (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Secara resmi, manajemen Persijap telah melakukan teken kontrak dengan dua pemain bidikannya yakni Engkus Kuswara dan Agus. Dengan begitu, keduanya sudah resmi bakal memperkuat tim sepakbola kebanggaan warga Jepara bersama 18 pemain lainnya yang sebelumnya telah dikontrak.

Engkus merupakan pemain depan yang sebelumnya menjadi bidikan manajemen atas rekomendasi dari pelatih Yusack Sutanto. Mantan pemain Persibat Batang, PSIM Yogyakarta, dan PSIS Semarang itu memiliki karakter menyerang yang ngotot. Sementara Agus merupakan mantan pemain Cilegon United yang berposisi sebagai stopper.

“Sudah kami kontrak, dari pelatih menginginkan pemain seperti Engkus yang bertipikal ngotot di depan seperti Luis Suarez,” ujar CEO Persijap Mohammad Said Basalamah kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, satu pemain yang sebelumnya dibidik ada yang meleset. Dia adalah Dani Namangge, mantan pemain striker Kalteng Putra dan Bontang FC. Dani dipastikan batal merapat ke Stadion Gelora Bumi Kartini setelah dikabarkan dipanggil lagi oleh klub lamanya.

“Ya mungkin karena klub lamanya tau kalau Dani kami bidik, jadi sudah diambil duluan. Kami tidak masalah, dan kami akan bidik satu striker lagi,” ungkap Basalamah.

Dia menambahkan, secara resmi bergabungnya Engkus dan Agus memperkuat barisan depan dan belakang skuad Laskar Kalinyamat. Khususnya Engkus, melengkapi formasi pemain depan yang sebelumnya sudah ada beberapa pemain senior seperti Agung Supriyanto dan pemain yunior yakni Rendy.

Editor : Kholistiono