Biar Puasanya Enggak Bolong, Anak Ini Kunjungi Perpustakaan Tiap Hari

Jpeg

M Abid Fakri Nabil dengan rekannya memanfatkan waktu luang untuk membaca di perpustakaan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Berbagai kegiatan bermanfaat dilakukan untuk mengisi puasa Ramadan. Tujuannya agar puasa lebih berarti daripada sekadar menahan lapar dan dahaga.

Begitu halnya dengan M Abid Fakri Nabil (11) murid SD 3 Wergu Wetan
Kudus. Siswa berdomisili di Wergu Wetan ini sering mengajak keempat rekannya mengunjungi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kudus, saat Ramadan.

Abid mengatakan, dirinya sering datang ke perpustakaan untuk mengisi luang.”Sebab waktu ini memang masih menunggu libur kenaikan kelas. Karenanya saya manfaatkan untuk datang ke kantor perpustakaan,” kata Abid.

Dia juga memanfaatkan waktu dengan membaca dan berselancar dengan jaringan internet yang tersedia. “Kalau tidak ada kegiatan, rasa lapar dan dahaga akan cepat muncul. Sehingga kita sering ke perpustakaan.  Biasanya saat pagi hari, saat siang hari hingga jam 2 siang,” ujarnya.

Sampai saat ini, puasanya belum ada yang bolong. Hal itu tak lepas dari aktivitasnya berkunjung ke perpustakaan.

Editor : Akrom Hazami

Pengelola Perpustakaan Desa Margorejo Harus Pintar

Kegiatan di Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan di Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus, Sahabat Pintar diharapkan bisa menjadi tempat baca yang asyik.

“Pengelola perpustakaan ini sudah kita ikut sertakan workshop di Dinas Pendidikan Provinsi tahun 2009. Sebab workshop itu berkaiatan dengan mengelola taman bacaan masyarakat (TBM). Supaya perpustakaan dapat ditata dengna baik, menata katalog dengan tepat dan membeda-bedakan berbagai jenis judul buku,” kata Ahmad Baskoro, Kepala Desa Margorejo.

Keikutsertaan pengelola di workshop tersebut sangat bermanfaat. Terutama demi perkembangan dan majunya perpustakaan ini.

Diketahui, workshop yang berkaitan dengan pengelolaan 2009 dapat mengantarkan perpustakaan Desa Margorejo menjuarai pengelolaan kabupaten pada tahun 2010 dan mewakili Kudus maju di lomba perpustakaan tingkat provinsi 2016.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Perpustakaan Desa Margorejo Dawe Sosialisasikan Membaca ke Warga

Perpustakaan Desa Margorejo Dawe Sosialisasikan Membaca ke Warga

Kades Margorejo Akhmad Baskoro menunjukan ruang baca perpustakaan desa, setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kades Margorejo Akhmad Baskoro menunjukan ruang baca perpustakaan desa, setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu perpustakaan desa yang dinilai layak untuk mengikuti lomba perpustakaan tingkat provinsi pada 2016 ini adalah Perpustakaan Desa Margorejo, Kecamatan Dawe.

Oleh karenanya, kini pemerintah desa setempat selalu menyosialisasikan pentingnya membaca bagi warga. Mengingat hal itu penting bagi mereka biar pengetahuannya bertambah.

Kepala Desa Margorejo Akhmad Baskoro mengatakan, guna menyosialisasikan membaca kepada warga, pihaknya menggandeng pihak RT, RW atau juga PKK. “Sosialisasi pentingnya membaca merupakan jendela untuk membuka pengetahuan,” kata Baskoro.

Dia menilai sosialisasi pentingnyamembaca tersebut bukan berarti untuk menyambut lomba perpustakaan tingkat provinsi. Tapi semata-mata ingin membangkitkan budaya membaca di kalangan warga.

Diketahui, perpustakaan desa bernama Sahabat Pintar tersebut selalu dibuka untuk masyarakat umum. “Perpustakaan itu kita buka setiap hari pukul 16.00WIB hingga 19.00 WIB. Sebab jam tersebut merupakan waktu sebagian besar warga selesai beraktivitas. Harapannya mereka bisa datang ke perpustakaan desa,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Sambil Momong, Warga Margorejo Dawe Asyik Baca di Perpustakaan Desa

Gedung Perpustakaan Sahabat Pintar tampak berdiri megah di Margorejo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gedung Perpustakaan Sahabat Pintar tampak berdiri megah di Margorejo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu warga Margorejo, Dawe, Rubiyanti (36) mengatakan, perpustakaan “Sahabat Pintar” ini juga bisa menjadi tempat untuk mengasuh anak-anak.

“Misalnya, saat sore hari kita momong (ngasuh atau menggendong anak,red) bisa sambil membaca. Sehingga waktu untuk menunggu magrib bisa dilakukan, sambil momong anak. Itu kan bermanfaat,” katanya.

Keberadaan perpustakaan ini memang bermanfaat. Bagi kaum muda atau tua. Sebab perpustakaan ini bisa menjadi media untuk menggali ilmu.

Diketahui,perpustakaan yang buka mulai jam 16.00 WIB hingga 17.00 WIB ini memang sangat berguna bagi masyarakat setempat. Mengingat, waktu tersebut merupakan saatnya orang pulang kerja, atau belajar.

“Kalau bukanya sore memang sudah pas. Sebab di waktu sore banyak anak sudah pulang dari sekolah, warga setempat juga pulang kerja,”tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, rata rata pengunjung setiap harinya mencapai 10 hingga 15 pengunjung.

Kepala Desa Margorejo Ahmad Baskoro mengutarakan, setiap sore hingga malam pukul 19.00 WIB, pengunjung berdatangan. Mereka dari kalangan pelajar, atau orang dewasa.

Dalam hal pemenuhan fasilitas yang ada, pihak desa akan selalu berupya supaya perpustakaan dapat dimanfaatkan semua kalangan.

“Saat ini kita juga melengkapinya dengan internet,ruang baca,daftar pengunjung,penjaga dua orang dari tokoh pemuda, serta ruangan untuk buang air kecil secara sederhana,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Teknologi Jadi Biang Perpustakaan Sepi di Blora

ilustrasi perpustakaan

ilustrasi perpustakaan

 

BLORA – Fenomena berkurangnya minat baca akibat internet yang berujung menurunnya pengunjung perpustakaan di kota besar, juga mulai merambah kota Blora. Terbukti, di perpustakaan Blora jumlah peminjam buku lebih sedikit daripada pengunjung yang memilih mencari Wi Fi untuk main game.

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Blora, Mohammad Sholeh saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. menurutnya, tidak bisa dipungkiri selain memberi kemudahan pada beberapa hal, kemajuan teknologi juga memiliki dampak negatif berupa berkurangnya minat baca pada anak saat di perpustakaan. ”Teknologi membuat malas membaca, buktinya anak-anak saat ini lebih memilih game saat berkunjung di perpustakaan,” tuturnya.

Keberadaan Wi Fi yang pada awalnya untuk mempermudah pekerjaan dan tentunya memancing jumlah pengunjung perpustakaan, saat ini memang sedikit bergeser pada tujuan. Karena sejumlah anak lebih memilih berkunjung ke Perpustakaan untuk main game. ”Itu bisa dilihat dari perbandingan jumlah pengunjung dan peminjam buku,” ungkapnya.

Selain orientasi pengunjung yang sedikit bergeser, kendala lain menurunnya kunjungan ke Perpustakaan adalah dukungan Pemerintah yang kurang maksimal. Tentunya dalam hal kemudahan akses menuju perpustakaan dan kelengkapan sarana yang kurang memadai. ”Harusnya, selain lokasi yang strategis, Perpustakaaan jaman sekarang harus tampak lebih fresh dan menarik,” pungkasnya. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Biar Warganya Pintar, Desa Pedawang Kudus Bangun Perspustakaan di Balai Desa

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Pemerintah Desa Pedawang, Kecamatan Bae mencanangkan pembangunan perpustakaan untuk warga. Tujuannya, agar pengetahuan warga bisa terasah.

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai mengatakan, perpustakaan tersebut nantinya akan ditempatkan di balai desa. “Tempatnya di balai desa. Biar saat warga datang ke kantor desa mengurus administrasi, mereka bisa sambil
membaca,” katanya.

Adapun pengadaan perpustakaan, pihak desa akan menggandeng pemuda, serta pihak terkait untuk
pengadaan bukunya.

Untuk pengadaan bukunya, bisa didapat dari pemuda atau pelajar yang sudah lulus sekolah, dan kuliah. Mereka bisa menyumbangkan bukunya untuk kepentingan sosial bagi sesama.

Dengan ketentuan, buku yang disumbangkan harus buku pendidikan. Baik itu umum atau pelajaran. Dia menilai, dengan kerjasama antara pemuda, pelajar serta pihak terkait, maka ke depannya bisa mempermudah dalam pengadaan buku.

Nantinya pihak desa juga akan menganggarkan buku untuk perpustakaan dari APBDes tahun berikutnya
pada poin pemberdayaan masyarakat. (Edy Sutriyono/AKROM HAZAMI)

Desa Pecangaan Kulon Miliki Perpustakaan Kuncup Mekar

Wakil Bupati Jepara Subroto meninjau lokasi Perpustakaan Desa di Desa Pecangaan Kulon. (MURIA NEWS/WAHYU KZ)

Wakil Bupati Jepara Subroto meninjau lokasi Perpustakaan Desa di Desa Pecangaan Kulon. (MURIA NEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Desa Pecangaan Kulon Kecamatan Pecangaan memiliki Perpustakaan Desa (Perpusdes) yang diberi nama Kuncup Mekar. Perpustakaan ini menggelar kegiatan Stakeholder Meeting Perpustakaan.
Kepala Desa atau Petinggi Desa setempat Suwignyo menjelaskan, Perpusdes ini selain tempat untuk membaca buku juga sebagai sarana terdekat masyarakat dan pusat kegiatan pelibatan masyarakat. Lanjutkan membaca