Pengelola Perpustakaan Desa Margorejo Harus Pintar

Kegiatan di Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan di Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus, Sahabat Pintar diharapkan bisa menjadi tempat baca yang asyik.

“Pengelola perpustakaan ini sudah kita ikut sertakan workshop di Dinas Pendidikan Provinsi tahun 2009. Sebab workshop itu berkaiatan dengan mengelola taman bacaan masyarakat (TBM). Supaya perpustakaan dapat ditata dengna baik, menata katalog dengan tepat dan membeda-bedakan berbagai jenis judul buku,” kata Ahmad Baskoro, Kepala Desa Margorejo.

Keikutsertaan pengelola di workshop tersebut sangat bermanfaat. Terutama demi perkembangan dan majunya perpustakaan ini.

Diketahui, workshop yang berkaitan dengan pengelolaan 2009 dapat mengantarkan perpustakaan Desa Margorejo menjuarai pengelolaan kabupaten pada tahun 2010 dan mewakili Kudus maju di lomba perpustakaan tingkat provinsi 2016.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Perpustakaan Desa Margorejo Dawe Sosialisasikan Membaca ke Warga

Perpustakaan Desa Margorejo Dawe Sosialisasikan Membaca ke Warga

Kades Margorejo Akhmad Baskoro menunjukan ruang baca perpustakaan desa, setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kades Margorejo Akhmad Baskoro menunjukan ruang baca perpustakaan desa, setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu perpustakaan desa yang dinilai layak untuk mengikuti lomba perpustakaan tingkat provinsi pada 2016 ini adalah Perpustakaan Desa Margorejo, Kecamatan Dawe.

Oleh karenanya, kini pemerintah desa setempat selalu menyosialisasikan pentingnya membaca bagi warga. Mengingat hal itu penting bagi mereka biar pengetahuannya bertambah.

Kepala Desa Margorejo Akhmad Baskoro mengatakan, guna menyosialisasikan membaca kepada warga, pihaknya menggandeng pihak RT, RW atau juga PKK. “Sosialisasi pentingnya membaca merupakan jendela untuk membuka pengetahuan,” kata Baskoro.

Dia menilai sosialisasi pentingnyamembaca tersebut bukan berarti untuk menyambut lomba perpustakaan tingkat provinsi. Tapi semata-mata ingin membangkitkan budaya membaca di kalangan warga.

Diketahui, perpustakaan desa bernama Sahabat Pintar tersebut selalu dibuka untuk masyarakat umum. “Perpustakaan itu kita buka setiap hari pukul 16.00WIB hingga 19.00 WIB. Sebab jam tersebut merupakan waktu sebagian besar warga selesai beraktivitas. Harapannya mereka bisa datang ke perpustakaan desa,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Salut, Siswi Ini Rela Sewa Angkot demi Membaca di Perpus

Ratusan siswa berkunjung ke Perpustakaan Kudus untuk mendapatkan beberapa macam buku guna mengerjakan tugas mereka. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ratusan siswa berkunjung ke Perpustakaan Kudus untuk mendapatkan beberapa macam buku guna mengerjakan tugas mereka. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Siapa bilang hobi membaca sudah ditinggalkan generasi muda. Buktinya masih ada sekelompok pelajar yang kemudian rela datang jauh-jauh untuk membaca ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kudus.

Misalnya saja yang dilakukan siswa dari SMP 1 Gebog bernama Nindy Alissa Putri, (13). Dia mengatakan dirinya datang ke perpustakaan ini bersama teman-temannya, dan menyewa angkot.

”Kita datang ke sini secara bareng-bareng dengan sepuluh teman lainnya. Terus tadi menyewa angkot. Kita iuran Rp 3 ribuan untuk menyewa angkot ke perpustakaan ini. Ada juga yang iuran Rp 5 ribuan. Soalnya bayar angkotnya pergi dan pulang,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Senin (4/4/2016).

Dia menilai, bila menyewa angkutan secara bersama-sama, maka keselamatan untuk menuju ke perpustakaan ini bisa terjaga dibanding dengan membawa sepeda motor.

Meski begitu, rombongan siswa dari SMP 1 Gebog yang berlibur saat pelaksanaan ujian akhir sekolah (UAS) untuk berkunjung ke perpustakaan Kudus ini, lantaran ada tugas untuk diselesaikan secara bersama-sama.

”Kami ke sini memang untuk membaca, belajar, serta mengerjakan tugas dari guru. Sehingga kita putuskan datang ke perpustakaan ini untuk mengerjakannya. Sebab di sini banyak buku. Baik mulai dari pelaharan atau juga buku bacaan umum,” ungkapnya.

Di saat yang sama, siswi dari SMP 3 Kudus yang mengaku bernama Alia (12), memaparkan jika dirinya ke perpustakaan lantaran ingin belajar kelompok. Karena lebih enak di perpustakaan daripada di tempat lain.

”Mending belajar kelompok di sini, dibanding di tempat lain. Sebab tempatnya adem, banyak buku, dan bisa sekalian kenal dengan siswa dari SMP lainnya. Serta bisa bertukar pengalaman di sekolah masing-masing,” imbuhnya.

Editor: Merie

Perpustakaan Kudus Dapat Berkah saat Ujian Nasional

Pengunjung Perpustakaan Daerah Kudus yang naik berkali lipat dibanding hari biasanya, Senin (4/4/2016). Ini disebabkan adanya musim libur sekolah karena anak-anak SMA dan SMP mengerjakan ujian. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pengunjung Perpustakaan Daerah Kudus yang naik berkali lipat dibanding hari biasanya, Senin (4/4/2016). Ini disebabkan adanya musim libur sekolah karena anak-anak SMA dan SMP mengerjakan ujian. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ujian Nasional di tingkat SMA dan sederajat yang berlangsung hari ini, membawa berkah tersendiri bagi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kudus. Perpustakaan itu kebanjiran pengunjung saat penyelenggaraan ujian kali ini.

Jika biasanya pada hari biasa pengunjung hanya berkisar 35 hingga 50 orang, namun pada Senin (4/4/2016) ini, jumlah itu bertambah kali lipat. Para pengunjung rata-rata dari siswa yang menghadapi liburan sekolah, saat kakak kelas mereka menempuh ujian.

Kepala Kantor Perpusda Kudus Nanang Usdiarto mengutarakan, memang untuk hari Senin (4/4/2016) pengunjung sangat banyak. ”Yakni mereka yang liburan UN bagi SMA dan UAS bagi SMP. Jumlahnya mencapai sekitar 200-an pengunjung,” paparnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, para siswa yang liburan datang ke perpustaakaan hanya untuk menghabiskan waktu libur mereka. Serta untuk menambah pengetahuan dengan membaca saat liburan sekolah.

”Mereka datang kemari ingin membaca cerita, pelajaran, serta merangkum tugas yang diberikan ibu guru selama liburan ujian tersebut,” ujarnya.

Nanang mengatakan, selain siswa SMA sederajat dan SMP sederajat yang libur saat UN atau UAS, ada juga siswa sekolah dasar (SD) yang datang ke sana. Mereka datang untuk mengerjakan tugas, dengan menggunakan referensi buku yang ada.

”Selain membaca buku, mereka juga mengerjakan tugas dengan cara menggunakan komputer yang disediakan oleh kami. Sehingga sangat mudah bagi mereka untuk menyelesaikan tugas,” imbuhnya.

Editor: Merie

Sambil Momong, Warga Margorejo Dawe Asyik Baca di Perpustakaan Desa

Gedung Perpustakaan Sahabat Pintar tampak berdiri megah di Margorejo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gedung Perpustakaan Sahabat Pintar tampak berdiri megah di Margorejo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu warga Margorejo, Dawe, Rubiyanti (36) mengatakan, perpustakaan “Sahabat Pintar” ini juga bisa menjadi tempat untuk mengasuh anak-anak.

“Misalnya, saat sore hari kita momong (ngasuh atau menggendong anak,red) bisa sambil membaca. Sehingga waktu untuk menunggu magrib bisa dilakukan, sambil momong anak. Itu kan bermanfaat,” katanya.

Keberadaan perpustakaan ini memang bermanfaat. Bagi kaum muda atau tua. Sebab perpustakaan ini bisa menjadi media untuk menggali ilmu.

Diketahui,perpustakaan yang buka mulai jam 16.00 WIB hingga 17.00 WIB ini memang sangat berguna bagi masyarakat setempat. Mengingat, waktu tersebut merupakan saatnya orang pulang kerja, atau belajar.

“Kalau bukanya sore memang sudah pas. Sebab di waktu sore banyak anak sudah pulang dari sekolah, warga setempat juga pulang kerja,”tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, rata rata pengunjung setiap harinya mencapai 10 hingga 15 pengunjung.

Kepala Desa Margorejo Ahmad Baskoro mengutarakan, setiap sore hingga malam pukul 19.00 WIB, pengunjung berdatangan. Mereka dari kalangan pelajar, atau orang dewasa.

Dalam hal pemenuhan fasilitas yang ada, pihak desa akan selalu berupya supaya perpustakaan dapat dimanfaatkan semua kalangan.

“Saat ini kita juga melengkapinya dengan internet,ruang baca,daftar pengunjung,penjaga dua orang dari tokoh pemuda, serta ruangan untuk buang air kecil secara sederhana,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pengunjung Makin Meningkat, Perpustakaan Kudus Akan Lakukan Pengembangan Fasilitas

Beberapa anak belajar dan mengerjakan tugas sekolah di Perpusda Kudus dengan memanfaatkan buku dan hot spot area yang tersedia di sana. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa anak belajar dan mengerjakan tugas sekolah di Perpusda Kudus dengan memanfaatkan buku dan hot spot area yang tersedia di sana. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Jumlah pengunjung Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kudus terbilang baik. Setiap hari rata-rata Perpusda dikunjungi siswa siswi dari tingkatan SD hingga SMA, yang jumlahnya hingga puluhan. Mereka datang seusai pulang sekolah, baik untuk membaca buku dan mengerjakan tugas sekolah.

Demi meningkatkan pelayanan dan membuat tempat yang nyaman untuk sarana belajar anak-anak dan remaja di Kudus, maka pihak perpustakaan akan mengembangkan lagi kualitas fasilitas yang ada.

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Nanang Usdiarto memaparkan, untukmembuat perpustakaan sebagai jujukan menimba ilmu, pihaknya akan berkerja sama Coca Cola Foundation. ”Sehingga pengembangan baik itu mengenai kegiatan diskusi, kegiatan pengelolaan perpustakaan dan sejenisnya dapat lebih maju,” paparnya.

Dia menilai, pengembangan itu bukan hanya sebatas fasilitas, namun juga pengembangan kualitas pelayanan, kualitas pengelolaan manajemen dan lainnya. Dengan adanya program pengembangan tersebut, diharapkan minat baca di Kudus terus meningkat.

”Kami harap warga kudus dapat memanfaatkan sebaik-baiknya fasilitas yang ada. Baik itu hot spot area, buku bacaan, dan komputer. Sehingga tempat ini menjadi tempat untuk berkegiatan positif, dan menjadi sarana meningkatkan wawasan keilmuan warga Kudus,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Beginilah Kebiasaan Baru Para Siswa di Kudus Saat Pulang Sekolah

Setiap jam pulang sekolah Perpustakaan daerah Kudus selalu ramai anak-anak untuk membaca buku dan mengerjakan tugas sekolah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Setiap jam pulang sekolah Perpustakaan daerah Kudus selalu ramai anak-anak untuk membaca buku dan mengerjakan tugas sekolah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus -Anak-anak di Kudus kini memiliki kebiasaan baru, yaitu seusai pulang sekolah mereka berbondong-bondong untuk mengunjungiKantor Perpustakaandan Arsip Daerah Kudus. Selain tempatnya nyaman, anak-anak tersebut bisa membaca ragam buku, belajar bersama teman-temannya, dan berinternet. Itulah yang membuat mereka betah berlama-lama berada di sana.

Salah satu pengunjung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kudus Dimas Andi (8) mengutarakan, ia datang keperpustakaan ini ingin membaca dan berkumpul bersama teman. ”Kalau dirumah, ngantuk pengen tidur malah tidak jadi belajar atau mengerjakan tugas. Makanya ke perpustakaan saja,” ungkapnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, ada sekitar 30 hingga 40 anakyang mengunjungi perpustakaan daerah disaat waktu pulang sekolah. Dan rata-rata memang dipenuhi siswa-siswi. Baik itu dari tingkatan SD hingga SMA.

”Disini nyaman, sejuk dan temannya juga banyak jadibetah. Sering kesini setelah pulang sekolah,” ujarnya.

Hal serupa dibenarkan Indah Mangesti (12) yang bertempat tinggal di Wergu Wetan. Dia mengatakan datang ke perpustakaan untuk megerjakan tugas sekolah. ”Bila ada tugas, saya kerjakan disini, karena tempatnya tenang dan nyaman,” ujarnya.

Dia menambahkan, tempat ini cocok dan nyaman untuk belajar dan mengerjakan tugas. Banyak buku panduan, dan juga ada fasilitas internet, sehingga memudahkan siswa belajar dan mengerjakan tugas.

Editor : Titis Ayu Winarni

Jika Ada Perpustakaan, Warga Ingin Lama-Lama di Balai Desa Pedawang

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Salah satu warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, Muhroni mengatakan, bila perpustakaan itu sudah ada, maka warga meyakini akan betah berada di kantor balai desa.

“Saya yakin, bila perpustakaan itu sudah ada, maka warga yang berkunjung ke balai desa untuk ngurus administrasi akan lebih betah. Sebab mereka bisa menunggu kepengurusan administrasi tersebut sambil membaca buku, nyantai dan lainnya,” katanya.

Apalagi bila buku yang nanti yang disediakan bisa berbagai macam. Seperti halnya menu atau resep makanan, buku cerita, majalah, dan sebagainya. Pasti akan membuat warga lebih asyik di perpustakaan. Dia juga mengusulkan jika perpustakaan itu juga bisa dibuka saat hari libur. Seperti hari Minggu.

“Kalau nantinya dibuka setiap hari, maka di saat pemuda, pelajar, serta warga lainnya libur sekolah dan bekerja. Maka secara otomatis mereka akan mempunyai kegiatan positif. Yakni berkunjung ke balai desa untuk membaca,” ujarnya.

Hal serupa juga dibenarkan oleh warga lainnya, Arismayanti. Dia mengatakan,warga mengapresiasi pemerintah desa yang akan membuat perpustakan.(EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Biar Warganya Pintar, Desa Pedawang Kudus Bangun Perspustakaan di Balai Desa

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Pemerintah Desa Pedawang, Kecamatan Bae mencanangkan pembangunan perpustakaan untuk warga. Tujuannya, agar pengetahuan warga bisa terasah.

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai mengatakan, perpustakaan tersebut nantinya akan ditempatkan di balai desa. “Tempatnya di balai desa. Biar saat warga datang ke kantor desa mengurus administrasi, mereka bisa sambil
membaca,” katanya.

Adapun pengadaan perpustakaan, pihak desa akan menggandeng pemuda, serta pihak terkait untuk
pengadaan bukunya.

Untuk pengadaan bukunya, bisa didapat dari pemuda atau pelajar yang sudah lulus sekolah, dan kuliah. Mereka bisa menyumbangkan bukunya untuk kepentingan sosial bagi sesama.

Dengan ketentuan, buku yang disumbangkan harus buku pendidikan. Baik itu umum atau pelajaran. Dia menilai, dengan kerjasama antara pemuda, pelajar serta pihak terkait, maka ke depannya bisa mempermudah dalam pengadaan buku.

Nantinya pihak desa juga akan menganggarkan buku untuk perpustakaan dari APBDes tahun berikutnya
pada poin pemberdayaan masyarakat. (Edy Sutriyono/AKROM HAZAMI)

Keseriusan Disdikpora Kudus Dipertanyakan

Seorang pekerja menyelesaikan pekerjaanya melakukan pembangunan di salah satu sekolah di Kudus. (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Banyaknya temuan yang diperoleh Milisi Penyelamat Uang Rakyat (M-PUR), membuatnya bertanya keseriusan pemkab dalam mengawasinya.  Dengan banyaknya sekolah yang pembangunan perpustakaan tidak sesuai dengan spesifikasi, maka dinilai pihak pemkab terkesan membiarkan hal tersebut.

Koordinator M-PUR, Selamet Machmudi mengatakan, pihak M PUR mempertanyakan keseriusan Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Kudus dalam mengawasi pelaksanaan proyek swakelola tahun 2015 di 12 Sekolah Dasar.

“Dari investigasi M-PUR, sejumlah SD yang melaksanakan proyek swakelola menggunakan material bangunan berkualitas rendah,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Tidak hanya itu, M-PUR juga menemukan penggunaan batu kapur dan pasir lokal berlumpur banyak ditemukan. Aktivitas mendaur ulang kayu bekas dengan cara “memasrah” agar nampak baru lazim dilakukan. Padahal, dengan memasrah kayu bekas justru mengurangi volume dan kekuatan kayu tersebut.

“Meskipun proyek swakelola di 12 SD Negeri di Kudus berasal dari APBN, bukan berarti pihak Disdikpora Kudus melonggarkan pengawasan. SDM kepala sekolah dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan swakelola masih perlu supervisi,” ujarnya

Dia menambahkan, lemahnya pengawasan menyebabkan swakelola berpotensi menimbulkan hasrat untuk melakukan penyimpangan anggaran. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Perpustakaan Kudus Bakal Adakan Bedah Sejarah Sosok Sosro Kartono

f-perpus (e)

Nanang Usdiarto,Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Pada Agustus mendatang, rencananya, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kudus bakal mengadakan bedah sejarah mengenai tokoh. Kali ini, sosok yang bakal diangkat adalah Sosro Kartono yang merupakan kakak dari RA Kartini. Kemudian, sosok Sunan Kudus Jafar Shodiq. Lanjutkan membaca