Ingin Ada Perpustakaan Desa, Pemuda Talun Pati Rela Bersusah Payah

uplod jm 1530 talun perpus (e)

Sejumlah narasumber tengah berbicara tentang gerakan literasi di Desa Talun, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemuda Karang Taruna “Sari Kamandowo” Desa Talun, Kecamatan Kayen, Pati menggelar sarasehan literasi dan bakti pustaka, Sabtu (16/4/2016). Kegiatan itu untuk mendukung berdirinya perpustakaan desa.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA), perwakilan Arsip Perpustakaan Daerah (Arpusda), Dinas Pendidikan Pati, serta warga setempat.

“Kita akan bangun budaya sadar baca kepada masyarakat. Karena itu, kami membangun perpustakaan desa. Untuk membuka wawasan seputar hal itu, kami menggelar sarasehan ini sebagai bekal pendirian perpustakaan,” ujar Ketua Karang Taruna Sari Kamandowo, Tolhah.

Selain menumbuhkan budaya sadar baca, perpustakaan desa diharapkan bisa membuka wawasan masyarakat untuk berselancar dengan ilmu pengetahuan yang didapatkan dari buku. “Buku itu jendela ilmu. Ke depan, perpustakaan ini akan menyuguhkan buku-buku yang kiranya sesuai dengan konteks dan kultur warga setempat,” imbuhnya.

Kepala Arpusda Pati, Suwanto menjelaskan, gerakan literasi di desa dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Selain itu, upaya tersebut mesti didukung dengan gedung yang memadai.

“Tahun depan, Kemendesa akan memberikan anggaran sebanyak 20 persen untuk pembangunan di luar infrastruktur. Kalau bisa menangkap peluang, itu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan gerakan literasi di desa,” tuturnya.

Editor : Akrom Hazami

Pengelola Perpustakaan Desa Margorejo Harus Pintar

Kegiatan di Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan di Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus, Sahabat Pintar diharapkan bisa menjadi tempat baca yang asyik.

“Pengelola perpustakaan ini sudah kita ikut sertakan workshop di Dinas Pendidikan Provinsi tahun 2009. Sebab workshop itu berkaiatan dengan mengelola taman bacaan masyarakat (TBM). Supaya perpustakaan dapat ditata dengna baik, menata katalog dengan tepat dan membeda-bedakan berbagai jenis judul buku,” kata Ahmad Baskoro, Kepala Desa Margorejo.

Keikutsertaan pengelola di workshop tersebut sangat bermanfaat. Terutama demi perkembangan dan majunya perpustakaan ini.

Diketahui, workshop yang berkaitan dengan pengelolaan 2009 dapat mengantarkan perpustakaan Desa Margorejo menjuarai pengelolaan kabupaten pada tahun 2010 dan mewakili Kudus maju di lomba perpustakaan tingkat provinsi 2016.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Perpustakaan Desa Margorejo Dawe Sosialisasikan Membaca ke Warga

Sambil Momong, Warga Margorejo Dawe Asyik Baca di Perpustakaan Desa

Gedung Perpustakaan Sahabat Pintar tampak berdiri megah di Margorejo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gedung Perpustakaan Sahabat Pintar tampak berdiri megah di Margorejo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu warga Margorejo, Dawe, Rubiyanti (36) mengatakan, perpustakaan “Sahabat Pintar” ini juga bisa menjadi tempat untuk mengasuh anak-anak.

“Misalnya, saat sore hari kita momong (ngasuh atau menggendong anak,red) bisa sambil membaca. Sehingga waktu untuk menunggu magrib bisa dilakukan, sambil momong anak. Itu kan bermanfaat,” katanya.

Keberadaan perpustakaan ini memang bermanfaat. Bagi kaum muda atau tua. Sebab perpustakaan ini bisa menjadi media untuk menggali ilmu.

Diketahui,perpustakaan yang buka mulai jam 16.00 WIB hingga 17.00 WIB ini memang sangat berguna bagi masyarakat setempat. Mengingat, waktu tersebut merupakan saatnya orang pulang kerja, atau belajar.

“Kalau bukanya sore memang sudah pas. Sebab di waktu sore banyak anak sudah pulang dari sekolah, warga setempat juga pulang kerja,”tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, rata rata pengunjung setiap harinya mencapai 10 hingga 15 pengunjung.

Kepala Desa Margorejo Ahmad Baskoro mengutarakan, setiap sore hingga malam pukul 19.00 WIB, pengunjung berdatangan. Mereka dari kalangan pelajar, atau orang dewasa.

Dalam hal pemenuhan fasilitas yang ada, pihak desa akan selalu berupya supaya perpustakaan dapat dimanfaatkan semua kalangan.

“Saat ini kita juga melengkapinya dengan internet,ruang baca,daftar pengunjung,penjaga dua orang dari tokoh pemuda, serta ruangan untuk buang air kecil secara sederhana,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Gagas Perbub yang Mengharuskan Desa Punya Perpustakaan

Nanang Usdiarto, Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Nanang Usdiarto, Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Belum adanya perpustakaan di semua desa di Kudus, menjadi tugas pemkab dalam pengadaan perpustakaan tersebut. Untuk itu, agar progam desa memiliki perpustakaan, maka digagas adanya perbub yang mengaturnya.

Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus Nanang Usdiarto mengatakan, pihaknya sedang menggagas adanya perpustakaan di setiap desa. Selain melakukan pembinaan secara rutin. Pihak kantor juga melakukan usulan dalam pembuatan perbub.

”Kami upayakan adanya perbub yang mengatur pemdes harus ada perpustakaan. Agar semua desa juga sadar pentingnya membaca dan menjalankannya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dasar lain untuk membuat perpustakaan tingkat desa adalah dengan pembiayaan yang ada di desa, yakni dengan bersumber dari pemerintah pusat. Untuk itu, dapat dialokasikan dalam pengelolaan perpustakaan.

”Kami masih menggalakkan sosialisasi. Baik itu dari tingkatan kecamatan maupun langsung ke tingkat desa. Jadi semua aspek kita berikan pengarahan terlebih dahulu,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Memprihatinkan, 70 Persen Desa di Kudus Tak Miliki Perpustakaan

Nanang Usdiarto, Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Nanang Usdiarto, Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Tidak banyak kantor balai desa yang difasilitasi dengan adanya perpustakaan desa. Bahkan, dari jumlah desa di Kudus, masih banyak yang belum memiliki perpustakaan umum itu.

Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus Nanang Usdiarto mengatakan, pada tahun ini sedang gencar dilaksanakan kesadaran membaca. Langkah yang dilakukan dengan melaksanakan aksi gerakan sadar membaca dengan memperbanyak perpustakaan desa.

”Kalau dari jumlah 132 desa di Kudus, hanya sebagian kecil saja yang punya. Mungkin sekitar 30an saja yang ada fasilitas perpustakaannya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, penataan dilakukan secara rutin agar masyarakt giat membaca. Selain itu, budaya membaca juga baik untuk kebutuhan masyarakat supaya lebih banyak pengetahuan.

”Kalau desa sampai tidak punya perpustakaan, maka bagaimana bisa desa tersebut cerdas. Desa juga harus sadar untuk mencerdaskan warganya,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)