Hore 1 April, Harga BBM Premium dan Solar Turun

Ilustrasi (imesindonesia)

Ilustrasi (imesindonesia)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar, akan kembali turun pada 1 April nanti. Turunnya harga BBM bersubsidi itu, sesuai dengan arahan dan ketetapan dari pemerintah pusat.

Humas Pertamina MOR IV Robert Marchelino Verieza Dumatubun mengatakan, kabar harga BBM turun berlaku mulai 1 April 2016. Harga baru itu sesuai ketetapan dan arahan dari pemerintah. Penurunan harga di angka Rp 500 per liter pada tiap SPBU.

“Seperti yang banyak diperbincangkan, mulai 1 April harga BBM Bersubsidi akan turun. Premium saat ini adalah sebesar Rp 6.950. Jadi pada 1 April 2016, harga premium akan turun Rp 500 per liternya menjadi Rp 6.450. Solar juga sama, jika sebelumnya adalah Rp 5.650 turun menjadi Rp 5.150 atau turun Rp 500 per liternya. ,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Di Kudus, harga baru itu juga otomatis bakal berlaku. Bahkan tembusan ke pemerintah daerah juga sudah diberikan terkait dengan harga terbayar BBM bersubsidi itu.

Hanya, lanjutnya, mengenai kepastian hingga Kamis (31/3/2016) sore ini perintah secara resmi masih menunggu dari pemerintah. Namun beberapa media sudah mengabarkan kalau harga bahan bakar minyak bersubsidi akan turun.

“Kita tunggu saja, bagaimana nanti malam. Sebab, kabar yang beredar sudah sangat kencang,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pengecer Lebih Pilih Jual Premium Ketimbang Pertamax

Iin dibantu rekannya mengisi bensin ke dalam botol eceran. Setiap siang hari, stok bensinnya selalu habis dan harus diisi lagi. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Iin dibantu rekannya mengisi bensin ke dalam botol eceran. Setiap siang hari, stok bensinnya selalu habis dan harus diisi lagi. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – Maraknya penjual bensin eceran di berbagai sudut wilayah Kudus ini ternyata tetap memiliki peminat. Masyarakat yang enggan mengantri di SPBU atau jarak tempat tinggal jauh dari SPBU, sering membeli bensin eceran. Rata-rata mereka membeli bensin eceran jenis premium yang mayoritas dijual pedagang.

Seperti Indah, atau yang akrab dipanggil Iin, pedagang bensin eceran di jalan Sunan Muria, Kudus. Setiap hari ia kulak bensin jenis premium di SPBU Panjang. Satu jerigen besar berukuran 25 liter dibawanya untuk diisi premium dan dijualnya kembali dalam bentuk botol berukuran satu liter.

”Saya pilih jualan premium saja, soalnya orang-orang lebih banyak beli bensin premium. Harganya juga stabil, tidak berubah-ubah. Ini per satu botol ukuran 1 liter saya jual dengan harga Rp 8.000. Harganya sama dengan para pedagang lainnya. Kalau saya jual Pertamax, harganya kan berubah-ubah,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom.

Biasanya Iin berjualan mulai pukul tujuh pagi hingga sore hari. Dalam sehari ia bisa menjual mulai dari 25 hingga 50 botol. Berbeda dengan pedagang lainnya yang biasa menyimpan sisa bensin yang tidak laku, bensin yang dijual Iin tidak ada sisa.

”Buat antisipasi, saya tidak mau menyimpan bensin yang tidak laku. Untungnya, bensin yang saya jual selalu habis setiap hari. Kata orang-orang bensin yang saya jual awet buat perjalanan karena masih jernih,” tambah Iin.

Berbeda dengan Totok, pedagang eceran di Dersalam juga menjual bensin eceran jenis premium dengan harga yang sama. Dalam sehari, ia bisa menjual 25 botol dan berkulakan bensin hingga 35 liter. Namun, karena adanya perbaikan jalan di depan warungnya, dianggap menjadi kendala dua pekan terakhir ini.

”Sudah dua pekan ini mau kulakan saja repot. Bukan hanya bensin saja. Stok LPG 3 kg di warung juga menipis. Belum sempat kulakan ya karena perbaikan jalan ini,” keluhnya. (HANA RATRI/TITIS W)