Judi, Dominasi Kasus Persidangan PN Kudus

Ilustrasi Judi

Ilustrasi Judi

 

KUDUS – Selama 2015, Pengadilan Negeri (PN) Kudus, berhasil menyelesaikan kasus persidangan yang tidak sedikit. Dari jumlah kasus yang diselesaikan, sebagian besar didominasi dengan kasus judi.

Humas PN Kudus Muh Nur Azizi, mengungkapkan, kasus judi dalam persidangan di PN Kudus, terjadi hingga 45 perkara. Padahal, dalam satu tahun itu, PN Kudus menyelesaikan 190 perkara.
”Jadi selama 2015, kasus yang kami tangani sejumlah 190 perkara. Yang paling banyak adalah kasus perjudian 45 perkara, disusul kasus pencurian yang mencapai 41 kasus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kasus lain cenderung lebih sedikit dalam penanganan. Seperti kasus penganiayaan yang jumlahnya 18 perkara, Narkotika 17 perkara serta kasus penggelapan sejumlah 12 perkara.
Kasus lainnya, kata dia, adalah tindak pidana cukai 10 perkara, kepemilikan senjata tajam 2 perkara pemalsuan surat, pupuk bersubsidi yang juga masing-masing dua perkara.

Jumlah tersebut, kata dia juga lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Diungkapkan olehnya, pada 2014 lalu, kasus yang diselesaikan sejumlah 178 perkara. Meski demikian, pada penyelesaian kasus 2014 ada yang diselesaikan 2015. Begitu pula pada 2015 yang masih belum selesai juga ada.

”Ada 16 perkara yang belum putus. Sehingga di 2016 ini kami lanjutkan,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Polres Pati Intensifkan Pemberantasan Tindak Perjudian

Ilustrasi

Ilustrasi

 

PATI – Jajaran kepolisian resor (Polres) Kabupaten Pati saat ini tengah mengintensifkan pemberantasan tindak pidana perjudian. Pasalnya, perilaku perjudian meresahkan masyarakat dan bertentangan dengan hukum.

”Saat ini, kami juga tengah mendalami lebih jauh kasus-kasus perjudian dengan berbagai modus. Ini sudah meresahkan masyarakat,” ujar Kapolres Pati AKBP Setijo Nugroho melalui Kasubbag Humas AKP Sri Sutati.

Ia mengimbau kepada masyarakat Pati, untuk tidak sungkan melaporkan sejumlah aktivitas perjudian di masyarakat. ”Kami membuka lebar kepada warga yang mengetahui kegiatan judi dengan berbagai model dan modus. Jangan ragu untuk melapor kepada polisi,” imbuhnya.

Kasus perjudian sampai sekarang masih saja marak terjadi. Tak lama ini, dua orang warga Kelurahan Pati Kidul dan warga Tanjungrejo, Margorejo, diamankan polisi karena kedapatan berjudi togel di salah satu warung.

”Keduanya dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian. Akibatnya, pelaku perjudian bisa dikenakan sanksi pidana paling lama 10 tahun penjara,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Asyik Bermain Judi Togel, Dua Warga Pati Ditangkap Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

PATI – S (47), warga Kelurahan Pati Kidul dan NS (44) warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso harus berurusan dengan polisi, setelah asyik kedapatan bermain judi togel. Kedua pelaku ditangkap dengan waktu yang berbeda.

S ditangkap pada Rabu (16/9/2015) sekitar pukul 20.30 WIB, sedangkan NS ditangkap pada Kamis (17/9/2015) sekitar pukul 21.30 WIB. Selain digelandang polisi, sejumlah alat judi diamankan untuk keperluan barang bukti.

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kasubbag Humas AKP Sri Sutati kepada MuriaNewsCom, Selasa (22/9/2015) mengatakan, kasus perjudian di Pati sampai sekarang masih menjadi perhatian yang serius. Karena itu, pihaknya mengintensifkan pada kasus perjudian.

”Ingat, judi itu perbuatan melawan hukum sehingga harus mendapatkan sanksi hukum. Jangan dikira judi yang seolah menjadi lumrah di kalangan masyarakat itu sesuatu yang biasa. Mereka bisa dikenakan pidana kurungan penjara,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Kasus Perjudian Dominasi Angka Kriminalitas di Pati

Kapolres Pati AKBP Setijo Nugroho Hasto HP bersama dengan jajarannya saat menggelar ekspos aneka perkara di Mapolres Pati, Rabu (1/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Setijo Nugroho Hasto HP bersama dengan jajarannya saat menggelar ekspos aneka perkara di Mapolres Pati, Rabu (1/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Kasus perjudian mendominasi angka kriminalitas di Pati dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, sejak Januari hingga Juni 2015. Hal ini disampaikan Kapolres Pati AKBP Setijo Nugroho Hasto HP usai menggelar ekspos aneka perkara di Mapolres Pati, Rabu (1/7/2015).  Lanjutkan membaca