Salon Rias di Rembang Laris Manis di Hari Kartini

Puluhan anak-anak mengantre untuk dirias menggunakan pakaian adat, guna memperingati Hari Kartini di Rembang, Jumat (21/4/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Jumat (21/04/2017) ini ternyata membawa berkah bagi sejumlah salon dan persewaan baju adat. Sewa biasanya didominasi siswa sekolah dari SD hingga SMA yang hendak memperingati Hari Kartini dan diwajibkan menggunakan baju adat. Dengan diantar oleh orang tua maupun kerabat lainnya, mereka harus rela antre untuk berhias diri sejak dari dini hari tadi.

Seperti halnya Salon Melvis yang berada di Jalan Majapahit Nomor 5 Rembang, Kelurahan Leteh. Salon yang ada di tepi jalan ini sudah dibanjiri oleh anak-anak yang akan menggunakan jasanya mulai dari pukul 02.00 WIB dini hari tadi.

“Sejak pukul 02.00 WIB mereka sudah mulai datang untuk dirias. Tapi, sebelum mereka datang, kita kita memang sudah menyiapkan segala sesuatunya. Baik pakaian yang sudah dipesan, maupun peralatan make up-nya, agar bisa dikerjakan cepat,” ujar Martin, adik dari pemilik Salon Melvis.

Lebih lanjut ia juga menyatakan, jika, sebelumnya mereka sudah didata terlebih dahulu mengenai waktu atau jam mulai dirias. Sehingga, mereka yang mau dirias sudah mempersiapkan diri mengenai waktunya.”Kita sebelumnya sudah mendata mereka. Mau dirias pukul berapa dan lainnya. Supaya nantinya juga bisa urut,” paparnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai jumlah pengguna jasa di saat Hari Kartini ini, ia mengutarakan bahwa saat ini terhitung ada sekitar 40 hingga 50an anak-anak. “Mulai dari sebelum Hari Kartini kemarin, sudah ada sekitaran 40 anak. Mungkin ini juga masih ada yang datang di luar data itu. Ya kalau ditotal ya sekitaran 50 lah Mas,” ujarnya.

Sementara itu, untuk harga jasanya, ia juga mematok dengan harga yang mudah dijangkau oleh masyarakat. “Kalau harganya sendiri sih sekitaran Rp 75 hingga Rp 100 ribu. Dan itupun tergantung pria dan wanita. Bila wanita, ya rata-rata Rp 100 ribu, sebab tata riasnya sedikit rumit. Sedangkan pria paling hanya menyewa baju dan dirias secara sederhana,” paparnya.

Dia menambahkan, harga itu sudah termasuk sewa pakaian adatnya. Sehingga harganya juga cukup murah. Selain itu, jika pada hari biasa hanya menggunakan satu perias, namun khusus Hari Kartini memakai 3 perias lagi.

Editor : Kholistiono

Warga Undaan Kudus Enggan Lewatkan Perayaan Hari Kartini

Peserta perayaan Hari Kartini merias tumpeng dari kue di Wonosoco, Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Peserta perayaan Hari Kartini merias tumpeng dari kue di Wonosoco, Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain 500 peserta dari kalangan anggota PKK se-Kecamatan Undaan, Kudus, hadir pula tokoh perempuan, maupun tokoh pemuda. Warga Undaan menyambutnya dengan antusias perayaan “Gebyar Kartini 2016” di Desa Wonosoco, Sabtu (23/4/2016).

Salah satu pengunjung perayaan Supriyati (34) mengatakan,dirinya baru tahu jika Hari Kartini dirayakan semeriah ini secara bersama-sama se-Kecamatan Undaan. “Biasanya yang meriah hanya HUT Kemerdekaan RI. Namun Hari Kartini juga dirayakan meriah,” kata Supriyati.

Dia menilai, perayaan Hari Kartini bisa dijalankan setiap tahunya. Tetapi harus dilakukan berkeliling atau bergantian di desa satu dengan desa yang lainnya. Supaya desa di Undaan ini bisa terekspos semuanya. Baik wilayahnya, atau ciri khasnya.

Warga lainnya, Maessaroh (43) menyambut kegiatan dengan antusias. Dia menganggap, kegiatan bisa mengenalkan warga satu dengan lainnya. “Dari Undaan Lor, saya rela datang jam 07.00 WIB. Sebab ingin melihat kegiatan ini,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

HARI KARTINI : Kewalahan Rias, Siapkan 6 Pekerja

uplod jam 15.30 siapkan 6 pekerja (e)

Aktivitas rias di salah satu salon di Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah seorang pemilik salon Dona Undaan mengatakan, saat Hari Kartini dirinya dibantu pekerja dari tetangga sekitar untuk merias. Sebab perayaan itu, banyak siswa ingin dirias.

“Untuk pekerja, khusus Hari Kartini ini memerlukan tenaga tambahan. Yakni dari tetangga sekitar empat orang. Sedangkan di hari biasa hanya ditangani dua orang. Sebab merias seseorang juga memerlukan tenaga ekstra. Terlebih para pengguna jasa rias ini sudah mengantre mulai habis subuh atau pukul 05.00 WIB,” kata pemilik salon, Dona.

Untuk keempat tenaga tambahan tersebut bertugas sebagai pembantu mengenakan pakaian adat kepada anak-anak. Namun untuk rias wajah langsung ditangani oleh pemilik salon.

“Tenaga itu kita butuhkan sebagai bantuan memakaikan baju kebaya, pakaian adat atau juga memoles wajah anak-anak. Akan tetapi nanti hasilnya kita juga akan mengkrosceknya secara langsung,” tuturnya.

Di saat yang sama, jasa foto juga tidak ketinggalan ketiban rezeki nomplok di saat Hari Kartini tersebut. Seperti halnya juru foto dari Ngembal Kulon, Jati, Dani, misalnya. Dirinya bisa memotret sekitar 30 orang anak siswa.

“Saat Hari Kartini, saya memotret 30 orang. Biasanya saat hari biasa hanya lima-delapan anak. Yang kita tawarkan hanya ukuran 12 R yang berbiaya Rp 35 ribu. Sementara itu, untuk hasilnya bisa diambil 2 hari kemudian,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
HARI KARTINI : Salon Rias Ketiban Rezeki Nomplok

HARI KARTINI : Begini Potret Kamar Pingit Kartini di Pendapa Kabupaten Jepara

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menunjukkan kamar pingit RA Kartini (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menunjukkan kamar pingit RA Kartini (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sosok pahlawan nasional RA Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April tidak lepas dari kota kelahirannya Jepara. Ya, pahlawan emansipasi ini masa hidupnya banyak dihabiskan di Kota Ukir. Salah satu yang menjadi saksi bisu kehidupan Kartini adalah di kamar pingitnya yang terletak di Pendapa Kabupaten Jepara.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memperkenalkan lebih dekat mengenai beberapa barang peninggalan Kartini yang ada di Jepara, terutama yang terletak di Pendapa Kabupaten Jepara. Menurut Marzuqi, kamar berukuran tidak lebih dari 12 meter persegi dengan warna cat kuning kecokelatan itu, dulu merupakan tempat Kartini dipingit.

“Masih ada banyak barang peninggalan RA Kartini di Jepara. Salah satu yang tidak berubah adalah kamar pingitnya di sini,” ujar Marzuqi kepada MuriaNewsCom sambil menunjukkan seisi kamar pingit RA Kartini tersebut, Kamis (21/4/2016).

Menurut dia, di dalam kamar pingit Kartini, selain terdapat replika ranjang tidur, meja kursi, dan lukisan Kartini, juga terdapat sejumlah replika benda-benda yang digunakan Kartini untuk berkarya.

“Ada replika yang digunakan oleh beliau (RA Kartini) untuk berkarya, seperti peralatan untuk membatik. Sebab, dulu RAKartini tidak hanya menulis tetapi juga membatik,” terang Marzuqi.

Marzuqi yang sejak menjabat sebagai Bupati Jepara tinggal di Pendapa Kabupaten yang didalamnya terdapat kamar pingit RA Kartini itu, mengaku belum pernah mimpi bertemu Kartini. Menurut dia, hanya orang-orang tertentu yang dapat bermimpi bertemu dengan Kartini.

“RA Kartini bagi saya sangat istimewa dan hebat. Beliau seperti sosok seorang utusan. Ada hal-hal yang sebentulnya mirip dengan ke-Rasulan Nabi, seperti tanggal lahir beliau adalah 21 April, sehari setelah kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW. Sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa bermimpi ketemu beliau,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

HARI KARTINI : Pegawai Pemkab Kudus Berkebaya 2 Hari

Perempuan yang mendapatkan apresiasi atas keluwesannya berkebaya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Perempuan yang mendapatkan apresiasi atas keluwesannya berkebaya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam rangka peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Kamis (21/4/2016), Bupati Kudus Musthofa mengimbau supaya para pejabat pemerintahan baik yang ada di lingkungan pemkab hingga tingkat desa supaya memakai pakaian kebaya selama dua hari.

Hal tersebut diungkapkan di hadapan kepada sekitar seribu peserta apel baik dari pejabat Pembak Kudus hingga kepala desa, supaya bisa menghormati peran Kartini. Yaitu sebagai perempuan pejuang emansipasi.

“Saya membolehkan Anda semua untuk bisa mengenakan kebaya lengkap selama dua hari. Mulai dari Kamis (21/4/2016) hingga Jumat (22/4/2016). Semantara bagi yang laki laki boleh untuk mengenakan pakain sarung atau jas,” papar Musthofa.

Selain itu, dengan menggunakan pakaian ala adat Jawa tersebut, pihaknya juga berharap supaya bisa meningkatkan semangat Kartini. Sementara itu saat sesudah apel dalam rangka Perayaan Kartini, Musthofa memberikan apresiasi kepada keenam orang perempuan. Karena dianggap luwes dalam berkebaya.

Keenam orang itu adalah R Lilik Ngesti Widya Suryani yang juga sebagai pimpinan apel istri dari Camat Undaan Catur Widiyatno, Sumiyatun Ketua Tim penggerak PKK Desa Bulung Kulon Jekulo, Sisca siswa dari SMA PGRI Kudus, Sri Taruni staf DPPKAD, Wiwik Wijayanti staf Umum, dan Eny WR staf BPMPKB Kudus.

Editor : Akrom Hazami

HARI KARTINI : Donor Darah di Hotel Safin Pati Didampingi “Kartini-Kartini” Cantik

Sejumlah karyawan Hotel Safin mengenakan kebaya dan mendampingi peserta donor darah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah karyawan Hotel Safin mengenakan kebaya dan mendampingi peserta donor darah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Hotel Safin bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Pati menyelenggarakan donor darah bertajuk “Setetes Darahmu, Emansipasimu” di Lobby Hotel Safin, Pati, Kamis (21/4/2016).

Sedikitnya ada sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan yang ikut donor darah, mulai dari anggota polisi, TNI, karyawan, dan masyarakat umum. Uniknya, mereka didampingi belasan Kartini-Kartini cantik yang mengenakan kebaya saat mengikuti donor darah.

Hardika Septi Putri, Ketua Panitia Donor Darah kepada MuriaNewsCom mengatakan, sejumlah “Kartini” yang mendampingi peserta donor darah menjadi simbol dukungan dan peran wanita untuk mendukung aktivitas kemanusiaan.

“Kita sengaja mendampingi peserta donor darah untuk mendukung peserta yang ingin menyumbangkan setetes darahnya untuk kemanusiaan. Selain itu, kita juga ikut donor darah,” kata Septi yang mengenakan kebaya abu-abu ini.

Sementara itu, Sandra Herawati (40), warga Pati yang ikut donor darah mengaku senang dengan kegiatan donor darah tersebut. “Sebagai wanita, saya senang bisa menyumbangkan darah untuk orang-orang yang membutuhkan,” kata Sandra.

Ia mengatakan, darah sangat dibutuhkan sebagian orang ketika sakit atau kritis. Karena itu, perempuan paruh baya ini mengisi Hari Kartini-nya dengan menyumbangkan 250 cc untuk orang yang membutuhkan.

Editor : Akrom Hazami

HARI KARTINI : Vico ‘MrBean’ Berbagi Kisah Cinta dengan Gadis Jepara, Theresia Maerix

Vico 'MrBean' bersama Theresia Maerix. (Istimewa)

Vico ‘MrBean’ bersama Theresia Maerix. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemeran Mr.Bean Indonesia, Vico Rahman berbagi cerita menarik kepada MuriaNewsCom di Hari Kartini, pada Kamis (21/4/2016). Vico berbagi kisah kasihnya dengan gadis asal kota kelahiran Kartini, Jepara.

Vico mengaku, dirinya menaruh hati kepada seorang gadis Jepara bernama Theresia Maerix. Rasa sukanya kepada Theresia itu semakin kuat, meski posisi Vico berada di Ibu Kota sedangkan Theresia berada di Jepara.

“Meskipun jauh dimata, tapi saya merasa dekat di hati. Kami intens melakukan komunikasi melalui saluran telepon, dan kadang juga ketemu,” kata Vico.

Dia membeberkan, dirinya lebih serius mendekatkan hatinya pada Theresia gadis penyanyi dangdut yg memulai karirnya sejak duduk dibangku SMP di jepara, yang lahir pada 1995 itu.

Menurut dia, Theresia juga pernah menjadi juara pertama membaca ayat-ayat suci Alquran dengan suara merdunya atau disebut “qiroah” di kabupaten Jepara.

Meskipun terpaut usia jauh berbeda, di mata Vico si Mr Bean itu, Theresia merasa terlindungi dan selalu bahagia karena guyonan dan rayuan lucu dari si Mr Bean itu. Kabarnya, si manis Theresia mau launching lagu-lagu dangdut khusus dari kepolisian di Jepara dan beberapa kabupaten se-Jawa Tengah yang terpilih menjadi pengisi suara di lagu tersebut.

“Saya yang serius sangat mencintai Theresia Maerix akan berusaha membawa karirnya ke industri musik dangdut Indonesia,” ungkap Vico.

Karena bakat dan suara yang khas, membuat si Vico jatuh cinta yang semakin dalam dan ingin meminang gadis keturunan Palembang itu. Rencananya, gadis manis yang gemar makan siomay itu akan diajak duet bernyanyi bersama Vico dengan tema kemesraan dan cubit-cubitannya yang penuh rasa sayang dan cinta tulusnya.

“Saya memang lebih suka sama gadis yang seprofesi dengan jiwa seni yang mampu berjuang dan berkreasi dalam bidang entertain dan industri musik Indonesia,” ujar Vico.

Meskipun Vico masih sibuk shoting di program anak-anak ANTV yang akan tayang sebentar lagi, Vico tak lupa memperhatikan kekasihnya itu lewat telepon atau lewat BBM mesenger. Dia berharap, kisah asmaranya dengan Theresia itu berjalan sesuai harapan mereka berdua yang penuh kemesraan.

“Kisah cinta uniknya adalah, sewaktu saya mengungkapkan perasaan cinta ke Theresia lewat telepon, yang angkat ternyata mamanya Theresia, Nah aku merayu dengan rayuan maut panjang lebar sampe 15 menit, ternyata percuma karena Mamanya bilang “Nanti saya sampaikan pada Theresia ya” aku menjawab “Haaa…?? Jadi ini suara mamanya Theresia ya, waduh malu saya,” cerita Vico.

Editor : Kholistiono

HARI KARTINI : Ini Pesan Bupati Grobogan

Pelaksanaan upacara Hari Kartini di halaman Setda Grobogan dipimpin Bupati Sri Sumarni dengan seluruh petugasnya kaum perempuan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelaksanaan upacara Hari Kartini di halaman Setda Grobogan dipimpin Bupati Sri Sumarni dengan seluruh petugasnya kaum perempuan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Momen Hari Kartini yang jatuh hari ini, Kamis (21/4/2016) diharapkan jadi tonggak kebangkitan perempuan, khususnya di Grobogan. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam amanatnya ketika bertindak jadi inspektur upacara Hari Kartini di halaman setda.

“Perempuan bisa meraih prestasi seperti kaum laki-laki. Jadi, mari kita jadikan momen ini untuk bangkit sekaligus instrospeksi diri,” cetusnya.

Upacara hari Kartini ini dihadiri pula para pimpinan FKPD Grobogan beserta istri atau suami. Hadir pula para kepala SKPD dan pimpinan BUMD Grobogan.

Dalam upacara ini, seluruh petugasnya adalah perempuan. Mulai dari komandan upacara, pengibar bendera, pembaca naskah pembukaan UUD 1945, hingga pembaca doa.

Sri juga menegaskan bahwa dirinya sudah bisa membuktikan. Yang mana, ia tercatat namanya sebagai perempuan pertama yang bisa jadi Bupati Grobogan.

“Pencapaian ini memang tidak mudah dicapai. Tetapi, butuh perjuangan dan kerja keras serta dukungan dari banyak pihak. Jadi pada intinya, jika kita mau berupaya sungguh-sungguh maka kesempatan meraih prestasi dan cita-cita pasti bisa terlaksana,” kata mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Dalam kesempatan itu, Sri juga berpesan agar kepada para perempuan agar tidak lupa tugasnya dalam membina keluarga. Menurutnya, meski punya banyak kesibukan kerja atau usaha namun perhatian terhadap keluarga jangan sampai terabaikan.

“Saat ini, kesibukan orang tua menjadikan komunikasi dengan anak ini berkurang bahkan menghilang. Untuk itu, orang tua harus memberi waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Keluarga yang harmonis ini juga salah satu sarana untuk menjadikan anak-anak menjadi orang hebat dikemudian hari,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

HARI KARTINI : Puisi untuk Kartini dari Buruh Pabrik

Buruh di salah satu brak rokok di daerah Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, memperingati Hari Kartini dengan membacakan puisi bertema perjuangan perempuan, Kamis (21/4/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

Buruh di salah satu brak rokok di daerah Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, memperingati Hari Kartini dengan membacakan puisi bertema perjuangan perempuan, Kamis (21/4/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Peringatan Hari Kartini dilakukan ribuan buruh pabrik rokok salah satu brak di Desa Purwosari, Kecamatan Kota, Kamis (21/4/2016).

Beberapa buruh mengkhususkan diri memakai pakaian kebaya. Sedangkan beberapa pegawai laki-laki berpakaian adat Jawa.

Sebelum memulai aktivitas, buruh diajak untuk berkumpul seluruhnya. Mereka mengikuti upacara Hari Kartini yang dilakukan di dalam brak.

Bersama-sama, mereka kemudia menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini. Suara ribuan buruh itu menggema ke seluruh ruangan.

Usai menyanyikan lagu, salah seorang buruh kemudian membawakan sebuah puisi. Dia dengan lantang membawakan puisinya yang berjudul Wajah-Wajah Masa Silam. Temanya lebih kepada peran perempuan dari dulu hingga sekarang.

Supervisor brak, Djumari HS mengatakan, kegiatan peringatan Hari Kartini di tempatnya, memang sengaja dilakukan. “Kami ingin supaya buruh juga bisa memahami bagaimana peran pahlawan perempuan seperti Kartini. Buruh juga perlu tahu dan meneladani sikap dan perbuatan Kartini,” jelasnya.

Dengan adanya peringatan ini, menurut Djumari, juga akan bisa terus mengingatkan buruh akan perjuangan Kartini untuk mereka. “Berkat Kartini, banyak perempuan yang bisa seperti sekarang ini. Maju, berpendidikan, dan setara dengan kaum laki-laki,” imbuhnya.

Editor: Merie

HARI KARTINI : ISNU Hadirkan 9 Perempuan Hebat Kudus

Kegiatan yang diadakan ISNU di salah satu hotel di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan yang diadakan ISNU di salah satu hotel di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Adanya Hari Kartini yang selalu diperingati 21 April dinilai banyak orang hanya sebagai perayaan simbolik semata. Oleh sebab itu, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kudus menggelar acara “Malam Anugerah 9 Perempuan Inspiratif Kudus 2016″ di salah satu hotel di Kudus, Rabu (20/4/2016) malam.

Pengurus Cabang ISNU Kudus Kisbiyanto mengatakan, momen Hari Kartini hendaknya jangan sebagai perayaan simbolik saja. Idealnya, hal itu dimanfaatkan dengan hal yang positi, dengan dampaknya yang lebih luas. “Bukan hanya menampilkan berbagai lomba. Namun bagaimana harus bisa menghormati kaum perempuan. Yakni seperti halnya mencari dan mengapresiasi tokoh perempuan yang ada sekeliling kita,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk menghargai perempuan itu, pihak ISNU Kudus menghadirkan sembilan perempuan inspiratif yang ada di Kudus. Selain itu, perempuan tersebut juga hadir dari berbagai kalangan. Di antaranya ialah Hj Chumaidah Chamim dari kalangan pendakwah (Ketua Muslimat Kudus), Hj Ismah Ulin Nuha dari pondok pesantren (istri KH Ulin Nuha Arwani), Dr dr Renni Yuniati dari kalangan dokter, Yuli Astuti pengusaha batik Kudus, Hj Noor Haniah aktivis JPPA Kudus, Hj Zahrotun Nisa’Sriyatun, M.Pd.I pendidik, Binta Athivata Attabriez da’i pelajar, Djati Solechah, S.Sos, MM dari Kesabangpol Kudus dan Dra Hj Maisaroh MM politikus.

Kesembilan orang itu merupakan inspirasi bagi semua masyarakat Kudus. Sebab perempuan tersebut bisa melakukan tugasnya di luar kodratnya Seperti halnya menempuh pendidikan yang tinggi, mengayomi perempuan sebagai Ketua Aktivis JPPA, mendidik siswa dan lainnya.

Dari pantauanMuriaNewsCom, acara dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai kalangan. Dan kali pertama diadakan ISNU. “Untuk ke depannya kita akan mengadakan secara langsung. Supaya masyarakat bisa tahu bahwa kemampuan perempuan bisa sebanding dengan lainnya.Sementara itu, kita memilih mereka setelah kami survei Januari 2016,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

HARI KARTINI : Salon Rias Ketiban Rezeki Nomplok

Kegiatan salon yang merias siswa di Hari Kartini di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan salon yang merias siswa di Hari Kartini di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemandangan terlihat berbeda saat Hari Kartini yang jatuh pada Kamis (21/4/2016). Sebab kegiatan itu juga membawa dampak ekonomi bagi jasa salon perias.
Salah satu salon di wilayah Undaan, Salon Dona, misalnya. Salon itu melayani jasa rias sebanyak 80 siswa.

Pemilik salon, Dona mengatakan, pihaknya merias siswa SD hingga SMP. “Jumlah siswa sampai 80 oran anak untuk Hari Kartini saja,” kata Dona.

Dari pantauan MuriaNewsCom, siswa mengantre rias sejak dini hari. “Untuk jasa rias ini memang relatif standar harganya. Yakni mulai Rp 50 ribu hingga Rp 65 ribu. Jasa penyewaan pakaian dan sanggul, itu harganya Rp 100 ribu,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

HARI KARTINI : Ini Makna Hari Kartini Bagi Wakil DPRD Blora

Sri Handayani, Wakil Ketua DPRD Blora. (Istimewa)

Sri Handayani, Wakil Ketua DPRD Blora. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Blora – Peringatan Hari Kartini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi wanita masa kini, karena Kartini menjadi pelopor untuk sebuah kemajuan wanita, terutama di Indonesia. Dengan hal itu makna Hari Kartini bukan hanya sekadar seremonial semata.

Sebab, Kartini merupakan sosok perempuan Indonesia yang berusaha untuk bisa meningkatkan derajat perempuan agar bisa lebih baik.

“Dampak dari perjuangannya tersebut hingga kini masih terasa, dan itu sangat memotivasi saya dalam mengemban amanah rakyat,” ujar Sri Handayani, Wakil Ketua DPRD Blora Kamis, (21/04/2016).

Seorang perempuan, kata Sri Handayani, memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Itulah juga yang merupakan inti dari perjuangan Kartini dalam membebaskan kaum perempuan dari kebodohan.

“Kini hal tersebut tampak nyata dari banyaknya perempuan yang telah mengenyam pendidikan yang tinggi dan akhirnya memiliki profesi yang sangat baik di bidangnya,” ujar perempuan Blora yang kali pertama menjadi Wakil Ketua DPRD Blora.

Sosok Kartini, menurut Sri Handayani, menjadi sebuah kebanggaan bagi Indonesia karena memiliki perempuan hebat yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Dengan adanya semangat Kartini, kaum perempuan tak lagi sebagai konco wingking. Tentu saja memiliki hak perlindungan hukum jika terjadi tindakan kekerasan perempuan, seperti misalnya yang terjadi dalam rumah tangga. Meski demikian sebagai perempuan jangan sampai melupakan kodratnya,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Perempuan-peremuan di Blora Ini jadi Petugas Upacara pada Peringatan Hari Kartini

f-upload jam 19

Upacara Hari Kartini di Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Ada pemandangan yang cukup berbeda pada upacara yang dilakukan di halaman Kantor Pemkab Blora, Senin (18/4/2016). Petugas upacara kali ini didominasi perempuan. Mulai dari komandan upacara sampai pengibar bendera.

Untuk komandan upacara, yakni Ketua Persatuan Istri Tentara (Persit) Ranting 5 Tunjungan, yaitu Marliani Darmanto. Sedangkan pengibar bendera terdiri dari Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad), Polisi Wanita (Polwan) dan KORPRI. Upacara ini, merupakan Peringatan Hari Kartini.

Bupati Blora Djoko Nugroho, yang menjadi inspektur upacara menegaskan, bahwa semangat Kartini harus ada pada wanita saat ini, yang akan berdampak atas kemajuan suatu daerah yang didukung dari aspek perempuan.

Selain itu, Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, meminta agar perempuan bisa menjadi starting line up dalam meningkatkan keluarga yang sehat.

“Kaum perempuan juga harus bisa menjadi gelora penyemangat kaum adam. Dengan itu, akan tumbuh perempuan yang bermanfaat seperti halnya Kartini pada masa itu. Sehingg, akan membawa dampak positif terhadap ekonomi yang kuat,” jelas Kokok.

Usai upacara, dilanjutkan ziarah ke makam RA. Kartini di Mantingan, Kecamatan Bulu, Rembang. Ziarah dipimpin langsung Penasehat Dharma Wanita Kabupaten Blora Umi Kulsum Djoko Nugroho.
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang ikut ziarah di antaranya Muslimat, Aisyah, TP PKK, Persit, Dharma Karini, Bhayangkari, IWABRI, IWAPI dan BPD.

Editor : Kholistiono