Perhutani KPH Purwodadi Tutup Lokasi Galian C di Wilayah Hutan

Aparat Perhutani KPH Purwodadi sedang membuat portal di petak 40-D RPH Plosokerep untuk menutup akses jalan masuk ke lokasi penambangan illegal beberapa hari lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aparat Perhutani KPH Purwodadi sedang membuat portal di petak 40-D RPH Plosokerep untuk menutup akses jalan masuk ke lokasi penambangan illegal beberapa hari lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan tegas dilakukan Perum Perhutani KPH Purwodadi terkait adanya aktivitas penambangan galian C ilegal di kawasan hutan. Caranya, dengan memasang plang larangan melakukan penggalian sekaligus menutup akses jalan masuk.

“Akses jalan masuk kita tutup dengan portal dari cor beton. Dengan langkah ini, semua kendaraan pengangkut galian C tidak bisa masuk ke lokasi,” kata  Adminisratur KPH Purwodadi Damanhuri melalui Asper Penganten Rido Haryanto, Sabtu (27/8/2016).

Lokasi galian C ilegal tersebut berada di petak 40-D RPH Plosokerep, Desa Taruman, Kecamatan Klambu. Aktivitas penambangan di situ sudah berlangsung cukup lama.

Sejauh ini, pihak Perhutani lebih memilih cara persuasif dan preventif terhadap para penambang yang jumlahnya mencapai puluhan orang tersebut. Namun, upaya ini belum bisa berhasil.

Menurut Rido, langkah penutupan itu merupakan tindak lanjut surat Administratur KPH Purwodadi perihal penanganan penambangan Ilegal tersebut. Dari surat tersebut, pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan jajaran Muspika setempat dan aparat pemerintahan Desa Taruman.

“Sebelum kita pasang portal, kami dan jajaran muspika sempat memberikan pengertian dan pengarahan pada warga agar tidak lagi melakukan aktivitas penambangan. Warga kita kasih pengertian kalau kegiatan itu diterukan akan memicu kerusakan hutan dan dampaknya bisa menimbulkan bencana,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

Ada Apa di Perhutani KPH Purwodadi Sepekan Ini?

 

 

Personel dari Equality Certification selaku tim pemeriksa independen tengah melakukan audit di KPH Perhutani Purwodadi, Rabu (13/4/2016). (MuriaNewsCom/DaniAgus)

Personel dari Equality Certification selaku tim pemeriksa independen tengah melakukan audit di KPH Perhutani Purwodadi, Rabu (13/4/2016). (MuriaNewsCom/DaniAgus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Jika Anda berkunjung ke Perhutani KPH Purwodadi selama sepekan ke depan, barangkali akan mendapati banyak orang-orang sibuk.

Pasalnya dalam sepekan ke depan, kinerja Perhutani KPH Purwodadi akan dinilai Equality Certification, selaku tim pemeriksa independen. Rencananya, penilaian kinerja itu akan dilakukan selama sepekan, mulai hari ini hingga 19 April mendatang.

Administratur KPH Purwodadi Damanhuri menyatakan, di wilayah Jawa Tengah ada lima KPH yang diaudit lembaga independen tersebut. Penilaian itu menyangkut Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) yang ada di lima KPH tersebut.

”Audit PHPL ini dilakukan pada semua unit kerja. Tidak hanya masalah administrasi saja, tetapi juga dilakukan pengecekan lapangan. Makanya, proses auditnya butuh waktu sepekan,” kata Damanhuri, usai menerima kedatangan tim audit PHPL di aula kantornya, Rabu (13/4/2016).

Menurutnya, sejauh ini kinerja KPH Purwodadi dinilai sudah cukup menggembirakan. Indikasinya pada tahun 2015 lalu, pihaknya meraih peringkat III dalam penilaian kinerja di level Perhutani Divre Jawa Tengah. Kemudian, untuk kriteria Key Perfomance Indek (KPI), pihaknya meraih peringkat I.

Mantan Administratur KPH Bondowoso itu menyatakan, adanya tim audit itu akan membawa dampak positif. Di mana, semua kelebihan dan kekurangan akan terlihat. Dengan demikian, hasil audit nanti bisa dijadikan bahan perbaikan kinerja pada masa mendatang.

Dia menambahkan, wilayah kerja KPH Purwodadi luasan lahannya mencapai 19 ribu hektar lebih. Kemudian, jumlah BKPH ada 8 dan 32 RKPH.

Editor: Merie

Disediakan Lahan, Petani Grobogan Diminta Tidak Merusak Tanaman Milik Perhutani

Sejumlah warga tengah bersiap melakukan penanaman pohon di petak 79a, BKPH Deras, KPH Semarang pada bulan Desember tahun lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah warga tengah bersiap melakukan penanaman pohon di petak 79a, BKPH Deras, KPH Semarang pada bulan Desember tahun lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk membantu meningkatkan pendapatan, Perum Perhutani selama ini sudah menyediakan lahan untuk bercocok tanam petani di sekitar kawasan hutan. Oleh sebab itu, sebaliknya para petani juga diminta untuk tidak merusak tanaman yang menjadi milik Perhutani.

Hal itu disampaikan Administratur KPH Semarang Yuda Suswardanto saat melangsungkan kegiatan penanaman pohon bertajuk ’Penghijauan Dengan Pola Padat Karya’ di Dusun Kali Ceret, Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.

”Lahan yang sudah disediakan buat petani silahkan dimanfaatkan sebaik mungkin. Tetapi perlu diperhatikan jangan merusak tanaman milik Perhutani. Sebab, jika kedapatan melakukan perusakan akan diproses secara hukum,” tegas Yuda.

Acara penanaman pohon yang diikuti siswa sekolah dan tokoh masyarakat itu dihadiri sejumlah pejabat. Antara lain, Plt Ketua DPRD Grobogan Nurwibowo, Kasdim 0717/ Purwodadi Mayor Inf Arif Isnawan, dan Kabag Ops Polres Grobogan Kopol Jenda Pulung.

Dalam acara tersebut Arif Isnawan mengatakan Gerakan Penghijauan Padat Karya tersebut harus melibatkan berbagai kalangan. Tidak hanya kalangan pemerintahan saja, masyarakat dan pengusaha juga diminta ikut terlibat di dalamnya. Sehingga semua pihak merasa peduli untuk ikut menyukseskan program penghijauan yang sedang digalakan pemerintah.

Pada bulan Desember tahun lalu, pihak KPH Semarang juga sudah melangsungkan penanaman pohon di petak 79a, BKPH Deras, yang masuk wilayah Desa Deras, Kecamatan Kedungjati. Acara penanaman pohon yang juga melibatkan masyarakat itu digelar dalam rangka Bulan Menanam Nasional.

Editor : Titis Ayu Winarni

Keliling Indonesia, Dua Pramuka Tuna Rungu Mampir di KPH Purwodadi

Kaur Humas Perhutani KPH Purwodadi Suharto (kanan) dan Pamong Saka Wanabakti Agus Winarno mengajak foto bareng dua Pramuka tuna rungu yang akan keliling Indonesia. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kaur Humas Perhutani KPH Purwodadi Suharto (kanan) dan Pamong Saka Wanabakti Agus Winarno mengajak foto bareng dua Pramuka tuna rungu yang akan keliling Indonesia. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kantor Perhutani KPH Purwodadi kedatangan tamu istimewa siang tadi Senin (11/01/2016). Yakni, dua orang Pramuka yang sama-sama menyandang tuna rungu.

Maksud kedatangan keduanya adalah sekadar mampir bersilaturahmi. Selain itu, keduanya juga meminta doa restu berkaitan dengan rencana mereka untuk keliling Indonesia dengan berjalan kaki.

”Pada awalnya, saya tadi sempat bingung dengan maksud dan tujuan adik-adik Pramuka tadi. Soalnya, mereka menjelaskan dengan bahasa isyarat. Setelah menyodorkan surat dan beberapa dokumen, saya akhirnya bisa tahu maksud kedatangan mereka,” kata Kaur Humas Perhutani KPH Purwodadi Suharto yang juga menjabat sebagai Pamong Saka Wanabakti Purwodadi, Senin (11/1/2016).

Kedua orang Pramuka yang mau keliling Indonesia itu adalah Eko Retno Wati (33), warga Dusun Ketanon, Kelurahan Diwek, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Satu lagi adalah Yerry Renaldo (36) warga Desa Bibis Tama, Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya.

Diakhiri dengan ucapan selamat jalan dan semoga mendapatkan manfaat serta pengalaman yang berharga demi membawa nama baik Pramuka, Bangsa, dan Negara, Suharto melepas kepergian kedua orang Pramuka tersebut.

Menurut Suharto, kedua Pramuka itu hanya sekitar 30 menit mampir di kantornya. Setelah itu mereka pamit hendak meneruskan perjalanan lagi. Namun, sebelum pergi, Administratur KPH Purwodadi Damanhuri sempat menemui keduanya untuk memberikan surat keterangan dan dorongan moral. (DANI AGUS/TITIS W)

Cara Hebat Perhutani Purwodadi Tingkatkan Produksi

Pimpinan Perhutani KPH Purwodadi dan KPH Gundih sedang membahas persiapan pembentukan KUB. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pimpinan Perhutani KPH Purwodadi dan KPH Gundih sedang membahas persiapan pembentukan KUB. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perum Perhutani KPH Purwodadi dan KPH Gundih sepakat membentuk kelompok usaha bersama (KUB). Kesepakatan kerja sama yang dilangsungkan di Kantor KPH Gundih, Rabu (6/1/2016) itu nantinya akan melibatkan Lembaga Mayarakat Desa Hutan (LMDH) yang ada di wilayah kedua KPH tersebut.

Kesepakatan kerja sama tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Perlindungan Sumber Daya Hutan dan Kelola Sosial Imam Fuji Raharjo. Hadir pula dalam kegiatan tersebut adalah Administratur Perhutani Gundih Gunawan Catur. Dalam kesempatan itu, Administratur KPH Purwodadi Damanhuri berhalangan hadir dan diwakili Kasi PSDHL Dwi Anggoro Kasih serta Kepala Sub Seksi (KSS) PHBM Soeharsa. Hadir pula pengurus dari 10 LMDH binaan kedua KPH yang akan membentuk KUB.

Imam menyatakan, maksud dibentuknya KUB ini adalah menyatukan beberapa usaha produktif khususnya produksi jagung yang dikelola oleh LMDH wilayah KPH Gundih dan Purwodadi. Untuk operasional KUB nanti bisa memanfaatkan dana pinjaman Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).

“Diharapkan melalui KUB ini panen jagung yang dihasilkan bisa terintegrasi sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat buat anggota LMDH dan masyarakat sekitar. Kerja sama ini dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan produksi jagung,” jelasnya.

Untuk tahap awal, direncanakan 10 LMDH yang hadir tersebut akan mendapatkan dana pinjaman PKBL sebesar Rp 750 juta. Masing-masing KPH akan menyertakan 5 LMDH dalam pendirian KUB. Setiap LMDH akan mendapat suntikan modal sebesar Rp 75 juta. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Perhutani Purwodadi Bagi-Bagi Uang Ratusan Juta Rupiah

Salah satu mitra binaan Perhutani KPH Purwodadi saat menerima bantuan PKBL. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu mitra binaan Perhutani KPH Purwodadi saat menerima bantuan PKBL. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Alokasi dana sebesar Rp 725 juta disiapkan Perum Perhutani KPH Purwodadi dalam Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) tahun 2015.

Dari dana itu, sebanyak Rp 350 juta diserahkan kepada 26 Mitra Binaan Perseorangan dan Rp 375 juta disalurkan pada 5 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) binaan Perum Perhutani KPH Purwodadi.

“Maksud dan tujuan pendirian BUMN tidak hanya mengejar keuntungan melainkan turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat. Salah satunya melalui PKBL ini,” kata Administratur Perhutani KPH Purwodadi Damanhuri usai menyalurkan bantuan pinjaman dana PKBL, Senin (4/1/2016).

Dijelaskan, PKBL ini merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Perum Perhutani KPH Purwodadi yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan usaha kecil dan koperasi secara mandiri dan tangguh sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional dan menjadi landasan pengembangan ekonomi pedesaan.

Program tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 1993 sampai dengan 2015 dengan total pinjaman yang disalurkan sebesar Rp 1,9 miliar.

Khusus untuk tahun 2015, alokasi dana PKBL sebesar Rp 725 juta yang terbagi dalam 4 tahap. Yakni, tahap I sebesar Rp 100 juta, kemudian tahap II Rp 70 juta. Selanjutnya, pada tahap III Rp 180 juta dan tahap IV Rp 375 juta. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Perhutani Purwodadi Buka Toko Modern Guna Pasok Pendapatan Selain Penjualan Kayu

Perhutani e

General Manager Divisi PPA Perum Perhutani Dwijono Kiswurjanto (tengah) menggunting pita saat meresmikan toko modern di bekas TPK Getasrejo. (Foto: Perhutani KPH Purwodadi)

 

GROBOGAN – Selain kayu, Perum Perhutani juga mulai mengembangkan usaha diluar hasil hutan. Salah satunya adalah membuka toko waralaba modern di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan. Hal itu disampaikan General Manager Divisi Pemanfaatan dan Pengelolaan Aset (PPA) Perum Perhutani Dwijono Kiswurjanto saat meresmikan toko modern tersebut, Jumat (11/12/2015).

”Dalam pendirian toko modern ini, Perum Perhutani bekerjasama dengan PT. Indomarco Prismatama (Indomaret Group). Lahan yang dipakai adalah bekas TPK Getasrejo milik Perum Perhutani KPH Purwodadi,” katanya.

Menurutnya, toko modern itu hasil kerja sama yang kali pertama dengan PT. Indomarco Prismatama. Diharapkan, dengan adanya toko ini bisa memasok pendapatan bagi Perum Perhutani disamping pendapatan utama dari penjualan kayu.

Pendirian toko modern itu merupakan salah satu langkah untuk mengoptimalikan aset yang dimiliki. Sebelumnya, Perum Perhutani juga menyewakan bekas rumah dinas di Danyang dan membuat tempat kos-kosan. Rencana kedepan Perhutani juga membangun sebuah hotel. (DANI AGUS/TITIS W)

Antisipasi Kebakaran, Perhutani Purwodadi Libatkan LMDH Bentuk Satdalkar Hutan

 

kebakaran-hutan

Kawasan hutan KPH Purwodadi yang kondisinya mengering akibat kemarau panjang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Untuk mencegah kebakaran hutan seperti yang terjadi di wilayah Sumatera, pihak Perhutani KPH Purwodadi melakukan langkah antisipasi. Yakni, membentuk Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) hutan.

”Ada beberapa posko Satdalkar di wilayah KPH Purwodadi. Tugas utama Satdalkar ini adalah melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran hutan,” jelas Wakil Administratur KPH Purwodadi Ronny Merdyanto.

Dijelaskan, anggota Satdalkar ini, selain berasal petugas perhutani juga diisi pihak luar. Yakni, dari anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Anggota Satdalkar ini sebelumnya sudah mendapat serangkaian pelatihan dasar pemadaman kebakaran berikut penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Untuk mendukung tugas pemadaman, lanjut Ronny, di setiap posko Satdalkar juga dilengkapi peralatan. Yakni, APAR dan alat pemadaman api tradisional. Dengan adanya peralatan, maka akan memudahkan petugas untuk menangani jika terjadi kebakaran hutan.

Selain mengatasi kebakaran, fungsi Satdalkar juga memberikan serangkaian sosialisasi pada masyarakat. Yakni, meminta masyarakat agar tidak membuang api sembarangan di kawasan hutan, karena bisa menyulut kebakaran yang lebih besar.Masyarakat sekitar hutan juga diminta agar tidak membakar sisa hasil panen tanpa pengawasan.

Menurut Ronny, pada musim kemarau seperti ini, tingkat kerawanan terjadinya kebakaran hutan memang sangat tinggi. Sebab, banyak daun dan semak yang mengering sehingga mudah sekali terbakar.

“Di wilayah KPH Purwodadi, sejauh ini sempat terjadi peristiwa kebakaran hutan. Tetapi skalanya tidak begitu besar,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Astaga! Dua Mandor Perhutani Purwodadi Kena Bacok Pencuri Kayu

Dua petugas Perhutani yang mendapat bacokan dari pelaku pencuri kayu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dua petugas Perhutani yang mendapat bacokan dari pelaku pencuri kayu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Dua Mandor Perhutani KPH Purwodadi jadi korban pembacokan. Adalah Joko Nugroho dan Sudadi yang bertugas di RPH Sepreh, BKPH Bandung.

Insiden pembacokan ini, terjadi ketika kedua mandor tersebut sedang berupaya menggagalkan aksi pencurian kayu. Meski berhasil mengamankan satu orang pelaku pencuri kayu, namun, keduanya sempat menerima hadiah bacok dari pelaku lain yang berhasil kabur.

Kedua petugas ini mengalami luka dan harus mendapat jahitan akibat sabetan parang pelaku pencurian kayu. Joko mendapat luka di bagian kepala sebelah kanan dan lutut kanan. Sedangkan Sudadi jempol kirinya nyaris putus saat menangkis sabetan parang yang dilakukan pelaku.

Sementara, satu petugas lainnya yakni, Maslikul yang menjabat Kepala RPH Sepreh berhasil lolos dari amukan pelaku.

”Dua petugas yang terluka sudah kita bawa ke Puskesmas Ngaringan. Kondisi keduanya saat ini sudah baik karena lukanya tidak terlalu dalam,” jelas Wakil Administratur KPH Purwodadi Ronny Merdyanto pada wartawan.

Ronny mengaku salut dengan keberanian tiga anggotanya dalam menjaga hutan yang ada di wilayah kerjanya. Meski demikian, dia juga meminta kepada para penjaga hutan agar lebih waspada saat melakukan partoli maupun ketika mau melakukan penangkapan pelaku pencurian kayu.

“Saat melakukan penangkapan, kondisinya gelap sekali. Saat itu anggota tidak tahu kalau salah satu pelaku membawa senjata tajam,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)