Waduh! Guru SD di Kudus Dominasi Angka Perceraian di Kalangan PNS

Ilustrasi pns

Ilustrasi pns

 

KUDUS – Sepanjang tahun 2015 ini, ada ratusan PNS di Kudus yang mengajukan cerai. Dari ratusan tersebut 28 di antaranya sudah putus.

Kepala BKD Kudus Djoko Triyono mengatakan, jumlah angka perceraian di kalangan PNS untuk tahun 2015 ini lebih banyak dibanding 2014 lalu. Tahun 2014, angkanya 26 orang. “Kalau yang sudah mengajukan cerai hingga kini mencapai angka 130an. Jumlah itu tentunya sangat banyak, mengingat PNS yang pensiun setiap tahunnya sekitar 250 orang,” ujarnya.

Melihat fenomena ini, katanya, pihak BKD tidak dapat berbuat banyak. Karena BKD hanya bertugas sebagai disposisi tentang hal tersebut

Dirinya juga mengatakan, dari angka perceraian di kalangan PNS tersebut, paling banyak adalah guru, khususnya guru SD. “Itu sangat wajar jika PNS yang paling banyak cerai adalah guru. Sebab PNS terbanyak adalah dari kalangan pendidik atau guru,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dari total PNS di Kudus yang jumlahnya sekitar 9 ribu, 70 persen di antaranya adalah guru. Barulah disusul tenaga lain seperti kesehatan dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk alasan cerai, katanya, bermacam-macam. Seperti KDRT, sudah tidak cocok atau pertengkaran dalam rumah tangga.

Dia menambahkan, proses PNS untuk dapat cerai tidaklah mudah. Sebab setelah mengusulkan, mereka akan bertemu dengan Bupati Kudus, setelah itu mereka juga akan dibina dari mulai UPT hingga SKPD terkait”Misalnya saja guru, mereka akan dibina dari UPT, kalau tidak mempan maka Disdikpora yang membina. Jika tidak mempan juga barulah disidangkan dan laporan sidang diberikan ke BKD,” ujarnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Tunjangan Sertifikasi Jadi Biang Perceraian Guru di Rembang

Abdul Hafidz, Bupati Rembang. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Abdul Hafidz, Bupati Rembang. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Pemberian tunjangan sertifikasi diduga kuat menjadi biang keladi perceraian guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Rembang. Bahkan momen bulan Ramadan tak menyurutkan niat mereka untuk memutuskan hubungan ikatan suci pernikahan. Sebab, tercatat ada dua orang guru berstatus PNS di Kota Garam nekat melakukan perceraian, meski di bulan Ramadan. Lanjutkan membaca