Pantau Pengerjaan Perbaikan Jalan Lingkar Kencing-Jetak, Ini Kata Anggota DPRD Komisi C 

Anggota DPRD Komisi C Kudus melakukan pemantauan pekerjaan jalan di titik Jalan Kencing-Jetak, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi C DPRD Kudus menilai, pekerjaan pengecoran jalan lingkar Kencing-Jetak seharusnya bisa lebih panjang. Sebab, jalan yang rusak masih panjang, sedangkan perbaikan yang dilakukan hanya 2 km.

Sekretaris komisi C DPRD Kudus Ahmad Fatkhul Aziz mengatakan, jalan yang rusak lain butuh penanganan dari pemkab. “Masih ada jalan yang rusak. Harusnya bisa diusulkan untuk dianggarkan, agar dapat diperbaiki juga,” kata Aziz saat meninjau lokasi perbaikan jalan di titik Kencing-Jetak.

Dewan siap membantu sesuai dengan kapasitasnya. Biar nantinya, perbaikan jalan bisa dilakukan ke seluruh titik di ruas Kencing-Jetak.

Sementara, Wakil Ketua Komisi C Ali Muhlisin mengatakan, jalan itu memang membutuhkan perbaikan dengan model cor atau beton. Karena, jika hanya diaspal akan membuat jalan cepat rusak. 

Zainal Arifin, pelaksana kegiatan pengecoran Jalan Kencing-Jetak dari PT Enggal Jaya Perkasa mengatakan pekerjaan dilakukan mulai sisi barat jalan terlebih dahulu, nanti dilanjutkan pada sisi timur jalan.

“Ada panjang 2 kilometer yang dicor, jadi sejauh dua kilometer itu pengendara harus hati-hati lantaran harus bergantian melewatinya,” kata Zainal.

Menurut dia, pekerjaan cor akan diselesaikan sekitar dua bulan. Karena berdasarkan kontrak, pengecoran memakan waktu hingga 90 hari, yang terhitung sejak 21 Juli 2017 lalu. Zainal mengatakan, selama beberapa hari mengerjakan cor, masih banyak kendaraan yang melintas. Akibatnya, pengerjaan proyek juga sedikit terganggu.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Grobogan Sidak Proyek Perbaikan Jalan

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Kepala DPUPR Subiyono meninjau proyek perbaikan perbaikan jalan Banjarejo-Dumpil, Rabu (2/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Usai mendampingi kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan agenda sendiri. Yakni, melakukan sidak proyek perbaikan jalan Banjarejo-Dumpil yang dibiayai dari dana alokasi khusus senilai Rp 4 miliar.

Setelah melihat lokasi penemuan fosil di Banjarejo, bupati memisahkan diri dari rombongan gubernur. Rombongan gubernur keluar dari Banjarejo lewat wilayah Kecamatan Gabus. Sedangkan bupati serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono mengambil jalur kiri melewati wilayah Kecamatan Ngaringan.

Dari Banjarejo menuju kawasan Bendung Dumpil saat ini memang ada pekerjaan perbaikan jalan. Progres pekerjaan dengan konstruksi beton baru berkisar 50 persen. Saat melintas di ruas jalan itu, bupati sempat berhenti untuk melihat hasil pekerjaan.

Dalam kesempatan itu, bupati sempat meminta Subiyono untuk bersikap tegas. Yakni, jangan mentoleransi rekanan yang mengerjakan proyek tidak sesuai ketentuan.

“Kalau hasil pekerjaannya jelek ambil tindakan tegas pada kontraktornya. Alokasi dana perbaikan jalan ini kita anggarkan sangat besar dan hasilnya juga harus bagus karena sudah dinantikan masyarakat,” tegasnya.

Selain proyek jalan ruas Banjarejo-Dumpil, bupati juga sempat mengecek perbaikan ruas jalan Pendem-Bandungsari. Perbaikan di ruas jalan ini juga dibiayai dari dana alokasi khusus senilai Rp 4 miliar.

Subiyono menyatakan, dalam pengawasan proyek pihaknya juga mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri Grobogan melalui TP4D. Pendampingan itu diperlukan agar pelaksanaan proyek, khususnya perbaikan jalan berjalan sesuai aturan, mulai dari awal hingga akhir.

“Pemkab memang menjalin kerja sama dengan pihak kejaksaan untuk mengawal proyek pembangunan yang dibiayai APBD atau APBN. Dengan adanya pendampingan ini, kita harapkan semua pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak kerja. Jadi, ketika dalam pelaksanaan tidak sesuai ketentuan maka kita ambil sikap tegas pada rekanan,” tegasnya.

Subiyono menegaskan, sejauh ini pihaknya sudah meminta beberapa kontraktor proyek perbaikan untuk mengganti rigit beton di sejumlah titik pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Alasannya, pada titik tersebut terdapat keretakan.

“Dari hasil monitoring lapangan yang kita lakukan beberapa waktu lalu memang ada pekerjaan yang retak-retak. Pihak kontraktor sudah kita panggil dan kita minta segera dibongkar dan dibeton ulang. Jadi, kita tidak main-main dalam mengawasi pekerjaan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Baru, Tiga Pasar Tradisional di Rembang Akan Diperbaharui dengan Tampilan Modern

Pasar Sarang, salah satu pasar di Kabupaten Rembang yang akan direnovasi pada tahun 2016 ini. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Pasar Sarang, salah satu pasar di Kabupaten Rembang yang akan direnovasi pada tahun 2016 ini. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pemkab Rembang akan melakukan renovasi terhadap tiga pasar yang berada di wilayah kabupaten setempat. Tiga pasar yang dimaksud, yaitu Pasar Sarang, Pasar Pandangan, dan Pasar Lasem.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Menurutnya, ketiga pasar itu akan segera direnovasi pada tahun 2016 dengan total anggaran mencapai Rp 21 miliar lebih. ”Insya Allah, mulai april nanti kita genjot renovasi tiga pasar tersebut,” ujarnya.

Rinciannya, lanjut Hafidz, renovasi Pasar Sarang dilakukan secara total dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Sedangkan Pasar Lasem direnovasi dengan anggaran Rp 2,2 miliar. Sedangkan untuk Pasar Pandangan, dianggarkan dari dua sumber pendanaan, yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) dan bantuan Pemprov Jateng dengan total Rp 9,2 miliar.

”Untuk anggaran Pasar Sarang 10 miliar. Kalau Pasar Lasem yang sempat tertunda, anggarannya 2,2 miliar. Sedangkan untuk Pasar Pandangan, dari DAK ada 3,7 miliar dan dari Provinsi 5,5 miliar,” beber Hafidz.

Hafidz menyebut, pembangunan ketiga pasar tersebut menggunakan konsep tradisional semi modern. Yakni dengan menjual produk lokal namun secara tampilan dan kebersihan sudah beda dengan pasar tradisional pada umumnya.

”Dari ketiga pasar itu, kami akan memulai membuat pasar-pasar tradisional semi modern. Jadi, isinya merupakan produk lokal tapi tampilan dan kebersihannya konsep modern, bersih dan tidak kumuh,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Lebaran Nanti Warga Bisa Cicipi Mulusnya Jalan Pati-Gembong

Sejumlah pekerja tengah melakukan pengaspalan di Jalan Pati-Gembong. Hal ini dilakukan agar jalur alternatif tersebut bisa dilewati dengan lancar saat Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pekerja tengah melakukan pengaspalan di Jalan Pati-Gembong. Hal ini dilakukan agar jalur alternatif tersebut bisa dilewati dengan lancar saat Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Perbaikan jalan Pati-Gembong dikebut sepekan sebelum Lebaran. Selain sebagai aktivitas warga untuk merayakan Lebaran, jalan tersebut menjadi jalur alternatif Pati-Kudus.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, Jumat (10/7/2015), arus lalu lintas di Jalan Pati-Gembong mulai padat. Sebagian besar jalan tersebut didominasi mobil dan kendaraan roda dua.

Kepala Bidang Binamarga DPU Pati Ahmad Faisal mengatakan, perbaikan jalan meliputi penambalan jalan yang berlubang dengan aspal goreng (hotmix). Dengan begitu, arus lalu lintas di kawasan jalan wisata tersebut diharapkan lancar menjelang hingga sesudah Lebaran.

“Kami sudah melakukan penambalan di sejumlah jalan yang berlubang maupun retak. Sebagian besar penambalan dilakukan di pinggir bahu jalan. Masalahnya, jalan tersebut sedikit rusak dan bergelombang di bagian pinggir,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya memastikan jalur alternatif tersebut kondisinya sudah baik dan layak digunakan saat Lebaran. Kendati begitu, ia mengaku jalan tersebut memang mudah rusak lantaran air dari dataran tinggi mengalir melalui jalan. Hal tersebut disebabkan minimnya drainase di Jalan Pati-Gembong.

“Kami akui jalan di daerah ini cepat rusak, retak, dan berlubang. Soalnya, kalau musim hujan atau banjir kiriman, air tidak mengalir lewat drainase, tetapi langsung memapar jalan dari kawasan yang lebih tinggi,” imbuhnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)