Truk Muatan Besi yang Direkayasa Dirampok Kini Sudah Diamankan Polisi

Petugas menunjukkan barang bukti truk yang sebelumnya sempat digondol pelaku “perampokan” beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Truk tronton Nopol L 9599 UF yang disopiri Taufik Ichwan Gozali (30) Warga Dukuh Sejan RT 06 RW 13 Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini telah diamankan polisi di Mapolres Rembang.

Truk tersebut merupakan salah satu barang bukti tindak kejahatan rekayasa perampokan yang dilakukan sopirnya, yakni Taufik bersama beberapa temannya. Taufik, beberapa hari lalu ditemukan warga di di pinggir jalan jalur Pantura, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut dan mata tertutup lakban.

Pada saat ditemukan, Taufik mengaku jika dirinya dirampok, dan mobil truk bermuatan besi 23 ton yang dikendarainya katanya digondol perampok. Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus ini, terungkap jika peristiwa perampokan ini hanyalah rekayasa. Taufik ternyata hanya berpura-pura dibius dan disekap yang selanjutnya dibuang di Jalan Tireman-Pamotan, tepatnya di Desa Padaran.

Baca juga : Perampokan Sopir Truk di Rembang Ternyata Hanya Rekayasa

Kasat Reskrim Polres Rembang AKB Ibnu Suka mengatakan, pihaknya sudah mengamankan truk tersebut. Truk tronton yang sempat dibawa lari pelaku ditemukan di sebuah SPBU wilayah Demak, yakni di SPBU Wono Salam.

“Truknya sudah berhasil kita amankan. Pelaku, yakni sopir serta dua pelaku lainnya sudah diamankan. Untuk dua pelaku lainnya berhasil ditangkap di Nganjuk, Jawa Timur, dan akan dibawa ke Mapolres Rembang,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Perampokan Sopir Truk di Rembang Ternyata Hanya Rekayasa

Petugas kepolisian dari Polsek Rembang sedang melakukan olah TKP beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Masih ingat dengan seorang sopir truk yang ditemukan warga di pinggir jalan jalur Pantura, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut dan mata tertutup lakban, yang ngakunya telah dirampok?

Ternyata kasus perampokan tersebut hanya rekayasa. Sopir truk tronton Nopol L 9599 UF bernama, Taufik Ichwan Gozali (30) Warga Dukuh Sejan RT 06 RW 13 Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tersebut ternyata hanya berpura-pura dibius dan disekap yang selanjutnya dibuang di Jalan Tireman-Pamotan, tepatnya di Desa Padaran.

Kasus ini terungkap, setelah polisi melakukan penyelidikan dan menemui adanya kejanggalan dengan peristiwa tersebut. Hal ini semakin terang, setelah dua rekan Taufik yang telah bersekongkol dalam kasus ini diamankan di Polres Nganjuk, Jatim.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Ibnu Suka melalui Kaur Bina Operasi Satreskrim Iptu M Edi Sismanto mengatakan, pihaknya kini telah menetapkan 3 orang tersangka, salah satunya yakni sopir truk tronton tersebut. ”Benar. Kami menangkap tiga orang sebagai tersangka kasus perampokan yang ternyata rekayasa, termasuk sopir truk tronton,” ungkapnya.

Baca juga : Tangan dan Kaki Diikat, Mata Dilakban, Sopir Truk Ini Kemudian Dibuang di Pinggir Jalan

Sopir truk tersebut, katanya, telah memberikan laporan palsu kepada pihak polisi. Sedangkan 2 tersangka lain berperan melarikan truk bermuatan besi, dan keduanya sudah ditangkap di Nganjuk, Jawa Timur, beberapa hari lalu.

Ia juga memastikan, truk tronton yang sempat dibawa lari pelaku sudah ditemukan di sebuah SPBU wilayah Demak. Saat ini truk tersebut sudah dibawa kembali ke Polres Rembang sebagai barang bukti. Namun muatan besi 23 ton di truk tersebut sudah hilang lantaran dijual pelaku ke seseorang yang berada di Kabupaten Kudus.

“Awal mula pengungkapan kasus ini adalah saat kami melakukan olah TKP dengan cermat. Di sana kami menemukan sejumlah kejanggalan dan sudah mulai mencurigai kasus ini rekayasa,” ungkap dia.

Baca juga : Ini Kronologi Penyekapan Sopir Truk yang Kemudian Dibuang di Pinggir Jalan

Ia menyebutkan, beberapa hal yang membuat polisi yakin kasus ini rekayasa adalah tidak adanya luka menonjol yang terdapat pada tubuh sopir. Padahal, jika benar ia dibius dan dibuang setidaknya ada bagian tubuhnya yang memar atau lecet.

Edi juga memastikan, pengakuan sopir yang sempat dibius adalah bohong. Tidak ditemukan adanya bekas obat bius yang merasuk pada tubuh sopir. “Kasus ini masih kami dalami. Nanti sopir akan kami kenai dengan pasal laporan dan keterangan palsu,” katanya.

Editor : Kholistiono

Maling yang Sikat Uang Nasabah Bank di Rembang Ini Ternyata Kakak Beradik

Dua pelaku pencurian dengan modus menggembosi ban mobil diamankan polisi. Kedua pelaku merupakan kakak beradik yang berasal dari OKI (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dua pelaku pencurian dengan modus gembos ban di Jalan Kartini Rembang, Selasa (7/3/2017) kemarin, diketahui bernama M Yusuf (34), warga Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung dan Oki Salman alias Nopi Yanto (30) warga Kelurahan Jua-jua, Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Informasinya, pelaku merupakan kakak beradik.

Pelaku melakukan pencurian uang milik Yani Wahono (31) warga Desa Manggar RT 03 RW 1 Kecamatan  Sluke,Kabupaten Rembang. Uang sebanyak Rp 104 juta tersebut, baru saja diambil dari BCA Cabang Rembang.

Berdasarkan pengakuan Wahono, ia dikelabui maling yang diduga menggembosi ban belakang mobilnya bagian kiri. Mobil pikap jenis Daihatsu Grand Max warga hitam dengan nomor polisi K 1695 UD miliknya, tiba-tiba saja kempis.

“Usai mengambil uang dari BCA sekitar pukul 10.00 WIB, saya mampir ke toko Sinar untuk membeli charger handphone. Usai beli charger itu, saya kembali ke mobil yang terparkir di depan Toko Busana Diamer, tak jauh dari toko charger. Lalu saya coba charger baru itu di mobil,” ujarnya.

Ketika itulah, katanya, seorang tukang parkir memberitahu jika ban mobil bagian belakang kempis. Kemudian, Wahono turun mengecek, sekaligus membawa peralatan dongkrak untuk mengganti ban. Sedangkan  tas yang berisi uang Rp104 juta yang baru diambil dari bank, masih ditaruh di atas jok mobil.

Pada saat itu mengganti ban itulah, Wahono melihat seorang laki-laki berada di samping setir mobilnya, lalu mengambil tas berisi uang. Seketika, dirinya teriak maling. Pelaku yang mengambil tas berisi uang tersebut lari ke arah pelaku lain yang sedang menunggu di atas sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna merah dengan nomor polisi BH 3457 YG.

Baca juga : Gembosi Ban Mobil, Maling Coba Bawa Kabur Duit Rp 104 Juta yang Baru Diambil dari Bank

Sambil berteriak, korban kemudian melemparkan kunci roda yang dipegangnya ke arah pelaku yang bawa uang. Pelaku pun terjatuh. Sedangkan, pelaku lain yang berusaha kabur akhirnya ditangkap warga yang berada di lokasi kejadian. Polisi pengamanan Bank Jateng yang sedang siaga di lokasi setempat, pun ikut membekuk pelaku.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, untuk modus pencurian, pelaku melakukan penggembosan ban mobil terlebih dahulu. “Diduga kedua pelaku ini sudah membuntuti korban. Sehingga bisa tepat melakukan operasinya. Yakni mengempisi ban kiri sebelah belakang. Dan akhirnya mengambil uang korban dari pintu depan kanan atau dekat stir,” katanya.

Dalam hal ini, selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp 104 juta, buku tabungan BCA dan mobil pikap K 1695 UD milik korban.  Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti sejumlah Rp 2.722.000 dan sepeda motor Yamha Vixion BH  3457 YG milik pelaku.

Sementara itu, salah satu pelaku, M. Yusup mengaku, bahwa ia melakukan aksi pencurian di Rembang baru kali pertama.

Editor : Kholistiono

Polisi Bekuk 3 Perampok Truk Pengangkut Kayu Jati Milik Perhutani KPH Cepu

upload jam 1745 perampok (e)

Barang bukti kayu yang berhasil disita oleh Polres Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Tim Resmob Polres Blora bekerjasama dengan Polsek Kedungtuban berhasil membekuk tiga kawanan perampoktruk pengangkut glondongan kayu jati milik Perhutani KPH Cepu terjadi di Jl.Cepu-Randublatung tepat di Dukuh Klompok, Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, Blora, yang terjadi pada Rabu, (6/4/2016), sekitar pukul 23.30 WIB.

Selain tiga pelaku tersebut, sampai saat ini masih ada enam tersangka yang masih buron.Pihak kepolisian sendiri masih terus melakukan pencarian untuk mengendus keberadaan pelaku, yang hingga kini masih diketahui titik terangnya.

Untuk ketiga pelaku yang telah diamankan adalah, Sutikno (26). Dalam aksinya, ia bertugas mengawasi jalur yang akan dilaluinya bersama kawanan pencuri kayu yang lain. Kemudian, Sutaji (26) dan Sandi (45) yang ketiganya merupakan warga Dusun Mahpring, Desa Kalisari, Kecamatan Randublatung. Untuk Sandi, berperan menyandera dan menyekap korban dalam aksinya.

Selain itu, Polres Blora juga berhasil mengamankan 65 batang kayu jati dengan kubikasi 6,250 meter kubik yang saat ini sudah berada di Mapolres Blora. Sebelumnya, kawanan pencuri menggasak 103 batang kayu dengan kubikasi 8.010 meter kubik, dan juga truk pengangkut kayu dengan nopol S 8748 A .

Truk ini, ditemukan di tepi Jalan Ngliron, Kecamatan Randublatung dalam keadaan kosong, karena sebagian besar kayu sudah diturunkan di Dukuh Karanganyar dan 2 batang kayu jati yang berukuran ukuran besar dengan kubikasi kurang lebih 2 meter kubik masih dalam pencarian.

Sejumlah barang bukti lain yang disita pihak Polres Blora yakni satu unit sepeda motor Suzuki Smashwarna hitam lis merah, tanpa nomor polisi milik Sutaji, dua buah pedang berukuran panjang sekira satu meter bertangkai kayu dan satu pedang lagi berukuran panjang sekira 65 sentimeter bertangkai kayu berbentuk kepala burung.

Diketahui, perampokan truk pengangkut kayu jati milik Perhutani KPH Cepu berawak ktika truk yang memuat kayu jati hasil produksi dari kawasan hutan untuk dibawa ke Tempat Panampungan Kayu (TPK) Batokan, terpaksa harus menginap di dekat tebangan karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB dan TPK sudah tutup. Kemudian, truk dijaga dua petugas piket jaga BKPH Pucung, yakniMandor RPK Mohamad Sahri dan Mandor Tanam Rustanto.

Ketika sedang berjaga-jaga, tidak diduga pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB, Mohamad Sahri dan Rustanto didatangi kawanan perampok, yang semuanya menggunakan cadar hitam yang langsung menganiaya keduanya dengan menggunakan senjata tajam berupa pedang.

Selanjutnya, Mohamad Sahri dan Rustanto disandera dan dibawa ke arah Randublatung menggunakan kendaraan sepeda motor dan diturunkan di Dukuh Kediren, Desa Ploso, Randublatung. Sebelum pergi meninggalkan keduanya, kawasanan perampok juga merampas semua barang milik keduanya.

Sekitara pukul 02.00 WIB, kemudian keduanya mencoba kembali ke petak 3109 dengan menumpang truk yang lewat, dan kemudian melaporkan semua kejadian yang baru saja dialami ke Asper atau BKPH Pucung Sungkono dan ke Polsek Kedungtuban.

Berbekal laporan tersebut, tim kemudian melakukan penyelidikan terhadap keberadaan para pelaku. Setelah didapatkan informasi persembunyian pelaku, tim langsung turun ke lokasi guna melakukan penangkapan.

“Tim mendapatkan para pelaku di tempat persembunyian mereka di kebun tebu di Desa Kalisari belum lama ini. Sementara, yang berhasil kita tangkap ada tiga, dan yang enam lainnya masih buron,” kata Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kasat Reskrim AKP Asnanto.

Editor : Kholistiono

Ini Detik-detik Perampokan Juragan Emas Asal Desa Grogolan di Jalan Raya Tayu-Juwana

Petugas kepolisian tengah melakukan olah TKP di tempat perampokan juragan emas di Jalan Tayu-Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian tengah melakukan olah TKP di tempat perampokan juragan emas di Jalan Tayu-Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB, Subandi (42), warga Desa Grogolan, Dukuhseti, Pati bergegas berangkat ke Desa Bulumanis untuk keperluan dagang dengan membawa emas batangan 550 gram dan uang senilai Rp 35 juta.

Emas batangan dan uang itu dimasukkan ke dalam tas, kemudian dimasukkan lagi ke dalam jaket. Namun, sang perampok rupanya sudah mengintainya sedari awal.

Sampai di Jalan Raya Tayu-Juwana, Desa Margomulyo, Tayu, Subandi tiba-tiba disalip dua orang yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter dan menghadangnya. Tak butuh waktu lama, Subandi tumbang setelah sepeda motor yang ia kendarai ditendang dua orang pelaku.

“Kedua pelaku merebut tas korban dan diserahkan kepada satu orang lagi temannya yang menggunakan sepeda motor lainnya. Setelah tas yang berisi emas batangan dan uang Rp 35 juta itu dibawa lari satu orang, dua orang yang sejak awal menghadangnya tiba-tiba memukuli dan menghantamkan batu sungai pada bagian wajah korban,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Jumat (4/3/2016).

Akibat hantaman itu, korban mengalami memar pada bagian wajah dan bibirnya mengalami luka robek. Dalam kondisi tak berdaya, seorang yang kebetulan melintas membawanya ke Rumah Sakit Islam Margoyoso Pati.

Kendati tidak sampai memakan korban jiwa, tetapi aksi perampokan brutal di siang bolong itu membuat korban mengalami kerugian material senilai Rp 200 juta.

“Harga emas batangan sebanyak 550 gram yang berhasil dilarikan perampok nilainya Rp 165 juta. Belum lagi uang tunai yang dibawa senilai Rp 35 juta,” imbuhnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus itu. Olah tempat kejadian perkara (TKP) pun sudah dilakukan. “Sampai sekarang, korban masih mendapatkan perawatan intensif dan belum melaporkan kejadian itu kepada kami. Namun begitu, kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Juragan Emas Asal Grogolan Pati Dirampok, Uang Rp 35 Juta dan Emas Batangan Raib

Juragan Emas Asal Grogolan Pati Dirampok, Uang Rp 35 Juta dan Emas Batangan Raib

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi (kiri) menunjuk TKP perampokan juragan emas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi (kiri) menunjuk TKP perampokan juragan emas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Nasib nahas menimpa Subandi (42), warga Desa Grogolan RT 7 RW 1, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Tak hanya emas dan uang puluhan juta yang ia bawa dirampok di Jalan Raya Tayu-Juwana, tubuhnya babak belur dihajar dua perampok.

Kejadian itu bermula, saat Subandi berangkat dari rumah menuju Desa Bulumanis, Margoyoso mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah dengan membawa emas lantakan atau emas batangan dan uang tunai senilai Rp 35 juta.

Tak disangka, Subandi ternyata menjadi target perampokan dari kawanan perampok yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya. Saat di Jalan Raya Tayu-Juwana, Desa Margomulyo, Tayu, Subandi disalip dua orang yang menggunakan sepeda motor Jupiter.

“Saat korban berhenti, kawanan perampok menendang sepeda motor korban hingga terjatuh. Tasnya yang berisi 550 gram emas dan uang senilai Rp 35 juta dirampas. Korban sendiri dipukuli menggunakan batu kali pada bagian wajah hingga memar,” ujar Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi kepada MuriaNewsCom, Jumat (4/3/2016).

Peristiwa itu berlangsung pada Kamis (3/3/2016) sekitar pukul 11.00 WIB. “Korban masih dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Kejahatan semacam ini tidak akan kami biarkan. Kami sudah melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Ada Tragedi Penyanderaan Polisi, Ini Kenapa Personel yang Diturunkan untuk Merazia Motor Bodong di Desa Grogolan Dukuhseti Capai Ratusan

Kawanan Pencuri yang Gasak Uang di Dalam Mobil Rusmadi Diketahui Kendarai Sepeda Motor Mio

Kasubbag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati tengah berbincang dengan korban yang melaporkan kejadian peristiwa pencurian uang Rp 30 juta. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasubbag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati tengah berbincang dengan korban yang melaporkan kejadian peristiwa pencurian uang Rp 30 juta. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kawanan pencuri yang berhasil membobol mobil Xenia dan menggasak uang Rp 30 juta dalam tas hitam milik pasangan suami istri Rusmadi dan Supat Mulia, warga Desa Muktiharjo, Margorejo, Pati diketahui menggunakan kendaraan matik Yamaha Mio berwarna hijau, Kamis (22/10/2015).

Usai membobol dan mengambil uang, kawanan pencuri itu membuang tas hitam milik korban di sebuah kebun pisang di Desa Winong, Kecamatan Pati. Aksi itu ternyata diketahui sejumlah bocah yang kebetulan berada di tempat tersebut.

“Waktu itu saya bermain dengan teman saya. Tiba-tiba ada dua orang berboncengan pakai motor Mio berwarna hijau membuang tas hitam. Saya dekati dan saya ambil. Ada buku tabungan, sehingga langsung saya antarkan ke tempat pemilik,” ujar NN (13), seorang bocah yang menemukan tas hitam kepada MuriaNewsCom.

Kedua bocah tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Pati untuk dimintai keterangan. Dari informasi kedua bocah tersebut, polisi melakukan identifikasi yang akan ditindaklanjuti dari laporan korban.

“Kasus itu sudah kami tangani. Mobil yang dibobol sudah diperiksa. Kami berharap pelaku bisa ditangkap secepatnya,” ujar Kasubbag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Ditinggal Makan, Uang Rp 30 Juta di Dalam Mobil Digasak Perampok

Rusmadi dan Supat Mulia, warga Perumahan Rendole Indah RT 5 RW 6, Muktiharjo, Margorejo, Pati melaporkan ke pihak polisi usai mobilnya dibobol kawanan perampok. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Rusmadi dan Supat Mulia, warga Perumahan Rendole Indah RT 5 RW 6, Muktiharjo, Margorejo, Pati melaporkan ke pihak polisi usai mobilnya dibobol kawanan perampok. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Dua orang perampok menggasak uang senilai Rp 30 juta milik pasangan suami istri Rusmadi (61) dan Supat Mulia (53), warga Perumahan Rendole Indah RT 5 RW 6, Muktiharjo, Margorejo, Pati, Kamis (22/10/2015).

Kejadian bermula, saat Rusmadi dan istrinya mengambil uang dari Bank Mandiri di Jalan Kolonel Sunandar Pati. Usai dari bank, keduanya mampir di sebuah warung di depan RS Mitra Bangsa.

Tak disangka, pintu mobil milik Rusmadi yang berisi uang Rp 30 juta dibobol kawanan perampok. Ironisnya, kejadian itu berlangsung cepat dan tidak ada yang tahu. Padahal, kawasan tersebut terbilang sangat ramai.

Sesampainya di rumah, kedua pasutri tersebut baru sadar jika pintu mobilnya sudah dalam keadaan rusak. Seketika, Rusmadi memeriksa barang-barang dalam mobil. Keduanya terkejut bukan kepalang, uang Rp 30 juta di dalam tas hitam yang baru saja diambilnya dari Bank Mandiri raib.

“Saya tidak tahu sama sekali. Tiba-tiba sampai rumah, pintu mobil ternyata sudah rusak akibat dicongkel paksa. Uang yang baru saja saya ambil dari Bank Mandiri hilang,” tuturnya kepada MuriaNewsCom.

Ia berharap, pihak kepolisian bisa menangkap kawanan pencuri itu. Pasalnya, kawanan pencuri tersebut dipastikan akan beroperasi dengan modus yang sama dengan target yang berbeda. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Sebelum Sikat Harta dan Perhiasan, Perampok Sempat Mengikat Korban

Kondisi Rustriati di RS Soewondo Pati, Selasa (14/7/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Kondisi Rustriati di RS Soewondo Pati, Selasa (14/7/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho HP melalui Kasat Reskrim AKP Agung Setyo Budi menyampaikan, pelaku perampokan di rumah Rustriati, warga Plangitan, RT 2 RW 1, Kecamatan Pati Kota, datang ke TKPdengan menggunakan sepeda motor merek Yamaha Mio. Lanjutkan membaca