Begal Truk di Rembang Tewas Nyemplung Jurang saat Hindari Kejaran Polisi

Jasad Agus alias Jabrik saat ditemukan polisi di jurang Desa Langgar, Kecamatan Sluke. Pelaku akan melakukan pembegalan terhadap sopir truk di kawasan Lasem. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Agus alias Jabrik (37), salah satu pelaku yang akan melakukan pembegalan terhadap sopir truk tewas terjatuh ke jurang di kawasan Desa Langgar, Kecamatan Sluke, Jumat (2/6/2017). Warga Desa Kauman, Kecamatan Lasem itu, terjatuh ke jurang sedalam 8 meter saat berlari menghindari kejaran polisi.

Sementara satu rekan pelaku yakni, Rahmad, warga Desa Soditan, Kecamatan Lasem, berhasil dibekuk polisi, ketika juga akan berusaha melarikan diri.

Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa upaya pembegalan tersebut terjadi ketika truk bernomor BD 8653 KE yang dikemudikan oleh Suparman warga Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, dengan tujuan Bengkulu-Surabaya, melintas di pertigaan lampu merah Lasem.

Ketika di tempat ini pada Jumat (2/6/2017), sekitar pukul 21.15 WIB, truk bermuatan perabotan rumah tangga tersebut tiba-tiba dipepet dua orang yang mengendarai sepeda motor jenis RX King bernomor polisi K 4555 KE.

Pengendara sepeda motor tersebut meminta agar truk yang dikendarai Suparman itu berhenti. Namun oleh Suparman, tak mau menghentikan kendaraannya, karena curiga pengendara tersebut akan melakukan tindakan kejahatan.

“Mereka itu sampai empat kali menghentikan saya, tapi saya tak mau berhenti. Karena saya curiga mereka ini akan bertindak jahat. Sebab, di bagian belakang pinggang mereka saya melihat sesuatu yang menonjol seperti celurit,” ujar Suparman.

Meski terus dipepet, namun sopir tersebut terus melajukan kendaraannya, hingga akhirnya sampai di Mapolsek Sluke. Suparman akhirnya turun dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi yang berjaga.

Mendapatkan laporan tersebut, polisi jaga yakni Bripka Didik dan Bripka Dodik lalu melakukan pengejaran terhadap pelaku dengan menggunakan mobil police backbone dengan ditemani sopir truk untuk menunjukkan arah pelaku.

Dalam pengejaran tersebut, yang awalnya pelaku kabur ke arah timur, tiba-tiba berbalik arah, dan polisi dan pelaku berpasasan di wilayah Jati Sari. Melihat pelaku, kemudian polisi langsung menggejar polisi

“Ketika berpasasan di Jatisari, kita sempat memberhentikannya sebanyak dua kali. Yakni di depan SD dan BRI. Tapi, pelaku tak menghiraukan kami, dan justru terus melajukan kendaraannya dengan kencang,” kata Bripka Didik.

Tak mau buruannya hilang, polisi juga tancap gas, dan sempat menghadangnya di pertigaan Sluke, yakni arah Desa Langgar. Polisi pun meminta keduanya berhenti, namun tetap tak dihiraukan pelaku. Hingga akhirnya, polisi dapat menghentikan keduanya di area Gapura Desa Langgar. Kedua pelaku pun turun dari kendaraan.

“Satu dari pelaku yakni Agus, turun dan tiba-tiba menodongkan celurit kepada kami, dan berupaya mendekati kami untuk membacok. Tapi kami tak gentar. Saya pun kemudian memberikan tembakan peringatan ke atas,” imbuh Bripka Didik.

Saat ada tembakan peringatan itu, Agus langsung melarikan diri sambil melemparkan senjatanya. Ketika berlari itu, tak disangka oleh Agus, ternyata di depanny ada jurang, sehingga terjatuh ke jurang dan akhirnya meninggal.

Sementara itu, pelaku lainnya atas nama Rahmad dapat ditangkap polisi dengan tanpa perlawanan. Di sisi lain, jasad Agus yang terjatuh ke jurang dapat ditemukan polisi pada Sabtu (3/6/2017) dini hari.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengimbau, kepada semua warga dan para pengguna jalan pantura, untuk tidak ragu melapor ke polisi jika melihat adanya tindakan kejahatan.

“Bilamana mereka mengalami ha serupa, maka bisa melaporkan ke polsek terdekat. Dan jika disuruh berhenti, maka jangan mau dan terus lajukan kendaraan hingga menjumpai polsek terdekat untuk segera malapor,” imbaunya.

Editor : Kholistiono

Truk Muatan Besi yang Direkayasa Dirampok Kini Sudah Diamankan Polisi

Petugas menunjukkan barang bukti truk yang sebelumnya sempat digondol pelaku “perampokan” beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Truk tronton Nopol L 9599 UF yang disopiri Taufik Ichwan Gozali (30) Warga Dukuh Sejan RT 06 RW 13 Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini telah diamankan polisi di Mapolres Rembang.

Truk tersebut merupakan salah satu barang bukti tindak kejahatan rekayasa perampokan yang dilakukan sopirnya, yakni Taufik bersama beberapa temannya. Taufik, beberapa hari lalu ditemukan warga di di pinggir jalan jalur Pantura, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut dan mata tertutup lakban.

Pada saat ditemukan, Taufik mengaku jika dirinya dirampok, dan mobil truk bermuatan besi 23 ton yang dikendarainya katanya digondol perampok. Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus ini, terungkap jika peristiwa perampokan ini hanyalah rekayasa. Taufik ternyata hanya berpura-pura dibius dan disekap yang selanjutnya dibuang di Jalan Tireman-Pamotan, tepatnya di Desa Padaran.

Baca juga : Perampokan Sopir Truk di Rembang Ternyata Hanya Rekayasa

Kasat Reskrim Polres Rembang AKB Ibnu Suka mengatakan, pihaknya sudah mengamankan truk tersebut. Truk tronton yang sempat dibawa lari pelaku ditemukan di sebuah SPBU wilayah Demak, yakni di SPBU Wono Salam.

“Truknya sudah berhasil kita amankan. Pelaku, yakni sopir serta dua pelaku lainnya sudah diamankan. Untuk dua pelaku lainnya berhasil ditangkap di Nganjuk, Jawa Timur, dan akan dibawa ke Mapolres Rembang,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Gembosi Ban Mobil, Maling Coba Bawa Kabur Duit Rp 104 Juta yang Baru Diambil dari Bank

Dua pelaku pencurian dengan modus gembosi ban mobil diamankan polisi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Yani Wahono (31) warga Desa Manggar RT 03 RW 1 Kecamatan  Sluke,Kabupaten Rembang menjadi korban pencurian dengan modus gembos ban di Jalan Kartini Rembang, Selasa (7/3/2017). Wahono nyaris kehilangan uang sebanyak Rp 104 juta yang baru saja diambilnya dari BCA Cabang Rembang.

Berdasarkan pengakuan Wahono, ia dikelabui maling yang diduga menggembosi ban belakang mobilnya bagian kiri. Mobil pikap jenis Daihatsu Grand Max warga hitam dengan nomor polisi K 1695 UD miliknya, tiba-tiba saja kempis.

“Usai mengambil uang dari BCA sekitar pukul 10.00 WIB, saya mampir ke toko Sinar untuk membeli charger handphone. Usai beli charger itu, saya kembali ke mobil yang terparkir di depan Toko Busana Diamer, tak jauh dari toko charger. Lalu saya coba charger baru itu di mobil,” ujarnya.

Ketika itulah, katanya, seorang tukang parkir memberitahu jika ban mobil bagian belakang kempis. Kemudian, Wahono turun mengecek, sekaligus membawa peralatan dongkrak untuk mengganti ban. Sedangkan  tas yang berisi uang Rp104 juta yang baru diambil dari bank, masih ditaruh di atas jok mobil.

Pada saat itu mengganti ban itulah, Wahono melihat seorang laki-laki berada di samping setir mobilnya, lalu mengambil tas berisi uang. Seketika, dirinya teriak maling. Pelaku yang mengambil tas berisi uang tersebut lari ke arah pelaku lain yang sedang menunggu di atas sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna merah dengan nomor polisi BH 3457 YG.

Sambil berteriak, korban kemudian melemparkan kunci roda yang dipegangnya ke arah pelaku yang bawa uang. Pelaku pun terjatuh. Sedangkan, pelaku lain yang berusaha kabur akhirnya ditangkap warga yang berada di lokasi kejadian. Polisi pengamanan Bank Jateng yang sedang siaga di lokasi setempat, pun ikut membekuk pelaku.

“Saat mereka lari ke arah selatan, sambil mengejar pelaku, saya melemparkan kunci roda ke pelaku. Alhamdulillah pelaku yang membonceng atau yang mengambil uang saya ini langsung terjatuh,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

4 Kawanan Perampok di Tambak Udang di Desa Dasun Rembang Dibekuk Polisi

Empat perampok di tambak udang di Desa Dasung, Kecamatan Lasem, saat diamankan di Mapolres Rembang. (Dok.Humas Polres Rembang)

Empat perampok di tambak udang di Desa Dasung, Kecamatan Lasem, saat diamankan di Mapolres Rembang. (Dok.Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Empat kawanan perampok di tambak udang milik Andika Bahtiar (37) di Desa Dasun, Kecamatan Lasem, dibekuk petugas Satreskrim Polres Rembang bersama Unit Reskrim Polsek Lasem pada Minggu (09/10/2016).

Empat pelaku yang berhasil dibekuk tersebut yakni, Sugiono alias Gentolet (42) dan Agus Setiyawan (29) warga Desa Waru Kecamatan Rembang, Kusmari (37) warga Desa Binangun, serta Deni Ardian Musa (33) warga Desa Soditan Kecamatan Lasem. Keempatnya memiliki peran berbeda dalam aksi kejahatan tersebut.Polisi, kini juga masih memburu tiga pelaku lainnya.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasat Reskrim Polres Rembang Iptu Ibnu Suka mengatakan, peristiwa perampokan tambak udang tersebut terjadi pada Kamis (29/09/2016) lalu, sekitar pukuk 01.00 WIB.

Awalnya ada tujuh orang dengan mengenakan penutup wajah mendatangi tambak udang milik Andika, yang dijaga oleh Subandi (45) dan Daenuri (70). Kedua penjaga tambak tersebut kemudian langsung disergap dan diikat jadi satu. Setelah itu perampok tersebut menyikat 1 mesin pompa, 4 dinamo, serta 2 ponsel milik korban.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, empat pelaku yang berhasil kami amankan, kini menjalani proses hukum dan harus mendekam di sel tahanan Polres Rembang. Pelaku juga dikenakan pasal 365 KUHP,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, pelaku yakni Sugiono berperan utama dalam perampokan itu. Ia yang pertama menyergap penjaga tambak. Lelaki yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu juga yang mengalungkan celurit ke leher penjaga tambak. Saat ini barang bukti terkait perampokan itu disita polisi.

Barang bukti tersebut, antara lain 3 tali berwarna biru untuk mengikat korban, 5 potongan lakban, 1 mesin pompa, 4 dinamo, dan 2 ponsel milik korban. “Polres Rembang akan terus mendalami kemungkinan ada barang bukti lain yang masih disembunyikan. Tim kami masih terus melakukan penyidikan dan pengembangan atas curas, termasuk memburu pelaku yang kabur,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Rekonstruksi Pembunuhan Juragan Emas di Kaliori Tak Dihadiri Keluarga Korban, Ini Alasannya

Tersangka memeragakan adegan penyekapan terhadap istri korban pada saat rekonstruksi di rumah korban Desa Maguan, Kamis (08/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tersangka memeragakan adegan penyekapan terhadap istri korban pada saat rekonstruksi di rumah korban Desa Maguan, Kamis (08/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Polres Rembang menggelar rekontruksi kasus perampokan dan pembunuhan terhadap Sarno, juragan emas asal Dukuh Sawahan RT 01 RW 03, Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, Kamis (08/09/2016) siang.

Namun demikian, tak tampak keluarga besar korban yang menghadiri rekontruksi tersebut. Di situ hanya tampak sepupu korban, yakni Bambang Rubiyanto. Menurut Bambang, keluarga tak tega melihat adegan rekontruksi itu.

Bambang mengutarakan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja yang bisa mengungkap siapa pelaku perampokan dan pembunuhan itu.”Tentunya saya mengapresiasi dengan pengungkapan ini dan mereka juga bisa terangkap. Terlebih ada yang tertembak di kakinya,” kata Bambang.

Dari pantauan MuriaNewsCom, pria yang berdomisili di Desa Kalimulyo, Jakenan Pati itu melihat dan mengikuti setiap adegan tersangka yang diperagakan. “Untuk kasus ini saya serahkan dan percayakan kepada polisi saja. Dan saya minta supaya pelaku bisa dihukum secara maksimal dengan aturan yang ada,” harapnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai kejadian tersebut, dirinya menuturkan bahwa ketika itu yang mendiami rumah hanya korban yakni Sarno dan istrinya Damisih.

“Sebenarnya, sebelum kejadian perampokan ini, rumah ini didiami 4 orang. Yakni Sarno, Damisih, Fikroh (anak perempuan kedua) dan Suami Fikroh. Namun saat ada kejadian itu, Fikroh beserta suaminya ada urusan di luar. Mungkin karena sepi dan hanya tinggal dua orang inilah yang menjadi kesempatan para perampok itu masuk ke rumah,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk sementara ini, Damisih (istri korban) tinggal di wilayah Kuniran. Sebab rumah ini masih diperlukan oleh polisi untuk mengembangkan kasus tersebut.”Mudah-mudahan ini bisa lancar, dan terungkap semuanya kasus ini,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan dan Perampokan Juragan Emas di Kaliori Rembang

Dua tersangka AG (kiri) dan UB ketika memperagakan mencongkel pintu rumah milik korban ketika rekonstruksi yang digelar pada Kamis (08/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Dua tersangka AG (kiri) dan UB ketika memperagakan mencongkel pintu rumah milik korban ketika rekonstruksi yang digelar pada Kamis (08/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Polres Rembang menggelar rekonstruksi kasus perampokan dan pembunuhan terhadap Sarno, juragan emas yang merupakan warga Dukuh Sawahan RT 01 RW 03, Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, Kamis (08/09/2016) siang.

Dari pantauan MuriaNewsCom, puluhan petugas dari Polres Rembang yang datang mengawal dua tersangka yakni AG dan UB tiba di lokasi sekira pukul 10.40 WIB. AG dan UB yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye keluar dari mobil polisi dan langsung digiring menuju rumah korban.

Ratusan warga sekitar yang sudah menunggu di sekitar lokasi rekonstruksi langsung menyoraki tersangka sejak turun dari mobil hingga tiba di rumahnya. Polisi pun melakukan penjagaan agar warga tidak merangsek masuk mendekati tersangka.

“Untuk rekonstruksi ini, kita fokuskan bagaimana kronologi kejadian perampokan dan pembunuhan yang terjadi di dalam rumah. Sebenarnya, untuk pelaku yang beraksi di dalam rumah ini ada empat, namun yang kita bawa untuk rekonstruksi hanya dua orang, yakni AG dan UB. Sebab, JN sedang menjalani proses hukum di Polres Tuban, dan TN masih DPO. Peran keduanya digantikan petugas,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono.

Menurutnya, dalam rekonstruksi ini ada 33 adegan yang diperagakan pelaku, baik mulai dari pencongkelan pintu belakang menggunakan linggis hingga penyekapan dan pembunuhan terhadap Sarno.

Dalam adegan tersebut, terlihat jika AG merupakan eksekutor pembunuh dengan cara membenturkan kepala korban yakni Sarno ke lantai. Kemudian JN dan UB menyekap istri korban (Damisih) dengan tali plastik dan lakban. Sedangkan TN ikut membantu menggotong Sarno ke rumah bagian belakang seusai kepalanya dibenturkan oleh AG.

Sedangkan untuk para tersangka lainya yakni SW, HD dan TG akan mengikuti gelar rekonstruksi secara terpisah. Sebab ketiga tersangka itu beraksi di luar rumah. “Kemudian ada satu lagi, saya lupa inisialnya, yang berperan sebagai penadah, dan kini masih buron,” ujarnya.

Dalam kasus ini, menurut Eko, para pelaku terancam hukuman yang sangat berat. Polisi akan menjerat para pelaku dengan pasal 338 KUHP junto pasal 365 ayat (4) KUHP. Dengan jeratan pasal itu, para pelaku bisa terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Dalam pasal 338 KUHP disebutkan, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam pidana penjara paling lama 20 tahun. Sementara itu, dalam sub pasal 365 ayat (4) KUHP menjelaskan tentang ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup, atau 20 tahun, jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau kematian dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu,” kata Eko.

Ia menyebut, polisi tak akan berhenti mengembangkan kasus ini. Pihaknya akan menelusuri pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus itu. Termasuk para penadah yang membeli barang-barang hasil rampokan pelaku. “Selain tersangka, kami juga akan menelusuri hasil curian itu. Apakah ada penadah khusus atau yang lainnya,” tandasnya.

Perlu diketahui, perampokan dan pembunuhan terhadap juragan emas  ini terjadi pada Minggu (29/5/2016) dini hari. Sarno yang merupakan pemilik rumah, ketika itu meninggal karena dibunuh pelaku, sedangkan istri korban Damisih, ketika itu sempat disekap pelaku.

Editor : Kholistiono

Ini Identitas Pelaku Pencurian Handphone di Rembang yang Terlibat Aksi ‘Fast and Furious’

Syaiful Muluk, tersangka kasus pencurian handphone yang terlibat aksi kejaran-kejaran dengan polisi Rembang dan ditembaki polisi hinga mobilnya terbalik.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Syaiful Muluk, tersangka kasus pencurian handphone yang terlibat aksi kejaran-kejaran dengan polisi Rembang dan ditembaki polisi hinga mobilnya terbalik.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang –Tersangka pencurian handphone yang terlibat aksi “Fast and Furious” dengan aparat Polres Rembang, beberapa waktu lalu (20/1/2016), diketahui merupakan warga Sampang Madura.

Kedua tersangka yang mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih dengan nomor polisi S 1243 JL, yakni Syaiful Muluk (32) warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang dan seorang pria yang masih DPO alias buron berinisial A warga Nggresik, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang Madura.

Sejauh ini, pengakuan Muluk masih sering berubah-ubah dan mengbingungkan. Menurut pengakuannya, dia beraksi bersama tiga orang lainnya menggunakan dua mobil. Namun, ketiganya berhasil melarikan diri.”Empat orang dengan menggunakan dua mobil. Ketiga teman saya kabur,” kata Muluk ke awak media di Mapolres Rembang, Selasa (26/1/2016).

Namun, Muluk masih enggan mengakui terkait keterlibatannya dalam aksi kejaran-kejaran dengan polisi dan bahkan sempat menabrak dua kali mobil Resmob Polres Rembang yang menghadang di jalan. Muluk berdalih berada di hotel menunggu teman-temannya yang sedang beraksi. “Saya di Hotel Larasati menunggu teman-teman,” ujarnya.

Namun, ketika ditanyai terkait banyaknya luka sayatan di tangan dan kakinya, Muluk hanya bengong saja. Tidak mampu menjawab tentang penyebab luka kering yang seperti bekas sayatan daun tebu tersebut.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono menjelaskan, peran Muluk dalam kasus pencurian handphone, adalah sebagai eksekutor pengambil handphone Sony Eksperia Z3 milik korban. “SM berperan sebagai eksekutor, pengambil barang,” jelasnya.

Eko mengimbau kepada masyarakat Rembang untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak segan untuk melapor polisi ketika menjumpai hal yang mencurigakan. “Masyarakat Rembang agar lebih waspada dan berperan aktif mengawasi lingkungan sekitar, kalau ada gerak-gerik mencurigakan, diharapkan segera melapor,” imbaunya.

Editor : Kholistiono

1 Terduga Pelaku Kawanan Pencuri HP di Rembang Dikabarkan Tertangkap

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono bersama anggotanya ketika melakukan pengepungan di Pemakaman umum desa Gersimo, Pamotan, Rembang pada Rabu (20/1/2016) malam.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono bersama anggotanya ketika melakukan pengepungan di Pemakaman umum desa Gersimo, Pamotan, Rembang pada Rabu (20/1/2016) malam.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Satu orang yang diduga tersangka pencuri HP yang terlibat aksi kejar-kejaran dan tembak-tembakan hingga mobilnya terbalik,  dikabarkan berhasil ditangkap polisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, penangkapan tersebut sekira pukul 10.00 WIB, Kamis (21/1/2016). Salah satu anggota kepolisian melihat seorang yang mencurigakan sedang menaiki sebuah bus antardaerah di Clangapan, Rembang. Polisi tersebut kemudian membuntuti bus yang ditumpangi seseorang mencurigakan tadi.

Ketika bus berhenti, polisi memasuki bus tersebut dan meminta penumpang yang diduga pelaku pencurian untuk turun. Setelah dimintai keterangan, dugaan orang tersebut sebagai salah satu tersangka pencurian yang diburu itu menguat.

“Pelaku diduga asal Lamongan Jatim, karena dari keterangan yang bersangkutan mengaku hendak ke Lamongan. Pelaku juga diduga sudah berkali-kali melakukan aksi serupa,” kata salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, menurutnya nomor polisi pada kendaraan yang dipakai pelaku diduga palsu. Karena berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihak kepolisian, nomor plat mobil yang bersangkutan tidak ada. “Pakaian yang dikenakan tersangka saat ditangkap yaitu kaos putih,” tandasnya.

Pengejaran terhadap orang yang diduga kawanan pencuri itu sejak Rabu (20/1/2016). Bahkan, hingga pukul 22.00 WIB polisi masih mengepung lokasi yang diduga tempat persembunyian pelaku di perkebunan tebu daerah Gersimo dan sekitarnya.

Mobil yang dikendarai pelaku terbalik di Desa Gersimo Pamotan, Rembang, Rabu (20/2/2016) kemarin. (Facebook Mey Mad)

Mobil yang dikendarai pelaku terbalik di Desa Gersimo Pamotan, Rembang, Rabu (20/2/2016) kemarin. (Facebook Mey Mad)

Sekira pukul 22.20 WIB, ada informasi pelaku berada di Desa Ketangi, pihak kepolisian segera menyisir di wilayah tersebut. Hingga akhirnya, salah satu pelaku baru tertangkap di wilayah Kecamatan Lasem setelah menaiki bus dari Clangapan Kota Rembang, Kamis (21/1/2016) siang.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono kepada wartawan tidak banyak memberikan keterangan. Mengingat polisi masih mendalami kasus ini. Termasuk belum memberikan kejelasan adanya satu pelaku yang tertangkap. “Masih kami dalami kasus ini,” kata Eko.

Sebagai informasi, kasus pencurian HP bermula, korban Divo Ario Noercahyo (24) warga Perum Jati Jajar, Blok C8 Nomor 02 Simpangan, Kecamatan Tapos, Kabupaten Depok, Jabar, sedang beristirahat di di SPBU Dusun Kiringan, Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rabu (20/1/2016), sekitar pukul 04.00 WIB.

Divo hendak pulang dari Bali bersama kedua temannya, yakni Septi Reza (25) Warga Jalan H Najih RT 01 RW 06 Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, dan Aulia Reza (24) Warga Perum BSD Golden Vienna 1 Blok B2 nomor 10 Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota  Tangerang Selatan, Banten.

Sekira satu jam beristirahat atau kira-kira pukul 05.00 WIB, korban melanjutkan perjalanan ke arah barat. Sesampainya di Bundaran Tugu Adipura Rembang, Divo bermaksud mengambil HP Sony Xperia seri Z3 Compact warna hitam yang  diletakkan di dashboard mobil, tapi ternyata sudah tidak ada.

Divo lalu menghubungi nomor hp yang hilang itu. Nada sambungnya tanda aktif, tapi tidak ada jawaban. Divo kemudian berusaha melacak posisi hpnya melalui layanan GPS. Kemudian, diketahui bahwa posisi ponselnya berada di wilayah Pati di kawasan sebuah rumah makan. Korban bergegas menuju rumah makan itu dan sinyal keberadaan ponselmya memang berada di sekitar lokasi itu.

Tiba-tiba sebuah mobil jenis Toyota New Avanza warna putih dengan nomor polisi S 1243 JL tampak melaju tergesa-gesa keluar dari rumah makan itu ke arah timur. Seketika korban curiga. Apalagi sinyal keberadaan hpnya berpindah arah, sebagaimana laju Avanza putih itu yang ke arah timur.

Korban yang yakin ponselnya berada di Avanza itu, segera membuntuti dari belakang. Begitu masuk wilayah Polres Rembang, korban cepat melapor kepada polisi. Berbekal laporan korban dan petunjuk GPS, polisi melakukan pengejaran terhadap keberadaan pelaku.

Aksi kejar-kejarnya polisi diwarnai dengan rentetan tembakan dan penghadangan menggunakan mobil Resmob. Namun, pelaku yang merasa panik, nekat menerobos hadangan polisi dengan menabrak mobil resmob sampai dua kali yakni di Jalan Pemuda Rembang dan Jalan wilayah Japerejo.

Hingga akhirnya pada pukul 14.30 WIB, mobil pelaku menabrak pikap L300 dan tumpukan kayu di depan rumah warga Dusun Ngrombo, Desa Gegersimo, sampai mobil pelaku terbalik. Namun pelaku beruntung, kantong udara di dalam mobil yang terbalik itu berfungsi sehingga pelaku hanya mengalami luka-luka. Kemudian berhasil melarikan diri dan kabur di perkebunan tebu daerah setempat.

Editor : Akrom Hazami