Perampokan Sopir Truk di Rembang Ternyata Hanya Rekayasa

Petugas kepolisian dari Polsek Rembang sedang melakukan olah TKP beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Masih ingat dengan seorang sopir truk yang ditemukan warga di pinggir jalan jalur Pantura, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut dan mata tertutup lakban, yang ngakunya telah dirampok?

Ternyata kasus perampokan tersebut hanya rekayasa. Sopir truk tronton Nopol L 9599 UF bernama, Taufik Ichwan Gozali (30) Warga Dukuh Sejan RT 06 RW 13 Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tersebut ternyata hanya berpura-pura dibius dan disekap yang selanjutnya dibuang di Jalan Tireman-Pamotan, tepatnya di Desa Padaran.

Kasus ini terungkap, setelah polisi melakukan penyelidikan dan menemui adanya kejanggalan dengan peristiwa tersebut. Hal ini semakin terang, setelah dua rekan Taufik yang telah bersekongkol dalam kasus ini diamankan di Polres Nganjuk, Jatim.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Ibnu Suka melalui Kaur Bina Operasi Satreskrim Iptu M Edi Sismanto mengatakan, pihaknya kini telah menetapkan 3 orang tersangka, salah satunya yakni sopir truk tronton tersebut. ”Benar. Kami menangkap tiga orang sebagai tersangka kasus perampokan yang ternyata rekayasa, termasuk sopir truk tronton,” ungkapnya.

Baca juga : Tangan dan Kaki Diikat, Mata Dilakban, Sopir Truk Ini Kemudian Dibuang di Pinggir Jalan

Sopir truk tersebut, katanya, telah memberikan laporan palsu kepada pihak polisi. Sedangkan 2 tersangka lain berperan melarikan truk bermuatan besi, dan keduanya sudah ditangkap di Nganjuk, Jawa Timur, beberapa hari lalu.

Ia juga memastikan, truk tronton yang sempat dibawa lari pelaku sudah ditemukan di sebuah SPBU wilayah Demak. Saat ini truk tersebut sudah dibawa kembali ke Polres Rembang sebagai barang bukti. Namun muatan besi 23 ton di truk tersebut sudah hilang lantaran dijual pelaku ke seseorang yang berada di Kabupaten Kudus.

“Awal mula pengungkapan kasus ini adalah saat kami melakukan olah TKP dengan cermat. Di sana kami menemukan sejumlah kejanggalan dan sudah mulai mencurigai kasus ini rekayasa,” ungkap dia.

Baca juga : Ini Kronologi Penyekapan Sopir Truk yang Kemudian Dibuang di Pinggir Jalan

Ia menyebutkan, beberapa hal yang membuat polisi yakin kasus ini rekayasa adalah tidak adanya luka menonjol yang terdapat pada tubuh sopir. Padahal, jika benar ia dibius dan dibuang setidaknya ada bagian tubuhnya yang memar atau lecet.

Edi juga memastikan, pengakuan sopir yang sempat dibius adalah bohong. Tidak ditemukan adanya bekas obat bius yang merasuk pada tubuh sopir. “Kasus ini masih kami dalami. Nanti sopir akan kami kenai dengan pasal laporan dan keterangan palsu,” katanya.

Editor : Kholistiono

Polres Rembang Dalami Kemungkinan Adanya Rekayasa Kasus Perampokan Sopir Truk

Petugas kepolisian dari Polsek Rembang sedang melakukan olah TKP. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Polres Rembang masih melakukan pendalaman terhadap kasus perampokan yang menimpa sopir truk tronton  bermuatan besi seberat 23 ton pada Minggu (5/3/2017). Pendalaman juga difokuskan terhadap adanya kemungkinan rekayasa dalam kasus ini.

Pendalaman tersebut terkait adanya berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai kondisi sopir truk bernama Taufik Ichwan Ghozali (30) warga Dukuh Sejan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, yang tidak terluka meski dibius dan dibuang di tepi jalan wilayah Desa Padaran.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka menyatakan segala kemungkinan berlaku apabila berdasar kerangka dari tempat kejadian perkara, tetapi pihaknya mendasari fakta dalam melakukan penyelidikan. “Anggota kami yang ada di lapangan masih melakukan penyelidikan. Dan apakah kasus ini murni tindak pidana perampokan atau yang lainnya,” katanya.

Sampai saat ini,pihaknya belum bisa menyimpulkan ada atau tidak adanya keganjilan, sehingga penyelidikan juga mengupayakan apakah kasus itu murni atau ada rekayasa.

Baca juga : Ini Kronologi Penyekapan Sopir Truk yang Kemudian Dibuang di Pinggir Jalan

“Intinya pada saat sekarang, kami sedang melakukan penyelidikan dan pengembangan. Informasi-informasi penting, bertahap mulai masuk ke kami. Kami hanya bisa pastikan bahwa kendaraan dan barang, saat ini sudah berada di luar kota,” bebernya.

Menurutnya, ada kemungkinan barang-barang hasil kejahatan sejenis besi dilarikan ke daerah Jakarta atau ke Surabaya. Rembang, katanya, lebih sering dipakai sebagai lewatan dan tempat memetik objek kejahatan.

“Dalam kerangka penyelidikan, kami saat ini juga masih menunggu keterangan dari saksi, dalam hal ini dari pihak ekspedisi dan pemilik barang, yang keduanya berasal dari Surabaya. Korban sendiri pada saat ini sudah keluar dari rumah sakit dan sedang diperiksa di Polsek,” katanya.

Editor : Kholistiono

Maling yang Sikat Uang Nasabah Bank di Rembang Ini Ternyata Kakak Beradik

Dua pelaku pencurian dengan modus menggembosi ban mobil diamankan polisi. Kedua pelaku merupakan kakak beradik yang berasal dari OKI (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dua pelaku pencurian dengan modus gembos ban di Jalan Kartini Rembang, Selasa (7/3/2017) kemarin, diketahui bernama M Yusuf (34), warga Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung dan Oki Salman alias Nopi Yanto (30) warga Kelurahan Jua-jua, Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Informasinya, pelaku merupakan kakak beradik.

Pelaku melakukan pencurian uang milik Yani Wahono (31) warga Desa Manggar RT 03 RW 1 Kecamatan  Sluke,Kabupaten Rembang. Uang sebanyak Rp 104 juta tersebut, baru saja diambil dari BCA Cabang Rembang.

Berdasarkan pengakuan Wahono, ia dikelabui maling yang diduga menggembosi ban belakang mobilnya bagian kiri. Mobil pikap jenis Daihatsu Grand Max warga hitam dengan nomor polisi K 1695 UD miliknya, tiba-tiba saja kempis.

“Usai mengambil uang dari BCA sekitar pukul 10.00 WIB, saya mampir ke toko Sinar untuk membeli charger handphone. Usai beli charger itu, saya kembali ke mobil yang terparkir di depan Toko Busana Diamer, tak jauh dari toko charger. Lalu saya coba charger baru itu di mobil,” ujarnya.

Ketika itulah, katanya, seorang tukang parkir memberitahu jika ban mobil bagian belakang kempis. Kemudian, Wahono turun mengecek, sekaligus membawa peralatan dongkrak untuk mengganti ban. Sedangkan  tas yang berisi uang Rp104 juta yang baru diambil dari bank, masih ditaruh di atas jok mobil.

Pada saat itu mengganti ban itulah, Wahono melihat seorang laki-laki berada di samping setir mobilnya, lalu mengambil tas berisi uang. Seketika, dirinya teriak maling. Pelaku yang mengambil tas berisi uang tersebut lari ke arah pelaku lain yang sedang menunggu di atas sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna merah dengan nomor polisi BH 3457 YG.

Baca juga : Gembosi Ban Mobil, Maling Coba Bawa Kabur Duit Rp 104 Juta yang Baru Diambil dari Bank

Sambil berteriak, korban kemudian melemparkan kunci roda yang dipegangnya ke arah pelaku yang bawa uang. Pelaku pun terjatuh. Sedangkan, pelaku lain yang berusaha kabur akhirnya ditangkap warga yang berada di lokasi kejadian. Polisi pengamanan Bank Jateng yang sedang siaga di lokasi setempat, pun ikut membekuk pelaku.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, untuk modus pencurian, pelaku melakukan penggembosan ban mobil terlebih dahulu. “Diduga kedua pelaku ini sudah membuntuti korban. Sehingga bisa tepat melakukan operasinya. Yakni mengempisi ban kiri sebelah belakang. Dan akhirnya mengambil uang korban dari pintu depan kanan atau dekat stir,” katanya.

Dalam hal ini, selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp 104 juta, buku tabungan BCA dan mobil pikap K 1695 UD milik korban.  Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti sejumlah Rp 2.722.000 dan sepeda motor Yamha Vixion BH  3457 YG milik pelaku.

Sementara itu, salah satu pelaku, M. Yusup mengaku, bahwa ia melakukan aksi pencurian di Rembang baru kali pertama.

Editor : Kholistiono

5 Perampok Sadis Juragan Emas di Kaliori Rembang Terancam Hukuman Mati

Barang bukti yang turut diamankan Polres Rembang dari tangan tersangka perampokan dan pembunuhan (Dok. Humas Polres Rembang)

Barang bukti yang turut diamankan Polres Rembang dari tangan tersangka perampokan dan pembunuhan (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Polres Rembang berhasil membekuk 5 pelaku perampokan terhadap juragan emas , Sarno (54), warga Dukuh Sawahan RT 01 RW 03, Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, Rembang. Perampokan yang disertai kekerasan ini juga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Akibat perbuatannya itu, 5 tersangka dikenakan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun , 365 ayat (4) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang dilakukan 2 orang atau lebih pada malam hari di dalam rumah dengan merusak , yang mengakibatkan korban meninggal. Dalam hal ini, pelaku diancam dengan hukuman mati atau seumur hidup atau hukuman penjara 20 tahun.

“Pencurian dengan kekerasan ini terjadi pada 29 Mei 2016, yang mengakibatkan korban yakni Sarno meninggal. Kemudian, istri dari Sarno yaitu Damisih (50) sempat pingsan, karena disekap pelaku.,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Baca juga : Polres Rembang Bekuk 5 Perampok Sadis Juragan Emas di Kaliori

Ia sebutkan, 5 tersangka yang dibekuk tersebut adalah SW Bin D (46) warga Desa Kuniran, Kecamatan Batangan, Pati, AG Bin S (38) warga Desa Binangun, Kecamatan Singgahan, Tuban, UB Bin A  (29) warga Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Pati, .HD Bin D (33) warga Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Rembang dan TG Bin R (32) warga Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Serang.

Perlu diketahui, jika empat dari tersangka, merupakan residivis, dan pernah masuk penjara dalam berbagai kasus. AG misalnya, sudah 5 kali masuk di Rutan Tuban, dengan perkara Curas dan sebagai DPO Polres Jepara,Polres Blora dan Polres Tuban. Kemudian  SW, sudah dua kali menjalani hukuman di Lapas Pati dengan perkara penipuan dan penggelapan. UB,  3 kali menjalani hukuman di Lapas Pati dengan perkara Curas dan DPO Polres Tuban dalam perkara Curat, dan TG, pernah 1 kali menjalani hukuman di Lapas Pati dalam perkara penganiayaan dengan korban Mebinggal Dunia.

Baca juga : Juragan Emas Dibantai Perampok Hingga Tewas di Kaliori Rembang

Editor : Kholistiono

Polres Rembang Bekuk 5 Perampok Sadis Juragan Emas di Kaliori

Jumpa pers di Mapolres Rembang terkait kasus pembunuhan dan perampokan juragan emas (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Jumpa pers di Mapolres Rembang terkait kasus pembunuhan dan perampokan juragan emas (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah dua bulan melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan dan perampokan juragan emas bernama Sarno bin Radiman (54), warga Desa Maguan RT 2 RW 3 Kecamatan Kaliori, akhirnya polisi berhasil membekuk pelaku.

Dalam hal ini, polisi berhasil membekuk 5 pelaku, masing-masing SW Bin D (46) warga Desa Kuniran, Kecamatan Batangan, Pati, AG Bin S (38) warga Desa Binangun, Kecamatan Singgahan, Tuban, UB Bin A (29) warga Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Pati, .HD Bin D (33) warga Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Rembang dan TG Bin R (32) warga Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Serang.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang Rp 80 juta, perhiasan emas berbagai macam bentuk dan jumlah diperkirakan seberat 2 kg atau sekitar Rp 500 juta, sertifikat tanah, BPKB mobil dan motor, STNK dan ijazah.

“ Kami juga mengamankan 1 sepeda motor Honda Beat, satu masker hitam, perhiasan emas berbentuk mendel / liontin, potongan lakban, baju korban, sebilah keris. DVD player, amplifier, sound sistem dan tali plastik,” ujar Kapolres, saat jumpa pers di Mapolres Rembang.

Ia katakan, aksi perampokan dan kekerasan yang mangakibatkan korban meninggal ini dilakukan pada malam hari, tepatnya pada Minggu (29/5/2016) dini hari. “Modus operandi malam hari, dengan mencongkel pintu menggunakan sajam dan masuk rumah serta mengambil barang-barang di dalam kamar korban. Tak hanya itu, aksi mereka juga tergolong sadis karena menghilangkan nyawa korban,” pungkasnya.

Baca juga : Juragan Emas Dibantai Perampok Hingga Tewas di Kaliori Rembang

Editor : Kholistiono