5 Atlet Difabel Grobogan Bakal jadi Duta Jateng dalam Ajang Peparnas

Dua atlet yang lolos Peparnas, Supriyono (kaos biru) dan Sutrisno (pakai kursi roda) foto bareng Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono (kiri) dan Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar (kanan) usai pelaksanaan Peparkab di Stadion Krida Bhakti akhir September lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dua atlet yang lolos Peparnas, Supriyono (kaos biru) dan Sutrisno (pakai kursi roda) foto bareng Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono (kiri) dan Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar (kanan) usai pelaksanaan Peparkab di Stadion Krida Bhakti akhir September lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebanyak lima atlet difabel dari Grobogan dipastikan bakal jadi bagian kontingen Jawa Tengah dalam ajang Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV. Event Peparnas 2016 rencananya akan dilangsungkan mulai 15-24 Oktober mendatang di Bandung, Jawa Barat.

Kelima atlet yang ikut Peparnas masing-masing, Sutrisno yang akan berlaga di cabor panahan, Supriyono (atletik), Gunari (balap kursi roda), dan Edi Nuryanto (tenis meja).

Satu nama lagi adalah atlet andalan, Siti Mahmudah yang akan turun di cabor angkat berat. Siti merupakan atlit difabel Grobogan paling dikenal saat ini.

Sebab, selama ini Siti sudah seringkali meraih prestasi nasional maupun internasional. Bahkan, dia baru saja pulang dari Brasil mengikuti ajang Paralimpade.

“Dari laporan yang kita terima, memang hanya lima atlet difabel yang akan mengikuti Peparnas di Jabar nanti. Perlu diketahui, event Peparnas ini selevel dengan PON,” kata Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono.

Menurutnya, meski baru lima atlet yang bisa masuk Peparnas, namun hal itu dinilai cukup membanggakan. Sebab, jumlah atlet yang masuk Peparnas kali ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

“Keberhasilan atlet difabel dari sini masuk Peparnas saya nilai sudah istimewa. Untuk itu, kami akan berupaya memberikan dukungan pada mereka biar nantinya bisa mengukir prestasi,” katanya.

Saat pelaksanaan Pekan Paralympic Kabupaten (Peparkab) akhir September kemarin, empat atlet yang masuk Peparnas sempat hadir. Yakni, Sutrisno, Supriyono, Gunari, dan Edi Nuryanto.

Dua di antaranya, yakni Supriyono dan Edi bahkan sempat ikut pertandingan Peparkab. Sedangkan Sutrisno dan Gunari tidak ikut bertanding karena cabornya tidak dipertandingkan dalam Peparkab yang dilangsungkan di GOR dan Stadion Krida Bhakti tersebut.

“Atlet yang masuk Peparnas ini memang kita undang untuk hadir dalam Peparkab. Tujuan utamanya adalah biar kenal dan memberikan memotivasi bagi atlit lainnya. Untuk Siti Mahmudah memang tidak bisa hadir karena baru saja datang dari Brasil,” imbuhnya.

Karsono menambahkan, saat ini lima atlet yang masuk Peparnas sudah berada di Solo. Yakni, untuk mengikuti pemusatan latihan dengan atlet lainnya.

Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar berharap agar para atlet yang jadi duta Jateng dalam Peparnas nanti bisa mengukir prestasi. Melihat kemampuan yang dimiliki saat ini, kans untuk meraih medali dinilai cukup terbuka.

“Kita doakan saja mereka bisa meraih prestasi di Jabar. Rencananya, saya dan beberapa pengurus NPC akan berangkat ke Bandung untuk memberikan semangat,” katanya.

Editor : Kholistiono

Luar Biasa, Meski Diguyur Hujan, Puluhan Penyandang Difabel Tetap Semangat Bertanding

Peserta Peparkab Grobogan 2016 tetap bersemangat mengikuti pertandingan meski diguyur hujan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Peserta Peparkab Grobogan 2016 tetap bersemangat mengikuti pertandingan meski diguyur hujan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pelaksanaan Pekan Paralympic Kabupaten (Peparkab) 2016 hari terakhir, Jumat (30/09/2016) diwarnai guyuran hujan deras. Meski demikian, para peserta tetap bersemangat untuk meneruskan pertandingan.

Pada hari kedua ini, khusus dipertandingan cabor atletik yang dilangsungkan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi. Ada tiga nomor yang dipertandingan, yakni lari 100 meter, tolak peluru dan lempar lembing.

Saat pertandingan lari dan lempar lembing, cuaca di atas Kota Purwodadi masih terlihat cerah. Namun, menjelang digelarnya lomba tolak peluru, hujan deras tiba-tiba turun.

Pihak panitia sebenarnya akan menghentikan pertandingan untuk sementara. Namun, para atlet justru menghendaki agar dilanjutkan. Mereka tidak masalah jika harus berlaga di bawah guyuran hujan.

“Saya salut dengan semangat rekan-rekan yang ikut dalam ajang Peparkab ini. Hal ini bisa dimaklumi karena baru sekali ini ada event Peparkab di Grobogan,” kata Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar.

Dalam ajang Peparkab ini, dipertandingkan lima cabang olahraga. Yakni, atletik, tenis meja, bulu tangkis, bola voli, dan catur. Untuk pertandingan selain atletik, sudah dilangsungkan pada hari pertama di GOR Simpang lima.

Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono mengaku salut dengan semangat para penyandang difabel dalam mengikuti Peparkab.“Saya salut dengan semangat atlet difabel ini. Secara keseluruhan kami dari penyelenggara merasa senang karena even ini berjalan lancar,” katanya.

Menurut Karsono, melalui ajang Peparkab nanti diharapkan bisa menghasilkan bibit handal di kalangan penyandang difabel. Di sisi lain, ajang ini bisa dipakai untuk untuk kemampuan dan menambah pengalaman atlet difabel yang ada di Grobogan.

Dia menambahkan, sejauh ini potensi atlet difabel di Grobogan cukup bagus. Indikasinya, ada satu atlet, yakni Siti Mahmudah yang menjadi duta Indonesia dalam ajang Paralimpiade di Brasil bulan September ini. “Kita harapkan, dari ajang Peparkab nanti ada atlet lagi yang bisa berkiprah ditingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Begini Serunya Perjuangan Atlet Difabel Grobogan Ikuti Peparkab 2016

Para atlet difabel Grobogan sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Peparkab 2016, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para atlet difabel Grobogan sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Peparkab 2016, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Event Pekan Paralympic Kabupaten (Peparkab) 2016 yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan resmi digelar hari ini, Kamis (29/09/2016).

Ajang olahraga bagi penyandang difabel yang baru pertama kalinya digelar itu, dibuka Sekretaris Disporabudpar Grobogan Agus Hartanto di GOR Simpanglima Purwodadi. Hadir pula dalam kesempatan itu, Plt Ketua National Paralympic Committee (NPC) Jawa Tengah Bangun Sugito serta Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono.

Sedikitnya, ada 60 penyandang difabel yang ikut event Peparkab tersebut. Para atlet saling menunjukkan kemampuannya untuk menjadi yang terbaik.

Dalam ajang Peparkab ini dipertandingkan lima cabang olahraga. Yakni, atletik, tenis meja, bulu tangkis, bola voli, dan catur.“Ajang peparkab ini sekaligus kita manfaatkan untuk memantau bibit potensial di berbagai cabang olahraga. Kita harapkan dari ajang ini bakal muncul atlet yang berbakat dan bisa kita bina lebih lanjut untuk meraih prestasi,” kata Plt Ketua National Paralympic Committee (NPC) Jawa Tengah Bangun Sugito.

Menurut Sugito, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Disporabudpar Grobogan untuk menggelar event olah raga bagi penyandang difabel. Sebab, tidak semua kabupaten sudah pernah menggelar event Peparkab.

“Setahu saya, mungkin di level Jawa Tengah baru Grobogan ini yang bikin event Peparkab. Saya merasa bangga dengan langkah yang dilakukan Pemkab Grobogan dengan mengadakan Peparkab ini,” katanya.

Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono menambahkan, ajang Peparkab tersebut akan dilangsungkan hingga besok. Selain di GOR, pertandingan Peparkab juga dilangsungkan di Stadion Krida Bhakti untuk cabor atletik.

Menurut Karsono, melalui ajang Peparkab nanti diharapkan bisa menghasilkan bibit handal di kalangan penyandang difabel. Di sisi lain, ajang ini bisa dipakai untuk untuk kemampuan dan menambah pengalaman atlet difabel yang ada di Grobogan.

“Peserta Peparkab ini dikhususkan buat warga Grobogan. Persyaratannya nanti harus dibuktikan dengan KTP/kartu OSIS atau kartu pelajar,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sejauh ini potensi atlet difabel di Grobogan cukup bagus. Setidaknya, ada satu atlet, yakni Siti Mahmudah yang menjadi duta Indonesia dalam ajang Paralimpiade di Brasil bulan September ini. “Kita harapkan, dari ajang Peparkab nanti ada atlet lagi yang bisa berkiprah ditingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

60 Penyandang Difabel Ambil Bagian dalam Ajang Peparkab di Grobogan

Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono (kiri) menerima kedatangan pengurus NPC Grobogan usai temu teknik Peparkab di Kantor Disporabudpar, Sabtu (24/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono (kiri) menerima kedatangan pengurus NPC Grobogan usai temu teknik Peparkab di Kantor Disporabudpar, Sabtu (24/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bakal dihelatnya pekan paralympic kabupaten (Peparkab) untuk pertama kalinya mendapat sambutan hangat dari para penyandang difabel di Grobogan. Sudah ada puluhan orang yang menyatakan untuk ikut ambil bagian dalam event ini.

“Sedikitnya, ada 60 penyandang difabel yang akan ikut acara Peparkab. Mereka nanti akan bertanding di berbagai cabor yang dipertandingkan,” kata Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar, usai melaksanakan temu teknik Peparkab di Kantor Disporabudpar, Sabtu (24/09/2016).

Menurut Sunar, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Disporabudpar Grobogan untuk menggelar event olahraga bagi penyandang difabel. Sebab, tidak semua kabupaten sudah pernah menggelar Peparkab.

“Setahu saya, mungkin di level Jawa Tengah baru Grobogan ini yang adakan Peparkab. Kita harapkan, dari sini bisa memberikan kesempatan pada penyandang difabel untuk meraih prestasi,” katanya.

Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono menambahkan, ajang Peparkab tersebut rencananya akan dilangsungkan 29-30 September. Lokasinya, di  GOR dan Stadion Krida Bhakti.

Menurut Karsono, melalui ajang Peparkab nanti, diharapkan bisa menghasilkan bibit handal di kalangan penyandang difabel. Di sisi lain, ajang ini bisa dipakai untuk kemampuan dan menambah pengalaman atlet difabel yang ada di Grobogan.

Dalam ajang Peparkab nanti, rencananya akan dipertandingkan lima cabang olahraga. Yakni, atletik, tenis meja, bulu tangkis, bola voli, dan catur.“Peserta Peparkab nanti dikhususkan buat warga Grobogan. Persyaratannya nanti harus dibuktikan dengan KTP/kartu OSIS atau kartu pelajar,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sejauh ini potensi atlet difabel di Grobogan cukup bagus. Setidaknya, ada satu atlet, yakni Siti Mahmudah yang menjadi duta Indonesia dalam ajang Paralimpiade di Brasil bulan September ini.“Kita harapkan, dari ajang Peparkab nanti ada atlet lagi yang bisa berkiprah di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Untuk Pertama Kalinya, Disporabudpar Grobogan Bakal Gelar Peparkab

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Kabar gembira buat penyandang disabilitas di Grobogan yang punya kemampuan dalam bidang olahraga. Sebab, pada bulan September ini, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan  bakal menyelenggarakan pekan paralympic kabupaten (Peparkab).

“Rencananya, ajang Peparkab akan kita langsungkan 29-30 September. Lokasinya, di  GOR dan Stadion Krida Bhakti. Ini adalah penyelenggaraan Peparkab untuk kali pertama,” ungkap Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono.

Menurut Karsono, melalui ajang Peparkab nanti diharapkan bisa menghasilkan bibit handal di kalangan penyandang difabel. Di sisi lain, ajang ini bisa dipakai untuk untuk kemampuan dan menambah pengalaman atlit difabel yang ada di Grobogan.

Dalam ajang Peparkab nanti, rencananya akan dipertandingkan lima cabang olahraga. Yakni, atletik, tenis meja, bulu tangkis, bola voli, dan catur.“Peserta Peparkab nanti dikhususkan buat warga Grobogan. Persyaratannya nanti harus dibuktikan dengan KTP/kartu OSIS atau kartu pelajar,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sejauh ini potensi atlet difabel di Grobogan cukup bagus. Indikasinya, ada satu atlet, yakni Siti Mahmudah yang menjadi duta Indonesia dalam ajang Paralimpiade di Brasil bulan September ini.“Kita harapkan, dari ajang Peparkab nanti ada atlet lagi yang bisa berkiprah di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono