Ini 6 Tugas Baru Penyuluh Agama Islam di Grobogan

Ratusan Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS Kemenag Grobogan mengikuti pembinaan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (10/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tugas Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS sekarang tidak hanya berkutat memberikan penyuluhan masalah keagamaan saja. Tetapi ada tugas baru yang harus dilakukan sesuai dengan Keputusan Dirjen Bimas Islam No 298 Tahun 2017 tentang pedoman PAI non PNS.

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyatakan, sesuai keputusan terbaru tersebut, sedikitnya ada enam materi penyuluhan yang harus disampaikan para penyuluh pada masyarakat.

Yakni, penyuluhan tentang pententasan buta huruf Al Quran, keluarga sakinah, pengelolaan zakat, pemberdayaan wakaf, produk halal, kerukunan umat beragama, radikalisme / aliran sempalan serta masalah Nafza dan HIV/AIDS.

“Hari ini, kita langsungkan sosialisasi pada penyuluh non PNS tentang pedoman tugas yang harus dilakukan. Jadi, tugas penyuluh non PNS nanti tidak hanya terfokus pada pembinaan spiritual dan mental saja. Tetapi harus bisa bisa menjelaskan persoalan bahaya narkoba, masalah paham radikalisme, dan perkembangan permasalahan terbaru lainnya,” kata Hambali, usai melangsungkan pembinaan penyuluh non PNS di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (10/8/2017).

Dijelaskan, jumlah penyuluh non PNS sebanyak 154 orang. Para penyuluh non PNS nantinya akan ditempatkan di semua KUA. Tugas utama penyuluh adalah memberikan beragam penyuluhan keagamaan diwilayah tugasnya. Baik melalui mimbar khotbah Jumat atau pada majelis taklim yang ada disana.

Hambali menambahkan, pembangunan memerlukan partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat. Oleh sebab itu rakyat dan umat beragama perlu dimotivasi untuk berperan serta aktif menyukseskan pembangunan. Untuk memotivasi masyarakat salah satunya melalui media penyuluhan.

Editor: Supriyadi

 

165 Penyuluh Agama Islam di Jepara Diberi Pembinaan

Suasana kegiatan Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Suasana kegiatan Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 165 Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kabupaten Jepara diberi pembinaan.

Pembinaan itu dilakukan untuk memberikan pemahaman yang utuh berkait dengan kondusivitas daerah dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkait dengan bidang keagamaan.

Hal itu tidak lepas dari pentingnya peran dan posisi strategis para penyuluh di lingkungan masyarakat.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Jepara, Lukito Sudi Asmara, mengatakan, kegiatan pembinaan terhadap 165 orang yang berasal dari kecamatan se-Kabupaten Jepara  untuk memantapkan peran dan fungsinya.

Terlebih, peran dan fungsi penyuluh juga sebagai corong umat, sehingga termotivasi untuk melaksanakan tugas dengan penuh ketekunan dan pengabdian dengan menghasilkan penyuluh yang professional.

“Ini sebagai upaya untuk mendakwahkan Islam, menyampaikan penerangan agama dan mendidik masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai ajaran agama dan sebagai upaya untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat, baik secara pribadi, keluarga maupun masyarakat umum,” terang Lukito, Kamis (28/7/2016) di ruang rapat 1 Setda Jepara.

Menurutnya, penyuluh agama diharapkan memiliki tanggung jawab moral dan situasi untuk melakukan kegiatan pembelaan terhadap umat atau masyarakat dari berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang merugikan aqidah, mengganggu ibadah dan merusak akhlak.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, mengatakan, pemerintah sangat membutuhkan penyuluh untuk dapat melakukan pembinaan kepada masyarakat sebagai perpanjangan informasi Kementerian Agama di kecamatan.

Dikatakan, karena perannya sebagai perpanjangan informasi maka fungsi penyuluh sangat strategis di masyarakat untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan agama termasuk juga sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk untuk menjaga nilai-nilai akhlak manusia di tengah-tengah perkembangan masyarakat yang dinamis.

“Selain itu juga untuk mewaspadai situasi yang terjadi di masyarakat dengan munculnya  gerakan-gerakan atau aliran yang menyesatkan. Untuk itu perlu diberikan beberapa arahan dan pembinaan kepada para penyuluh Agama Islam di tingkat kecamatan sehingga terwujudnya masyarakat yang religius dan taat beragama di Kabupaten Jepara ini,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami