Bupati Grobogan Minta Ada Pelatihan untuk Penyandang Disabilitas

 

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyerahkan bantuan kaki dan tangan palsu pada penyandang disabilitas yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyerahkan bantuan kaki dan tangan palsu pada penyandang disabilitas yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain memberikan bantuan peralatan, Dinsosnakertrans Grobogan diminta mulai menyiapkan rencana buat memberikan pelatihan pada para penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyerahkan bantuan kaki dan tangan palsu pada 11 penyandang disabilitas yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten Grobogan, Selasa (2/8/2016).

Menurut Sri, dengan pelatihan tersebut diharapkan para penyandang disabilitas bisa punya keahlian. Dengan demikian, nantinya mereka bisa punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha sendiri.

“Perhatian pada penyandang disabilitas ini perlu kita tingkatkan. Salah satunya, memberikan mereka serangkaian pelatihan yang disesuikan dengan kondisi. Kita minta pihak Dinsosnakertrans agar memperhatikan masalah ini,” tegasnya.

Selain memberikan pelatihan, Sri juga meminta agar dinas terkait membuat pendataan jumlah penyandang disabilitas yang ada di wilayahnya. Hal itu diperlukan agar pemkab bisa membuatkan program, khususnya bantuan peralatan pada penyandang disabilitas tersebut.

“Kami berharap dinas terkait dibantu camat dan kades bisa membuat database penyandang disabilitas se-kabupaten. Kalau punya data yang lengkap akan memudahkan dan membantu ketika membikinkan program untuk mereka,” sambungnya.

Menanggapi perintah bupati, Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan siap melaksanakan. Nantinya, para penyandang disabilitas bisa disertakan dalam pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kita punya BLK yang selama ini sudah digunakan untuk melangsungkan pelatihan bagi banyak pihak. Nanti, pelatihan buat penyandang disabilitas bisa diikutkan di situ. Sedangkan soal pendataan jumlah penyandang disabilitas sudah mulai kita lakukan,” katanya.

Editor : Kholistiono

Penyandang Disabilitas di Grobogan Belum Terdata

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan peralatan pada penyandang disabilitas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan peralatan pada penyandang disabilitas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni berharap Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Transmigrasi, setempat membuat pendataan jumlah penyandang disabilitas.

Hal itu diperlukan agar pemkab bisa membuatkan program, khususnya bantuan peralatan pada penyandang disabilitas tersebut.

“Kami berharap dinas terkait dibantu camat dan kades bisa membuat database penyandang disabilitas se-kabupaten. Kalau punya data yang lengkap akan memudahkan dan membantu ketika membikin program untuk mereka,” tegas Sri saat menyerahkan bantuan berupa alat bantu jalan pada penyandang disabilitas di Kantor Kecamatan Wirosari, Sabtu (11/6/2016).

Selain melakukan pendataan, dinas terkait juga diminta lebih aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan yayasan sosial di berbagai daerah. Sebab, seringkali yayasan tersebut punya berbagai program, khususnya bantuan yang disalurkan pada penyandang disabilitas.

“Bantuan yang kita serahkan ini didapatkan berkat kerja sama dengan Yayasan Sosial Berani Bangsa Jakarta. Inilah salah satu manfaat menjalin komunikasi dan koordinasi dengan yayasan sosial tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso menambahkan, jenis bantuan peralatan itu ada empat macam. Masing-masing, 8 unit kursi roda, 2 walker, 2 kruk dan 1 tongkat netra. Bantuan peralatan tersebut baru saja diterima beberapa hari lalu dari Yayasan Sosial Berani Bangsa Jakarta.

Dijelaskan, sebelumnya, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan pada 11 penyandang disabilitas. Wujudnya berupa kaki dan tangan palsu. Rinciannya, 8 orang penerima kaki palsu dan 3 orang penerima tangan palsu.

Bantuan ini merupakan kerjasama antara Dinsosnakertrans dengan Paguyuban Rantau Grobogan (PRG) Korcab Semarang dan Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas (MPPD) Bantul, Yogyakarta. Hanya saja, bantuan kaki dan tangan palsu itu tidak bisa diserahkan dengan cepat.

Sebab, para calon menerima terlebih dahulu harus menjalani proses pengukuran. Setelah itu, barangnya akan dipesankan sesuai ukuran penerima tersebut.

“Proses pengukuran kaki dan tangan palsu itu sudah kita lakukan Selasa (24/5/2016) lalu di Bantul. Perlu diketahui, pembuatan kaki dan tangan palsu tersebut dilakukan di India. Oleh sebab itu, penyandang disabilitas baru akan menerima dan bisa menggunakan bantuan itu sekitar 3 bulan ke depan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami