Pentas Puas Aroma Berlangsung Meriah

Ribuan penonton memadati lapangan Tahunan, Jepara, Sabtu (23/4/2016). Mereka memeriahkan even musik bertajuk Pentas Puas Aroma, yang menampilkan berbagai grup band, termasuk OM Romansa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ribuan penonton memadati lapangan Tahunan, Jepara, Sabtu (23/4/2016). Mereka memeriahkan even musik bertajuk Pentas Puas Aroma, yang menampilkan berbagai grup band, termasuk OM Romansa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Konser musik bertajuk Pentas Puas Aroma, berlangsung meriah, di Lapangan Tahunan, Jepara, Sabtu (23/4/2016) sore. Ribuan orang datang menyaksikan berbagai sajian musik saat pentas di sana.

Sejak sore hari, warga Kabupaten Jepara sudah berbondong-bondong datang ke lapangan Tahunan. Mereka ingin menyaksikan musik tersebut. Pasalnya, ada berbagai macam grup musik yang menghibur masyarakat dengan sajian musiknya.

Pesta puas ini diawali dengan melakukan konvoi. Ratusan penonton mulai memadati lokasi konser mulai pukul 14.00 WIB. Mereka membentuk kelompok di pinggir lapangan. Mereka membentuk kelompok di pinggir lapangan, dan bercengkrama satu sama lain.

Selain itu, puluhan motor dari komunitas Vespa dan Satria Jepara melakukan konvoi dengan membawa tulisan Aroma Pentas Puas. Mereka kemudian berangkat menuju ke Kota Jepara dengan pengawalan pihak kepolisian. Termasuk kendaraan dari pihak Aroma.

Acara dilanjutkan dengan permainan atau game, dengan berbagai doorprize. Usai itu, Pasukan Band tampil sebagai pembuka. Lagu yang mereka bawakan adalah juga lagu-lagu yang familiar. Setelah itu, tampil grup band DSV Jepara.

Boy, dari EO penyelenggara mengatakan, konser ini merupakan konser kedua dari gelaran Pentas Puas Aroma. Setelah sebelumnya even serupa diadakah di Sidoharjo belum lama ini.

Aroma Pentas Puas yang diselenggrakan PT Aroma ini, akan berlangsung di 30 kota hingga akhir tahun mendatang. Meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera.

”Selain konser band lokal, Pentas Puas juga dimeriahkan grup dangdut dari Orkes Melayu Romansa dan Ganstarasta sebagai bintang tamu. Mereka menghibur semua penonton yang datang,” terangnya.

Selama konser berlangsung, penonton di depan panggung utama tampak lebihasyik. Mereka melebur jadi satu. Mayoritas masih muda atau usia sekolah. Baikcewek maupun cowok. Mereka berjoget mengikuti irama musik.

Editor: Merie

Catat! Tak Boleh Ada Pentas Dangdut di Jepara pada Detik-detik Pergantian Tahun Baru

Kembang api pada malam pergantian tahun 2014 ke 2015 di Alun-alun Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kembang api pada malam pergantian tahun 2014 ke 2015 di Alun-alun Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Detik-detik pergantian tahun di Kabupaten Jepara tak diperbolehkan ada pertunjukan musik modern. Larangan tersebut sebagaimana aturan dari pihak kepolisian, bahwa pertunjukan musik modern hanya diizinkan sampai pukul 22.00 WIB saja.

“Saat pergantian tahun nanti, aturan sampai pukul 22.00 WIB saja tetap berlaku. Jadi, acara ramai-ramai tetap boleh, tapi tidak boleh ada musik modern seperti dangdut maupun band modern,” ujar Kabag. Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi kepada MuriaNewsCom, Rabu (23/12/2015).

Menurutnya, Polres Jepara telah mengeluarkan intruksi larangan pentas musik hingga tengah malam. Larangan itu, diperuntukan pentas musik modern, seperti musik dangdut dan band. Pada perayaan malam pergantian tahun, larangan tersebut tetap diberlakukan.

Lebih lanjut dia mengemukakan, bagi penyelenggara hiburan dalam rangka menyambut tahun baru, jika ingin menggelar kegiatan hingga detik-detik pergantian tahun, maka disarankan untuk menampilkan kesenian tradisional atau relegi. Pasalnya, hanya kesenian tersebut yang diperbolehkan pentas hingga tengah malam.

“Misalnya, pentas musik dangdut sampai pukul 22.00 WIB, setelah itu dilanjutkan dengan rebana atau kesenian tradisional sampai detik-detik pergantian tahun masih boleh,” katanya.

Dia menambahkan, batasan jam pentas musik modern tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan. Itu seperti perkelahian antarkelompok penonton atau tindakan kriminal lainnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

PENTAS DANGDUT : Aturan Pentas Dangdut Disebut Sudah Ada di Ranperda

Sejumlah biduan (penyanyi dangdut) tengah mempersiapkan dirisebelum tampil (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah biduan (penyanyi dangdut) tengah mempersiapkan dirisebelum tampil (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ketua Badan Legislatif (Banleg) DPRD Jepara, Yuni Sulistyo mengatakan, terkait dengan aturan pementasan orkes dangdut, sebetulnya sudah ada dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tahun ini.Hanya saja, Ranperda tersebut memang diakuinya belum disahkan menjadi Perda.

“Aturan pentas dangdut sudah ada dalam Ranperda tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan dan Hiburan. Draf Ranperda itu sudahjadi, tapi belum diparipurnakan,” kata Yuni kepada MuriaNewsCom, Jumat(6/11/2015).

Menurut dia, draf Ranperda memang telah selesai di Banleg. Saat ini tinggal menunggu pimpinan DPRD Jepara untuk mengagendakan pengesahan menjadi Perda saja. Dia juga mengatakan, Ranperda tersebut merupakan inisiatif dari DPRD Jepara sendiri untuk mengatur terkait masalah penyelenggaraan kepariwisataan dan hiburan di Kota Ukir.

“Tapi, aturan mengenai pementasan orkes dangdut tidak sedetail seperti yang dikatakan Kapolres Jepara. Di Ranperda, aturannya lebih bersifatumum,” ungkapnya.

Dia menambahkan, terkait menjaga kondusifitas daerah, harus didukungoleh semua pihak. Misalnya, dalam mengatur pementasan orkes dangdut,DPRD Jepara melalui kewenangannya membuat Perda, tentu harus didukung pihak terkait, seperti kepolisian untuk mengatur lebih detail teknis dilapangan.

“Pada intinya, kami sangat mengapresiasi upaya Kapolres yang mengatur lebih ketat aturan pementasan orkes dangdut agar kondusifitas tetap terjaga,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

PENTAS DANGDUT : Dewan Sebut Aturan Detail Pentas Orkes Dangdut Bisa Lewat SE Kapolres

Salah satu pementasan orkes dangdut di Jepara beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu pementasan orkes dangdut di Jepara beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menanggapi isu yang hangat terkait dengan pementasan orkesdangdut, WakilKetua DPRD Jepara Pratikno mengatakan, pentas orkes dangdut memang harus diatur.Namun demikian, aturan dapat keluar dari pihak terkait tidak hanyadari DPRD Jepara melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Perda bisa mengaturnya, tetapi dalam Perda tentu saja bersifat global, tidak bisa detail untuk masalah jam tayang ataupun pakaian,” kataPratikno dari Partai Nasdem tersebut kepada MuriaNewsCom, Jumat(6/11/2015).

Menurut Pratikno, sikap Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin dinilaisudah tepat dengan mengeluarkan aturan teknis terkait pementasan orkesdangdut. Dengan begitu, harapannya tidak ada lagi peristiwa kekerasansampai menimbulkan korban jiwa dalam pementasan hiburan musik tersebut.

“Sikap Kapolres sangat bagus dan kami sebagai anggota dewan sangatmengapresiasi. Aturan detail tersebut bisa dikeluarkan melalui suratedaran (SE). Dengan begitu, aturan detail tersebut bisa menyesuaikandengan situasi dan kondisi berdasarkan penilaian pihak keamanan dalamhal ini kepolisian,” terangnya.

Dia menambahkan, pihak DPRD Jepara memang sudah lama ingin mengatursegala macam jenis hiburan yang ada di Kabupaten Jepara, termasukpementasan musik dangdut atau sejenisnya secara umum. Namun sampaisaat ini memang belum diwujudkan dalam bentuk Perda. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO).

PENTAS DANGDUT : DJ Dilarang Keras Tampil di Pentas Dangdut, Jika Masih Nekat, Ini Risikonya

Salah satu penampilan DJ di Jepara. Kali ini pentas orkesdangdut dilarang menggunakan DJ (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu penampilan DJ di Jepara. Kali ini pentas orkesdangdut dilarang menggunakan DJ (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin telah mengeluarkan aturanterkait pementasan orkes dangdut, usai terjadi kasus penganiayaanhingga menghilangkan nyawa seseorang beberapa waktu lalu. Salah satuaturan baru tersebut adalah larangan menggunakan disk jockey (DJ).

Menurut Kapolres, pementasan orkes dangdut memang dinilai dapatmemancing tindak kriminalitas. Hal itu, lantaran kelompok musik dangdutyang tampil tak lagi mementaskan membawakan aliran musik dangdut, tapisudah mengarah pada musik-musik disko seperti house musik danmenghadirkan DJ.

”Sebab, dengan jenis musik seperti itu, maka penonton akan kian liar.Ditambah lagi dengan pengaruh minuman keras,” kata Samsu Arifin kepadaMuriaNewsCom.

Selain itu, jenis musik juga dibatasi. Pementasan musik dangdutdilarang menggunakan DJ, atau musik beraliran sejenis. Bagi penyanyi,harus mengenakan pakaian bawahan panjang dan dada tertutup. ”Aturan
ini harus ditaati. Polsek harus memantau aturan ini,” katanya.

JIka ada DJ berani tampil, dia memerintahkan agar diturunkan daripanggung dan sita alatnya. Grup orkes dangdut harus tampil sesuaidengan aturan yang tertera. Jika dijumpai pentas yang tidak sesuaidengan perizinan, langsung ditindak.

Selain itu juga, terkait jam pementasan yang hanya dibatasi sampaipukul 22.00 WIB, dengan jam mulai pukul 19.00 WIB. Pembatasan tersebutsedikit berbeda dengan pembatasan sebelumnya yang masih diizinkansampai pukul 23.00 WIB. ”Pemberlakukan aturan itu dimulai ketika meminta izin penyelenggaraanhiburan ke polsek masing-masing,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

PENTAS DANGDUT : Izin Pentas Dangdut di Jepara Diperketat, Ini Gara-garanya

Salah satu pementasan orkes dangdut di Jepara. Kali ini PolresJepara mengatur ketat pelaksanaan pementasan untuk menjagakondusifitas. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu pementasan orkes dangdut di Jepara. Kali ini PolresJepara mengatur ketat pelaksanaan pementasan untuk menjagakondusifitas. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pentas orkes dangdut di Jepara tak jarang menimbulkankeributan. Bahkan keributan tersebut juga tak jarang menimbulkanmenimbulkan korban luka bahkan meninggal dunia.Fakta tersebut harus diantisipasi, dan salah satu upayamengantisipasinya adalah dengan mengatur ketat pementasan hiburan
tersebut.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, pihaknya telah melakukanupaya pembinaan bagi pelaku musik orkes dangdut beberapa waktu lalu.Salah satu yang dia tekankan adalah mengenai pengetatan aturan izinpementasan orkes dangdut.

”Kami tidak ingin langsung melarang total pementasan orkes dangdutkarena alasan sering terjadi keributan. Tapi kami ingin mengaturnyalebih ketat lagi,” kata Samsu kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, ketika pementasan orkes dangdut memang dinilai dapatmemancing tindak kriminalitas. Hal itu lantaran kelompok musik dangdutyang tampil tak lagi mementaskan membawakan aliran musik dangdut,tapisudah mengarah pada musik-musik disko dan koplo, sehingga menggiringpenontonnya untuk mengindahkan logika berfikir jernih, akibatnyakebrutalan dan perkelahian yang terjadi.

Upaya pengaturan tersebut didukung oleh pengurus Persatuan Artis MusikMelayu Indonesia (PAMMI) Jepara, Aris Isnandar. Sebab, menurut dia,seni musik dangdut juga ada aturan-aturan yang harus dipenuhi ketikamenggelar pementasan. ”Sebenarnya sudah ada aturan-aturan yang harus dipenuhi ketika maupentas orkes dangdut,” kata Aris.

Dia mencontohkan, di PAMMI sendiri terdapat aturan ketat, misalnyamasalah lagu yang diperbolehkan untuk dinyanyikan, kualifikasi artis,pemusik dan pembawa acara, pakaian artis hingga aksi panggungnya.

”Yang harus dipahami, aturan itu untuk menjaga pentas musik supaya bisaditonton dengan nyaman. Sebab seni itu untuk menghibur. Jika sepertiini terus, maka fungsi hiburan jadi hilang,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pentas Malam di Grobogan Dapat Lampu Hijau

Ketua PAMMI Grobogan HM Misbah saat audensi dengan DPRD beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua PAMMI Grobogan HM Misbah saat audensi dengan DPRD beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Para seniman dan musisi yang tergabung Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Grobogan tampaknya bisa tersenyum lega. Hal ini terkait adanya lampu hijau untuk melangsungkan pentas pada malam hari.

”Keinginan rekan-rekan PAMMI agar bisa tampil malam hari akhirnya bisa diakomodir pihak kepolisian. Saya atas nama rekan-rekan PAMMI mengucapkan terima kasih atas kebijakan ini,” ungkap Ketua DPC PAMMI Grobogan HM Misbah, usai menggelar pertemuan di Mapolres Grobogan siang tadi.

Meski diperbolehkan, namun menurut Misbah ada batasan-batasan yang diterapkan dan harus dipatuhi bersama. Antara lain, kegiatan hiburan khususnya dangdut lokal bisa diizinkan menggelar pentas hingga pukul 21.00 WIB. Tetapi, untuk wilayah yang sebelumnya pernah terjadi kerusuhan sementara tidak diizinkan pentas malam dulu.

Untuk dangdut dari luar daerah, baik grup maupun artis tidak diperbolehkan tampil dulu di wilayah Grobogan. Sedangkan pertunjukkan seni tayub, karawitan, kethoprak, wayang diizinkan pentas malam berdasarkan penilaian dari petugas keamanan.

”Kami berharap, rekan-rekan PAMMI mematuhi semua kesepakatan ini. Sebab, jika melanggar maka akan dapat peringatan atau pentasnya bisa dibubarkan oleh aparat,” imbuhnya.

Sekedar mengingatkan, beberapa waktu sebelumnya, anggota PAMMI menggelar audensi dengan DPRD dan aparat kepolisian terkait tidak dikeluarkannya izin pentas malam hari, berkaitan dengan bakal digelarnya Pilkada 9 Desember mendatang. Dalam audensi itu, anggota PAMMI meminta agar izin pentas malam tetap diberikan meski waktunya dibatasi sampai jam 21.00 WIB saja. (DANI AGUS/TITIS W)

Larangan Ada Pentas Malam Hari Disebut untuk Menciptakan Suasana Kondusif Jelang Pilkada

 

Anggota PAMMI saat melakukan audiensi dengan DPRD Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota PAMMI saat melakukan audiensi dengan DPRD Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Menanggapi aspirasi dari PAMMI terkait adanya larangan pentas malam hari, Kasat Intekam Polres Grobogan AKP Sutamto menyatakan, pada akhir Juli lalu memang ada imbauan dari Kapolres kepada Kapolsek mengenai pembatasan kegiatan hiburan.

Namun, imbauan itu sifatnya sementara. Adapun tujuannya untuk menciptakan suasana kondusif seiring bakal digelarnya Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

”Kami berterima kasih atas masukan dari PAMMI dan hasil pertemuan ini secepatnya akan kami laporkan pada Kapolres yang saat ini masih ada tugas di Mabes Polri. Pekan depan, kita harapkan sudah ada jawaban yang akan disampaikan pada PAMMI,” terangnya.

Sementara itu, HM Nurwibowo berharap agar keluhan dari para seniman itu bisa mendapatkan solusi terbaik. Untuk itu, dia meminta kepada anggota PAMMI bersabar karena dalam waktu dekat sudah dijanjikan jawaban dari pihak kepolisian. Apapun nanti yang diputuskan, dia meminta agar semua pihak bisa mematuhi karena hal itu demi kepentingan bersama. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Dilarang Goyang Malam Hari, Pedangdut Grobogan Wadul ke DPRD

Anggota PAMMI saat melakukan audiensi dengan DPRD Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota PAMMI saat melakukan audiensi dengan DPRD Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

GROBOGAN – Belasan seniman dan musisi yang tergabung dalam anggota Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Grobogan siang tadi menggelar audensi dengan wakil rakyat dan pihak kepolisian setempat. Audensi yang dilangsungkan di Ruang Rapat Paripurna II itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo.

Hadir pula dalam kesempatan itu Kasat Intekam Polres Grobogan AKP Sutamto, Pasi Intel Kodim 0717 Purwodadi Kapten Budi Purwanto dan Plt Kadisporabudpar Grobogan Wiku Handoyo. Sejumlah anggota Komisi A dan D ikut hadir pula dalam audensi tersebut.

Ketua DPC PAMMI Grobogan HM Misbah mengungkapkan, audensi itu dilakukan berkaitan dengan adanya larangan pentas pada malam hari yang dikeluarkan pihak kepolisian. Kondisi itu menyebabkan ratusan anggotanya resah karena tidak bisa tampil seperti biasanya.

”Bulan Agustus saat ini merupakan masa panen bagi anggota kami karena banyak orang punya hajatan dan membuat pentas untuk acara tujuh belasan. Kalau pentas malam hari dilarang, maka mereka akan kesulitan dapat job,” ungkap Misbah yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Grobogan itu.

Terkait kondisi itu, Misbah meminta agar kebijakan tersebut ditinjau ulang. Sebab, di beberapa daerah lainnya tidak ada pembatasan menggelar hiburan seperti di Grobogan.

”Kami berharap pentas malam hari ini tetap diizinkan. Minimal, kami bisa tampil menghibur tamu undangan hingga pukul 21.00 WIB,” imbuh Didik dan Edi, anggota PAMMI yang juga pemilik grup dangdut. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Izin Pentas Dangdut di Jepara Bakal Diperketat

Pementasan dangdut dalam rangka HUT Jepara beberapa waktu lalu. Saat ini Pemkab Jepara dalam proses menggodog Perbup tentang pentas dangdut. Salah satu aturan yang akan dibuat yakni tentang mekanisme perijinan. (MURIANEWS / WAHYU KZ)

JEPARA – Pemkab Jepara saat ini tengah menggodog aturan tentang pentas dangdut dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup). Salah satu yang menjadi sorotan adalah mengenai izin pementasan. Nantinya ijin pementasan akan lebih diperketat.

Lanjutkan membaca

Perbup Tentang Pentas Dangdut Sedang Digodog

Pementasan dangdut dalam gebyar 75 artis dangdut dalam rangka HUT Jepara beberapa waktu lalu. Saat ini Pemkab Jepara dalam proses menggodog Perbup tentang Pentas Dangdut. (MURIANEWS / WAHYU KZ)

JEPARA – Pemkab Jepara berencana mengatur pentas dangdut dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup). Saat ini Pemkab Jepara tengah menggodok Perbup tentang Hiburan dan Pertunjukan, khususnya pertunjukan orkes dangdut. 

Lanjutkan membaca