Polwan Cantik Hibur Murid RA di Posko Pengungsian Banjir di Jati Kudus

Polwan bermain dengan sejumlah anak di posko pengungsian banjir di Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sampai saat ini masih ada warga Kudus yang mengungsi akibat banjir, Selasa (14/2/2017). Di antaranya di Jatiwetan, Kecamatan Jati. Meski berada di pengungsian banjir, tidak lantas warga berhenti beraktivitas. Seperti  aktivitas mengajar anak-anak di RA.

Pantauan MuriaNewsCom di lokasi, kondisi kemeriahan tampak di tempat pengungsian. Anak-anak belajar sambil bermain. Kali ini, mereka ditemani sejumlah anggota Polwan.

Nailun Nidhom, guru RA Basirulana Tanggulangin mengatakan, kehadiran polwan di tengah-tengah aktivitas belajar amat membantu. “Membantu sekali, dan mereka sangat sabar bermain dengan anak-anak. Jarang dapat kesempatan semacam ini,” kata Nidhom di lokasi.

Keberadaan polwan sangat menarik perhatian anak-anak. Jika biasanya anak suka bermain-main sendiri dan lari kesana kemari, maka saat belajar dengan polwan, anak-anak tenang dan terlihat nurut.

Sebelumnya, pembelajaran sempat terhenti selama sepekan karena anak didik mengungsi bersama keluarga. Melihat hal itu, RA berinisiatif untuk mengajar di posko pengungsian mulai hari ini. Rencananya, kegiatan belajar tetap akan dilangsungkan.

Sementara itu, langkah para polwan membantu para pengungsi untuk belajar diapresiasi oleh Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i. “Polwan dapat membantu, memberikan rasa aman dan nyaman di dalam pengungsian. Termasuk juga dengan membantu mengajar anak-anak. Itu bagus,” kata Andy.

Editor : Akrom Hazami

Pengungsi Diimbau Tak Pulang Ke Rumah

KUDUS-Pemerintah Kabupaten Kudus mengimbau pengungsi bencana banjir dan longsor tetap bertahan di lokasi pengungsian. Imbauan itu diberikan karena di daerah setempat masih sering diguyur hujan
Koordinator Logistik Bencana Kudus Budi Rahmat mengatakan, sejauh ini, pemkab tidak merekomendasikan pengungsi untuk pulang ke rumah, karena cuacanya masih sulit diprediksi.
”Larangan ini sudah diinformasikan kepada camat dan kepala desa serta kepolisian dan TNI,” ujar Budi yang juga Asisten II Pemkab Kudus, di Kudus, Selasa (28/1), seperti ditulis Antara.
Selama beberapa hari terkahir, katanya, cuacanya sempat cerah selama dua hari, kemudian hujan lagi sehingga belum bisa dipastikan. Terkait dengan ketersediaan logistik di masing-masing tempat pengungsian tersedia cukup. Sehingga pengungsi tidak perlu khawatir dengan pasokan makan dan minum untuk setiap harinya.

Lanjutkan membaca