Pemuda Ini Babak Belur Dikeroyok Segerombolan Pemuda Usai Nonton Dangdut

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda asal Desa Pohgading, Rohmadi (23) mendadak dikeroyok massa setelah dia menjawab pertanyaan bahwa dia orang Pohgading. Pengeroyokan itu terjadi di gapura Dukuh Clekik, Pohgading, Winong, Pati, Minggu (9/7/2017) malam.

Kejadian bermula ketika Rohmadi mengendarai sepeda motor untuk pulang, seusai menonton dangdut. Saat sampai di gapura Pohgading, dia ditanya segerombolan pemuda, “Kamu orang mana?”

Setelah menjawab orang Pohgading, Rohmadi langsung dihajar orang dari belakang hingga terjatuh. Setelah jatuh tersungkur, dia dikeroyok beberapa pemuda.

Di depan polisi, Rohmadi mengaku ada sekitar 50 orang yang menghadangnya. Namun, hanya beberapa pemuda yang memukul dan mengeroyoknya.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta mengungkapkan, korban mengalami luka robek pada bagian kening kiri atas, robek pelipis kanan dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Soewondo Pati. “Kami sudah mengantongi satu nama terlapor. Kasus sudah kami dalami,” ucap AKP Galih.

Pihaknya juga sedang mencari barang bukti, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi dan melengkapi administrasi penyidikan. Jika terbukti bersalah di pengadilan, pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Editor : Kholistiono

Saksi Kasus Dugaan Pengeroyokan Warga PSHT Pati Dilaporkan ke Polisi

Ratusan warga yang tergabung dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pati di depan Pengadilan Negeri (PN) Pati menuntut keadilan, Selasa (23/2/2016).

Ratusan warga yang tergabung dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pati di depan Pengadilan Negeri (PN) Pati menuntut keadilan, Selasa (23/2/2016).

 

MuriaNewsCom, Pati – Dua saksi yang dianggap memberikan keterangan palsu di meja hijau terkait dengan kasus dugaan pengeroyokan anggota PSHT Pati, Supadi dan kedua temannya, Nova Putra Anggara dan David Firmansyah dilaporkan kepada polisi, Selasa (23/2/2016).

Kuasa hukum Supadi, Ujang Wartono mengatakan melaporkan kedua saksi karena sudah memberikan keterangan di depan majelis hakim dengan tidak benar. Ada ketidaksesuaian antara keterangan yang satu dengan yang lainnya.

”Ada yang tidak sesuai antara saksi satu dengan saksi yang lain. Karena sudah memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta, padahal mereka sudah disumpah, mereka kami laporkan ke polisi,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Usai ketiga terdakwa divonis bebas, Ujang yang dikawal ratusan anggota PSHT bertolak dari Pengadilan Negeri Pati ke Mapolres Pati untuk melaporkan saksi yang dianggap memberi keterangan palsu. Mereka menuntut agar kasus tersebut diusut tuntas dengan menjunjung tinggi keadilan.

”Kami ingin keadilan benar-benar ditegakkan. Jangan sampai negeri ini dinodai dengan ketidakadilan. Kami berharap agar laporan kami segera diproses pihak kepolisian secepatnya,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Masih Ada Dua Anggota Geng Motor Ninja di Grobogan yang Diburu Polisi

Di lokasi inilah terjadi pengeroyokan terhadap pelajar SMK yang dilakukan anggota komunitas motor Ninja. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Di lokasi inilah terjadi pengeroyokan terhadap pelajar SMK yang dilakukan anggota komunitas motor Ninja. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaku pengeroyokan yang dilakukan anggota komunitas motor Ninja terhadap pelajar SMK ternyata tidak hanya dilakukan tiga orang saja. Tetapi ada lima orang yang ditengarai melakukan pengeroyokan.

Baca juga : 3 Anggota Geng Ninja Keroyok Siswa SMK di Grobogan

Dari lima orang pelaku, tiga orang diamankan polisi. Masing-masing, Budi Santosa (26) warga Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari dan Samsul Ali (21) warga Desa Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo. Satu lagi adalah Yeriko (24) warga Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan.

Sedangkan dua orang lagi berhasil kabur tidak lama setelah melakukan aksi pengeroyokan. Satu diantara pelaku yang melarikan diri itu diduga kuat sebagai provokator pengeroyokan.

”Pelaku ada lima orang, tiga orang kita amankan dan dua lagi masih kita kejar. Dua pelaku yang kabur ini sudah kita kantongi identitasnya. Satu orang Brati dan satunya dari Kradenan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Aryanto.

Seperti diketahui, peristiwa pengeroyokan terhadap pelajar SMK kelas II Yuazit Kun (18) warga Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati itu terjadi, Minggu (14/2/2016) dinihari lalu. Saat itu ia tengah nongkrong bersama temannya di depan Stadion Krida Bhakti, Purwodadi.

Tidak lama kemudian, datang belasan pengendara motor Ninja ke lokasi tersebut. Ketika berada di sana, beberapa pengendara sempat menggeber-geberkan gasnya hingga menimbulkan suara bising.
Korban kemudian mendatangi mereka untuk mengingatkan agar tidak membunyikan motor dengan keras. Setelah menyampaikan peringatan, justru korban malah dipukuli beberapa pegendara motor itu hingga mengalami luka di bagian kepala dan sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo ketika dimintai tanggapannya mengaku sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu. Menurutnya, selama ini, pihaknya sudah sering melakukan pembinaan pada komunitas-komunitas motor. Selain pembinaan tertib berlalu lintas, juga diberikan pemahaman soal menjaga kamtibmas dengan bagaimana bersikap saat berkendara.

”Setiap malam Minggu kami biasanya menyambangi komunitas-komunitas motor yang ada di sini. Dalam kesempatan itu kami gunakan untuk melakukan pembinaan,” katanya.

Dikatakan, sikap menggeber-geberkan kendaraan itu di sisi lain dapat memengaruhi psikologis seseorang. Dengan begitu, emosi seseorang dapat terpacu naik. ”Suara bising kendaraan ini bisa memacu emosi seseorang. Makanya, pemakaian knalpot brong kami larang. Selain bikin emosi, knalpot ini juga tidak sesuai standar,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Korban Pengeroyokan Sumringah, Motor dan Batu Akiknya Ditemukan

Tiga sepeda motor yang tertinggal di lokasi kejadian pengeroyokan diamankan petugas dan para korban senang barang berharganya masih utuh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tiga sepeda motor yang tertinggal di lokasi kejadian pengeroyokan diamankan petugas dan para korban senang barang berharganya masih utuh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski tuntutan yang diajukan belum terpenuhi semua, namun para korban pengeroyokan sudah sedikit lega. Pasalnya, tiga sepeda motor yang sempat tertinggal di lokasi kejadian saat mereka diamankan petugas berhasil ditemukan. Sesudah pertemuan, tiga orang korban yang hadir diminta melihat sepeda motor miliknya di halaman ruang Reskrim Polres Grobogan. Lanjutkan membaca

Upaya Perdamaian Menemui Jalan Buntu

Pihak yang terlibat kasus pengeroyokan dipertemukan di Mapolres Grobogan untuk menyelesaikan persoalam secara kekeluargaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pihak yang terlibat kasus pengeroyokan dipertemukan di Mapolres Grobogan untuk menyelesaikan persoalam secara kekeluargaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Upaya perdamaian yang dilakukan di Mapolres Grobogan akhirnya menemui jalan buntu. Pihak Desa Termas yang warganya ditengarai sebagai pelaku pengeroyokan, tidak bisa memberikan kepastian atas tuntutan yang disampaikan korban. Lanjutkan membaca

Korban Minta Biaya Pengobatan dan Pengembalian Barang Berharga

Kades Babat Kebonagung Supardi saat meminta biaya pengobatan senilai Rp 50 juta atas kesepakatan keluarga korban kepada para pengeroyok. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kades Babat Kebonagung Supardi saat meminta biaya pengobatan senilai Rp 50 juta atas kesepakatan keluarga korban kepada para pengeroyok. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Pihak korban pengeroyokan, khususnya Bustori dan Sunardi, dua warga Desa Babat, Kebonagung, Demak, meminta agar pelaku pengeroyokan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Lanjutkan membaca