Jadi Sasaran Sindikat Pengedar Sabu-sabu, Polres Pati Gelar Operasi Narkotika di Kecamatan Dukuhseti

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menegaskan pemberantasan narkotika di Pati sampai ke akarnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati menggelar operasi khusus narkotika di wilayah Kecamatan Dukuhseti, menyusul kawasan tersebut menjadi sasaran sindikat pengedar sabu-sabu. Sejumlah tim khusus diterjunkan untuk melakukan deteksi kemungkinan adanya jaringan terselubung baru.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, operasi khusus narkotika itu sebagai respons cepat atas penangkapan sindikat pengedar sabu yang menyasar ke Pati dan sekitarnya. Sabu-sabu tersebut diedarkan di kawasan pedesaan, seperti Puncel, Kedawung, Kembang dan Dukuhseti, termasuk perbatasan Pati-Jepara.

“Tim operasi khusus sudah mulai melakukan penyisiran dan deteksi. Ini sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap peredaran narkotika di Pati agar tidak meluas ke daerah-daerah lain,” jelas Kompol Sundoyo, Kamis (31/8/2017).

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan berkompromi dengan pelaku tindak kejahatan. Terlebih, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia sudah masuk darurat narkotika sehingga peredarannya harus dihentikan.

“Kita akan berantas sampai ke akar-akarnya, tidak peduli apakah dia anggota sendiri, masyarakat atau pejabat. Indonesia sudah darurat narkotika, kita akan tindak tegas, terutama di wilayah Pati,” tegasnya.

Selain menjadi sasaran peredaran narkotika, kawasan Dukuhseti juga terdapat pengedar yang merupakan residivis empat kali keluar masuk penjara. Karena itu, operasi khusus narkotika di Pati akan menyasar kepada pemakai, kurir dan pengedar.

Editor: Supriyadi

Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu


Tersangka Tekek menunjukan kepada Kapolres AKBP Yudianto Adi Nugroho bagaimana ia membagi-bagi paket sabu kedalam paket yang lebih kecil. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto alias Tekek dan komplotannya Rizki Busro alias Papua ditangkap Satres narkoba Polres Jepara. Mereka dikeler karena terbukti menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu. 

Kepada polisi Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. “Saya ditelpon kakak saya dari LP Kedungpane, untuk mengambil paket lalu membagi-baginya dan mengantarkan sesuai pesanan,” katanya, Jumat (18/7/2017). 

Setelah membagi-bagi paket yang didapatkan, ia lantas membaginya kedalam paket yang lebih kecil. Tekek mengaku, setiap gramnya ia beli dengan harga Rp 1 juta. Lalu dijualnya lagi denganharga Rp 1,5 juta dalam berat yang sama.

Ia mengatakan, kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, karena kasus narkoba. Namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon. 

Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Tekek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua. 

“Kemarin itu sebelum ditangkap membeli 10 gram. Keuntungannya ya sekitar lima juta rupiah,” tambahnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat  digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu.

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari Tekek. Kemudian penggeledahan di kediamannya, didapatkan barang bukti yang lebih banyak,” urainya.

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Dari tangan tersangka didapatka bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor. 

Editor: Supriyadi