PEMBUNUHAN ANAK KANDUNG : Pelaku Akui Hantam Kepala Anak dan Istri Pakai Palu Besi

Kapolsek Batealit menunjukkan barang bukti palu yang digunakan tersangka. (MuriaNews/Wahyu KZ)

Kapolsek Batealit menunjukkan barang bukti palu yang digunakan tersangka. (MuriaNews/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Aparat unit reskrim gabungan antara Polres Jepara dan Polsek Batealit berhasil membekuk tersangka bernama Seraju (45) saat melarikan diri ke Semarang. Usai diamankan di Mapolsek Batealit, tersangka diinterogasi.

”Tersangka mengaku memukul kepala korban dengan palu ini,” kata Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro sembari menunjukkan palu yang digunakan tersangka.

Menurutnya, palu tersebut disembunyikan di bawah almari. Ada bekas darah di ujung palu tersebut. Dia menduga, pukulan yang dilakukan tersangka sangat keras lantaran tanda-tanda di palu tersebut masih tersisa dan korban yang juga anak kandungnya tewas, sementara istrinya juga kritis.

Sebagaimana disampaikan dokter dari RSUD Kartini, Nur Hayati. Kedua korban mengalami luka parah di bagian kepala depan dan belakang bahkan terjadi pendarahan. Akibatnya, nyawa korban yang merupakan anak kandungnya tak mampu diselamatkan. (WAHYU KZ/TITIS W)

PEMBUNUHAN ANAK KANDUNG: Kondisi Kejiwaan Pelaku Normal

Kapolsek Batealit menginterogasi pelaku pembunuhan anak kandung. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolsek Batealit menginterogasi pelaku pembunuhan anak kandung. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Aparat kepolisian Polsek Batealit, Jepara telah membekuk pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maut yang terjadi di Desa Geneng, Kecamatan Batealit, di Desa Kuningan, Semarang Utara, Rabu (28/10/2015) malam tadi. Aparat memastikan kondisi kejiwaan pelaku masih terbilang normal.

Sebab, dari keterangan pelaku, dirinya melarikan diri dengan cara berjalan kaki hingga ke jalan raya, kemudian naik angkutan umum minibus menuju tempat saudaranya di Semarang. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan tes sederhana untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku normal.

”Tadi saya ajak komunikasi masih nyambung. Ketika saya tanya nama-nama anaknya, nama istri dan nama orang tuanya pun masih bisa menjawab dengan benar. Bahkan, saya minta nulis dan saya minta tanda tangan juga ternyata masih sama dengan di KTP pelaku,” ujar Kapolsek Batealit, Jepara, AKP Hendro Astro kepada MuriaNewsCom.

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya masih butuh bantuan dari pihak psikiater untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku penganiayaan hingga berujung maut tersebut. Pihaknya belum berani memastikan secara pasti bahwa kejiwaan pelaku normal.

Sebab, seperti diberitakan MuriaNewsCom, pelaku memiliki riwayat sakit jiwa dan pernah di larikan ke RSUD Kartini. Bahkan ketika kambuh, pernah pula dilarikan ke rumah sakit di Semarang pada tahun 2014 lalu. (WAHYU KZ/TITIS W)

PEMBUNUHAN ANAK KANDUNG: Pelaku Dibekuk di Semarang

Pelaku pembunuhan anak kandung diinterogasi Kapolsek Batealit. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pelaku pembunuhan anak kandung diinterogasi Kapolsek Batealit. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pelaku kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mengakibatkan anak kandungnya tewas, dan mantan istrinya yang kritis telah dibekuk aparat kepolisian. Pelaku diketahui bernama Seraju (45) itu dibekuk di Semarang pada Rabu (28/10/2015) malam tadi.

”Setelah kami memintai keterangan para saksi, kami mendapatkan informasi jika pelaku atau tersangka memiliki saudara di Semarang, kemudian kami melakukan pengejaran,” ujar Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pengejaran dilakukan unit reskrim gabungan antara Polres Jepara dengan Polsek Batealit. Akhinya, kurang dari 24 jam dari peristiwa penganiayaan, tersangka sudah dapat diamankan tanpa banyak perlawanan.

”Tersangka berada di kawasan Desa Kuningan, Semarang Utara. Kemudian tersangka dibawa dari Semarang ke sini (Mapolsek Batealit),” kata Hendro Astro.

Sampai saat ini tersangka masih mendekap di jeruji besi di Mapolsek Batealit. Proses penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.

Seperti diberitakan, bahwa kasus KDRT maut telah terjadi di Desa Geneng, Kecamatan Batealit, Jepara. Anak tersangka, yakni Afrianto alias Rian dengan nalam lengkap Fitri Harianto (15) tewas ditangan ayah kandungnya. Sementara istri (yang diketahui sudah cerai sebulan lalu), kritis usai keduanya dianiaya oleh tersangka. (WAHYU KZ/TITIS W)

Berniat Tolong Ibu, Remaja Tewas Ditangan Ayah

Rumah korban sampai saat ini masih dalam penjagaan petugas kepolisian dengan dibatasi garis polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Rumah korban sampai saat ini masih dalam penjagaan petugas kepolisian dengan dibatasi garis polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Nasib nahas menimpa ibu dan anak di Desa Geneng RT 03 RW 01 Kecamatan Batealit, Jepara. Seorang anak remaja bernama Afrianto alias Rian (15) tewas menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga ketika menolong ibunya bernama Siti Hadroh (37) saat dianiaya ayahnya bernama Seraju (45).

Afrianto tewas setelah menderita luka parah di bagian kepala. Sempat dilarikan ke RSUD Kartini namun nyawanya tak mampu diselamatkan. Sedangkan Siti Hadroh terluka parah dalam kondisi kritis di RSUD Kartini Jepara.

Petugas RSUD Kartini, dr. Nur Hayati menjelaskan, Afriyanto mengalami luka parah di kepala dan pendarahan otak. Luka yang sangat parah itu membuat nyawanya tak dapat diselamatkan.

“Bagian kepala luka parah. Dilihat dari lukanya terkena pukulan dengan benda tumpul,” kata Nur Hayati kepada MuriaNewsCom, Rabu (28/10/2015).

Salah seorang saksi, Nur Sahid (45) mengatakan, peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

”Saya tahu sesaat setelah kejadian. Kondisinya terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit,” katanya.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Sedangkan pelaku melarikan diri.
Korban tewas masih berada di ruang jenazah RSUD Kartini dan korban kritis dirawat intensif di rumah sakit yang sama. (WAHYU KZ/TITIS W)

Polisi Masih Lakukan Pengejaran Terhadap Pelaku Penganiayaan Pemilik Toko Kelontong di Blora

f-Penganiyaan (2) (E)

Korban pengaiayaan yang saat ini mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bakti Padma (MURIANEWS/PRIYO)

 

BLORA- Kepolisian Sektor Blora bersama tim dari Resmob Polres Blora saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan pasangan suami-istri Gwang Ming dan Karsih,pemilik toko kelontong di Desa Kamolan,Kecamatan Blora Kota pada Kamis, sekitar pukul 22.00 WIB. Lanjutkan membaca