Mayat Diduga Warga Rembang Ditemukan di Laut Bondo Jepara

Nelayan Jepara mengevakuasi mayat laki-laki yang ditemukan di Pantai Bondo, pada Kamis (5/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Nelayan Jepara mengevakuasi mayat laki-laki yang ditemukan di Pantai Bondo, pada Kamis (5/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tanpa identitas di laut Jepara. Tepatnya di 12 mil dari bibir Pantai Bondo Jepara ke arah utara.
Mayat tersebut ditemukan kali pertama oleh Nurul Huda, nelayan yang juga warga Desa Bondo, saat memancing seorang diri.

Mayat yang diduga nelayan itu, ditemukan Nurul Huda dalam posisi tengkurap. Semula mayat tersebut dikira hanya barang yang terapung dan terbalut kain. Namun saat didekati ternyata sesosok mayat.

”Awalnya takut dan hendak meninggalkan begitu saja mayat itu, karena saya seorang diri. Tapi setelah saya pikir-pikir kok, kasihan. Mau saya angkat sendiri tidak kuat. Akhirnya saya menghubungi teman-teman saya yang juga memancing,” ujar Nurul di TPI Bondo, Kamis (5/5/2016).

Setelah meminta bantuan temannya Coko, Rajiun, dan Eli, mayat laki-laki yang mengenakan baju hitam dipadukan dengan celana pendek putih itu, langsung dievakuasi.

Setelah mayat berhasil dinaikan ke atas kapal dengan peralatan sederhana, mayat laki-laki tanpa identitas itu dibawa ke TPI Bondo. ”Tadi hanya diambil dengan tangan, terus dibungkus karung,” kata Nurul.

Dia mengatakan, penemuan mayat sekitar pukul 12.00 WIB. Mayat tiba di TPI Bondo pukul 14.30 WIB. Selanjutnya, mayat dibawa tim SAR beserta aparat kepolisian Polres Jepara ke kamar jenazah RSUD Kartini untuk divisum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga mayat laki-laki tersebut merupakan warga Lasem, Kabupaten Rembang. Pasalnya, tiga hari yang lalu, dikabarkan salah seorang nelayan Lasem hilang di tengah laut saat mencari ikan.

”Kemungkinan korban warga Rembang. Karena kemarin dikabarkan ada nelayan Rembang yang hilang dan kebetulan ini arusnya ke barat,” kata Rajiun.

Editor: Merie

Ini Identitas Mayat Misterius Tewas di Halaman Masjid Agung

Polisi membawa mayat misterius di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi membawa mayat misterius di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok laki-laki ditemukan dalam kondisi tewas di halaman masjid Agung Baitul Makmur Jepara, Senin (28/3/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Mayat yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas itu, diketahui bernama Kardi, usia 40 tahun.

Identitas mayat tersebut diketahui setelah pihak aparat kepolisian melakukan penyelidikan, usai mayat dibawa ke ruang jenazah RSUD Kartini. Kardi, merupakan warga Desa Krapyak RT 04 RW 06 Kecamatan Tahunan Jepara.

“Pihak keluarga telah sampai di ruang jenazah untuk memastikan identitas mayat. Kemudian ini mau dibawa ke rumah duka, di Desa Krapyak,” ujar penjaga ruang jenazah RSUD Kartini, Jono kepada MuriaNewsCom, Senin (28/3/2016).

Menurut Jono, berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, mayat yang ditemukan tewas di halaman masjid tersebut tidak terdapat luka-luka akibat kekerasan. Ada sedikit bagian wajah yang luka namun hal itu dipastikan akibat terjatuh.

“Tidak ada luka akibat pukulan maupun tanda kekerasan lainnya. Kemungkinan jenazah ini memang terjatuh akibat mengidap penyakit lalu meninggal,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian Polsek Jepara kota dalam penanganan peristiwa ini dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Sriyono. Sriyono langsung memimpin evakuasi mayat dari halaman masjid sampai di RSUD Kartini. Selain itu, pihaknya juga yang memimpin proses pencarian identitas mayat tersebut.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Pria Misterius Ditemukan Tewas di Halaman Masjid Agung Jepara 

Pria Misterius Ditemukan Tewas di Halaman Masjid Agung Jepara

Petugas kepolisian menutup mayat pria misterius di halaman Masjid Agung (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Petugas kepolisian menutup mayat pria misterius di halaman Masjid Agung (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok laki-laki tanpa identitas ditemukan dalam kondisi tewas di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Jepara, Senin (28/3/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Lelaki yang diprediksi berusia sekitar 40 tahun itu tewas dalam kondisi telentang di halaman sisi selatan masjid.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, belum ada yang mengetahui penyebab kematian pria tersebut. Sejumlah saksi mengetahui, lelaki itu telah tergeletak dan tak ada yang mengetahui proses jatuhnya korban.

Salah seorang saksi, Vitasari mengatakan, dia mengetahui korban itu sudah dalam kondisi telentang. Ketika itu, korban terlihat masih bernyawa, karena terdengar suara dengkuran korban dari area salat perempuan Masjid Agung.

“Setelah salat zuhur, saya mau balik kerja. Tapi tiba-tiba saya melihat orang itu sudah tergeletak. Terdengar suara seperti orang mendengkur,” ujar Vitasari kepada MuriaNewsCom.

Saksi lain, Ana juga mengaku melihat lelaki itu sudah dalam kondisi telentang. Selain itu, bagian mulut lelaki itu mengeluarkan darah. Dia melihat itu ketika hendak masuk ke dalam area masjid.

“Baru mau masuk masjid untuk ambil wudu, tetapi saya lihat lelaki itu sudah telentang dalam keadaan kaku,” katanya.

Menurut dia, setelah mengetahui kondisi lelaki itu, dirinya memberitahu rekannya, lalu memberi tahu sejumlah orang disekitar. Sontak, salah satu diantara mereka menghubungi pihak kepolisian. Ketika dicek, lelaki yang mengenakan celana jeans dan kaos berwarna biru itu sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Sampai berita ini ditulis, korban dibawa oleh aparat kepolisian dari Polsek Jepara Kota. Korban dibawa ke RSUD Kartini untuk dilakukan penyelidikan.

Editor : Kholistiono

Terdapat Luka di Wajah, Diduga Mayat yang Ditemukan di Pantai Empurancak Terbentur Karang

Mayat tanpa identitas yang ditemukan di Pantai Empurancak Jepara dilakukan evakuasi (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Mayat tanpa identitas yang ditemukan di Pantai Empurancak Jepara dilakukan evakuasi (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas ditemukan di Pantai Empurancak, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Penemuan mayat ini menggegerkan warga setempat dan pengunjung pantai. Mayat tanpa identitas itu diduga meninggal karena tenggelam dan terbentur karang.

Berdasarkan keterangan dari dokter Puskesmas Mlonggo Itut Anggraini,kondisi mayat sebenarnya masih utuh, dan diprediksi tenggelamnya di laut kurang dari 10 jam. Hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan, saat pihaknya datang ke lokasi penemuan mayat bersama aparat Polsek Mlonggo.

“Setelah dilakukan visum luar, diduga mayat yang mengenakan kaos singlet putih itu baru saja meninggal kurang dari 10 jam. Dipastikan meninggalnya karena tenggelam. Ada beberapa luka di bagian wajah, tapi bukan luka pukulan benda tumpul tapi karena benturan karang,” terang Itut, Rabu (16/3/2016).

Salah seorang warga setempat, Muji mengemukakan, mayat tersebut ketika ditemukan pertama kali dalam posisi tengkurap tersangkut di karang yang berada di tepi pantai tersebut. Saat ditemukan, kondisi wajah mayat laki-laki berbadan besar itu penuh dengan luka dan masih mengeluarkan darah.

“Posisinya tengkurap dengan kondisi wajah luka-luka sepertu goresan terkena karang. Penemuan pertama kalinya siang tadi,” ujar Muji

Menurut dia, ketika diketahui ada mayat di tepi pantai, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berkumpul. Tak lama kemudian dilakukan evakuasi. Setelah dievakuasi dari tepi pantai, tak ada warga yang mengenali mayat laki-laki yang ditemukan mengenakan celana pendek warna hitam itu. Namun, sejumlah warga mengaku sering melihat sosok tersebut memancing ikan di kawasan Pantai Empurancak.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Warga Digegerkan dengan Penemuan Mayat Laki-laki di Pantai Empurancak Jepara

Warga Digegerkan dengan Penemuan Mayat Laki-laki di Pantai Empurancak Jepara

Mayat yang ditemukan di Pantai Empurancak dilakukan evakuasi (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Mayat yang ditemukan di Pantai Empurancak dilakukan evakuasi (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas ditemukan di Pantai Empurancak Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Penemuan mayat ini menggegerkan warga setempat dan pengunjung pantai. Diduga, mayat tanpa identitas itu adalah pemancing yang terseret ombak.

Salah seorang warga setempat, Muji mengemukakan, mayat tersebut ketika ditemukan pertama kali dalam posisi tengkurap tersangkut di karang yang berada di tepi pantai tersebut. Saat ditemukan, kondisi wajah mayat laki-laki berbadan besar itu penuh dengan luka dan masih mengeluarkan darah.

“Posisinya tengkurap dengan kondisi wajah luka-luka seperti goresan terkena karang. Penemuan pertama kalinya siang tadi,” ujar Muji kepada MuriaNewsCom, Rabu (16/3/2016).

Menurut dia, ketika diketahui ada mayat di tepi pantai, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berkumpul. Tak lama kemudian dilakukan evakuasi. Setelah dievakuasi dari tepi pantai, tak ada warga yang mengenali mayat laki-laki yang ditemukan mengenakan celana pendek warna hitam itu. Namun, sejumlah warga mengaku sering melihat sosok tersebut memancing ikan di kawasan Pantai Empurancak.

“Beberapa warga tidak asing dengan wajah mayat itu, dimungkinkan sering mancing di wilayah sini. Tapi belum ada yang mengetahui secara pasti, apakah dia itu nelayan atau orang biasa,” ungkapnya.

Beberapa saat berselang, aparat kepolisian dari Polsek Mlonggo bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Mlonggo mendatangi lokasi tempat ditemukannya mayat tersebut. Selanjutnya, mayat dimasukkan ke dalam mobil jenazah dan dilarikan ke rumah sakit.

Editor : Kholistiono

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Ngelak Jepara

Mayat tanpa identitas ditemukan di pantai Ngelak Jepara dievakuasi oleh petugas bersama warga sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis (25/2/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

Mayat tanpa identitas ditemukan di pantai Ngelak Jepara dievakuasi oleh petugas bersama warga sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis (25/2/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di pantai Ngelak Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Mayat tersebut ditemukan warga sekitar pada Kamis (25/2/2016) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kapolsek Mlonggo AKP Maryono menjelaskan, mayat tersebut ditemukan oleh warga yang merupakan nelayan setempat. Kemudian mayat dievakuasi oleh petugas bersama warga dan dibawa ke ruang pemulasaraan jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini Jepara.

”Mayat dalam kondisi membusuk. Mungkin sudah beberapa hari yang lalu meninggalnya,” kata Maryono.

Sementara itu, petugas ruang jenazah RSUD Kartini, Jono mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, jenazah diperkirakan meninggal sekitar tiga hari yang lalu. Sebab sebagian kondisi tubuh mayat masih bagus.

”Tinggi badan mayat sekitar 180 cm dan beratnya sekitar 70 kilogram,” kata Jono kepada MuriaNewsCom, Kamis (25/2/2016).

Saat ditemukan, mayat mengenakan pakaian berwarna hitam dan terdapat tulisan Ocean Pasific. Sampai saat ini pihak kepolisian masih berada di ruang jenazah RSUD Kartini untuk mengidentifikasi mayat tersebut.

Editor : Titis Ayu Winarni

Ini Keterangan Polisi soal Kematian Ibu di Sumur yang Gegerkan Jepara

Petugas berupaya mengangkat tubuh korban dari dalam sumur tua di Kecamatan Bangsri, Jepara. (Istimewa)

Petugas berupaya mengangkat tubuh korban dari dalam sumur tua di Kecamatan Bangsri, Jepara. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Misteri kematian Sri Munaziati atau Kasri (54), warga Tengguli, Bangsri, Jepara, yang tenggelam di sumur di desanya, terus diperiksa anggota Polsek Bangsri.

Polisi ingin memastikan apakah korban tewas murni tercebur sumur, atau merupakan korban pembunuhan, atau ada penyebab lain.

Usai melakukan pemeriksaan, Kapolsek Bangsri AKP Timbul Taryono menyatakan, korban meninggal murni karena tercebur sumur. “Yang jelas, bukan merupakan pembunuhan,” kata Timbul dihubungi Rabu (10/2/2016) sore.

Hal itu diperkuat pula dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Bangsri. Yang menyatakan, korban murni tewas karena tercebur sumur. “Luka di badannya karena benturan dinding sumur yang berdiameter 1 meter dengan kedalaman 15 meter,” terang Timbul.

Atas dasar itu, keluarga juga tidak mengizinkan polisi mengautopsi tubuh korban. Korban pun dipulangkan ke keluarganya dan dimakamkan Rabu siang selepas zuhur.
Dari keterangan keluarga, korban diduga mengalami kelainan jiwa. Karena beberapa hari sebelum hilang, korban kerap tertawa sendiri dan bertingkah aneh. Bahkan, tiga hari sebelum hilang, keluarga terus mengawasi korban. “Tiap malam diawasi keluarga,” bebernya.

Namun pada 20 Januari 2016 pukul 04.00 WIB, korban tak lagi ditemukan di rumahnya. Keluarga pun mencarinya kemana-mana. Keluarga pun melaporkannya ke pemdes setempat, dan ke Polsek Bangsri, serta ke Dinas Sosial.

Akhirnya Rabu pagi, suami korban, Suyono, berniat membersihkan kandang sapi. Tapi Suyono tiba-tiba merasa ingin melihat sumur tak jauh dari lokasi itu. Tepatnya berjarak 20 meter dari rumah. “Itu feeling suami,” tambah Timbul menyimpulkan.

Sebelumnya diberitakan, korban ditemukan tewas terendam di sumur tua, Rabu pagi. Setelah diberitakan hilang sejak 20 Januari 2016.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Ibu Tewas di Sumur di Jepara setelah 3 Minggu Terendam

Kronologis Ngeri Penemuan Mayat Ibu di Sumur Tua dekat Kandang Sapi di Jepara

Kronologis Ngeri Penemuan Mayat Ibu di Sumur Tua dekat Kandang Sapi di Jepara

Petugas berupaya mengangkat tubuh korban dari dalam sumur tua di Kecamatan Bangsri, Jepara. (Istimewa)

Petugas berupaya mengangkat tubuh korban dari dalam sumur tua di Kecamatan Bangsri, Jepara. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kematian Sri Munaziati atau Kasri (54), warga Tengguli, Bangsri, Jepara, benar-benar membuat gempar warga setempat.

Betapa tidak, korban sebelumnya dinyatakan hilang oleh keluarga sejak 20 Januari 2016. Namun keberadaanya diketahui sudah terendam di sumur. Korban baru ditemukan pada Rabu (10/2/2016) dalam keadaan tewas di sumur tua.

Kronologi yang dihimpun BPBD Jepara, korban kali pertama diketahui oleh Suyono, warga Desa Tengguli, RT 6/07, Rabu pagi pukul 09.00 WIB.

Saat itu, Suyono sedang membersihkan kandang sapi. Tiba-tiba, Suyono merasa ingin melihat sumur tua yang ada tak jauh dari kandang sapi. Sumur itu diketahui milik Mustofa.

Betapa kagetnya saat mendapati di dalam sumur, ada tubuh yang terendam. Seketika, Suyono memberi tahu warga lainnya.

“Saat diangkat, kondisi tubuh korban amat mengenaskan. Tiga minggu di sumur, ya bisa dibayangkan kondisinya,” kata Kepala BPBD Jepara, Lulus Suprayitno, Rabu sore.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Ibu Tewas di Sumur di Jepara setelah 3 Minggu Terendam 

Nenek Tewas Terseret Arus Sungai di Rembang, Ditemukan Tersangkut Carang 

Terpeleset Saat Mencuci di Tepi Sungai, Nenek di Rembang Tewas Terseret Arus 

Video – MAYAT TANPA KEPALA: Korban Kecelakaan Laut Kepulauan Seribu

Petugas menangani mayat tanpa kepala di RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ) 

Petugas menangani mayat tanpa kepala di RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kapolres Jepara AKBP Syamsu Arifin meninjau langsung mayat tanpa kepala yang ditemukan nelayan di perairan Bayuran Kecamatan Kembang, Jepara. Dia memastikan jika mayat dalam kondisi mengenaskan tersebut merupakan korban kecelakaan laut di perairan Kepulauan Seribu, dua pekan lalu.

Kepastian tersebut dia kemukakan setelah melakukan kordinasi dengan pihak terkait. Tepatnya setelah mengantongi identitas mayat tersebut. Bahkan, pihaknya juga mengaku telah mendapatkan informasi jika pihak keluarga jenazah akan segera menjemput jenazah yang untuk sementara ini masih disimpan di ruang jenazah RSUD Kartini, Jepara.

“Hasil penelusuran identitas korban dan kordinasi dengan kepolisian, mayat tersebut adalah korban kecelakaan laut di Kepulauan Seribu, sekitar dua pekan lalu,” terang Syamsu, Sabtu (26/12/2015).

Menurutnya, sekitar dua pekan lalu informasinya ada kecelakaan laut di sana. Pihaknya juga memastikan bahwa mayat tersebut memang karyawan dari Sea Leader Marine. Status dari jenazah itu adalah ABK dari kapal Sea Leader Marine.

“Tidak sampai di sini, kami terus melakukan penyelidikan atas peristiwa ini dengan melakukan kordinasi dengan kepolisian di sana,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, sesosok mayat ditemukan di kawasan perairan Bayuran, Kecamatan Kembang, Jepara dalam kondisi mengenaskan. Mayat tersebut ditemukan tanpa kepala dan sebagian tubuh lain seperti telapak tangan dan kaki juga sudah hilang.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, mayat tersebut ditemukan nelayan saat pulang mencari ikan pada Sabtu (26/12/2015) sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian di bawa ke darat di pantai Bayuran, dan nelayan melaporkan kepada pihak terkait. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)