Ratusan Potongan Fosil di Grobogan Teridentifikasi Tim Purbakala Sangiran

Petugas melakukan kegiatan menata potongan fosil di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas melakukan kegiatan menata potongan fosil di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kedatangan 20 ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, untuk melakukan penelitian sejak Selasa (15/3/2016) sudah membuahkan hasil.

Mereka sudah berhasil mengidentifikasi 270 potongan fosil purba yang ditemukan selama beberapa waktu terakhir.

“Kalau boleh saya bilang, kerja tim ahli dari BPSMP ini luar biasa. Sejauh ini sudah ada 270 fosil yang berhasil terdata dengan baik. Masih ada potongan fosil sekitar 200 yang akan diidentifikasi lagi,” ungkap Kades Banjarejo, Ahmad Taufik.

Dari proses identifikasi yang sudah dilakukan, potongan fosil itu berasal dari 17 jenis hewan purba. Antara lain,gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, sapi, hiu, babi, antelop, menjangan dan kerang.
Selain jenis hewan, potongan fosil yang ada juga bisa diidentifikasi berdasarkan bagian tubuhnya. Misalnya, potongan tanduk, ekor, kepala, gigi, kaki atau bagian tubuh lainnya.

Dengan teridentifikasinya fosil tersebut nantinya akan banyak manfaat yang didapat. Seperti memudahkan dalam menata dalam tempat penyimpanan. Yakni, dengan mengelompokkan fosil berdasarkan jenis hewannya.

Semua fosil yang sudah diidentifikasi diberi label khusus. Hal ini nantinya juga akan memudahkan pengunjung yang melihat koleksi-koleksi tersebut.

“Nantinya kalau lihat fosil sudah enak. Dengan lihat labelnya maka akan dapat informasi lengkap. Jadi, saya juga tidak akan kebingungan untuk menjelaskan pada pengunjung seperti yang terjadi selama ini,” imbuhnya.

Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi menyatakan, peneliti yang datang ke Banjarejo akan dibagi jadi tiga tim. Tim pertama akan melakukan penelitian, pengkajian dan mengungkap nilai-nilai penting dari penemuan benda purbakala yang ada di Banjarejo. Misalnya, soal struktur tanah, dan titik penemuan benda purbakala.

Kemudian tim kedua akan melakukan upaya konservasi, registrasi, dan identifikasi benda purbakala yang sudah ditemukan selama ini. Mereka nanti akan melakukan perawatan terhadap benda purbakala agar awet dan tidak rusak. Beberapa potongan fosil juga akan dikumpulkan sesuai jenis hewannya.

Sedangkan, tim ketiga akan fokus pada penataan benda-benda purbakala biar terlihat rapi. Tim ini juga akan membuatkan tulisan singkat berisi cerita tentang benda purbakala tersebut.

“Jadi, personel yang datang ke Banjarejo cukup komplit. Ada, ahli arkelogi, kimia, biologi, hingga desain komunikasi visual. Mereka akan melangsungkan penelitian selama dua minggu,” jelas Sukron.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Mantap, Koleksi Fosil yang Ada di Banjarejo Bikin Takjub Ahli Fosil dari Balai Arkeologi 

“Fosil juga Ditemukan di Dalam Rumah Warga Banjarejo Grobogan” 

Lagi, Ditemukan Fosil Gajah Purba Seberat 1 Kuintal di Kebun Jati Desa Banjarejo

Empat warga Desa Banjarejo tengah memikul fosil gajah purba dari lokasi penemuan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Empat warga Desa Banjarejo tengah memikul fosil gajah purba dari lokasi penemuan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Penemuan fosil bagian tubuh hewan purbakala lagi-lagi ditemukan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Yang terbaru berupa bagian tubuh gajah purba yang ditemukan Kaur Kesra Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo Budi Setyo Utomo, Minggu (03/01/2016) sore.

Lokasi penemuan fosil baru ini berada di areal kebun jati di Dusun Ngrunut. Dari perkampungan menuju ke lokasi kebun jati milik Dul Karman itu jaraknya sekitar 1 km.

Fosil tersebut terpendam dalam tanah dengan kedalaman sekitar 1 meter. Untuk menggali fosil yang dilakukan empat orang itu butuh waktu sekitar lima jam. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses evakuasi itu disebabkan butuh kehati-hatian agar proses penggalian tidak merusak fosil yang terkubur dalam tanah tersebut.

”Kalau hanya sekedar bikin galian sedalam 1 meter paling butuh waktu satu jam saja. Tetapi karena proses mengangkat fosil ini butuh hati-hati makanya jadi cukup lama,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik yang memimpin langsung proses pengangkatan fosil tersebut.

Menurut Taufik, fosil yang ditemukan itu memiliki panjang 60 cm, lebar 40, tinggi 35 cm. Meski tidak terlalu besar, namun bobot fosil itu ternyata cukup berat. Diperkirakan, beratnya sekitar 1 kuintal dan butuh empat orang untuk memikul fosil itu dari tempat penemuan hingga ke perkampungan.

Penemuan fosil terbaru itu, sudah dikoordinasikan dengan pihak Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Selain itu, foto-foto fosil juga dikirimkan pula ke sana melalui email.
Dari keterangan pihak BPSMP, fosil tersebut merupakan rahang atas gajah purba. Hal itu dilihat dengan adanya deretan gigi yang terdapat pada fosil tersebut. Meski demikian, pihak BPSMP belum bisa memastikan jenis gajah purba tersebut. Apakah jenis mastodon, stegodon, atau elephas.

”Keterangan ini diberikan berdasarkan dari foto yang saya kirim. Untuk memastikan, perlu melihat langsung fosil dan lokasi penemuan untuk melakukan serangkaian kajian. Dalam waktu dekat, pihak BPSMP melakukan penelitian ke Banjarejo,” imbuh Taufik. (DANI AGUS/TITIS W)

Lagi, Fosil Ditemukan di Banjarejo Grobogan

Beberapa pekerja saat berada di lokasi penemuan fosil purba di Banjarejo, Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa pekerja saat berada di lokasi penemuan fosil purba di Banjarejo, Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sudah banyak ditemukan namun kekayaan benda purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, ternyata belum habis. Buktinya, pada akhir tahun hingga awal 2016 ini masih ditemukan lagi patahan fosil purba. Jumlahnya cukup banyak karena mencapai 80 potongan.

“Penggalian fosil ini dilakukan mulai Kamis (31/12/2015) sampai hari ini (Jumat,1/1/2016). Penemuan fosil ini boleh dibilang jadi kado tahun baru buat Desa Banjarejo,” ungkap Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Fosil tersebut ditemukan di sebuah tegalan atau kebun warga di Dusun Ngrunut. Dalam satu lokasi itu ada empat titik penggalian yang letaknya tidak berjauhan. Fosil tersebut berada pada kedalaman 1 hingga 2 meter.

Fosil purba yang ditemukan kali ini diperkirakan berasal dari tiga jenis hewan. Yakni, badak, banteng, dan gajah. Perkiraan ini disimpulkan dari penemuan fosil purba sebelumnya.

Untuk mengangkat fosil purba tersebut, sedikitnya ada 50 warga yang ikut ambil bagian. Lantaran fosil yang ditemukan berupa patahan maka proses pengangkatan harus dilakukan ekstra hati-hati. Oleh sebab itu, butuh waktu cukup lama untuk menuntaskan pengangkatan potongan fosil dari lokasi penggalian.

“Fosil ini ditemukan oleh Kaur Kesra Dusun Kuwojo Budi Setyo Utomo. Perangkat saya ini memang dikenal ahli dalam mendeteksi keberadaan fosil yang ada di Desa Banjarejo. Penemuan fosil ini juga sudah kita koordinasikan dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran,” sambung Taufik.

Ditambahkan, saat ini, puluhan patahan fosil itu sudah diamankan di rumah. Namun, fosil terbaru ini belum dipajang di etalase bersama penemuan sebelumnya. Sebab, fosil itu masih dalam proses pembersihan terlebih dahulu. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)