Ratusan Guru SD di Grobogan Dilatih Kelola Barang

Ratusan Guru SD tengah mengikuti pelatihan Simda BMD di Ruang Riptaloka Setda Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan Guru SD tengah mengikuti pelatihan Simda BMD di Ruang Riptaloka Setda Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pengelolaan barang atau aset ternyata tidak hanya difokuskan di SKPD saja. Tetapi juga menyasar ke SD. Hal ini terlihat dengan adanya pelatihan Simda Barang Milik Daerah (BMD) buat guru SD yang jadi operator program tersebut.

Acara pelatihan di Ruang Riptaloka Setda Grobogan, dibuka Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono. Pelatihan tersebut menghadirkan pula narasumber dari BPKP Perwakilan Jawa Tengah.

Menurut Sumarsono, pelatihan itu dilakukan karena pembuatan kartu inventaris ruangan (KIR) di SD belum didasarkan pada Simda. Oleh sebab itu, para operator di masing-masing sekolah diberikan pelatihan khusus untuk menangani masalah tersebut. Sebab, pihak sekolah yang tahu persis kondisi yang ada disitu.

“Peserta pelatihan ini ada 830 orang guru SD se-Kabupaten Grobogan. Pelatihan dilakukan bergelombang selama enam hari,” kata Sumarsono didampingi Kabid Aset Daerah Ambang Prangudi Margo.

Ditambahkan, dengan pelatihan tersebut nantinya akan terjadi tertib administrasi di level SD. Dengan demikian, hal ini akan memudahkan dalam melakukan inventarisasi atau mutasi aset. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Trik Ini Jadi Jurus Jitu SMAN 1 Purwodadi Jadikan Siswanya Pandai

Konsultan baca Kemendikbud Satria Dharma saat menyampaikan materi dan memberi hadiah buku pada salah satu peserta workshop. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Konsultan baca Kemendikbud Satria Dharma saat menyampaikan materi dan memberi hadiah buku pada salah satu peserta workshop. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Jika mau pandai dan banyak pengetahuan biasakanlah membaca beragam jenis buku. Sebab, melalui kebiasaan ini akan banyak manfaat yang bisa didapat.

”Banyak tokoh besar dunia menyatakan, membaca adalah jantungnya pendidikan. Hal ini membuktikan kalau membaca punya peran penting dalam bidang pendidikan,” kata Satria Dharma, konsultan baca dari Kemendikbud saat menyampaikan meteri dalam workshop di SMAN 1 Purwodadi, Kamis (10/12/2015).

Menurutnya, budaya membaca dikalangan pelajar memang belum menggembirakan. Untuk itu perlu dorongan banyak pihak untuk meningkatkan minat baca. Selain itu, perlu pula pemahaman yang lebih pada siswa tentang pentingnya membaca.

”Untuk mendorong minat baca, Mendikbud Anies Baswedan meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah. Melalui program ini, pihak sekolah diminta menyediakan waktu minimal 15 menit buat siswa untuk membaca buku di luar pelajaran sekolah,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat mengatakan, untuk menumbuhkan minat baca, pada tahun depan rencananya dibuatkan perpustakaan mini di setiap kelas. Buku yang disediakan nanti adalah bacaan yang memang disukai siswa. Yang penting tidak ada unsur SARA.

”Pembuatan perpustakaan kelas ini sudah mulai kita persiapkan. Nanti, perpustakaan ini akan dikelola para siswa sendiri,” katanya. (DANI AGUS/TITIS W)