Ini Sektor yang Picu Pendapatan Daerah Jepara 2015 Lebihi Target

Penyerahan LKPj Bupati 2015 kepada DPRD Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Penyerahan LKPj Bupati 2015 kepada DPRD Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Meski penyerapan anggaran daerah tahun 2015 lalu tak maksimal, pendapatan Daerah Kabupaten Jepara tahun 2015 melebihi target yang ditetapkan. Dari target Rp 1,87 triliun, terealisasi sebesar Rp 1,93 triliun atau sebesar 103,1 persen. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2014. Pada 2014, pendapatan  sebesar Rp 1,59 triliun. Artinya,kenaikan mencapai Rp 331, 4 miliar.

Hal itu diungkapkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Jepara 2015 yang disampaikan dalam rapat paripurna di gedung DPRD Jepara, Kamis (31/3/2016).

Menurut Marzuqi, kenaikan pendapatan itu didapat dari kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jepara. PAD yang bersumber dari Pajak Daerah, Retribusi, Pengelolaan Kekayana Daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah melebihi target yang ditetapkan. Pencapaian target ini lantaran optimalisasi pendapatan yang terus dilakukan mulai intensifikasi, ekstensifikasi dan upaya menggerakkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah.

“Dari target Rp 217 miliar, dapat direalisasi sebesar Rp 270 miliar. Artinya ada peningkatan pendapatan sekitar Rp 53 miliar,” kata Marzuqi dihadapan peserta rapat paripurna.

Akan tetapi, lanjut Marzuqi, dana perimbangan yang berasal dari bagi hasil pajak/ bukan pajak, dana alokasi umum dan dana alokasin khusus tidak bisa terealisasi sesuai target. Dari target Rp 1,11 triliun terealisasi Rp 1,10 triliun.

“Penerimaan Dana Perimbangan tidak terealisasi sesuai target karena terjadi perubahan alokasi anggaran dari pemerintah pusat dan adanya kurang bayar untuk bagi hasil pajak/bukan pajak yang akan dibayar pada tahun anggaran berikutnya,” imbuhnya.

Untuk membahas LKPj Bupati Jepar tahun 2015 ini, DPRD Jepara membentuk dua panitia khusus (pansus). Pansus I membahas bidang pemerintahan, keuangan dan kesra. Sedangkan pansus II membahas bidang ekonomi, pembangunan infrastruktur dan tugas pembantuan.

Editor : Kholistiono