Waspada! Masjid Kini Jadi Sasaran Empuk Pelaku Curanmor

Halaman masjid Darur Rohmah, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo nampak lengang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Halaman masjid Darur Rohmah, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo nampak lengang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Modus operandi pelaku pencurian motor (curanmor) kerap melakukan aksinya disaat suasana sepi. Sehingga saat kondisi tersebut warga harus meningkatkan kewaspadaan. Begitu halnya yang terjadi di area masjid Darur Rohmah, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Sebab tempat tersebut sering terjadi kejadian modus pencurian motor.

Salah satu warga Desa Gulang, Mejobo Mintarno menjelaskan, pihaknya membenarkan kejadian itu sering terjadi di area masjid ini. Khususnya disaat melakukan salat berjamaah. ”Karena rata-rata para jamaah merupakan orang luar desa. Sebab letak masjid yang berada di timur luar Desa Gulang. Sehingga pelaku curanmor leluasa melakukan aksinya,” paparnya.

Pria yang pernah bekerja di salah satu perusahaan rokok di Kudus tersebut mengutarakan, sebaiknya ketika waktu salat jamaah khususnya waktu salat Jumat, pintu gerbang masjid dikunci. Akan tetapi hal itu masih sulit dilaksanakan, karena memberi kesempatan pada jamaah yang telat untuk tetap bisa memasuki masjid mengikuti jamaah salat.

Dengan adanya kejadian itu, pihaknya juga berharap semua warga dan jamaah lebih berhati-hati memarkir kendaraan dan meletakkan barang berharganya ketika salat. ”Kita jangan hanya mengandalkan aparat keamanan saja, yang terpenting ialah bagaimana kita bisa saling berhati-hati,” ujarnya.
Hal serupa juga dibenarkan oleh warga desa gulang lainnya Supardi, yang juga sebagai pengurus kerja bangunan Masjid Darur Rohmah. Dia berkata, area ini rawan curanmor. Selain itu, pihaknya juga membeberkan bahwa tiga pekan yang lalu sempat ada aksi curanmor .

”Yaitu yang diincar motor milik imam masjid yang di parkir di depan masjid. Namun aksi itu gagal lantaran salat jamaahnya sudah selesai. Dengan seringnya kejadian curanmor itu kami memasang CCTV di area masjid ini,” terangnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Pelaku Curanmor Ini Mau Ditolong Warga Usai Kecelakaan, tapi Malah Dikeroyok

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Maling yang menabrak pengguna jalan, awalnya mau ditolong oleh warga yang melihat. Sebab tabrakan yang terjadi dikira murni tabrakan, bukan dari maling yang kabur.

Hal itu diungkapkan Fitriana Ayu, warga yang melihat hal tersebut. Melihat pengejar maling yang berteriak keras, niat warga untuk mengamankan maling berubah jadi niat menghajar maling.

”Warga sudah banyak, apalagi waktu itu ramai. Jadi mereka langsung dikeroyok warga akibat hal yang dilakukan,” katanya.

Namun kegiatan penghakiman tidak berlangsung lama. Sebab Fitri beserta beberapa warga mengamankan maling tersebut di rumahnya. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penghakiman massa.

”Sambil menunggu petugas datang, maling diamankan dulu. Namun akhirnya petugas berhasil datang tidak lama kemudian,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Berikut Kronologi Pelaku Curanmor  yang Ketiban Apes

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kejadian maling yang menabrak pengguna jalan di Dersalam, Bae, Kudus, diketahui setelah gagal mencuri kendaraan. Bukan hanya gagal mencuri, maling tersebut juga dikejar hingga akhirnya menabrak pengguna jalan.

Hal itu diungkapkan Handi, seorang warga sekitar yang mengetahui keadaan tersebut. Dia menceritakan kalau percobaan pencurian dilakukan di keramaian tempat cuci motor di Pedawang. Melihat pelaku susah mendongkel kunci akhirnya kabur. Hanya kejadian tersebut diketahui warga sehingga mengejarnya.

”Mungkin karena panik langsung tancap gas. Soalnya yang mengejar berteriak maling dengan keras,” katanya.

Kedua pelaku yang hendak mencuri tersebut tidak dapat lari lantaran sudah jatuh akibat menabrak pengguna jalan. Akhirnya diketahui kalau kedua pencuri adalah warga Pati.

”Keduanya dari Pati, dan pelaku ada yang bilang kalau diajak yang lebih tua. Yakni yang berasal dari Juwana Pati,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

2 Pelaku Curanmor Gagal Beraksi Gara-gara Kecelakaan

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kejadian pencurian nyaris terjadi di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, Senin (26/10/2015).  Meski gagal mencuri sebuah sepeda motor, komplotan maling tersebut malah menabrak pengguna jalan saat melarikan diri.

Hal itu diungkapkan Handi, seorang warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 11.45 WIB. Kejadian tersebut diceritakan, maling yang kabur mencoba melarikan diri dengan kendaran Mio J yang dimilikinya. Hanya saat kabur dia malah menabrak pengguna jalan di Desa Dersalam, Kecamatan Bae.

”Maling ngebut, di tikungan malah nabrak penggunaan jalan yang memakai kendaraan Supra. Akhirnya mereka jatuh di jalan,” katanya

Menurutnya, kedua pelaku yang belakangan diketahui maling adalah terdapat beberapa orang yang mengejarnya. Kedua pencuri tersebut menjalankan aksinya dengan menggunakan kunci T untuk membobol kunci kendaraan.

”Kunci T nya ada, saat hendak dibuang namun keburu ketahuan sehingga diambil warga dan diamankan,” imbuhnya

Tidak lama kemudian petugas datang dan mengamankan situasi tersebut. Kondisi tersebut membuat jalan macet dan pengguna jalan berhenti untuk menyaksikan hal tersbeut. (FAISOL HADI/TITIS W)

Cegah Pencurian Terjadi Lagi, ”Marbot” Masjid Siap Pasang CCTV

Masjid Al Ridlo Jepang, Kecamatan Mejobo yang letaknya di pinggir jalan raya Mejobo menjadi tempat sasaran empuk pencurian kendaraan para jamaah masjid. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Masjid Al Ridlo Jepang, Kecamatan Mejobo yang letaknya di pinggir jalan raya Mejobo menjadi tempat sasaran empuk pencurian kendaraan para jamaah masjid. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Terkait kejadian modus pencurian yang menimpa Samadi (60) muadzin Masjid Al Ridlo Jepang, Kecamatan Mejobo, penjaga masjid (Marbot) Kusmono mengatakan, dirinya akan mengusulkan pengadaan kamera pengintai atau CCTV di halaman parkir.

”Kami akan usulkan kamera pengintai di area masjid. Jadi disaat ada seseorang yang mencurigakan, maka wajahnya bisa diketahui. Sehingga memudahkan penangkapan,” katanya.

Pihaknya juga membenarkan kejadian modus pencurian saat salat asar kemarin Kamis (22/10/2015). Sehingga para pengurus masjid akan berkoordinasi untuk menyediakan fasilitas keamanan. Hal itu supaya para jamaah tenang disaat menjalankan ibadah di masjid ini.

”Berhubung masjid ini letaknya dekat jalan raya, Yakni Jalan Mejobo. Sehingga kewaspadaan setiap jamaah harus selalu ditingkatkan. Yakni dengan cara mengunci ganda kendaraan. Baik menggembok rem cakramnya atau menggunakan alarm,” paparnya.

Dia menambhakn, kejadian serupa juga pernah terjadi, ketika masjid ini belum di bangun sempurna. Yaitu sekitar tahun 2005-an. 10 tahun dalam keadaan aman, para pengurus masjid juga tidak menyangka di tahun ini bisa terulang kembali. Pihaknya menambahkan, yang terpenting setiap individu berkewajiban menjaga keamanan dengan meningkatkan kewaspadaan dimanapun berada. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Niat Pamer, Motor Baru Muadzin Nyaris Dibawa Maling

Samadi warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo gembira karena motor barunya tidak jadi dicuri. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Samadi warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo gembira karena motor barunya tidak jadi dicuri. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Nasib nahas menimpa Samadi (60) warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo. Pria yang berprofesi sebagai muadzin di desanya yaitu di masjid Al Ridlo Jalan Suryo Kusumo RT 4, RW XII, tersebut pada Kamis kemarin (22/10/2015) motornya dirusak maling saat ditinggal jamaah salat asar.

”Biasanya kalau ke masjid selalu membawa motor Honda Grand. Namun kemarin, sebenarnya saya juga akan pamerin motor baru Beat hitam ini ke jamaah lainnya. Tapi disaat salat jamaah asar, malahan motor baru saya itu jadi incaran maling. Untungnya tidak jadi dimaling karena kami telah selesai salat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia menjelaskan, maling yang tidak diketahui identitasnya tersebut nampak kebingungan, ketika mendapati para jamaah usai salat dan keluar masjid. Meski maling tersebut telah berhasil merusak kunci motor, namun motor tidak berhasil ikut dibawa kabur.

”Hanya kunci motor yang dirusak, tapi membuat motor saya tidak bisa menyala. Sehingga saya membawanya pulang menggunakan motor Samson roda tiga,” ujarnya.

Samadi menuturkan, motor beat hitam bernomor polisi K 5479 JR ini merupakan, hasil pembelian putrinya yang bekerja enam bulan di salah satu pabrik rokok besar di Kudus. Sehingga ia berkeinginan untuk memakai motor tersebut pergi ke masjid untuk menjalankan tugasnya sebagai muadzin. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Indomaret di Kota Rembang Dibobol Kawanan Pencuri

Anggota kepolisian sedang memeriksa Indomart di Kota Rembang yang dibobol maling (Istimewa)

Anggota kepolisian sedang memeriksa Indomart di Kota Rembang yang dibobol maling. (Istimewa)

 

REMBANG – Ratusan rokok dan kosmetik serta susu bayi milik Indomaret di pertigaan Jalan Pantura, Desa Kabongan Lor, Kecamatan Rembang digasak kawanan pencuri, pada (Rabu (21/10/2015)dinihari.

Aksi pencurian dengan merusak gembok pintu depan ini diketahui kali pertama sekitar pukul 07.00 WIB oleh Yuli, salah satu karyawan Indomaret saat hendak membuka minimarket.”Saya tau gembok sudah rusak, dan rantai pintu depan sudah bekas dipotong, saya langsung melapor ke Polsek dan ke kantor,” ungkap Yuli.

Yuli mengaku tidak tahu pasti berapa total kerugian yang ditanggung Indomaret, karena masih menunggu tim audit dari kantornya.”Saya tidak tahu pasti berapa kerugiannya karena masih menunggu tim audit dari kantor. Yang hilang itu rokok, susu dan kosmetik,” ujarnya.

Supervisor Indomaret wilayah Rembang Wahyu Prabowo mengatakan, Indomart di kawasan pertigaan arah rumah sakit daerah itu sudah dua kali ini dibobol, hanya dalam selang waktu yang kurang dari setahun. Barang yang hilang akibat pembobolan kali ini, secara persis belum jelas.

”Untuk barang-barang yang digondol maling kali ini, kebanyakan produk rokok berbagai merek dan produk susu yang dipajang pada etalase, dekat kasir. Produk yang hilang sudah dijamin dengan asuransi. Namun kasus pencurian itu tetap perlu diungkap,” katanya.

Diduga, pelaku beraksi sekitar pukul 02.00 WIBhingga sebelum pukul 07.00 WIB. Namun, detail kronologinya akan dibantu oleh rekaman CCTV yang juga terpasang di bagian kasir. Sayangnya, CCTV itu hanya bisa dibuka oleh petugas lain, yang tidak ada di toko itu.

Pihak kepolisian sendiri masih memeriksa sejumlah saksi atas aksi pencurian tersebut. Kapolsek Rembang Kota AKP Urip Prihadi, mengaku belum menemukan titik terang atas aksi pencurian tersebut ”Kami masih melakukan pengembangan, termasuk memeriksa CCTV,” ungkapnya. (KHOLISTIONO)

Gara-gara Curi Pompa Petani, Sopir Truk Menikah di Tahanan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG – Lantaran terjerat kasus pencurian pompa air milik petani, seorang pemuda asal Desa Samaran, Kecamatan Pamotan terpaksa harus menikah di tahanan Kepolisian Resor Rembang, Kamis (1/10/2015) sore.

Kapolsek Pamotan, AKP Kisworo mengatakan, Khoir (22) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk, ditangkap Polisi Sektor Pamotan karena kedapatan mencuri pompa air milik petani di sebuah sawah tepatnya di Desa Japerejo, Kecamatan Pamotan pada Agustus lalu.

”Pihak keluarga sudah koordinasi dengan kami untuk melangsungkan pernikahan di Polres, sehingga kami pun pro aktif membantu,” ungkapnya.

Kisworo menyebutkan, berdasarkan pemeriksaan, pelaku mencuri pompa air seharga Rp 1,5 juta, bersama dua orang lainnya yang hingga kini masih buron. Berdasarkan pengakuan, pelaku baru sekali mencuri. ”Ngakunya untuk foya-foya di warung kopi,” imbuhnya.

Khoir, yang menghuni tahanan sel Mapolres sejak Selasa (22/9/2015) lalu, tak kuasa menahan haru, saat penghulu dari Kantor Urusan Agama Rembang melaksanakan ijab kabul pernikahannya dengan Nur Aini (20), perempuan yang masih satu desa dengannya, sekitar pukul 15.00 WIB kemarin di musala Mapolres setempat.

Proses akad nikah dilakukan sederhana. Tanpa jamuan makan dan iring-iringan pengantin, hanya segelintir perwakilan keluarga mempelai laki-laki dan perempuan serta disaksikan sejumlah anggota polisi. Usai akad nikah yang berlangsung lancar, penghulu tak lupa menasehati Khoir agar bertobat dan tidak mengulangi perbuatannnya.

Atas perbuatannya, Khoir tidak bisa berkumpul dengan istrinya, karena langsung menghabiskan masa tahanan. Menurut Kapolsek, pemuda ini dijerat pasal 363 tentang tindak pencurian murni, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (TITIS W)

Maling Motor Ini Bohongi Anak di Bawah Umur

 

ersangka bersama barang bukti curat diamankan di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ersangka bersama barang bukti curat diamankan di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Aparat dari Polsek Batealit Jepara berhasil menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) Prayoga Adi Syaputra. Tersangka melakukan aksi curat dengan korbannya berusia di bawah umur, Wisnu Wijayanto (15), warga Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, Jepara (sebelumnya diberitakan korban adalah cewek di bawah umur).

“Korban merupakan anak di bawah umur. Antara korban dan pelaku ketemu saat nonton orkes dangdut di Desa Bantrung,” kata Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro kepada MuriaNewsCom.

Tersangka ternyata memiliki modus yang sama dari aksi yang dilakukan sebelumnya. Aksi pertama yang tertangkap, dia menggunakan modus membonceng anak di bawah umur setelah nonton orkes dangdut, kemudian membawa kabur motor tersebut.

Kasus pertama ditangani oleh Mapolsek Mayong. Pelaku dihukum tujuh bulan lantaran masih di bawah umur. Kemudian, modus serupa kembali dilakukan setelah sepekan keluar dari penjara. Kali ini, kasusnya ditangani Polsek Batealit lantaran tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan di Desa Bawu, Kecamatan Batealit Jepara, pada Kamis malam Jumat (17/9/2015) kemarin.

Hendro menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku, awalnya pelaku nonton orkes dangdut di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit. Kemudian, pelaku kenalan dengan korban. Usai nonton orkes, pelaku membonceng korban yang masih anak di bawah umur.

“Kemudian pelaku berpura-pura membelikan bensin, dan membawa kabur motor tersebut. Sedangkan korban ditinggal di kawasan MTs N Bawu,” kata Hendro. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Khusus Cewek! Jangan Lengah, Kejadian Ini Bisa Saja Menimpamu

Pelaku curat diinterogasi di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pelaku curat diinterogasi di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Prayoga Adi Syaputra, residivis yang masih berusia 18 tahun ini harus berurusan dengan polisi untuk yang kedua kalinya. Padahal, baru sepekan dia keluar dari penjara. Gara-garanya persoalan yang sama, yakni kasus pencurian kendaraan bermotor.

Pemuda asal Mijen,Kabupaten Demak ini kembali beraksi di Jepara. Modus untuk memperdayai korbannya sama seperti yang dilakukan pada kasus pertama, yang akhirnya membuat dirinya dikurung di jeruji besi.

Awalnya, pelaku nonton orkes dangdut di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit. Di situ, pelaku berkenalan dengan cewak yang masih di bawah umur. Setelah basa-basi, kemudian pelaku membonceng kendaraan calon korbannya tersebut.

“Kemudian pelaku berpura-pura membelikan bensin, dan membawa kabur motor tersebut. Sedangkan korban ditinggal di kawasan MTs N Bawu,” kata Hendro Astro, Kapolsek Batealit.

Pelaku kemudian membawa motor korban ke rumahnya di Mijen Demak. Motor merk honda beat tersebut plat nomor polisinya dibuang di Sungai Kanal Jepara. Beruntung, polisi langsung mengamankan pelaku. ”Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun,” imbuhnya.

Modus ini, katanya, sama persis ketika pelaku melakukan aksi sebelumnya. Untuk kasus pertama, katanya, ditangani oleh Mapolsek Mayong. Pada tersangkut kasus itu, pelaku dihukum tujuh bulan penjara lantaran masih dibawah umur.

Sedangkan untuk kasus serupa, untuk kedua kalinya ini, ditangani Polsek Batealit lantaran tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan di Desa Bawu, Kecamatan Batealit Jepara. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Nekat Mencuri Uang Tetangga, Ini Alasan Sang Pelaku

Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22), pelaku pencurian uang di rumah milik Mujiyanto (67). (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22), pelaku pencurian uang di rumah milik Mujiyanto (67). (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22), pelaku pencurian uang di rumah milik Mujiyanto (67) mengungkap alasannya nekat melakukan aksinya. Korban yang bermukim di RT 02 RW 01 Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, notebene merupakan tetangganya sendiri. Sebab sebelum bermukim di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, tersangka merupakan warga asal RT 02 RW 01 Desa Kemadu.

Ketika MuriaNewsCom melontarkan pertanyaan kepada tersangka mengapa nekat mencuri, pelaku yang kesehariannya sebagai tukang kayu itu, mengaku terpaksa melakukannya. Dia mengaku kebingungan memenuhi angusuran hutangnya di bank, sebab batas akhir pembayarannya hanya tinggal besok, tepatnya Selasa (21/9/2015). Karena terdesak kebutuhan itu dan tidak memiliki uang, dia mengaku terpaksa mencuri uang milik Mujiyanto.

“Saya nekat mencuri karena banyak hutang di bank, sekarang saya masih punya tanggungan lima kali angusaran. Satu kali angsurannya bayarnya Rp950 ribu. Apalagi, saya sudah telat tiga bulan dan besok (22/9/2105) sudah jatuh tempo, uang hasil bekerja sebagai tukang kayu tidak mencukupi untuk membayar angsuran itu, karena kebutuhan juga banyak,” ujar Ahmad Angga Kumala Mawiyanto, Senin (21/9/2015).

Dia mengaku nekat mencuri di rumah Mujiyanto karena telah mengetahui bahwa korban merupakan orang berduit. Angga mengaku menyesal atas aksi kejahatannya tersebut, dia tidak menyatakan belum ada keluarganya yang mengetahui jika dirinya berurusan dengan aparat kepolisian karena mencuri.

“Saya asli Kemadu, jadi tahu kalau Pak Mujiyanto itu orang kaya, dulu kan tetangga saya. Kebutuhan banyak, uang tidak mencukupi, jadi saya nekat mencuri. Sebenarnya saya juga kasihan dengan anak dan istri atas kejadian ini, tapi mau gimana lagi, semua sudah terjadi. Kalau rumah tangga tidak ada masalah, hanya soal hutang, terus saya mencuri, hutang teman Rp5 juta, lalu saya pinjam bank RP10 juta, Rp5 juta untuk bayar teman tadi, Rp5 juta untuk modal usaha namun akhirnya bangkrut,” kata Ahmad Angga Kumala Mawiyanto. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Sempat Duel dengan Korban, Seorang Pencuri Akhirnya Tertangkap Setelah Dikepung Warga di Kebun Tebu

AKP Muhammad Mansur, Kapolsek Sulang ketika mengintrogasi pelaku pencurian, Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22) di Mapolsek setempat, Senin (21/9/2015) siang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

AKP Muhammad Mansur, Kapolsek Sulang ketika mengintrogasi pelaku pencurian, Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22) di Mapolsek setempat, Senin (21/9/2015) siang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Seorang pencuri tertangkap saat melakukan aksi kejahatannya pada Senin (21/9/2015) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Tersangka diketahui bernama Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22) asli warga RT 01 RW 01 Desa Kemadu,Kecamatan Sulang. Namun, kini berdomisili di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu setelah menikah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tersangka sempat berhasil membawa kabur uang sebesar Rp14.750.000 milik Mujiyanto (67), warga RT 02 RW 01 Desa Kemadu, Kecamatan Sulang. Korban merupakan tetangga tersangka.

Saat dikonfirmasi, AKP Muhammad Mansyur, Kapolsek Sulang membenarkan pencurian disertai kekerasan (Curas) tersebut. Menurutnya ,pelaku juga sempat berkelahi dengan korban dan melarikan diri. Namun pelaku akhirnya menyerahkan uang hasil curiannya setelah kerumunan massa mengepung kebun tebu yang dia gunakan untuk bersembunyi.

“Akibat perkelahian itu, korban mengalami luka memar di pipi kiri, hidung lecet dan kaki kiri terkilir. Pelaku memang sempat menyerahkan uang sebesar Rp11.750.000 kepada korban dengan tujuan berdamai. Kami pun datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku dan olah TKP, namun ketika kita periksa di kantor ternyata pelaku masih menyimpan uang Rp3 juta di celana dalam,” ujar AKP Muhammad Mansur kepada MuriaNewsCom, Senin (21/9/2015).

Kapolsek mengungkapkan, bahwa kondisi rumah korban pada saat itu sepi, karena yang bersangkutan sedang mandi. Pelaku sempat mencongkel lemari korban, namun tidak membuah hasil. Namun uang korban di tas yang ditaruh di bawah tempat tidur mau dibawa kabur. Akhirnya aksi pelaku diketahui, ketika korban selesai mandi dan memergoki pelaku di dalam kamar.

“Saat kejadian pintu depan rumah korban dalam keadaan terbuka, kemungkinan pelaku masuk lewat depan dan langsung menuju kamar. Kami masih melakukan penyidikan mendalam terkait kasus ini. Kami mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhat-hati dan waspada terhadap aksi pencurian, tidak hanya saat malam hari, namun saat pagi hari seperti kejadian ini juga harus menjadi perhatian masyarakat,” kata AKP Muhammad Mansur. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Parah! Baru Sepekan Keluar dari Penjara, ABG Ini Nekat Maling Sepeda Motor dan Kembali Berurusan dengan Polisi

Tersangka bersama barang bukti curat diamankan di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tersangka bersama barang bukti curat diamankan di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Baru sepekan keluar dari rumah tahanan, seorang residivis curat kembali beraksi. Lagi-lagi, berkat aksinya, dia harus berurusan dengan polisi. Aparat Polsek Batealit menangkap residivis tersebut, setelah diketahui membawa sepeda motor milik seorang gadis di Batealit Jepara.

Tersangka curat ini merupakan warga Mijen, Kabupaten Demak. Dia adalah Prayoga Adi Saputra (18). Dia sebelumnya ditahan selama tujuh bulan dengan kasus yang sama, dengan lokasi kejadian perkara di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Jepara.

“Tersangka ini baru keluar sekitar seminggu, tapi kembali beraksi pada Kamis malam,” ujar Kapolsek Batealit Jepara, AKP Hendro Astro saat gelar perkara di Mapolsek Batealit, Senin (21/9/2015).

Menurutnya, dia ditangkap setelah pihaknya menerima laporan dari korban dan rekan korban. Lantaran rekan korban ada yang mengenal tersangka, pihaknya dengan mudah menangkap tersangka.

Dia menambahkan, kasus sebelumnya ditangani Polsek Mayong. Tersangka hanya dapatkan hukuman tujuh bulan penjara, karena sebelumnya masih kategori anak di bawah umur. Tapi kali ini, tersangka diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara karena sudah berusia 18 tahun.

“Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Begini Cara Maling Bobol Alfamart Godong Grobogan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Aksi pencurian terjadi di Alfamart yang ada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, Jumat (28/8) dini hari.
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto ketika dikonfirmasi membenarkan informasi adanya tindakan pencurian di toko modern tersebut.

Dari penyelidikan polisi, kawan pencuri masuk ke dalam toko dengan cara membobol tembok bagian belakang.

“Pelaku pencurian ini adalah jaringan profesional dan sangat berpengalaman. Sebab, cara masuk ke lokasi bisa dibilang dilakukan dengan rapi,” katanya pada wartawan.

Dijelaskan, sebelum membobol, pelaku lebih dulu mencari titik tembok yang mudah dilalui. Hal itu dibuktikan dengan adanya tiga titik bekas pukulan palu besar di tembok belakang.

Setelah pelaku menemukan titiknya, tembok tersebut kemudian dibor. Setelah dibor, pelaku memperbesar lubang tembok dengan linggis atau palu besar agar bisa dilalui orang. Modus pelaku itu diketahui setelah petugas menemukan mata bor yang tertinggal di dekat lokasi.

Begitu berhasil masuk ke dalam toko, pelaku dapat leluasa menggasak barang yang ada di dalamnya. Sebab, sebelumnya, pelaku sudah menutup kamera cctv dengan lakban. Akibat pencurian ini, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 80 juta.

“Saat ini, kami sudah mengamankan beberapa barang bukti yang ditemukan dilokasi. Kami juga masih memintai keterangan dari sejumlah saksi kejadian tersebut,” imbuhnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Alfamart Godong Grobogan Dibobol Kawanan Maling

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Aksi pencurian terjadi di Alfamart yang ada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, Jumat (28/8) dini hari.
Dalam aksinya ini, kawanan penjahat berhasil menggasak uang tunai dan sejumlah barang di dalam toko modern yang berlokasi di pinggir jalan raya Purwodadi- Semarang itu.

Pencurian baru diketahui pagi harinya saat karyawan Alfamart membuka toko. Saat itu mereka mendapati kondisi di dalam toko banyak barang berserakan. Setelah diperiksa, banyak barang hilang. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto ketika dikonfirmasi membenarkan informasi adanya tindakan pencurian di toko modern tersebut.

“Pelaku leluasa menggasak barang yang ada di dalam Alfamart. Sebab, sebelumnya, pelaku sudah menutup kamera cctv dengan lakban. Akibat pencurian ini, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 80 juta,” kata Agung. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Duh, Yamaha Vixion Hilang Saat Ditinggal Salat

Ilustrasi

Ilustrasi

JEPARA – Motor Yamaha Vixion milik Sulaiman Shobirin yang masih baru dan belum berplat nomor hilang di halaman masjid Baiturrohman di Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Jepara Kota. Hilangnya sepeda motor tersebut ketika ditinggal salat magrib berjamaah, Rabu (19/8/2015).

Peristiwa ini bermula ketika sepeda motor korban diparkir sebelum masuk ke dalam masjid. Namun, usai menjalankan salat magrib berjamaah, korban bermaksud hendak pulang. Namun setibanya di halaman masjid, sepeda motor sudah tidak ada di halaman masjid.

”Dari pengakuan korban, sepeda motornya diparkir dan sudah dikunci stang,” kata salah seorang jamaah salat lain yang juga warga sekitar masjid, Zuniar Faiz.
Sementara itu, salah seorang saksi yakni Tyas mengaku melihat sepeda motor Vixion berwarna putih merah dibawa kabur oleh seorang laki laki, dengan ciri ciri postur tubuh berbadan gemuk serta mengenakan baju warna merah.

”Kejadian itu sekitar pukul 18.15 WIB, pelakunya tidak sendirian, sebelumnya dia bersama seorang temannya mengendarai mobil pick up warna putih, tau ada pencuri kemudian saya lapor kakak saya. Namun motor keburu distarter dan pelaku kabur,” ungkap gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 Mts itu.

Lantaran sepeda motor tak kunjung diketahui keberadaannya, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jepara Kota. Atas kejadian tersebut Shobirin yang kehilangan sepeda motor kesayangannya itu menderita kerugian lebih dari Rp 20 juta. Kini pihak kepolisian sedang mendalami kasus pencurian tersebut dan meminta informasi kepada para saksi. (WAHYU KZ/TITIS W)

Polisi Imbau Peternak Kambing Waspada Terhadap Pencurian

Kassubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati saat dimintai keterangan soal kasus pencurian kambing di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kassubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati saat dimintai keterangan soal kasus pencurian kambing di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Kasus pencurian di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, yang dilakukan dua kawanan pencuri asal Kecamatan Wedarijaksa diharapkan bisa menjadi “rambu” bagi warga Pati yang punya hewan ternak untuk waspada. Terutama, harga ternak seperti kambing dan sapi diprediksi akan naik jelang Hari Raya Idul Adha.

”Kami berharap agar warga lebih waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan pencurian hewan ternak. Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga hewan ternak biasanya naik, terutama kambing dan sapi,” pesan Kassubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati kepada MuriaNewsCom, Rabu (19/8/2015).

Atas perbuatan pelaku pencurian yang saat ini diamankan pihak kepolisian, kedua kawanan pencuri dijerat dengan Pasal 363 KUHP ayat 1 tentang Pencurian dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

”Hukuman itu diharapkan bisa memberikan efek jera terhadap pelaku, agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kedua pelaku terancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun pejara,” imbuhnya. (LISMANTO/TITIS W)

Dua Pencuri Kambing Asal Wedarijaksa Dibekuk

Kassubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati saat dimintai keterangan soal kasus pencurian kambing di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kassubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati saat dimintai keterangan soal kasus pencurian kambing di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Dua pencuri kambing asal Kecamatan Wedarijaksa berhasil dibekuk polisi saat menjalankan aksinya mencuri kambing di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, pada Senin (17/8/2015) kemarin sekitar jam 19.00 WIB. Keduanya berinisial S (28) dan K (35).

”Saat itu, kedua pelaku menggunakan sepeda motor matik dengan membawa karung yang digunakan untuk membawa kambing curiannya. Aksi tersebut diketahui warga,” ujar Kassubag Humas AKP Sri Sutati kepada MuriaNewsCom, Rabu (19/8/2015).

Setelah berhasil dibekuk warga setempat, lanjutnya, pelaku diserahkan ke pihak Polsek Batangan. ”Satu ekor kambing yang dicuri itu milik Prasetyo Wahyudi, warga Ketitang Wetan. Lantas, pelaku memasukkan kambing di dalam sak,” tuturnya.

Sejumlah barang bukti kemudian diamankan polisi, antara lain kambing, karung, tali rafia, dan sepeda motor yang digunakan untuk mengangkut kambing. (LISMANTO/TITIS W)

Pencuri Sepeda di Jepara Ini Harus Tinggal di Tahanan Ditemani Polisi 7 Tahun

Pencuri sepeda akan ditahan di Mapolsek Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pencuri sepeda akan ditahan di Mapolsek Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pelaku pencurian spesialis sepeda lintas kota yang tertangkap jajaran kepolisian Polsek Batealit Jepara, M Rizal (20) harus mendekap di tahanan. Dia terancam dipenjara selama 7 tahun.

“Akibat aksinya itu, Rizal terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan tujuh tahun penjara,” ujar Kapolsek AKP Hendro Astro saat gelar perkara di Mapolsek setempat, Jumat (14/8/2015).

Tersangka Rizal mengaku melakukan pencurian sebanyak tiga kali, dan baru kali ini tertangkap. Ia melakukan aksi pencurian di Kudus dan tempat lainnya di Jepara. Terakhir ia melakukan aksi pencurian di salah satu musala di Batealit. Dan tertangkap.

Pria yang mengaku bekerja sebagai montir di salah satu bengkel sepeda motor tersebut nekat melakukan aksi pencurian lantaran gaji yang diterima tak cukup untuk membayar kredit sepeda motor. Untuk harga sepeda yang dicuri, ia tak tahu pasti. Sebab yang melakukan penjualan merupakan rekannya yang buron. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Tak Kuat Bayar Kreditan Motor, Nyolong Pit di Musala Jepara

Tersangka pencurian sepeda sedang dimintai keterangan di Mapolsek Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tersangka pencurian sepeda sedang dimintai keterangan di Mapolsek Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

 

JEPARA – Tersangka pencurian sepeda M Rizal (20) warga Batealit, Jepara mengaku jadi maling lantaran tak kuat bayar angsuran sepeda motor. Rizal menyatakan, setelah maling sepeda, ia langsung menjualnya.

” Dari hasil penjualan itu saya buat bayar angsuran motor,” aku Rizal kepada MuriaNewsCom saat gelar Perkara di Mapolsek Batealit Jepara, Jumat (14/8/2015).

Menurut dia, untuk harga sepeda yang dicuri, ia tak tahu pasti. Sebab yang melakukan penjualan merupakan rekannya yang buron.

Rizal mengaku melakukan pencurian sebanyak tiga kali, dan baru kali ini tertangkap. Ia melakukan aksi pencurian di Kudus dan tempat lainnya di Jepara. Terakhir ia melakukan aksi pencurian di salah satu musala di Batealit hingga tertangkap.

Sementara itu, Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro mengatakan, adanya kejadian ini mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Khususnya dalam memarkirkan kendaraan di masjid atau musala saat melaksanakan ibadah salat. Lebih aman jika kendaraan dikunci ganda bagi kendaraan bermotor, dan diletakkan di tempat aman dan digembok untuk sepeda. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Kepolisian Himbau Pengamanan Pakai CCTV

Febe Kurianti Wijaya (kanan) pemilik toko hp Permai Jaya Cellular sedang berada di counternya usai kebobolan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Febe Kurianti Wijaya pemilik toko hp Permai Jaya Cellular sedang berada di counternya usai kebobolan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Kepolisian resort Kudus, menghimbau kepada masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha seperti pemilik toko HP melengkapi dengan pengamanan CCTV. Hal itu dapat membantu dalam mengamankan toko serta mempermudah penangkapan.

Kapolsek Kota AKP Muhaimin mengatakan, kejadian pembobolan HP di sleko, belum diketahui motif dan pelakunya. Sebab toko juga tidak dilengkapi dengan CCTV. Padahal jika terdapat CCTV, maka mempermudah dalam penangkapan pelaku.

”Tidak ada CCTV, jadi hingga kini juga belum diketahui kapan persisnya jadinya. Kami berharap supaya dapat ada CCTV untuk membantu tugas kami,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (10/8/2015).

Hal sama juga dikatakan Kasatreskrim polres Kudus AKP Hepi Pria Ambara, Dia berharap, setiap tempat perbelanjaan atau toko dapat dilengkapi dengan CCTV. Sebab hal itu sangat efektif dalam menangkap pelaku kejahatan yang mungkin terjadi, seperti halnya kasus Millenium dahulu.

”Kami himbau kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati. Dengan banyaknya kasus pencurian, maka kewaspadaan dari masyarakat juga harus ditingkatkan. Sebab kami juga harus membagi konsentrasi dalam menyelesaikannya,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Usai Beraksi, Pembobol Toko HP Tinggalkan Pakaian Dalam

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Kejadian pembobolan yang menimpa toko HP Permai Jaya Cellular yang beralamat di Jalan Tanjung 63 Kudus atau berada di perempatan Sleko Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kota. Meninggalkan jejak para pelaku, di antaranya yang tertinggal adalah pakaian dalam wanita dan sepatu yang diduga milik pelaku.

Hal itu diungkapkan Febe Kurianti Wijaya, yang merupakan anak pemilik toko Hp. Menurutnya, setelah diperiksa sejumlah ruangan, terdapat barang yang ditemukan di sekitar area counter hp.

”Ada beberapa pakaian dalam wanita seperti BH dan celana dalam yang kami temukan di jemuran atas, mungkin itu milik pelaku lantaran tidak satupun pakaian dalam yang kami miliki,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, dalam plafon juga ditemukan sepasang sepatu laki laki berwarna coklat. Karena tidak satupun anggota dan pegawai yang memilikinya, maka diduga pula sepatu tersebut milik pelaku.

Hanya, hal tersebut baru sebatas dugaan. Sebab dalam toko tidak ada CCTV sehingga tidak dapat terekam aktivitas para pelakunya. ”CCTV belum terpasang, jadi tidak tahu kebenarannya seperti apa,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Toko HP Permai Jaya Cellular Dibobol, Kerugian Capai Rp 25 Juta

Febe Kurianti Wijaya (kanan) pemilik toko hp Permai Jaya Cellular sedang berada di counternya usai kebobolan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Febe Kurianti Wijaya (kanan) pemilik toko hp Permai Jaya Cellular sedang berada di counternya usai kebobolan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kejadian pembobolan kembali menimpa counter handphone di Kudus. Kali ini, pembobolan menimpa toko HP Permai Jaya Cellular yang beralamat di jalan Tanjung 63 Kudus atau berada di perempatan sleko Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kota. Akibat hal tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 25 Juta.

Kejadian baru diketahui oleh pemilik toko HP oleh ibu dari Febe Kurianti Wijaya sekitar pukul 05.30 pagi tadi. Awalnya pemilik tidak merasa hal yang aneh lantaran pemilik yang mendapati pintu masih utuh dan hanya pintu dalam yang terbuka, membuat pemilik tidak khawatir lantaran dikira orang dalam yang membukanya.

”Ibu saya sama sekali tidak khawatir. Sebab dikira saya yang membukanya, namun setelah memanggil saya dia kaget. Karena saya masih dalam keadaan tertidur,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (10/8/2015).

Karena melihat anaknya masih tertidur, kemudian Febe langsung mengecek kondisi counter. Di dalam counter mereka kaget lantaran banyak barang yang sudah hilang.

Seperti Hp merek Oppo, power bank, perdana kuota dan jam tangan LED. Kerugian akibat pencurian tersebut ditaksir sekitar Rp 25 jutaan. ”Yang diambil HP Oppo saja sejumlah delapan jenis, yang harganya di atas Rp 2 juta. Kemudian untuk jenis lainnya masih utuh,” ujarnya.

Tidak lama kemudian, polisi langsung langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. (FAISOL HADI/TITIS W)

Benar-benar Angker, ‘Hantu’ Bergentayangan di Toko Elektronik di Grobogan

Ilustrasi HantuGROBOGAN – Malam Jumat benar-benar angker. Ada hantu bergentayangan di toko elektronik di Grobogan.

Yakni aksi pencurian terjadi Jumat (7/8) dini hari di sebuah toko elektronik di Desa Boloh, Kecamatan Toroh, Grobogan.

Dalam peristiwa ini, belasan barang elektronik yang ada di dalamnya lenyap digasak maling.

Tindakan pencurian itu diketahui Budi, pemilik toko sekitar pukul 08.00 WIB saat mau berjualan. Namun, ketika membuka toko didapati pintunya sudah terbuka. Setelah dicek ke dalam kondisi toko acak-acakan dan ada beberapa barang yang hilang. “Lapor ke polisi,” katanya.

Kapolsek Toroh AKP Juhari ketika dikonfirmasi membenarkan adanya informasi peristiwa pencurian tersebut.

”Dalam peristiwa itu, pelaku berhasil membawa kabur tujuh televisi dan dua mesin penanak nasi,” kata Juhari.

Dijelaskan, kondisi toko yang berada di dekat sawah dan jauh dari pemukiman memudahkan kawanan pencuri beraksi.

Ditambah lagi, pemilik toko juga tidak tinggal di situ atau menempatkan penjaga. Kemungkinan besar, aksi pencurian sudah terjadi pada malam harinya.

“Lokasi yang sepi dan tidak adanya penjaga memudahkan pencuri untuk melakukan aksi kejahatan. Beruntung barang yang berhasil dibawa kabur tidak begitu banyak dan kasus ini masih kita selidik,” jelasnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)