Banyak Pencurian Listrik, PLN Rayon Pati Rugi Rp 3 Miliar per Bulan

Manajer PLN Rayon Pati Irfan Affandi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pendapatan PT PLN (Persero) Rayon Pati mencapai Rp 30 miliar dalam sebulan. Pendapatan itu belum termasuk kerugian yang mencapai Rp 3 miliar sebulan.

Manajer PLN Rayon Pati Irfan Affandi mengatakan, kerugian tersebut disebabkan faktor teknis dan nonteknis. Kerugian paling besar disebabkan faktor teknis seperti panjang jaringan.

Sementara kerugian nonteknis disebabkan adanya pencurian, termasuk pohon yang menempel pada jaringan sehingga mengalami susut.

“Dalam sebulan, ada susut sekitar 3 juta kWh. Jika diuangkan sekitar Rp 3 miliaran,” kata Irfan kepada MuriaNewsCom, Kamis (24/8/2017).

Dia menyebut, kasus pencurian paling banyak terjadi di sejumlah daerah di Kecamatan Kayen. Modusnya dengan cara merusak segal kWh meter agar tidak berjalan dengan baik atau diberi alat untuk menahan piringan, sehingga tidak berputar.

Selain itu, pencurian listrik kerap dilakukan oknum untuk keperluan setrum tikus. Kendati sudah diperingatkan melalui sosialisasi dan aksi tegur, beberapa dari mereka masih membandel.

“Bahkan, ada petugas yang menemukan pencurian listrik di salah satu desa di Kecamatan Kayen malah mendapatkan intimidasi dari oknum masyarakat. Kesadaran masyarakat memang masih kurang,” keluhnya.

Menurutnya, pencurian listrik bisa dikenakan denda yang cukup berat atau sanksi pidana. Hanya saja, pihaknya selama ini masih menggunakan jalur persuasif dengan pemerintah desa setempat.

Dia berharap, masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak mencuri listrik. Pasalnya, pencurian listrik menyebabkan kerugian negara yang cukup besar.

Editor: Supriyadi

Gembosi Ban Mobil, Maling Coba Bawa Kabur Duit Rp 104 Juta yang Baru Diambil dari Bank

Dua pelaku pencurian dengan modus gembosi ban mobil diamankan polisi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Yani Wahono (31) warga Desa Manggar RT 03 RW 1 Kecamatan  Sluke,Kabupaten Rembang menjadi korban pencurian dengan modus gembos ban di Jalan Kartini Rembang, Selasa (7/3/2017). Wahono nyaris kehilangan uang sebanyak Rp 104 juta yang baru saja diambilnya dari BCA Cabang Rembang.

Berdasarkan pengakuan Wahono, ia dikelabui maling yang diduga menggembosi ban belakang mobilnya bagian kiri. Mobil pikap jenis Daihatsu Grand Max warga hitam dengan nomor polisi K 1695 UD miliknya, tiba-tiba saja kempis.

“Usai mengambil uang dari BCA sekitar pukul 10.00 WIB, saya mampir ke toko Sinar untuk membeli charger handphone. Usai beli charger itu, saya kembali ke mobil yang terparkir di depan Toko Busana Diamer, tak jauh dari toko charger. Lalu saya coba charger baru itu di mobil,” ujarnya.

Ketika itulah, katanya, seorang tukang parkir memberitahu jika ban mobil bagian belakang kempis. Kemudian, Wahono turun mengecek, sekaligus membawa peralatan dongkrak untuk mengganti ban. Sedangkan  tas yang berisi uang Rp104 juta yang baru diambil dari bank, masih ditaruh di atas jok mobil.

Pada saat itu mengganti ban itulah, Wahono melihat seorang laki-laki berada di samping setir mobilnya, lalu mengambil tas berisi uang. Seketika, dirinya teriak maling. Pelaku yang mengambil tas berisi uang tersebut lari ke arah pelaku lain yang sedang menunggu di atas sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna merah dengan nomor polisi BH 3457 YG.

Sambil berteriak, korban kemudian melemparkan kunci roda yang dipegangnya ke arah pelaku yang bawa uang. Pelaku pun terjatuh. Sedangkan, pelaku lain yang berusaha kabur akhirnya ditangkap warga yang berada di lokasi kejadian. Polisi pengamanan Bank Jateng yang sedang siaga di lokasi setempat, pun ikut membekuk pelaku.

“Saat mereka lari ke arah selatan, sambil mengejar pelaku, saya melemparkan kunci roda ke pelaku. Alhamdulillah pelaku yang membonceng atau yang mengambil uang saya ini langsung terjatuh,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Wajah Pencuri Aneh di Kudus Terekam CCTV

Wajah pelaku tampak dilingkari garis merah tertangkap CCTV saat mencuri di Toko Kemi Jalan HOS Cokroaminoto Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Wajah pelaku tampak dilingkari garis merah tertangkap CCTV saat mencuri di Toko Kemi Jalan HOS Cokroaminoto Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pencurian yang terjadi di toko makanan dan kebutuhan, Kemi di Jalan Hos Cokroaminoto Kudus, Jumat (27/1/2017)  diprediksi lebih dari satu orang. Toko yang dilengkapi dengan CCTV, ternyata menangkap gambar seorang pelaku pencurian.

Samuel, pemilik toko mengungkapkan, dalam rekaman video, pelaku menutup sebagian kepala. Namun sebagain besar wajah masih terlihat saat beraksi di toko miliknya. “Sayangnya gambar tidak terlalu jernih. Karena saat malam lampu toko saya matikan. Jadi agak samar samar gambarnya tertangkap,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom di lokasi kejadian.

 Baca jugaPencuri Aneh, Hanya Rokok yang Dicolong di Kudus

Besar kemungkinan, pelaku lebih dari satu. Karena dari gambar, terlihat aktivitas yang dilakukan lebih dari satu orang. Meskipun yang tertangkap hanya satu orang pelaku. Kamera pengawas CCTV memang sengaja dipasang.

Hal itu bertujuan agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan dapat terekam. Seperti halnya kejadian pencurian yang menimpa tokonya semalam. “Petugas kepolisian sudah membawa gambar dalam CCTV tersebut. Saya berharap pelaku segera tertangkap lantaran gambar pelaku sudah ada,” harapnya.

Pelaku juga merusak pintu toko miliknya. Sebab saat dia datang toko dalam keadaan terbuka dan pintu tak bisa digerakkan.

Editor : Akrom Hazami

Pencuri Aneh, Hanya Rokok yang Dicolong di Kudus

Petugas berada di lokasi kejadian toko dibobol di Jalan HOS Cokroaminoto, Kabupaten Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas berada di lokasi kejadian toko dibobol di Jalan HOS Cokroaminoto, Kabupaten Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ada aksi pencurian aneh dari salah satu toko di Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat (27/1/2017). Sebab, barang yang dicuri bukan barang berharga atau uang, melainkan rokok.

Toko itu bernama Kemi, yang menjual makanan dan berbagai kebutuhan. Pemilik toko, Samuel baru tahu saat hendak membuka sekitar pukul 08.00 WIB. “Saat itu toko masih tutup, tapi ada tetangga yang bilang kalau toko dalam keadaan buka. Sebab toko tetangga sudah buka lebih dulu,” kata Samuel di lokasi.

Samuel segera ke tokonya dan mendapati kondisi janggal. Toko dalam keadaan terbuka. Kondisinya juga berantakan. Samuel mengecek tempat penyimpanan uang dan barang apa saja yang hilang. Ternyata saat diteliti, Samuel tidak mendapati uang yang hilang. Sejumlah barang dagangan juga masih utuh.

Hanya rokok dalam jumlah besar yang hilang. “Berbagai jenis rokok dalam jumlah besar, hilang. Rokok yang diambil juga masih dalam bentuk bal. Jadi jumlahnya banyak.  Rokok dari berbagai jenis merek,” ujarnya.

Tapi terdapat satu jenis rokok yang disisakan oleh pelaku. Yakni rokok jenis Sukun Putih. “Tidak tahu kenapa rokok ini yang disisakan?,” tanyanya penuh heran.

Meski hanya rokok, namun jumlah kerugiannya tidak sedikit. Yakni sekitar Rp 17 juta. Pihaknya langsung menghubungi polisi. Tak lama usai laporan, polisi tiba di lokasi.

Editor : Akrom Hazami

Awas, Pencuri Soundsystem Masjid Merajalela di Jepara

Bagian belakang Masjid Jami’ Baitul Aziz, Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang menjadi pintu masuk maling saat beraksi mencuri soundsystem di sana, Rabu (11/5/2016). (ISTIMEWA)

Bagian belakang Masjid Jami’ Baitul Aziz, Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang menjadi pintu masuk maling saat beraksi mencuri soundsystem di sana, Rabu (11/5/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bagi pengurus masjid di wilayah Kabupaten Jepara, tampaknya harus mewaspadai bentuk pencurian baru yang mengincar kawasan masjid. Maling rupanya banyak mengincar soundsystem yang ada di masjid-masjid di sana.

Contoh terbarunya adalah Masjid Jami’ Baitul Aziz, Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Masjid tersebut baru saja kecurian soundsystem yang ada di dalamnya.
Abdul Rozaq, warga setempat mengatakan, peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (11/5/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. ”Kita baru tahunya sekitar siang hari. Saat mau adzan.

Ternyata soundsystem yang ada di masjid, sudah tidak ada,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (11/5/2016).

Saat itu, marbot masjid yang biasanya menjaga kawasan tersebut, kebetulan sedang mengecek ke sawah. Meski hanya ditinggal sebentar, malingnya rupanya mengetahui hal itu, sehingga leluasa melaksanakan niatnya.

”Yang diambil, hanya soundsystem itu saja. Tapi memang nilainya lumayan. Bisa mencapai Rp 20 juta. Apalagi fungsinya kan, memang sangat vital digunakan di masjid. Jadi, cukup terganggu aktivitas kami,” terangnya.

Maling itu rupanya masuk ke dalam masjid lewat pintu belakang. Dia kemudian mencongkel pintu ruangan di mana soundsystem itu berada. Kemudian pelaku dengan cepat membawa kabur soundsystem tersebut.

Ternyata, bukan hanya masjid di Desa Jondang saja yang kemudian mengalami hal itu. Menurut Rozaq, beberapa desa juga mengalami hal serupa. Yang diketahuinya, ada masjid di tiga desa lain yang juga kecolongan soundsystem.

”Kalau yang saya dengar, ada tiga desa lain yang kemudian mengalami hal serupa. Selain desa kami, juga ada Desa Tedunan, Kaliombo, dan Suwawal. Yang saya dengar tiga desa itu juga mengalami kejadian serupa. Masjidnya kemalingan,” tuturnya.

Rozaq berharap kejadian ini bisa menjadi perhatian aparat kepolisian. Karena selain soundsystem adalah salah satu piranti penting di masjid, keberadaan maling tentu saja bisa membuat resah masyarakat.

”Semoga bisa jadi perhatian, dan bisa ditangkap segera. Sekarang kami menjadi sedikit terganggu kalau menjalankan kegiatan masjid,” imbuhnya.

Editor: Merie

Hebat, Polisi Sudah Deteksi Pencuri yang Terekam CCTV

Hasil rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa sepeda motor Yamah Mio J, usai melancarkan aksi pencuriannya di Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pelaku pencurian di Desa Tambakromo, Pati, terekam CCTV tengah mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J usai melancarkan aksinya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Tambakromo terus memburu pelaku pencurian laptop dan smartphone di Desa Tambakromo, RT 1/RW 4, Kecamatan Tambakromo, Pati, yang terekam kamera CCTV pada Rabu (6/4/2016) kemarin.

Bahkan, polisi sudah mendeteksi keberadaan dari pelaku itu sendiri. Kapolsek Tambakromo AKP Wasito mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pati untuk melakukan identifikasi pelaku.

”Keterangan saksi dan korban sudah kami lakukan. Termasuk rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku masuk dan keluar membawa barang hasil curian. Kami akan kerja sama dengan Satreskrim Polres Pati untuk mengidentifikasi pelaku,” kata AKP Wasito kepada MuriaNewsCom, Kamis (7/4/2016).

Dari hasil identifikasi, pihaknya berhasil melacak keberadaan pelaku. Pada pukul 14.00 WIB, pelaku tampak berada di wilayah Kabupaten Grobogan.

”Kami sudah lacak keberadaan pelaku melalui smartphone. Pada jam 14.00 WIB, pelaku sudah berada di Kabupaten Grobogan. Kami akan terus melakukan pelacakan,” tuturnya.

Kendati dalam rekaman CCTV itu tidak begitu jelas, tetapi ciri-ciri pelaku sudah dikantongi. Pelaku berbadan tinggi besar, mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J tanpa nomor polisi, mengenakan calana jeans, dan kaos putih biru.

”Rekamannya agak jauh. Jadi tidak terlihat jelas. Tapi, kami sudah mengantongi sejumlah ciri-ciri dari pelaku, termasuk keterangan dari para saksi dan korban,” pungkasnya.

Editor: Merie

Dicari, Pencuri Laptop yang Tertangkap CCTV

Hasil rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa sepeda motor Yamah Mio J, usai melancarkan aksi pencuriannya di Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Hasil rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa sepeda motor Yamah Mio J, usai melancarkan aksi pencuriannya di Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Rupanya masih ada pencuri yang tidak sadar bahwa aksi mereka tertangkap kamera closed circuit television (CCTV). Sebagaimana yang terjadi di Desa Tambakromo, RT 1/RW 4, Kecamatan Tambakromo, Pati.

Seseorang yang diduga pencuri, terekam CCTV yang dipasang pemilik rumah saat menjalankan aksinya. Akibatnya, pelaku itu kini menjadi buron polisi.

Ayu Rizki Setyani, (17), pemilik rumah mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Rabu (6/4/2016), sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam rekaman CCTV, pelaku tampak berjalan santai seperti orang bertamu, ketika kondisi rumah sepi.

Pencuri itu datang dengan membawa sepeda motor Yamaha Mio J tanpa nomor polisi. Terlihat di video, pelaku tampak membawa barang-barang elektronik yang ada di dalam rumah.

”Barang-barang yang diambil itu seperti satu unit laptop merek Acer dan satu unit smartphone Android merek Samsung,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (7/4/2016).

Pencuri itu tidak sadar, bahwa kamera CCTV berhasil mengabadikan aksinya. Ayu pun langsung melaporkan peristiwa itu kepada polisi. ”Saya sudah laporkan kepada polisi. Semoga cepat ditangkap agar tidak meresahkan masyarakat,” ujar Ayu.

Kapolsek Tambakromo AKP Wasito saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. ”Iya, laporan sudah kami terima. Kami akan menindaklanjuti laporan pencurian dari korban. Semoga video di CCTV bisa membantu untuk pelacakan terhadap pelaku,” ungkapnya.

Editor: Merie

Hati-hati! Pelaku Pembobolan Rumah Juga Gunakan Modus Sebagai Pegawai Bank

Pelaku pembobol rumah saat diamankan di Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelaku pembobol rumah saat diamankan di Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Aksi pembobolan rumah di Kudus dilakukan dengan beragam modus. Selain dengan berpura-pura sebagai peminta sumbangan, maling pembobol rumah ini juga menyamar sebagai petugas bank.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan mengatakan, pelaku pembobol rumah dengan modus menyamar sebagai petugas bank pernah terjadi di Kudus beberapa waktu lalu. Bahkan, pelaku melakukan aksinya di rumah padat penduduk.

“Aksi dengan modus berpura-pura sebagai petugas bank, memang pernah terjadi, dan aksinya temasuk nekat, karena berada di kawasan padat penduduk. Untuk itu, warga harus waspada ketika ada orang asing yang masuk ke wilayahnya,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Biasanya, pelaku berpura-pura sebagai penagih hutang. Mereka juga menggunakan pakaian yang rapi, layaknya pegawai kantoran. Namun, ketika mendapatkan sasaran dan pelaku merasa aman untuk melakukan aksinya, maka biasanya mereka langsung bergerak.

KBO Reskrim Polres Kudus Ipda Heri Purwanto berharap, masyarakat bisa segera menginformasikan kepada petugas jika ada hal yang mencurigakan. Sebab informasi dari masyarakat juga sangat membantu petugas.

“Peran aktif masyarakat juga sangat kita harapkan, khususnya bagi yang meresahkan masyarakat. Karena,tugas kami adalah mengayomi masyarakat,” harganya.

Editor : Kholistiono

Petani yang Merasa Kehilangan Traktor Bisa Ngecek di Mapolres Grobogan

Pencuri traktor bersama barang bukti diamankan di Polres Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pencuri traktor bersama barang bukti diamankan di Polres Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Terkait dengan terungkapnya pelaku pencurian traktor, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto meminta para petani yang merasa sempat kehilangan barang miliknya agar mengecek ke mapolres. Sebab, bisa jadi, traktor yang hilang itu, di antaranya adalah barang bukti hasil kejahatan yang berhasil disita dari tangan pelaku.

“Bagi warga, khususnya petani yang merasa pernah kehilangan traktor bisa datang ke kantor. Siapa tahu, traktornya yang hilang ada di antara barang bukti hasil kejahatan yang berhasil kita amankan dari para pelaku,” ungkapnya.

Untuk mengurus traktor yang hilang, mereka diharuskan membawa laporan kehilangan dan bukti kepemilikan. Dalam mesin traktor itu juga, terdapat nomor serinya sehingga memudahkan untuk mengidentifikasi pemiliknya.

Ditambahkan, selain milik pribadi, traktor yang hilang selama ini juga ada yang kepunyaan kelompok tani. Sebagian traktor lagi ada yang berasal dari bantuan pemerintah buat kelompok tani.

“Biasanya, traktor yang dicuri ini ditinggal di areal sawah atau tidak dibawa pulang. Traktor ini sengaja ditinggal, karena esoknya masih dipakai lagi. Oleh sebab itu, kami mengimbau pada petani agar melakukan penjagaan ketika meninggalkan traktornya di sawah,” imbuh Agung.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat Polres Grobogan akhirnya berhasil mengungkap kasus pencurian traktor yang meresahkan para petani. Dalam pengungkapan itu, ada lima orang yang terindikasi menjadi pelaku pencurian traktor.

Pelaku tersebut masing-masing, Rendra Pertama, 29, warga Kecamatan Tawangharjo, M Agus Salim, 22, warga Kecamatan Guntur, Demak dan Maskun, 44, warga Kecamatan Mranggen, Demak. Ketiga pelaku ini sudah ditangkap lebih dahulu bulan Februari lalu dalam kasus pencurian gabah.

Dua pelaku lainnya ditangkap beberapa hari lalu, yakni Suryono, 65 dan Kosim, 50. Keduanya, warga Kecamatan Godong.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain satu set kunci pas dan sepeda motor yang dipakai melakukan aksi kejahatan. Kemudian, ada 14 unit mesin dan beberapa bodi traktor yang berhasil diamankan. Barang bukti ini merupakan hasil kejahatan di dua wilayah kecamatan. Yakni, Kecamatan Toroh dan Godong.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Akhirnya 2 Pencuri Traktor di Grobogan Dipenjara Bareng 3 Temannya 

10 Hari Diburu, Akhirnya Polisi Berhasil Ringkus 1 Maling Gabah di Grobogan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah kabur selama 10 hari, salah satu buron kasus pencurian gabah awal Februari lalu akhirnya berhasil diringkus polisi. Pelaku yang tertangkap ini adalah Maskun (44), warga Mranggen, Kabupaten Demak.

“Salah satu DPO kasus pencurian gabah itu berhasil ditangkap saat berada di rumah istrinya di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kamis (11/2/2016) sekitar pukul 14.30 WIB. Satu DPO lainnya masih kita kejar dan mudah-mudahan segera tertangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto.

Dalam aksi pencurian gabah di beberapa lokasi, Maskun disebut-sebut sebagai aktornya. Bahkan, dia juga menjadi penyedia sarana untuk melancarkan aksi kejahatan.

“Namun saat kami mintai keterangan, Maskun menyangkal kalau dia otak pencurian. Dia justru menyebut kalau otak pencurian adalah satu pelaku lain yang saat ini masih DPO,” jelas Agung.

Seperti diberitakan, aparat Polres Grobogan, Selasa (2/2/2016) dinihari berhasil meringkus dua pencuri gabah milik petani. Kedua pelaku masing-masing, Rendra Pertama (29), warga Dalingan, Tawangharjo dan M Agus Salim (22) warga Desa Karanganyar, Kecamatan Guntur, Demak.

Pelaku pencurian gabah sebanyak 30 sak milik Purwati, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari itu sebenarnya ada empat orang. Tetapi dua lainnya berhasil lari, salah satunya Maskun.

Editor : Kholistiono

Polisi Temukan Alquran di Mobil Kawanan Pencuri Hanphone yang Sempat Melakukan Aksi ‘Fast and Furious’

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Petugas Kepolisian Resor Rembang menemukan Alquran saat melakukan penggeledahan pada mobil Avanza putih dengan nomor polisi S 1243 JL yang dikendarai kawanan pencuri handphone.

Polisi menduga, para pelaku merupakan spesialis pencuri yang beraksi di Jawa Timur dan sekitarnya, termasuk Rembang. Dugaan pelaku merupakan kawanan spesialis pencurian menguat, setelah polisi menemukan sebuah mushaf Alquran di dalam tas yang disimpan di mobil.

“Berdasarkan informasi dari Jatim, ternyata tas berisi Alquran itu milik korban lainnya, yaitu seorang Habib penjual buku agama di Jawa Timur. Sejauh ini, tersangka disinyalir lebih dari satu orang dan diduga kuat merupakan spesialis,” ungkap Kanit I Satreskrim Polres Rembang Ipda Arif Kristiawan ketika ditemui MuriaNewsCom, Kamis (21/1/2016).

Sedangkan mobil yang digunakan pelaku pencurian handphone, diduga kuat merupakan kendaraan milik rental dengan plat asal Lamongan. “Namun untuk asal-usul pelaku asal Lamongan, belum bisa dipastikan, karena setelah kami cek asal usul pemilik kendaraan, kemungkinan plat yang digunakan bukan aslinya,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang yang diduga pelaku pencurian handphone sudah dibekuk oleh polisi di wilayah Kecamatan Lasem ketika menaiki bus PO Indonesia. Belakangan pelaku yang tertangkap memakai kaos oblong putih, diketahui berinisial SM.

SM ditangkap oleh seorang anggota polisi yang mengenalinya, karena sempat ikut mengejar pelaku saat kabur dan bersembunyi di lahan kebun tebu di Gegersimo, Kecamatan Pamotan. Selain itu, kondisi tangan dan kaki pelaku tampak banyak luka gores.

Editor : Kholistiono 

Polisi Belum Beberkan Identitas Terduga Pelaku Pencurian Handphone yang Sudah Tertangkap

Para polisi mengepung lokasi yang diduga tempat bersembunyinya kawanan pencuri handphone, Rabu (21/1/2016) malam.

Para polisi mengepung lokasi yang diduga tempat bersembunyinya kawanan pencuri handphone, Rabu (21/1/2016) malam.

 

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah menangkap seorang yang diduga sebagai pelaku pencurian handphone, dan sempat berkejaran dengan polisi hingga pelaku menabrak mobil resmob dua kali dan akhirnya menghilang di perkebunan tebu, kini polisi masih memburu pelaku lainnya.

Kapolres Rembang AKBP Winarto membenarkan terkait penangkapan seorang pelaku dari kawanan pencuri itu. “Ya benar, sudah tertangkap satu orang di daerah Lasem, tadi pagi. Sekira pukul 10.30 WIB,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (21/1/2016).

Terkait identitas pelaku yang sudah ditangkap, Winarto enggan menanggapi. “Saat ini masih kami dalami keterangan dari yang bersangkutan,” imbuhnya.

Winarto juga mengaku turut memantau pengepungan yang dilakukan anggotanya, pada Kamis (21/1/2016) sejak pukul 00.00 WIB sampai 03.00 WIB di wilayah Kecamatan Pamotan. Menurutnya, jumlah pelaku yang diburu oleh anggotanya lebih dari satu. “Yang pasti lebih dari satu. Kami masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono menduga, pelaku sudah berkali-kali melakukan hal serupa di Rembang. “Ada indikasi, ini bukan pertama kalinya tersangka melakukan aksi pencurian,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengejaran terhadap orang yang diduga kawanan pencuri hanphone itu sejak Rabu (20/1/2016) hingga Kamis (21/1/2016), polisi masih mengepung lokasi yang diduga tempat persembunyian pelaku di perkebunan tebu daerah Gersimo dan sekitarnya.

Salah satu pelaku tertangkap, di wilayah Kecamatan Lasem setelah seorang anggota polisi membuntuti seseorang yang mencurigakan menaiki bus lintas provinsi dari Clangapan, Rembang.

Editor : Kholistiono

1 Terduga Pelaku Kawanan Pencuri HP di Rembang Dikabarkan Tertangkap

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono bersama anggotanya ketika melakukan pengepungan di Pemakaman umum desa Gersimo, Pamotan, Rembang pada Rabu (20/1/2016) malam.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono bersama anggotanya ketika melakukan pengepungan di Pemakaman umum desa Gersimo, Pamotan, Rembang pada Rabu (20/1/2016) malam.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Satu orang yang diduga tersangka pencuri HP yang terlibat aksi kejar-kejaran dan tembak-tembakan hingga mobilnya terbalik,  dikabarkan berhasil ditangkap polisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, penangkapan tersebut sekira pukul 10.00 WIB, Kamis (21/1/2016). Salah satu anggota kepolisian melihat seorang yang mencurigakan sedang menaiki sebuah bus antardaerah di Clangapan, Rembang. Polisi tersebut kemudian membuntuti bus yang ditumpangi seseorang mencurigakan tadi.

Ketika bus berhenti, polisi memasuki bus tersebut dan meminta penumpang yang diduga pelaku pencurian untuk turun. Setelah dimintai keterangan, dugaan orang tersebut sebagai salah satu tersangka pencurian yang diburu itu menguat.

“Pelaku diduga asal Lamongan Jatim, karena dari keterangan yang bersangkutan mengaku hendak ke Lamongan. Pelaku juga diduga sudah berkali-kali melakukan aksi serupa,” kata salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, menurutnya nomor polisi pada kendaraan yang dipakai pelaku diduga palsu. Karena berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihak kepolisian, nomor plat mobil yang bersangkutan tidak ada. “Pakaian yang dikenakan tersangka saat ditangkap yaitu kaos putih,” tandasnya.

Pengejaran terhadap orang yang diduga kawanan pencuri itu sejak Rabu (20/1/2016). Bahkan, hingga pukul 22.00 WIB polisi masih mengepung lokasi yang diduga tempat persembunyian pelaku di perkebunan tebu daerah Gersimo dan sekitarnya.

Mobil yang dikendarai pelaku terbalik di Desa Gersimo Pamotan, Rembang, Rabu (20/2/2016) kemarin. (Facebook Mey Mad)

Mobil yang dikendarai pelaku terbalik di Desa Gersimo Pamotan, Rembang, Rabu (20/2/2016) kemarin. (Facebook Mey Mad)

Sekira pukul 22.20 WIB, ada informasi pelaku berada di Desa Ketangi, pihak kepolisian segera menyisir di wilayah tersebut. Hingga akhirnya, salah satu pelaku baru tertangkap di wilayah Kecamatan Lasem setelah menaiki bus dari Clangapan Kota Rembang, Kamis (21/1/2016) siang.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono kepada wartawan tidak banyak memberikan keterangan. Mengingat polisi masih mendalami kasus ini. Termasuk belum memberikan kejelasan adanya satu pelaku yang tertangkap. “Masih kami dalami kasus ini,” kata Eko.

Sebagai informasi, kasus pencurian HP bermula, korban Divo Ario Noercahyo (24) warga Perum Jati Jajar, Blok C8 Nomor 02 Simpangan, Kecamatan Tapos, Kabupaten Depok, Jabar, sedang beristirahat di di SPBU Dusun Kiringan, Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rabu (20/1/2016), sekitar pukul 04.00 WIB.

Divo hendak pulang dari Bali bersama kedua temannya, yakni Septi Reza (25) Warga Jalan H Najih RT 01 RW 06 Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, dan Aulia Reza (24) Warga Perum BSD Golden Vienna 1 Blok B2 nomor 10 Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota  Tangerang Selatan, Banten.

Sekira satu jam beristirahat atau kira-kira pukul 05.00 WIB, korban melanjutkan perjalanan ke arah barat. Sesampainya di Bundaran Tugu Adipura Rembang, Divo bermaksud mengambil HP Sony Xperia seri Z3 Compact warna hitam yang  diletakkan di dashboard mobil, tapi ternyata sudah tidak ada.

Divo lalu menghubungi nomor hp yang hilang itu. Nada sambungnya tanda aktif, tapi tidak ada jawaban. Divo kemudian berusaha melacak posisi hpnya melalui layanan GPS. Kemudian, diketahui bahwa posisi ponselnya berada di wilayah Pati di kawasan sebuah rumah makan. Korban bergegas menuju rumah makan itu dan sinyal keberadaan ponselmya memang berada di sekitar lokasi itu.

Tiba-tiba sebuah mobil jenis Toyota New Avanza warna putih dengan nomor polisi S 1243 JL tampak melaju tergesa-gesa keluar dari rumah makan itu ke arah timur. Seketika korban curiga. Apalagi sinyal keberadaan hpnya berpindah arah, sebagaimana laju Avanza putih itu yang ke arah timur.

Korban yang yakin ponselnya berada di Avanza itu, segera membuntuti dari belakang. Begitu masuk wilayah Polres Rembang, korban cepat melapor kepada polisi. Berbekal laporan korban dan petunjuk GPS, polisi melakukan pengejaran terhadap keberadaan pelaku.

Aksi kejar-kejarnya polisi diwarnai dengan rentetan tembakan dan penghadangan menggunakan mobil Resmob. Namun, pelaku yang merasa panik, nekat menerobos hadangan polisi dengan menabrak mobil resmob sampai dua kali yakni di Jalan Pemuda Rembang dan Jalan wilayah Japerejo.

Hingga akhirnya pada pukul 14.30 WIB, mobil pelaku menabrak pikap L300 dan tumpukan kayu di depan rumah warga Dusun Ngrombo, Desa Gegersimo, sampai mobil pelaku terbalik. Namun pelaku beruntung, kantong udara di dalam mobil yang terbalik itu berfungsi sehingga pelaku hanya mengalami luka-luka. Kemudian berhasil melarikan diri dan kabur di perkebunan tebu daerah setempat.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Terus Buru Kawanan Pencuri yang Kabur ke Lahan Perkebunan Tebu

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Hingga Rabu malam sekira pukul 19.00 WIB, puluhan anggota Polsek Pamotan dan Polres Rembang bersenjata lengkap, masih melakukan penyisiran di lokasi kaburnya tersangka di lahan perkebunan tebu di sekitar Desa Gegersimo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengakui, luasnya lahan tebu dan ciri ciri tersangka yang belum jelas, menyulitkan pengejaran. Pihaknya meminta bantuan kepala desa setempat agar segera melapor ketika melihat seseorang yang mencurigakan.

“Apabila memergoki seseorang yang mencurigakan, dimohon untuk segera melapor ke pihak kepolisian. Diperkirakan, tersangka mengalami luka-luka pada bagian lengan kanan,” katanya.
Eko menambahkan, mobil tersangka yang sempat terbalik di wilayah Pamotan, sudah ditarik ke Polres Rembang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurutnya, dari penggeledahan sementara, anggotanya menemukan beberapa tas kecil tanpa ada kartu identitas. “Dari penggeledahan sementara, ditemukan beberapa tas kecil tanpa identitas,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Bak Adegan Film, Polisi Berkejaran dengan Pencuri di Jalur Pantura Rembang

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Tim Reskrim Polres Rembang terlibat kejar-kejaran dengan tersangka pelaku pencuri HP, Rabu (20/1/2016).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika mobil Toyota Avanza warna putih bernomor polisi S 1243 JL, berada di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pinggir Jalur Pantura sebelah timur jembatan Kiringan, Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem.

Diduga salah satunya mencuri HP milik seorang warga yang kebetulan tengah istirahat di dekat kamar mandi umum SPBU. Setelah itu, mobil Avanza langsung kabur. Belakangan, korban pemilik HP mengetahui identitas plat nomor kendaraan, kemudian melapor ke Polres Rembang. Ada saksi yang menyebutkan di dalam mobil terdapat 3 orang, termasuk sopir.

Anggota sentra pelayanan kepolisian segera menyebarkan informasi ciri-ciri mobil kepada anggota di lapangan.

Mengetahui pergerakan mobil tersangka, petugas Resmob Polres Rembang melakukan penghadangan di dekat Bank BNI Jalan Pemuda, Rembang. Bukannya berhenti, justru mobil Resmob sempat diserempet. Mobil tersangka tancap gas dengan kecepatan tinggi ke arah selatan.
Suasanapun semakin tegang seperti di film action Hollywood. Polisi meminta bantuan dari unsur Lalu Lintas dan Sabhara untuk ikut mengejar. Setelah berputar putar, akhirnya mobil tersangka diketahui berada di sekitar Desa Gegersimo, Kecamatan Pamotan dengan posisi mobil melaju dari arah barat ke timur.

Wijanarko, seorang pengguna jalan mengaku sempat berpapasan dengan mobil tersebut. Ia kebetulan sudah diberitahu polisi di perempatan Japerejo, bahwa ada pengejaran mobil.
Wijanarko memilih menghentikan mobilnya. Kemudian dirinya berinisiatif untuk menghentikan para pengguna jalan. “Mobil lainnya kami minta untuk berhenti agar mobil tersangka tidak bisa berbalik arah,” katanya.

Ternyata, mobil anggota Resmob di sebelah timur sudah mencegat. Untuk kali kedua, kembali ditabrak. Polisi langsung mengeluarkan tembakan peringatan lagi. Mobil tersangka menghantam bak belakang colt L 300 di depan rumah Ahmad Sugeng, warga Dusun Ngrombo,Desa Gegersimo, Kecamatan Pamotan. Setelah itu mobil oleng ke kiri dan terbalik.

Namun ternyata, tersangka melarikan diri ke perkebunan tebu. Puluhan anggota Polsek Pamotan dan Polres Rembang bersenjata lengkap, masih melakukan pengejaran hingga Rabu (20/1/2016) petang.

Editor : Kholistiono

Curi Ninja saat Korbannya Asyik Nonton TV

Sepeda motor yang diamankan oleh polisi sebagai barang bukti (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sepeda motor yang diamankan oleh polisi sebagai barang bukti (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pencuri sepeda motor Kawasaki Ninja beraksi saat korbannya asyik nonton televisi (TV). Kejadian di Desa Turirejo, Jepon, Blora.

Jajaran Polsek Jepon, Blora, bekuk tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) Senin (04/01/2015) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.

Pelaku Daniel Kurniawan (32) beralamatkan di Jalan Panglima Batur, Masjid Jami, Pasar Lama, Banjarmasin,Kalimantan Selatan. DK tertangkap saat membawa kabur motor milik Warsino bin Ramelan Ngaprah RT 05/RW 03, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon.

Kapolsek Jepon AKP Sutarjo mengungkapkan bahwa saat iti korban sedang nonton televisi, mendengar motornya distater ia langsung mengecek motornya digarasi. Betapa kagetnya karena motornya dibawa orang tak dikenal.

Setelah tahu motornya dibawa pelaku, korban langsung mengejarnya menggunakan sepeda motor lain. Sesampainya di Desa Turirejo,pelaku berhasil disalip oleh korban.

Pelaku kian kencang menggeber gas sepeda motor. Begitu korban sudah berada di dekat tersangka, spontan korban menendang sepeda motor yang dinaiki pelaku. Sampai akhirnya membuat pelaku terjerembab.

“Karena pelaku melawan saat sepeda motornya diminta akhirnya korban teriak maling-maling” kata Sutarjo Selasa (05/01/2016).

Teriakan korban membuat pelaku cepat diringkus warga. Hingga polisi tiba di lokasi kejadian.
“Ada salah satu warga melapor, bahwa pencuri motor tertangkap di Desa Turirejo,” ungkapnya.
Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan polisi. Atas kasus yang menjeratnya, polisi mengancam pelaku dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. Satu barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Kawasaki Ninja.

Polisi mengimbau agar warga mengunci sepeda motornya saat ditinggal agar tak terjadi kasus curanmor. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Heboh, Pencuri Misterius Pasar Kliwon Kudus

Suasana Pasar Kliwon Kudus yang saat ini sedang dilanda banyak pencurian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana Pasar Kliwon Kudus yang saat ini sedang dilanda banyak pencurian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sejumlah pedagang di Pasar Kliwon, Kudus, mengeluhkan bahwa barang mereka sering hilang. Hal itu terjadi bukan kepada satu dua pedagang saja, melainkan menimpa kebanyakan para pedagang.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Ahmad Arifin mengatakan, kondisi tersebut sudah terjadi beberapa kali. Hanya, kondisi terparah terjadi belakangan ini “Sudah sering terjadi kehilangan. Jadi para pedagang kerap kehilangan barang dagangan meraka maupun benda berharga di sana,” katanya kepada MuriaNewsCom.

HPPK meminta pemerintah agar lebih memperhatikan keamanan di pasar terbesar se-Eks Keresidenan Pati itu. Sebab kondisi pasar yang besar, namun keamanan masih dinilai kurang.
Menurutnya, petugas pasar juga harus aktif memantau kondisi pasar. Selain para pedagang yang memantau, juga para petugas keamanannya. Khususnya pada malam hari yang pasar dalam keadaan tertutup.

“Apalagi saat sekarang, sudah dagangan sepi, ditambah lagi dengan barang yang sering hilang. Jika hal ini terus terjadi maka pedagang akan mengalami kerugian yang besar,” imbuhnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Rumah Dibobol, Aktivis Antikorupsi Kudus Tebar Kecurigaan

Pencurian di Rumah aktivis korupsi

Lokasi pencurian di rumah aktivis antikorupsi di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Sebelum terjadi insiden pencurian yang mendera rumah aktivis antikorupsi Kunarto (46)di Karangmalang RT 1 RW 1, Gebog Kudus, Senin (7/12/2015) siang, ternyata ada cerita.

Kunarto mengaku mencurigai seseorang yang tidak dikenalnya melakukan aksi. Pria itu berambut panjang dan sering mensurvei rumahnya.

“Menurut tukang batu yang ada di sebelah rumah saya, Sebenarnya sekitar 2 hari sebelum pencurian ini, ada seseorang yang sering mensurvei rumah saya. Seserong itu berambut panjang yang sering kliteran di sekitar rumah ini,” kata Kunarto.

Selain itu, lanjut Kunarto, kemungkinan seseorang tersebut mencari area atau jalan untuk beraksi melakukan pencurian tersebut. Sehingga dengan kejadian ini, rantai atau gembog pintu gerbangpun langsung dirusak.

Sementara itu, terkait penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek Gebog, polisi belum bisa memberikan keterangan.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polsek Gebog Aiptu Kusnadi mengatakan saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan.  “Maaf, saat ini kami masih melakukan pemeriksaan,” katanya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Video – Gunakan Ilmu Gendam, 4 Pencuri di Jepara Ketahuan Polisi

ku gendam saat dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ku gendam saat dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Satreskrim Polres Jepara berhasil membekuk kawanan penipu yang bermodus gendam di wilayah hukum Polres Jepara.

Mereka adalah Sarunting Putra alias Kevin (35), warga Kabupaten Tangerang Jabar, Fatra alias Gahri (37), warga Kabupaten Tangerang Jabar, Frengky Lintang (34), warga Sumatera Selatan, dan Mat Asih alias Mamat (47), warga Kabupaten Kediri Jatim.

Keempat tersangka tersebut diamankan di wilayah hukum Polres Klaten pada 30 November 2015.  Penangkapan tersangka tersebut berdasarkan laporan dari salah seorang korban yang ditipu di kawasan swalayan Kecamatan Tahunan Jepara pada 29 November 2015 sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menjelaskan, keempat tersangka yang ditangkap bersama sejumlah barang bukti seperti sejumlah uang, telur, jarum, tisu, dan kendaraan mobil rental tersebut berdasarkan laporan dari salah seorang korban yang ditipu. Mereka menjalankan aksi secara bersama-sama dan berbagi tugas.

“Mereka beraksi lintas kota, tidak hanya di Jepara saja. Kebetulan di Jepara sudah beraksi beberapa kali dengan jumlah kerugian sekitar Rp 20 juta, dan sejumlah emas milik korban,” ujar Samsi saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (7/12/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, modus yang digunakan memang sejenis gendam. Tersangka mencoba mengelabui korban dengan trik-trik tertentu kemudian membawa kabur sejumlah perhiasan maupun uang milik korban. Masing-masing tersangka ada yang bertugas mengelabui, ada yang memantapkan korban agar mudah dikelabui dan ada yang sebagai sopir mobil ketika melarikan diri. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

SDN 2 Geneng Blora Dibobol Maling

Sri Kartini menunjukkan kunci pintu sekolah yang dirusak kawanan pencuri (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sri Kartini menunjukkan kunci pintu sekolah yang dirusak kawanan pencuri (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

BLORA – SD Negeri 2 Geneng, Kecamatan Jepon jadi sasaran kawanan pencuri. Kejadian ini diduga terjadi tadi malam, saat kondisi sekolah sedang sepi. Pencuri berhasil menggasak CPU, printer dan TV LCD.

Kejadian pencurian ini, diketahui pertama kali oleh penjaga sekolah bernama Santoso, ketika dirinya Rabu (2/12/2015) pagi sekitar pukul 6.00 WIB datang ke sekolah. Saat itu, kondisi pintu sudah dalam keadaan terbuka dan kunci pintu juga rusak.

”Ketika saya sampai di sekolah, penjaga sekolah sudah menangis melihat kondisi pintu terbobol dan sejumlah barang di sekolah hilang. Kerugian materi ditaksir sektiar Rp 9 juta,” ujar Sri Kartini, guru SD Negeri 2 Geneng.

Sedangkan untuk pelaku pencurian, diduga dilakukan lebih dari satu orang. “Mungkin lebih satu orang, karena terlalu repot kalau hanya satu orang. Pintu terkunci dan barang yang dicuri pun tak bisa jika dibawa satu orang,” ungkapnya.

Kasus pencurian ini, saat ini sudah dilaporkan dan ditangani pihak Polsek Jepon. “Untuk kasus ini masih kami dalami dan masih menyelidiki siapa pelakunya,” ujar Kanitreskrim Polsek Jepon AIPTU Waluyo. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Warga Gonggang Rembang Mengaku Resah Jika Ada Orang Ini, Siapa Dia?

Tokoh masyarakat dan warga Desa Gonggang, Kecamatan Sarang, Rembang dalam sebuah kesempatan (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Tokoh masyarakat dan warga Desa Gonggang, Kecamatan Sarang, Rembang dalam sebuah kesempatan (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Masyarakat Desa Gonggang, Kecamatan Sarang, Rembang, untuk sementara waktu bisa bernafas lega. Pasalnya, orang yang dianggap paling meresahkan di desa itu, dijebloskan kembali ke penjara untuk keempat kalinya.

Orang yang dimaksud adalah W (44) warga Desa Gonggangyang ditangkap Sat Reskrim Polres Rembang di Gresik, Selasa (24/11/2015) lalu. Seperti diketahui, W bersama YM (24) warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, keduanya kembali masuk bui setelah melancarkan aksi pencurian sepeda motor. Dalam kurun waktu hanya 1,5 bulan usai keluar penjara, keduanya telah beraksi sebanyak 5 kali.

Salah satu tokoh masyarakat di Gonggang Karjan mengatakan, keberadaan W selama ini selalu membuat resah masyarakat setempat. “Ketika di rumah, setelah keluar dari penjara, selalu meresahkan masyarakat. Karena suka mencuri barang milik warga. Barang apapun yang dia mau asalkan bisa dijual, dia curi,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (1/12/2015)

Padahal menurutnya, pihak pemerintah desa dan perangkat desa sudah memberikan arahan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Ternyata, hal itu tidak diindahkan dan justru seolah-olah menantang dengan mengajak temannya dari daerah lain.

“Tentunya, ini membuat masyarakat jadi resah, khawatir, dan was-was dengan adanya gerombolan tersebut. Temannya banyak, kadang empat orang, kadang dua orang. Semuanya teman kerjanya ngakuunya,” jelasnya.

Lebih lanjut Karjan juga membeberkan, rumah W sering digunakan semacam markas oleh teman-temannya. Termasuk YM yang ditangkap polisi bersama W. “Teman yang tertangkap itu pun juga satu rumah, sering menginap di rumahnya,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Pencuri Ini Kerap Beraksi di Siang Hari di Tempat Keramaian di Kudus

Polisi memeriksa pelaku di Mapolres Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi memeriksa pelaku di Mapolres Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Aksi pencurian yang dilakukan Jovi Raditya (24) warga Gondang Manis, Kudus, semuanya dilakukan pada waktu siang hari. Dalam menjalankan aksinya secara tunggal itu, dia terlebih dahulu berkeliling mencari sasaran.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Hepi Pria Ambara mengatakan, dari keterangan yang didapat dari pelaku, dalam lima kali menjalankan aksinya, selalu dilakukan saat siang hari.

“Seperti jam kerja, dilakukan pada siang sampai sore hari. Lokasinya adalah tempat keramaian yang tidak terlihat seperti pencurian. Terlebih yang diambil adalah tas yang ditinggal,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Saat melakukan aksinya, pelaku terlebih dahulu berkeliling di lokasi keramaian. Kemudian akan kembali ke lokasi yang sudah dibidik untuk dijadikan sebagai sasaran. Seperti halnya yang dilakukan di depan penjahit di Melati, Kecamatan Kota, pelaku berhasil membawa tas milik Metri Junaidi berisi laptop dan beberapa dokumen. Kerugian dari aksi tersebut mencapai Rp 6 juta.

Dari ketentuan pelaku, barang tersebut dijual dengan harga Rp 2,6 juta Dan sudah tidak ada. Berdasarkan hal tersebut pelaku diancam hukuman lima tahun penjara dnegan melanggar 362 KUHP dnegan tindak pidana pencurian. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

RUMAH KETUA PERINDO DIBOBOL : Ini Kronologis Kejadian yang Menghebohkan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Rumah Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Kudus, Noor Hartoyo di Jalan Lingkar Selatan RT 1 RW VI, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo dibobol kawanan pencuri, Selasa (3/11) dini hari.

Selain barang pribadi, kawanan maling juga menggasak sepeda motor dinas isteri Hartoyo, Mila Susanti yang juga menjabat Kepala Desa Gulang.

Menurut Mila, dalam melakukan aksinya, pelaku diperkirakan beraksi antara pukul 03.30 – 04.30 WIB. Sebelum beraksi, kawanan ini mengergaji rantai dan merusak gembok pagar rumah. Setelah itu pencuri masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela yang tak ada teralisnya.

Mila memperkirakan kawanan ini sebelumnya sudah mengetahui seluk beluk rumah. Ada beberapa alasan penguat. Sebab pencuri diduga sudah mengetahui “jadwal” penghuni rumah.

Sekitar pukul 02.30 WIB, Noor Hartoyo baru saja pulang dan masuk ke dalam rumah setelah “jagongan” dengan warga sekitar. Indikasi lainnya,kawanan ini juga mengetahui lokasi penyimpanan kunci sepeda motor yang ditaruh di tangga menuju lantai II.

“Semua kunci memang kita kumpulkan di tempat itu. Sebenarnya ada empat motor yang ada di ruang tamu. Tapi mungkin pencuri tak bisa membuka kontak Yamaha Xeon akhirnya ditinggal dan yang dibawa kabur cuma tiga sepeda motor,” jelasnya.

Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi. Korban berharap polisi cepat menyelesaikan kasus ini dengan baik. (MERIE/AKROM HAZAMI)

RUMAH KETUA PERINDO DIBOBOL : Kades Gulang Kudus Bingung Kerja karena Motornya juga Dicuri

 

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Rumah Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Kudus, Noor Hartoyo di Jalan Lingkar Selatan RT 1 RW VI, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo dibobol kawanan pencuri, Selasa (3/11) dini hari.

Selain barang pribadi, kawanan maling juga menggasak sepeda motor dinas isteri Hartoyo, Mila Susanti yang juga menjabat Kepala Desa Gulang.

Mila telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Mejobo. Hal ini terkait hilangnya sepeda motor plat merah yang menjadi kendaraan dinasnya.

“Semoga segera dapat gantinya. Karena sepeda motor itu untuk menunjang aktivitas saya, baik turun ke warga, sosialisasi kebijakan pemerintah dan lain sebagainya,” terang Mila.

Dari sekian barang yang dijarah, total kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Rinciannya, tiga sepeda motor masing-masing yakni Vario, Beat dan Supra X plat merah. Telepon genggam serta sandal milik mantan Wakil Ketua DPRD Kudus ini juga ikut dijarah pencuri.

Mila mengaku insiden tersebut terjadi saat dirinya sedang tidak di rumah. Karena dia sedang mengikuti diklat Aparatur Desa se-Keresidenan Pati di Rembang. Di rumah saat itu hanya ada Noor Hartoyo dan anak-anaknya yang sedang tidur terlelap.

”Jadi waktu kejadian saya tidak di rumah. Ini saya izin pulang begitu mendapatkan kabar,” tandasnya. (MERIE/AKROM HAZAMI)

RUMAH KETUA PERINDO DIBOBOL : Sandal dan 3 Motor Kesayangan Dicuri

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Rumah Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Kudus, Noor Hartoyo di Jalan Lingkar Selatan RT 1 RW VI, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo dibobol kawanan pencuri, Selasa (3/11) dini hari.

Selain barang pribadi, kawanan maling juga menggasak sepeda motor dinas isteri Hartoyo, Mila Susanti yang juga menjabat Kepala Desa Gulang.

Dari sekian barang yang dijarah, total kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Rinciannya, tiga sepeda motor masing-masing yakni Vario, Beat dan Supra X plat merah.

Telepon genggam serta sandal milik mantan Wakil Ketua DPRD Kudus ini juga ikut dijarah pencuri.

Mila Susanti saat ditemui wartawan mengatakan, rumahnya memang dibobol maling.

“Rumah dimasuki maling,” katanya. (MERIE/AKROM HAZAMI)