Aksi Pencurian Sepeda Motor di Rembang yang Bikin Geli

Tersangka pencurian sepeda motor ketika dimintai keterangan polisi (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Tersangka pencurian sepeda motor ketika dimintai keterangan polisi (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Kejadian menggelitik terjadi di Rembang, Kamis (3/3/2016) sekira pukul 03.30 WIB. Pasalnya, ada korban pencurian sepeda motor yang menyapa pelaku pencurian kendaraan bermotornya. Padahal saat menyapa, pelaku sedang menaiki sepeda motor korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, korban diketahui bernama Siti Musriah (50) warga Kelurahan Magersari RT 03 RW 01, Kecamatan/ Kabupaten Rembang. Sedangkan, sepeda motor yang dicuri oleh pelaku adalah Honda Vario dengan nopol K 2693 PM warna merah tahun 2013.

Kejadian bermula ketika Musriah hendak mencari nasi di Pasar Pentungan sekira pukul 03.15 WIB. Saat itu, Musriah bertemu dengan Sutono (45) warga Desa Waru, Kecamatan/ Kabupaten Rembang. Keduanya pun sempat saling menyapa dan berbincang ringan, karena saling kenal.

Ketika dalam perjalanan pulang, Musriah kembali bertemu dengan Sutono yang sedang mengendarai Honda Vario Warna Merah. Namun, saat itu korban tidak sadar bahwa sepeda motor yang dikendarai oleh Sutono adalah miliknya. Sesampainya di Rumah, korban terkejut lantaran mendapati Honda Vario miliknya yang diparkir di dalam rumah sudah tidak ada.

“Mengetahui sepeda motor saya hilang, saya langsung gembor-gembor dan menangis. Kemudian saya ingat, kalau tadi Sutono menaiki sepeda motor saya. Akhirnya, saya minta diantar oleh anak saya untuk mencari rumah Sutono,” kata Masriah, Jumat (4/3/2016).

Dalam perjalanan mencari rumah pelaku, Masriah berhenti di dekat lapangan voli desa setempat. Ia melihat ada sepeda motor yang lampunya menyala di bawah pohon. Kemudian, dia menyuruh anaknya untuk bertanya kepada pengendara sepeda motor itu, dimana rumah Sutono.

Begitu di dekati oleh anaknya Masriah, ternyata pengendara sepeda motor itu segera tarik gas sekencang-kencangnya. “Ternyata, sepeda motor di bawah pohon itu milikku. Sedangkan pengendaranya adalah Sutono. Akhirnya, saya menyuruh anak saya untuk mengejar,” jelasnya.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi di gang-gang kecil Desa Waru. Masriah membonceng anaknya yang mengejar pelaku pencurian sambil berteriak dengan lantang. “Saya tidak berteriak maling..,maling..,Tapi berteriak, Ton berhenti,itu motorku,” katanya.

Lantaran merasa malu, akhirnya Sutono berhenti dan berdalih bahwa dia tidak tahu kalau motor yang dibawanya merupakan milik Masriah. Menurut Masriah, Sutono mengaku motornya itu didapat dari pria berambut gondrong dan mengenakan pakaian singlet. “Oleh karenanya, saya tarik gas sekencang-kencangnya ketika melihat kamu, mbak. Saya kira kamu pria berambut gondrong,” ujar Masriah menirukan perkataan pelaku.

Karena Masriah tidak ingin berdebat panjang dan pelaku tidak mengaku, akhirnya Sutono dilaporkan ke aparat kepolisian setempat. Meski sempat membantah, namun kemudian Sutono mengaku.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Ditinggal Tidur, Mesin Diesel Traktor Milik Warga Sulang Rembang Raib Digondol Maling

Maling Ini Enggak Takut Setan, Colong Ban Truk Maut di Tempat Angker di Rembang

Kecelakaan maut di jalan pantura Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jum'at (27/11/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kecelakaan maut di jalan pantura Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jum’at (27/11/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Ban truk gandeng yang mangkrak di tepi jalan pantura Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, raib. Padahal bangkai truk gandeng tersebut telah membuat tiga nyawa melayang, Jumat (27/11/2015) lalu.

Warga Purworejo sekaligus pemilik warung di dekat lahan yang digunakan untuk evakuasi kecelakaan, Endang Kismiati (50) mengatakan ada empat buah ban beserta velgnya yang hilang. Menurutnya, hilangnya ban itu terjadi hingga dua kali.

“Kemungkinan diambil malam hari. Hilangnya itu dua kali, dua ban yang terbaru kira-kira sekitar dua hari kemarin,” ungkapnya, Selasa (16/2/2016).

Endang juga mengaku keberatan dengan penggunaan lahan untuk evakuasi yang molor hingga mencapai dua bulan lebih. “Kalau dititipi hanya satu minggu tidak masalah, ini malah sampai dua bulan. Kalau seperti ini kan gimana ya, biasanya itu lahannya ditanami Palawija,” imbuhnya.

Sementara warga Purworejo lainnya, Ali Mustofa mengatakan untuk bangkai kepala truknya sudah dievakuasi pada Senin (15/2 /2016) malam. “Tadi malam sudah diambil. Saat diambil, kepala truk gandeng itu bannya sudah tidak ada karena dicuri orang,” ujarnya.

Ia menduga pelaku pencurian tersebut bukanlah warga sekitar. Menurutnya, warga sekitar tidak akan berani mengambil ban tersebut karena tempat tersebut dikenal angker. Selain itu, untuk mencuri ban truk juga diperlukan keahlian khusus. “Jadi, sepertinya bukan warga sini yang mencuri. Kalau warga sini tidak akan berani,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang tewas akibat kecelakaan yang melibatkan truk gandeng bernomor polisi S 8534 UX, truk trailer bernopol B 9939 UEM, dan sepeda motor Satria F yang belum ada plat nomornya, Jumat (27/11/2015) sekira pukul 01.00 dini hari.

Tiga orang yang tewas dalam kecelakaan itu, adalah Ayeng Effendi, warga Bandung, Jawa Barat, yang merupakan sopi trailer. Dua orang lainnya adalah dua pemuda pengendara Satria F asal Rembang, yakni Mohammad Yusuf Sergio dan Dicki.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Kecelakaan Maut di Kaliori Rembang, 3 Tewas 2 Luka-Luka

Ini Identitas Pelaku Pencurian Handphone di Rembang yang Terlibat Aksi ‘Fast and Furious’

Syaiful Muluk, tersangka kasus pencurian handphone yang terlibat aksi kejaran-kejaran dengan polisi Rembang dan ditembaki polisi hinga mobilnya terbalik.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Syaiful Muluk, tersangka kasus pencurian handphone yang terlibat aksi kejaran-kejaran dengan polisi Rembang dan ditembaki polisi hinga mobilnya terbalik.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang –Tersangka pencurian handphone yang terlibat aksi “Fast and Furious” dengan aparat Polres Rembang, beberapa waktu lalu (20/1/2016), diketahui merupakan warga Sampang Madura.

Kedua tersangka yang mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih dengan nomor polisi S 1243 JL, yakni Syaiful Muluk (32) warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang dan seorang pria yang masih DPO alias buron berinisial A warga Nggresik, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang Madura.

Sejauh ini, pengakuan Muluk masih sering berubah-ubah dan mengbingungkan. Menurut pengakuannya, dia beraksi bersama tiga orang lainnya menggunakan dua mobil. Namun, ketiganya berhasil melarikan diri.”Empat orang dengan menggunakan dua mobil. Ketiga teman saya kabur,” kata Muluk ke awak media di Mapolres Rembang, Selasa (26/1/2016).

Namun, Muluk masih enggan mengakui terkait keterlibatannya dalam aksi kejaran-kejaran dengan polisi dan bahkan sempat menabrak dua kali mobil Resmob Polres Rembang yang menghadang di jalan. Muluk berdalih berada di hotel menunggu teman-temannya yang sedang beraksi. “Saya di Hotel Larasati menunggu teman-teman,” ujarnya.

Namun, ketika ditanyai terkait banyaknya luka sayatan di tangan dan kakinya, Muluk hanya bengong saja. Tidak mampu menjawab tentang penyebab luka kering yang seperti bekas sayatan daun tebu tersebut.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono menjelaskan, peran Muluk dalam kasus pencurian handphone, adalah sebagai eksekutor pengambil handphone Sony Eksperia Z3 milik korban. “SM berperan sebagai eksekutor, pengambil barang,” jelasnya.

Eko mengimbau kepada masyarakat Rembang untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak segan untuk melapor polisi ketika menjumpai hal yang mencurigakan. “Masyarakat Rembang agar lebih waspada dan berperan aktif mengawasi lingkungan sekitar, kalau ada gerak-gerik mencurigakan, diharapkan segera melapor,” imbaunya.

Editor : Kholistiono

Polisi Belum Beberkan Identitas Terduga Pelaku Pencurian Handphone yang Sudah Tertangkap

Para polisi mengepung lokasi yang diduga tempat bersembunyinya kawanan pencuri handphone, Rabu (21/1/2016) malam.

Para polisi mengepung lokasi yang diduga tempat bersembunyinya kawanan pencuri handphone, Rabu (21/1/2016) malam.

 

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah menangkap seorang yang diduga sebagai pelaku pencurian handphone, dan sempat berkejaran dengan polisi hingga pelaku menabrak mobil resmob dua kali dan akhirnya menghilang di perkebunan tebu, kini polisi masih memburu pelaku lainnya.

Kapolres Rembang AKBP Winarto membenarkan terkait penangkapan seorang pelaku dari kawanan pencuri itu. “Ya benar, sudah tertangkap satu orang di daerah Lasem, tadi pagi. Sekira pukul 10.30 WIB,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (21/1/2016).

Terkait identitas pelaku yang sudah ditangkap, Winarto enggan menanggapi. “Saat ini masih kami dalami keterangan dari yang bersangkutan,” imbuhnya.

Winarto juga mengaku turut memantau pengepungan yang dilakukan anggotanya, pada Kamis (21/1/2016) sejak pukul 00.00 WIB sampai 03.00 WIB di wilayah Kecamatan Pamotan. Menurutnya, jumlah pelaku yang diburu oleh anggotanya lebih dari satu. “Yang pasti lebih dari satu. Kami masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono menduga, pelaku sudah berkali-kali melakukan hal serupa di Rembang. “Ada indikasi, ini bukan pertama kalinya tersangka melakukan aksi pencurian,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengejaran terhadap orang yang diduga kawanan pencuri hanphone itu sejak Rabu (20/1/2016) hingga Kamis (21/1/2016), polisi masih mengepung lokasi yang diduga tempat persembunyian pelaku di perkebunan tebu daerah Gersimo dan sekitarnya.

Salah satu pelaku tertangkap, di wilayah Kecamatan Lasem setelah seorang anggota polisi membuntuti seseorang yang mencurigakan menaiki bus lintas provinsi dari Clangapan, Rembang.

Editor : Kholistiono

1 Terduga Pelaku Kawanan Pencuri HP di Rembang Dikabarkan Tertangkap

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono bersama anggotanya ketika melakukan pengepungan di Pemakaman umum desa Gersimo, Pamotan, Rembang pada Rabu (20/1/2016) malam.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono bersama anggotanya ketika melakukan pengepungan di Pemakaman umum desa Gersimo, Pamotan, Rembang pada Rabu (20/1/2016) malam.(MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Satu orang yang diduga tersangka pencuri HP yang terlibat aksi kejar-kejaran dan tembak-tembakan hingga mobilnya terbalik,  dikabarkan berhasil ditangkap polisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, penangkapan tersebut sekira pukul 10.00 WIB, Kamis (21/1/2016). Salah satu anggota kepolisian melihat seorang yang mencurigakan sedang menaiki sebuah bus antardaerah di Clangapan, Rembang. Polisi tersebut kemudian membuntuti bus yang ditumpangi seseorang mencurigakan tadi.

Ketika bus berhenti, polisi memasuki bus tersebut dan meminta penumpang yang diduga pelaku pencurian untuk turun. Setelah dimintai keterangan, dugaan orang tersebut sebagai salah satu tersangka pencurian yang diburu itu menguat.

“Pelaku diduga asal Lamongan Jatim, karena dari keterangan yang bersangkutan mengaku hendak ke Lamongan. Pelaku juga diduga sudah berkali-kali melakukan aksi serupa,” kata salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, menurutnya nomor polisi pada kendaraan yang dipakai pelaku diduga palsu. Karena berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihak kepolisian, nomor plat mobil yang bersangkutan tidak ada. “Pakaian yang dikenakan tersangka saat ditangkap yaitu kaos putih,” tandasnya.

Pengejaran terhadap orang yang diduga kawanan pencuri itu sejak Rabu (20/1/2016). Bahkan, hingga pukul 22.00 WIB polisi masih mengepung lokasi yang diduga tempat persembunyian pelaku di perkebunan tebu daerah Gersimo dan sekitarnya.

Mobil yang dikendarai pelaku terbalik di Desa Gersimo Pamotan, Rembang, Rabu (20/2/2016) kemarin. (Facebook Mey Mad)

Mobil yang dikendarai pelaku terbalik di Desa Gersimo Pamotan, Rembang, Rabu (20/2/2016) kemarin. (Facebook Mey Mad)

Sekira pukul 22.20 WIB, ada informasi pelaku berada di Desa Ketangi, pihak kepolisian segera menyisir di wilayah tersebut. Hingga akhirnya, salah satu pelaku baru tertangkap di wilayah Kecamatan Lasem setelah menaiki bus dari Clangapan Kota Rembang, Kamis (21/1/2016) siang.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono kepada wartawan tidak banyak memberikan keterangan. Mengingat polisi masih mendalami kasus ini. Termasuk belum memberikan kejelasan adanya satu pelaku yang tertangkap. “Masih kami dalami kasus ini,” kata Eko.

Sebagai informasi, kasus pencurian HP bermula, korban Divo Ario Noercahyo (24) warga Perum Jati Jajar, Blok C8 Nomor 02 Simpangan, Kecamatan Tapos, Kabupaten Depok, Jabar, sedang beristirahat di di SPBU Dusun Kiringan, Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rabu (20/1/2016), sekitar pukul 04.00 WIB.

Divo hendak pulang dari Bali bersama kedua temannya, yakni Septi Reza (25) Warga Jalan H Najih RT 01 RW 06 Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, dan Aulia Reza (24) Warga Perum BSD Golden Vienna 1 Blok B2 nomor 10 Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota  Tangerang Selatan, Banten.

Sekira satu jam beristirahat atau kira-kira pukul 05.00 WIB, korban melanjutkan perjalanan ke arah barat. Sesampainya di Bundaran Tugu Adipura Rembang, Divo bermaksud mengambil HP Sony Xperia seri Z3 Compact warna hitam yang  diletakkan di dashboard mobil, tapi ternyata sudah tidak ada.

Divo lalu menghubungi nomor hp yang hilang itu. Nada sambungnya tanda aktif, tapi tidak ada jawaban. Divo kemudian berusaha melacak posisi hpnya melalui layanan GPS. Kemudian, diketahui bahwa posisi ponselnya berada di wilayah Pati di kawasan sebuah rumah makan. Korban bergegas menuju rumah makan itu dan sinyal keberadaan ponselmya memang berada di sekitar lokasi itu.

Tiba-tiba sebuah mobil jenis Toyota New Avanza warna putih dengan nomor polisi S 1243 JL tampak melaju tergesa-gesa keluar dari rumah makan itu ke arah timur. Seketika korban curiga. Apalagi sinyal keberadaan hpnya berpindah arah, sebagaimana laju Avanza putih itu yang ke arah timur.

Korban yang yakin ponselnya berada di Avanza itu, segera membuntuti dari belakang. Begitu masuk wilayah Polres Rembang, korban cepat melapor kepada polisi. Berbekal laporan korban dan petunjuk GPS, polisi melakukan pengejaran terhadap keberadaan pelaku.

Aksi kejar-kejarnya polisi diwarnai dengan rentetan tembakan dan penghadangan menggunakan mobil Resmob. Namun, pelaku yang merasa panik, nekat menerobos hadangan polisi dengan menabrak mobil resmob sampai dua kali yakni di Jalan Pemuda Rembang dan Jalan wilayah Japerejo.

Hingga akhirnya pada pukul 14.30 WIB, mobil pelaku menabrak pikap L300 dan tumpukan kayu di depan rumah warga Dusun Ngrombo, Desa Gegersimo, sampai mobil pelaku terbalik. Namun pelaku beruntung, kantong udara di dalam mobil yang terbalik itu berfungsi sehingga pelaku hanya mengalami luka-luka. Kemudian berhasil melarikan diri dan kabur di perkebunan tebu daerah setempat.

Editor : Akrom Hazami

Nyamar Jadi Pengemis, Nenek Ini Hendak Gondol Uang Ratusan Ribu

ilustrasi

ilustrasi

REMBANG – Seorang nenek berusia 60 tahun diamankan massa saat ketahuan hendak mencuri di rumah warga pinggir jalur Pantura Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Sabtu (9/1/2016) sekitar pukul 09.30 WIB. Tak tanggung-tanggung, demi melancarkan aksinya nenek tersebut menyamar menjadi seorang pengemis.

Rumah korban yang menjadi sasarannya adalah rumah Luluk (29) warga Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Luluk mengaku berhasil menangkap nenek itu, ketika nenek tersebut berhasil mengambil uang Rp 600 ribu dari laci lemari dan hendak mengambil uang di kamarnya.

”Ketika hendak masuk kamar, saya melihatnya. Langsung saya pegangin,” katanya.

Saat tertangkap, nenek tersebut tidak mau mengungkapkan nama dan alamat rumahnya. Bahkan, nenek tersebut terus-terusan berontak ingin melarikan diri. Sementara Luluk berteriak minta tolong. Akhirnya warga lainnya berdatangan.

Ternyata, aksi yang dilakukan nenek itu bukan pertama kalinya. Beberapa warga mengaku pernah menjadi korban pencurian yang dilakukan oleh nenek yang menyamar jadi pengemis itu.

Akhirnya, nenek tersebut diamankan di Mapolsek Lasem. Bahkan, aparat kepolisian sempat geram lantaran keterangan nenek itu selalu berubah-ubah. Awalnya, dia mengaku warga warga Sugiyan. Namun kemudian berubah mengaku warga Pancur dan terakhir mengaku warga Desa Gambang, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Hingga saat ini, petugas masih menelusuri identitas nenek itu. Pasalnya, di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban tidak terdapat nama desa Gambang. Yang ada adalah Desa Tergambang. (AHMAD WAKID/TITIS W)