Butuh Biaya Lahiran Istri, Pemuda di Jepara Ini Nekat Curi Burung Cucak Rowo

Pelaku saat diamankan di Mapolres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pelaku saat diamankan di Mapolres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus kriminal kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jepara. Kali ini seorang pemuda bernama Muhammad Yunus (24), warga Desa Sowan, Kecamatan Kedung, Jepara, tertangkap polisi usai melakukan pencurian burung Cucak Rowo di Hotel Asia, Jepara.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin mengemukakan, aksi pelaku itu dilakukan pelaku pada 20 Juni 2016, saat menjelang waktu berbuka puasa.”Saat menjelang waktu buka puasa, kondisi lokasi kejadian yakni di garasi Hotel Asia sepi. Petugas jaga di hotel sedang ke luar mencari menu buka puasa,” ujar Samsu saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Kamis (30/6/2016).

Menurutnya, diketahuinya aksi pelaku melalui tayangan CCTV yang ada di hotel tersebut. Tak hanya pelaku yang diamankan, tetapi juga beberapa barang bukti seperti burung yang dicuri, sepeda motor dan beberapa alat yang digunakan saat pelaku menjalankannya aksi pencuriannya.”Pelaku dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Ada banyak barang bukti yang diamankan,” katanya.

Sementara itu, dari pengakuan pelaku, ia mencuri karena desakan ekonomi. “Untuk persiapan lahiran istri saya, dan untuk keperluan lain,” ujar Yunus.

Editor : Kholistiono

Wanita di Jepara Ini Nekat Curi Beras untuk Persiapan Lebaran

 Pelaku pencurian beras di Pasar Ratu sedang diinterogasi petugas (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Pelaku pencurian beras di Pasar Ratu sedang diinterogasi petugas (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Hanya gara-gara ingin mempersiapkan lebaran, seorang wanita berusia 45 tahun nekat mencuri beras di Pasar Ratu (Jepara satu). Ia diketahui bernama Mindarsih, warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara.

Mindarsih tertangkap basah oleh pemilik toko sembako setelah mengambil tiga karung beras. Akibat aksinya itu, kemudian pelaku dilaporkan ke pihak pengelola pasar dan pihak kepolisian. Mindarsih diinterogasi selama beberapa jam di Kantor Pasar Ratu. “Saya lakukan karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk persiapan lebaran,” kata Mindarsih saat ditanya petugas.

Ketua Paguyuban Pasar Ratu Supriyadi mengatakan, dari pengakuan pelaku, ia telah melakukan tindakan kriminal tersebut beberapa kali. Untuk di toko sembako milik Ninik Endang Sriyati itu saja, telah dilakukan tiga kali.

“Untuk di toko milik Ninik, dia diketahui telah mencuri tiga kali. Kalau dari pengakuannya, di toko lain juga pernah mencuri. Dia memang terbilang cerdik dalam melakukan aksinya, karena baru ketahuan, padahal sudah beberapa kali,” ujar Supriyadi kepada MuriaNewsCom, Selasa (7/6/2016).

Sementara itu, dari pihak korban, Ninik Endang Sriyati menceritakan, bahwa pihaknya kerap kehilangan barang dagangannya. Ternyata benar, barang dagangannya kerap dicuri. Modus yang dilakukan pelaku saat ketangkap basah adalah dengan mengambil barang dari sisi belakang toko.

“Ketika saya jualan, menghadapnya ke depan, sedangkan pegawai dan suami juga beraktifvtas di depan toko. Jadi di sebelah belakang tidak dapat terpantau. Di situ kesempatan pelaku menjalankan aksinya,” ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku, aksi pencurian yang dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB tersebut, dilakukan seorang diri. Parahnya, barang hasil curian tersebut dijual ke pedagang lain yang ada di Pasar Ratu dan tidak dijual ke pasar lain.

Satu karung beras ukuran 25 kilogram dari hasil curiannya dijual dengan harga Rp 170 ribu. Harga itu jauh di bawah harga normal yang mencapai Rp 250 ribu. Kali ini, proses mediasi dengan korban masih dilakukan hingga siang hari.

Editor : Kholistiono