Mirisnya Pengakuan 2 Bocah Pencuri Barang Petani di Kudus

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – 2 bocah yang nekat mencuri barang petani di Desa Honggosoco, Jekulo, Kudus, telah diamankan polisi, Rabu (12/7/2017). Ini pengakuan mereka kepada polisi.

Adalah LS (16) dan BD (14) warga Kecamatan Dawe, Kudus. Mereka berdua adalah tetangga. Keduanya merupakan anak yatim. Mereka tak lagi sekolah dan memilih jadi pencuri.

Di hadapan Kapolsek Jekulo AKP Subakri, mereka mengaku, telah mencuri beberapa kali. Hasil curiannya, dibuat untuk mencukupi kebutuhan. Mereka tak bisa bekerja karena usianya yang terbilang masih anak. Mereka pun jadi pencuri.

“Saat ini masih diperiksa lebih lanjut. Apakah nanti akan diberikan pembinaan secara khusus ataukah dilakuan tipiring, kami masih didalami,” kata Subakri kepada MuriaNewsCom.

Kedua bocah di antaranya telah mencuri sepeda motor milik petani di sawah. Sepeda motor itu telah dijual ke warga seharga Rp 500 ribu. Kini mereka harus berurusan dengan polisi.

Petani di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, benar-benar naik pitam, beberapa waktu terakhir ini. Sebab, mereka kerap jadi korban pencurian barang taninya.

Petani pun mencari cara agar bisa menangkap pencuri. Mereka pun sepakat melakukan kerja sama satu sama lain. Seperti dengan membiarkan alat mesin diesel penyedot air irigasi, di sawah.

Benar, dua orang pencuri berusia belasan tahun datang ke sawah. LS (16) dan BD (14) warga Dawe, berniat mencuri mesin penyedot air itu. Belum sempat mengamankan barang curiannya, sejumlah petani langsung mengejarnya.

Editor : Akrom Hazami

Cerita Konyol Pencuri Kayu Sebelum Dibekuk di Kawasan Hutan KPH Gundih Grobogan

Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Petugas dari Perhutani KPH Gundih berhasil menangkap empat orang yang melakukan aksi pencurian kayu jati di kawasan hutan, Selasa (11/7/2017) dini hari. Keempat pelaku adalah Salam, Siswadi, Harto dan Tarmuji yang kesemuanya warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Grobogan.

“Jumlah pelaku semuanya ada tujuh orang. Tiga orang lainnya berhasil melarikan diri saat kita sergap,” ungkap Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi.

Penangkapan pembalak kayu itu berawal dari informasi yang menyebutkan adanya tujuh orang mencurigakan di kawasan hutan di RPH Ngemplak, BKPH Kuncen, tidak jauh dari Desa Kenteng. Selanjutnya, tim pengamanan hutan melakukan patroli dan pengintaian di sekitar lokasi.

Setelah menyisir kawasan hutan cukup lama, petugas akhirnya memergoki tujuh orang di kawasan hutan. Beberapa orang diantaranya membawa kayu hasil tebangan dengan cara dipikul.

Tanpa buang waktu, petugas langsung menyergap kawanan tersebut. Namun, tiga orang yang bertugas sebagai penebang kayu gagal diringkus karena lari ke kawasan hutan.

Setelah ditangkap, salah seorang pelaku mengatakan, sebagian hasil kayu curian sudah di kumpulkan di sekitar desa Kenteng. Petugas akhirnya berhasil mendapatkan 12 batang kayu berbagai ukuran, kapak yang dipakai menebang pohon dan dua sepeda motor milik pelaku.

“Empat pelaku pencurian kayu yang tertangkap sudah kita serahkan ke Mapolres Grobogan bersama barang buktinya. Hal ini sudah menjadi komitmen kami bahwa apapun bentuknya, pelaku Illegal loging harus di proses secara hukum,” imbuh Kuspriyadi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Aksi 2 Bocah Curi Barang Petani Honggosoco Kudus Berakhir di Sini

Kapolsek Jekulo AKP Subakri. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Petani di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, benar-benar naik pitam, beberapa waktu terakhir ini. Sebab, mereka kerap jadi korban pencurian barang taninya.

Petani pun mencari cara agar bisa menangkap pencuri. Mereka pun sepakat melakukan kerja sama satu sama lain. Seperti dengan membiarkan alat mesin diesel penyedot air irigasi, di sawah.

Benar, dua orang pencuri berusia belasan tahun datang ke sawah. LS (16) dan BD (14) warga Dawe, berniat mencuri mesin penyedot air itu. Belum sempat mengamankan barang curiannya, sejumlah petani langsung mengejarnya.

“Warga yang kebanyakan petani menangkap basah pelaku yang membawa alat tersebut untuk dibawa kabur. Namun petani berhasil menangkapnya dan mengamankan,” kata Kapolsek Jekulo AKP Subakri kepada wartawan di Kudus, Rabu (12/7/2017).

Pihaknya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut menangkap pelaku. Termasuk juga, lanjut Subakri, terima kasih karena warga tak melakukan hakim sendiri. “Pelaku benar-benar aman dari amukan warga,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Belum Sempat Nikmati Hasil Kejahatan, Pencuri di Ketro Grobogan ini Berhasil Ditangkap

Sejumlah barang bukti hasil curian disita polisi di Grobogan, Minggu malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski berhasil menggasak sejumlah uang, namun pelaku pencurian, Lukman, warga Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, terpaksa harus gigit jari. Sebab, sebelum bisa menikmati hasil kejahatannya, pemuda 19 tahun itu sudah keburu diringkus polisi.

Informasi yang didapat menyebutkan, aksi pencurian itu dilakukan pada Minggu (9/7/2017) malam. Adapun yang disasar adalah rumah tetangganya, Sri Yuatun.

Saat menjalankan aksinya, Lukman masuk dalam rumah lewat jendela kamar bagian depan. Saat masuk kamar, ia mendapati ada sebuah tas yang tergantung di balik pintu. Kemudian, tas yang di dalamnya ternyata berisi uang Rp 789.000 langsung diambil.

Setelah itu, Lukman kemudian menyisir rumah bagian belakang dan mendapatkan sebuah dompet yang tergeletak di meja makan. Nahas, saat hendak menggasak dompet inilah, pemilik rumah terbangun dan memergoki aksinya sambil berteriak minta tolong.

Melihat penghuni rumah terjaga, pelaku kemudian mencoba lari lewat pintu dapur. Namun, selepas pintu dapur ternyata jalan buntu. Pelaku kemudian balik lagi untuk kabur lewat jalan lain.

Saat balik dari pintu dapur ini, pelaku sempat bertabrakan dengan penghuni rumah yang mencoba mengejar. Setelah pelaku kabur lewat jendela, pemilik rumah akhirnya melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian.

Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi saat diminta konfirmasinya membenarkan adanya kasus pencurian tersebut. Tidak lama setelah menerima laporan, pihaknya berhasil meringkus pelaku. Pelaku bisa dikenali karena masih bertetangga dengan korban.

“Pelaku sudah kita amankan. Barang bukti hasil kejahatan berupa uang tunai dan dompet juga ikut kita amankan,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

2 Pencuri Genset di Gubug Grobogan Diringkus

Barang bukti genset yang dicuri di Gubug , Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Petugas kepolisian dari Polsek Gubug, Grobogan berhasil membekuk dua pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Masing-masing, Lambang Saputro (23) dan Agung Pramono (20), keduanya warga Kecamatan Gubug. Selain pelaku, satu unit barang bukti berupa genset merek General ET 2200L berhasil pula diamankan petugas.

Kapolsek Gubug AKP Dedy Setya mengatakan, kedua pelaku ditangkap sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelumnya, kedua pelaku sempat akan melarikan diri namun petugas akhirnya berhasil menangkapnya.

“Penangkapan pelaku kita lakukan di wilayah Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati. Kedua pelaku dan barang bukti kita amankan untuk pengembangan lebih lanjut,” jelasnya, Sabtu (1/4/2017).

Menurutnya, kasus pencurian itu terjadi pada Selasa 28 Maret sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah menerima laporan, anggota kemudian mulai melakukan penyelidikan.

Hingga akhirnya muncul informasi warga yang menyebutkan ada dua orang berboncengan sepeda motor sambil membawa genset menuju sebuah rumah kosong di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug. Setelah diselidiki, petugas berhasil menemukan genset di rumah kosong tersebut.

“Saat menemukan genset, kedua pelaku sudah tidak ada di lokasi. Selanjutnya, kita lakukan pencarian dan akhirnya berhasil menangkap pelaku di Desa Kedungjati. Kedua pelaku sudah mengakui sebagai pencuri genset tersebut,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

2 Pencuri Spesialis Rumah Kos Grobogan Ini Bocorkan Cara Curi Sepeda Motor

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Resmob Polres Grobogan meringkus dua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang biasa beraksi di rumah kos. Pelaku curat ini dibekuk di wilayah Kecamatan Todanan, Blora, Selasa (14/2/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kedua pelaku kejahatan ini merupakan warga Grobogan. Masing-masing, Heri Sugiarto (34), warga Jatipohon, Kecamatan Grobogan dan Arif Supriyanto (26), warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono menyatakan, sedikitnya ada tiga lokasi kejahatan yang sudah dilakukan kedua pelaku pada Januari lalu. Yakni, di depan Kafe Bariyo di Kecamatan Grobogan dan dua rumah kos di lingkungan Sambak, Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi.

Selain pelaku, anggota berhasil mengamankan pula barang bukti hasil kejahatan berupa dua unit motor. Yakni, Honda Scopy warna putih nomor polisi K 3496 OJ dan Honda Vario warna hitam.

“Untuk sementara baru dua barang bukti hasil kejahatan yang kita dapat. Lainnya masih kita cari. Dua barang bukti ini dari hasil kejahatan di rumah kos,” ungkapnya.

Kepada polisi, kedua pelaku membeberkan caranya beraksi. Mereka selalu melancarkan aksinya pada malam hari. Saat melakukan aksi kejahatan, sasaran utama kedua pelaku ini adalah sepeda motor yang tidak dikunci stang di rumah kos. Begitu mendapatkan sasaran, pelaku langsung menyalakan motor dengan cara mengonsletkan kabel kontaknya.

Jika cara ini tidak berhasil, sasaran dibawa kabur dengan didorong pelaku lainnya yang mengendari motor. Kemudian, keesokan harinya, pelaku membuatkan kunci duplikat dan menjual motor hasil kejahatan pada penadah.

“Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut. Kemungkinan, masih ada tempat kejahatan lain yang dilakukan pelaku ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mayat di Timur Bendung Klambu Grobogan Dipastikan Pencuri yang Tercebur di Sungai Lusi

Petugas mendata kondisi salah satu korban yang ditemukan di Sungai Lusi, tepatnya di timur Bendung Klambu, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas mendata kondisi salah satu korban yang ditemukan di Sungai Lusi, tepatnya di timur Bendung Klambu, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Teka-teki mayat yang ditemukan tim SAR di sebelah timur Bendung Klambu akhirnya terungkap, Kamis (9/2/2017). Hal itu berdasarkan penelusuran dari tanda pengenal berupa KTP, SIM A dan SIM C yang ditemukan dalam saku celana mayat berjenis kelamin lelaki tersebut.

Dalam tanda pengenal itu tertera atas nama Rukani, warga Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan. Selain itu ditemukan pula satu SIM C atas nama Musafak, warga Desa Boyolali, Kecamatan Gajah, Demak. Kemudian, ada juga dua buah STNK sepeda motor, kartu ATM dan uang tunai Rp 3.500.000.

Mayat lelaki ini ditemukan sekitar 1 km di sebelah timur Bendung Klambu. Mayat lelaki yang diperkirakan berumur 30 tahun ditemukan tim SAR dalam posisi mengambang dan tersangkut kayu di sisi utara sungai Lusi.
Saat ditemukan, mayat tersebut mengenakan baju lengan pendek warna biru bergaris-garis putih dan celana pendek jins. Setelah dievakuasi, mayat tersebut kemudian dibawa ke RSUD Purwodadi guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kabar yang beredar menyebutkan, mayat yang ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB itu disebut-sebut merupakan pelaku pencurian barang di jok motor milik petani di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi pada Selasa (6/2/2017).

Kapolsek Purwodadi Sugiyanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, mayat yang ditemukan dipastikan sebagai pelaku pencurian barang di jok motor petani di Desa Putat. Hal itu berdasarkan hasil penyelidikan yang sudah dilakukan serta keterangan dari sejumlah saksi. Dari keterangan istri pelaku juga menyatakan jika suaminya memang tidak pulang dalam tiga hari terakhir.

“Pihak keluarga sudah kita kasih penjelasan dan mereka bisa menerima. Setelah selesai pemeriksaan di RSUD, jenazah sudah kita serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.

Terkait kasus pencurian tersebut, pihaknya akan menghentikan proses penyidikan. Sebab, pelakunya yang hanya satu orang diketahui sudah meninggal dunia. Seperti diberitakan, terceburnya pencuri tersebut terjadi saat berduel dengan warga yang memergoki aksi kejahatannya. Sebelumnya, pencuri tersebut sempat mencongkel jok motor milik petani yang sedang memetik padi. Dalam bagasi tersebut terdapat uang Rp 300 ribu dan sebuah ponsel.

Setelah selesai menggasak isi bagasi, aksi pencurian itu diketahui pemilik kendaraan. Selanjutnya, pemilik kendaraan berusaha mengejar pelaku yang hendak melarikan diri menggunakan motor vario bernomor polisi K-6347-PJ.

Saat berduel inilah, keduanya sama-sama tercebur sungai lusi. Beberapa warga sebenarnya berupaya menyelamatkan keduanya. Namun, akhirnya hanya korban pencurian yang berhasil diselematkan. Sementara pelakunya terseret arus air dan tidak diketahui jejaknya. Sedangkan sepeda motor yang dipakai sarana kejahatan sudah diamankan pihak kepolisian.

 

Editor : Akrom Hazami

Pencuri Acak-acak Balai Desa Bugel Grobogan 

pencurian_02-1024x608

MuriaNewsCom, Grobogan – Perangkat Desa Bugel, Kecamatan Godong, Grobogan, dibikin kaget ketika hendak masuk kantor, Senin (16/1/2017). Gara-garanya, kondisi pintu kantor desa terlihat terbuka dan di dalam ruangan terlihat acak-acakan.

Setelah diteliti lebih lanjut, beberapa barang inventaris kantor tidak terlihat lagi di tempat semula. Melihat kondisi ini, besar dugaan jika kantor desa habis disatroni pencuri. Dari informasi yang didapat, setelah dilakukan pemeriksaan, setidaknya ada dua barang elektronik yang hilang. Yakni, televisi dan tape recorder.

“Hasil pemeriksaan sementara baru diketahui ada televisi dan tape yang hilang. Ini, anggota masih melakukan olah TKP,” kata Kapolsek Godong AKP Ngadiyo.

Sementara itu, Camat Godong Mundakar menambahkan, pihaknya sudah meminta pihak desa untuk mendata lebih teliti terkait barang yang hilang. Termasuk apakah ada kerugian uang dalam peristiwa tersebut.

“Pak Kades Bugel sudah saya minta koordinasi dengan kepolisian. Saya mengingatkan agar pengamanan di kantor desa makin ditingkatkan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Drama Penangkapan Maling Terkonyol di Puskesmas Ngaringan Grobogan

Polisi meringkus pelaku Mudazakir di Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi meringkus pelaku Mudazakir di Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang pria yang ditengari melakukan pencurian tas milik pegawai Puskesmas Ngaringan, Grobogan, berhasil dibekuk polisi dibantu warga sekitar. Meski demikian, penangkapan pencuri bernama Mudazakir alias Jacky ini berlangsung dramatis seperti dalam adegan film.

Informasi yang didapat menyebutkan, Kamis (5/1/2017) sekitar pukul 10.30 WIB, pelaku yang beralamat di Desa Suka Sari, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Bengkulu, itu tiba di areal parkir puskesmas naik motor bersama temannya.

Selanjutnya, pria berusia 37 tahun itu menuju ke dalam puskesmas sambil membawa tas besar dan terlihat seperti seorang salesman. Setelah berkeliling, pelaku ini terlihat masuk ke ruang kerja pegawai. Tidak lama kemudian, pelaku terlihat keluar dari ruangan tersebut.

Namun, saat keluar pelaku berpapasan dengan salah seorang pegawai puskesmas bernama Nawang Jati Kusumo yang mau masuk ke dalam ruang kerjanya. Semula, pegawai ini tidak merasa curiga dengan pria tersebut.

Tetapi setelah melihat tas berisi uang miliknya tidak ada lagi di tempat semula, Nawang langsung curiga dengan pria tadi. Selanjutnya, ia memanggil Mudazakir dan mengajaknya masuk ke dalam ruangan. Setelah berada di dalam ruangan, pegawai puskesmas itu meminta Mudazakir untuk membuka tas yang dibawa. Tetapi, pria itu tidak bersedia.

Akhirnya, Nawang memaksa membuka tas tersebut. Setelah dibuka, dalam tas yang dibawa pelaku ada tas miliknya. “Karena ketangkap basah, pelaku langsung lari dan meninggalkan tasnya. Selanjutnya, pegawai tadi berteriak ada maling,” kata Heriyanto, salah seorang warga yang berada di dekat lokasi kejadian.

Mendengar ada teriakan maling, salah seorang pelaku yang siaga di parkiran langsung menyalakan motor dan kabur meninggalkan rekannya. Karena temannya kabur duluan, Mudazakir akhirnya melarikan diri ke areal persawahan di sebelah barat puskesmas.

Melihat kondisi ini, puluhan warga kemudian berusaha mengejar untuk menangkap pelaku. Namun, upaya warga sempat tertahan karena pelaku sempat mengancam dengan sabit yang diambil paksa dari seorang pencari rumput. Karena pelaku membawa senjata tajam, warga hanya melakukan pengepungan dari jarak jauh supaya pelaku tidak bisa lari jauh.

Beruntung, tidak lama kemudian, ada beberapa anggota polisi yang sedang melintas. Melihat ada polisi, pelaku bermaksud kabur lebih jauh. Namun, tidak lama kemudian, pelaku akhirnya bisa diringkus dan selanjutnya diamankan ke Mapolsek Ngaringan oleh petugas.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya informasi penangkapan pelaku pencurian tas milik pegawai Puskesmas Ngaringan tersebut. Dari dua pelaku, satu orang berhasil diamankan dan satu orang lagi kabur menggunakan sepeda motor ke arah barat. “Pelaku yang berhasil melarikan diri sudah kita ketahui identitasnya. Saat ini, masih kita lakukan pengejaran,” katanya, Kamis (5/1/2017).

Selain menangkap satu pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, tas hitam milik Puskesmas Ngaringan yang berisi tas kecil/dompet berisi uang sebesar Rp. 3.843.000. Kemudian, ada sejumlah barang bukti diamankan dari pelaku Mudazakir. Yakni, jam tangan, HP, STNK, SIM C atas nama pelaku, beberapa KTP, bukti setoran, uang kuno, kartu asuransi dan uang sebanyak Rp 977.000.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu tas punggung warna coklat milik pelaku. Isinya, sejumlah sarung lengan, slayer, kaos kaki, masker, dan charger HP. Di samping itu ada satu tas lagi yang diamankan di pinggir jalan raya dekat puskesmas. Tas yang diduga dibuang pelaku yang kabur ini juga sarung lengan, slayer, dan kaos kaki.

“Kami juga mengamankan sebuah helm hitam milik pelaku Mudazakir. Kemudian, sebilah sabit milik warga yang sempat diminta pelaku Mudazakir untuk membela diri saat di kejar warga juga kita amankan,” kata Eko.

Editor : Akrom Hazami

 

Demi Pacaran Hot, Sepasang Kekasih Ini Nekat Nyolong di Blora

Sejoli muda ini melakukan pencurian di wilayah Sambong, Kabupaten Blora, dengan memanfaatkan mobilnya. (Polres Blora)

Sejoli muda ini melakukan pencurian di wilayah Sambong, Kabupaten Blora, dengan memanfaatkan mobilnya. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Pasangan kekasih Agni Mujihatmoko (25) dan Titin Dwi Wijayanti (25), benar-benar mabuk kepayang dengan cinta. Sampai-sampai mereka berlaku di luar logika.

Sejoli itu melakukan pencurian berkali-kali di wilayah Sambong, Polres Blora. Namun aksi mereka bisa dihentikan polisi. Terakhir, kedua pelaku melakukan pencurian di warung atau toko milik Sumaji (31) warga Dusun Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Blora.

Kepolisian Polsek Sambong Resor Blora langsung menangkapnya. Sejumlah barang di warung Sumaji dicuri yakni satu kantong kresek rokok, satu buah kipas angin dan TV monitor yang telah dijual tersangka. Keduanya nekat mencuri lantaran butuh untuk kebutuhan sehari-hari, bersenang – senang termasuk untuk biaya pacaran.

“Mereka ini memang sepasang kekasih, dan belum menikah. Pengakuannya, nekat mencuri lantaran kebutuhan ekonomi. Sebenarnya sih untuk ongkos pacaran saja. Entah buat jalan-jalan dan jajan bareng di mana gitu ya. Saya kira seperti itu,” kata Kapolsek Sambong, AKP Joko Priyono dikutip polresblora.com, Rabu (04/01/2017).

Kedua pelaku menggunakan sarana mobil sedan putih corolla untuk beraksi melakukan tindak pencurian.  Joko mengungkapkan bahwa pelaku melakukan aksinya dengan modus memanjat ventilasi belakang rumah dan berhasil masuk melalui dapur.

Kemudian mereka langsung menggasak barang yang ada di toko atau warung tersebut. Setelah berhasil mencuri mereka keluar lewat pintu belakang dan barang hasil curiannya langsung dimasukkan ke dalam mobil yang digunakan kedua tersangka dalam melancarkan aksinya.

Kedua pelaku tersebut memang sudah menjadi incaran polisi. Dengan cerdik Unit Reskrim Polsek Sambong menggiring kedua pelaku tersebut ke area pom bensin (SPBU) Sambong seolah-olah mengajak transaksi dan kemudian tanpa sadar pelaku langsung ditangkap.

Cara ini dilakukan untuk mengantisipasi emosi warga yang bisa berhujung main hakim sendiri dan menjaga keamanan serta keselamatan pelaku tersebut.

Sudah tujuh TKP warga yang melapor ke Polsek Sambong terkait dengan pencurian di warung atau toko yang berada di wilayah hukum Polsek Sambong. Ternyata setelah dilakukan penyelidikan kedua pelaku inilah yang melakukan pencurian.

“Keduanya ini sama-sama pengangguran, dan mengaku melakukan aksi pencurian tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Maka atas tindakan kedua pelaku, kami menjeratnya dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidanan pencurian, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal ‎tujuh tahun,” tutup Joko.

Editor :  Akrom Hazami

Pencuri Sekarang Hobi Incar Sepeda Motor di Masjid Grobogan

maling beat e

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagi Anda yang beraktivitas ke masjid memakai kendaraan bermotor, hendaknya lebih waspada. Hal ini terkait dengan adanya aksi pencurian motor di halaman Masjid Al Hidayah yang terjadi Selasa (21/6/2016) petang.

Pencuri beraksi di halaman masjid yang ada di belakang Rutan Purwodadi. Pelaku menggasak satu motor Honda Beat. Korbannya adalah Sodiq, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi masjid tersebut.

Informasinya, petang itu korban menunaikan salat magrib berjamaah menggunakan sepeda motor dengan nopol K 5194 PJ. Usai salat, motor yang sebelumnya diparkir di halaman masjid sudah raib.

Sementara, kunci kendaraan masih ada di kantongnya. Selanjutnya, korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kota Purwodadi.

Kapolsek Kota Purwodadi AKP Parno menyatakan, setelah mendapat laporan, anggotanya langsung datang ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan. Dugaan sementara, pelaku dinilai merupakan spesialis pencurian motor menggunakan kunci ‘T’. Sebab, waktu yang dibutuhkan untuk mengambil motor ini tergolong cepat. Dugaan sementara, pelaku curanmor kali ini merupakan orang baru.

“Kemungkinan pelakunya baru. Kami akan terus melakukan penyelidikan kasus ini. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan kunci ganda pada kendaraannya supaya lebih aman,” jelas Parno didampingi Kanit Reskrim Ipda Sunarto.
Sementara itu, beberapa jamaah mengaku saat duduk tahiyat akhir salat magrib, sempat mendengar motor dinyalakan. Dan kedengarannya, pengemudi kendaraan langsung tancap gas.

“Saya dengar ada suara motor distater terus digas kencang. Kemungkinan, itulah waktu pencuri motor beraksi,” kata Adi Sucipto, tetangga korban.

Editor : Akrom Hazami

 

Awas, Pencuri Soundsystem Masjid Merajalela di Jepara

Bagian belakang Masjid Jami’ Baitul Aziz, Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang menjadi pintu masuk maling saat beraksi mencuri soundsystem di sana, Rabu (11/5/2016). (ISTIMEWA)

Bagian belakang Masjid Jami’ Baitul Aziz, Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang menjadi pintu masuk maling saat beraksi mencuri soundsystem di sana, Rabu (11/5/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bagi pengurus masjid di wilayah Kabupaten Jepara, tampaknya harus mewaspadai bentuk pencurian baru yang mengincar kawasan masjid. Maling rupanya banyak mengincar soundsystem yang ada di masjid-masjid di sana.

Contoh terbarunya adalah Masjid Jami’ Baitul Aziz, Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Masjid tersebut baru saja kecurian soundsystem yang ada di dalamnya.
Abdul Rozaq, warga setempat mengatakan, peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (11/5/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. ”Kita baru tahunya sekitar siang hari. Saat mau adzan.

Ternyata soundsystem yang ada di masjid, sudah tidak ada,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (11/5/2016).

Saat itu, marbot masjid yang biasanya menjaga kawasan tersebut, kebetulan sedang mengecek ke sawah. Meski hanya ditinggal sebentar, malingnya rupanya mengetahui hal itu, sehingga leluasa melaksanakan niatnya.

”Yang diambil, hanya soundsystem itu saja. Tapi memang nilainya lumayan. Bisa mencapai Rp 20 juta. Apalagi fungsinya kan, memang sangat vital digunakan di masjid. Jadi, cukup terganggu aktivitas kami,” terangnya.

Maling itu rupanya masuk ke dalam masjid lewat pintu belakang. Dia kemudian mencongkel pintu ruangan di mana soundsystem itu berada. Kemudian pelaku dengan cepat membawa kabur soundsystem tersebut.

Ternyata, bukan hanya masjid di Desa Jondang saja yang kemudian mengalami hal itu. Menurut Rozaq, beberapa desa juga mengalami hal serupa. Yang diketahuinya, ada masjid di tiga desa lain yang juga kecolongan soundsystem.

”Kalau yang saya dengar, ada tiga desa lain yang kemudian mengalami hal serupa. Selain desa kami, juga ada Desa Tedunan, Kaliombo, dan Suwawal. Yang saya dengar tiga desa itu juga mengalami kejadian serupa. Masjidnya kemalingan,” tuturnya.

Rozaq berharap kejadian ini bisa menjadi perhatian aparat kepolisian. Karena selain soundsystem adalah salah satu piranti penting di masjid, keberadaan maling tentu saja bisa membuat resah masyarakat.

”Semoga bisa jadi perhatian, dan bisa ditangkap segera. Sekarang kami menjadi sedikit terganggu kalau menjalankan kegiatan masjid,” imbuhnya.

Editor: Merie

Maling Sepeda Motor di Blora Babak Belur Dihajar Massa

Kedua pelaku saat diamankan oleh Polsek Blora Kota. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kedua pelaku saat diamankan oleh Polsek Blora Kota. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Nasib apes dialami dua kawanan maling sepeda motor Honda Revo nopol S 3233 CM milik Suprapto, seorang petani asal Dukuh Temon, Desa Temurejo, Kecamatan Blora. Belum sempat menikmati hasil curiannya, dua maling ini babak belur dihajar massa.

Peristiwa ini bermula ketika dua pencuri sepeda motor tersebut menjalankan aksinya di kawasan persawahan Desa Temurejo, Blora. Adalah Pujianto dan Temok Slamet, yang keduanya merupakan warga Desa Jambangan, Kecamatan Tunjungan, Blora.

Aksi pencurian sepeda motor ini terjadi pada Selasa (12/4/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, sepeda motor milik korban terparkir di pinggir jalan dekat sawah di desa setempat. Karena, saat itu korban sedang ngedos padi miliknya yang sedang dipanen. Jarak antara sepeda motor yang diparkir korban dengan lokasi ngedos sekitar 50 meter.

Ketika sedang sibuk memanen padi miliknya, korban dikejutkan dengan suara sepeda motor yang sangat dikenalnya, yang biasa ditunggangi sehari-hari. Apalagi, suara khas knalpot sepeda motornya cukup jarang digunakan warga lain.

Karena mendengar suara sepeda motornya itu berbunyi, kemudian dirinya berlari ke arah suara. Namun, sayangnya dirinya tak bisa lagi mengejar sepeda motornya sudah sudah dilarikan maling. “Saya dengar suara knalpot motor saya, seketika saya langsung berlari mengejarnya. Namun tidak kena,” ujar Suprapto kepada MuriaNewsCom.

Melihat pelaku melarikan sepeda motornya ke arah Tunjungan, kemudian, korban menghubungi rekannya yang berada di Kaliceper, Tunjungan. Kemudian, sekitar setengah jam berselang, pelaku yang ternyata memang melewati Kaliceper, langsung dihadang beberapa warga di sana.

Tak menunggu lama, warga yang sudah mengetahui ciri-ciri sepeda motor korban yang dibawa pelaku, langsung menghajar kedua maling sepeda motor tersebut. Bahkan, kendaraan sepeda motor Vario nopol K 3259 PY yang digunakan pelaku juga tak luput dari amukan massaa.

“Kami mendapatkan informasi dari bahwa ada maling sepeda motor yang tertangkap massa. Sesampainya di lokasi, kami langsung mengambil tersangka yang sudah diamankan di Polsek Tunjungan,” ujar Kapolsek Blora AKP Sudarno melalui Kanitreskrim Ipda Isnaeni.

Berhubung masing-masing korban mengalami luka di bagian kepala, Polsek Blora membawa kedua tersangka ke RS dr Soetijono Blora untuk mendapatkan perawatan sebelum ditahan di Polsek Blora Kota.“Saat ini pelaku sudah kami amankan di polsek,” jelas Ipda Isnaeni.

Berdasarkan informasi, ternyata kedua pelaku sebelumnya pernah melancarkan aksinya dengan menggasak satu unit sepeda motor Honda Grand di kawasan RSU dr Soetijonopada pada Februari 2016. “Sepeda motor Honda Grand hasil curian pelaku telah dijual kepada warga Ronggopati Jakenan, transaksi penjualannya di Japah,” pungkas Ipda Isnaeni.

Editor : Kholistiono

Hebat, Polisi Sudah Deteksi Pencuri yang Terekam CCTV

Hasil rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa sepeda motor Yamah Mio J, usai melancarkan aksi pencuriannya di Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pelaku pencurian di Desa Tambakromo, Pati, terekam CCTV tengah mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J usai melancarkan aksinya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Tambakromo terus memburu pelaku pencurian laptop dan smartphone di Desa Tambakromo, RT 1/RW 4, Kecamatan Tambakromo, Pati, yang terekam kamera CCTV pada Rabu (6/4/2016) kemarin.

Bahkan, polisi sudah mendeteksi keberadaan dari pelaku itu sendiri. Kapolsek Tambakromo AKP Wasito mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pati untuk melakukan identifikasi pelaku.

”Keterangan saksi dan korban sudah kami lakukan. Termasuk rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku masuk dan keluar membawa barang hasil curian. Kami akan kerja sama dengan Satreskrim Polres Pati untuk mengidentifikasi pelaku,” kata AKP Wasito kepada MuriaNewsCom, Kamis (7/4/2016).

Dari hasil identifikasi, pihaknya berhasil melacak keberadaan pelaku. Pada pukul 14.00 WIB, pelaku tampak berada di wilayah Kabupaten Grobogan.

”Kami sudah lacak keberadaan pelaku melalui smartphone. Pada jam 14.00 WIB, pelaku sudah berada di Kabupaten Grobogan. Kami akan terus melakukan pelacakan,” tuturnya.

Kendati dalam rekaman CCTV itu tidak begitu jelas, tetapi ciri-ciri pelaku sudah dikantongi. Pelaku berbadan tinggi besar, mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J tanpa nomor polisi, mengenakan calana jeans, dan kaos putih biru.

”Rekamannya agak jauh. Jadi tidak terlihat jelas. Tapi, kami sudah mengantongi sejumlah ciri-ciri dari pelaku, termasuk keterangan dari para saksi dan korban,” pungkasnya.

Editor: Merie

Dicari, Pencuri Laptop yang Tertangkap CCTV

Hasil rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa sepeda motor Yamah Mio J, usai melancarkan aksi pencuriannya di Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Hasil rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa sepeda motor Yamah Mio J, usai melancarkan aksi pencuriannya di Desa Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Rupanya masih ada pencuri yang tidak sadar bahwa aksi mereka tertangkap kamera closed circuit television (CCTV). Sebagaimana yang terjadi di Desa Tambakromo, RT 1/RW 4, Kecamatan Tambakromo, Pati.

Seseorang yang diduga pencuri, terekam CCTV yang dipasang pemilik rumah saat menjalankan aksinya. Akibatnya, pelaku itu kini menjadi buron polisi.

Ayu Rizki Setyani, (17), pemilik rumah mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Rabu (6/4/2016), sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam rekaman CCTV, pelaku tampak berjalan santai seperti orang bertamu, ketika kondisi rumah sepi.

Pencuri itu datang dengan membawa sepeda motor Yamaha Mio J tanpa nomor polisi. Terlihat di video, pelaku tampak membawa barang-barang elektronik yang ada di dalam rumah.

”Barang-barang yang diambil itu seperti satu unit laptop merek Acer dan satu unit smartphone Android merek Samsung,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (7/4/2016).

Pencuri itu tidak sadar, bahwa kamera CCTV berhasil mengabadikan aksinya. Ayu pun langsung melaporkan peristiwa itu kepada polisi. ”Saya sudah laporkan kepada polisi. Semoga cepat ditangkap agar tidak meresahkan masyarakat,” ujar Ayu.

Kapolsek Tambakromo AKP Wasito saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. ”Iya, laporan sudah kami terima. Kami akan menindaklanjuti laporan pencurian dari korban. Semoga video di CCTV bisa membantu untuk pelacakan terhadap pelaku,” ungkapnya.

Editor: Merie

Angkut 13 Batang Kayu Tanpa Dokumen, Dua Warga Boyolali Diamankan Penjaga Hutan

Asper BKPH Juworo KPH Gundih, Joko Prayitno (kiri) bersama anggotanya dari KRPH Kalangbancar Warsito (kanan) menunjukan barang bukti 13 batang kayu jenis sonokeling yang tidak dilengkapi dokumen resmi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Asper BKPH Juworo KPH Gundih, Joko Prayitno (kiri) bersama anggotanya dari KRPH Kalangbancar Warsito (kanan) menunjukan barang bukti 13 batang kayu jenis sonokeling yang tidak dilengkapi dokumen resmi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak 13 batang kayu berhasil diamankan petugas Perum Perhutani KPH Gundih. Selain itu, petugas juga mengamankan dua orang yang kedapatan membawa kayu tersebut dalam sebuah mobil Xenia bernopol AD 8785 TD.

Mobil berisi kayu jenis sonokeling dan dua penumpang itu diamankan petugas di Dusun Mincil, Desa Kalangbancar, Kecamatan Geyer, sore tadi.

Dua orang yang diamankan itu masing-masing sopir kendaraan Suwondo dan pemilik kayu Kardiyo. Keduanya berasal dari Boyolali. Kemudian, keduanya kemudian digiring petugas perhutani ke Polsek Geyer berikut barang bukti.

Wakil Administratur KPH Gundih Budi Soetomo menyatakan, keduanya sudah lama masuk dalam target operasi. Namun, baru sekarang bisa tertangkap beserta dengan barang buktinya.

“Pelaku ini sudah jadi target oprasi sejak lama dan diburu petugas. Keduanya langsung kami serahkan pada kepolisian untuk dilakukan proses lebih lanjut,” katanya.

Asper BKPH Juworo KPH Gundih Joko Prayitno menambahkan, penangkapan itu dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat mengenai keberadaan mobil yang ditengarai memuat kayu illegal di sekitar Desa Kalangbancar.

Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan menyisir lapangan hingga akhirnya menemukan kendaraan yang dimaksud di Dusun Mincil. Setelah dilakukan pengecekan, di dalam mobil tersebut terdapat beberapa potongan kayu sonokeling yang ditutupi kardus.

“Jumlahnya ada 13 batang dengan kubikasi sekitar 0,57 meter kubik. Panjang potongan kayu berkisar 1-1.5 meter,” kata Joko. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Awas, Pencuri 81 Tabung Elpiji di Kaliwungu Beraksi

Ilustrasi Tabung Gas

Ilustrasi Tabung Gas

 

KUDUS – Sebanyak 81 tabung elpiji jenis 3 kilogram (kg), amblas dicuri. Jumlah yang banyak itu diambil dari satu rumah yang juga sebagai pangkalan di Kudus.

Kapolsek Kaliwungu AKP Sardi menuturkan, pencuri yang diduga lebih dari satu orang itu, menggasak puluhan tabung gas bersubsidi dari sebuah pangkalan elpiji. Tak tanggung-tanggung, jumlah tabung yang diambil sampai 81 tabung.

“Melihat banyaknya tabung yang diambil, kemungkinan besar pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Selain itu, pelaku yang terlihat paham lokasi juga menggunakan kendaraan besar untuk mengangkut semua tabung elpiji,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, korban dalam kejadian itu adalah Sibandiyah (48) warga Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu. Korban sudah lama berjualan elpiji 3 kg yang ditaruh di warung depan rumah.
Padahal, pangkalan itu berada di dalam gang. Sehingga besar kemungkinan, kendaraan yang digunakan pelaku sejenis pikap.

Diketahui kejadian pencurian itu terjadi pada Selasa (5/1/2015) dini hari. Sebab pemilik pangkalan sekaligus pemilik rumah, baru mengetahui kasus sekitar pukul 05.00 WIB.

“Total kerugian mencapai jutaan rupiah, sebab pencuri mengambil elpiji yang memang masih dalam keadaan kosong. Pemilik rumah juga bingung dan kaget, saat melihat pangkalan miliknya dikuras,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Kakak Tega Ajak Adiknya Mencuri Mobil di RSI Kudus

Pelaku pencurian memperlihatkan mobil curiannya saat gelar kasus di Polres Kudus, Kamis (10/12/2015). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

Pelaku pencurian memperlihatkan mobil curiannya saat gelar kasus di Polres Kudus, Kamis (10/12/2015). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

 

KUDUS – Perlakuan seorang kakak di Kudus ini, tidak patut dicontoh. Saking bejatnya, sampai mengajak adik kandung untuk mencuri kendaraan jenis mobil.

Hal itu diungkapkan Waka Polres Kudus Kompol Yunaldi. Menurutnya, kakak kandung itu tega mengajak adik kandungnya untuk mencuri mobil.

”Kakak M Fathoni (38), warga Desa Gondosari Kecamatan Gebog, dia sudah beda KK dengan adik kandungnya Chamim Jayadi (30) warga Desa Golan Tepos Kecamatan Mejobo,” katanya kepada MuriaNewsCom saat gelar kasus, Kamis (10/12/2015).

Kejadian pencurian tersebut, terjadi pada 20 November lalu. Tepatnya di RSI Islam Yakis Kudus, kakak beradik itu mencuri kendaraan mobil jenis Suzuki Super Carry. Pemilik kendaraan, ialah Ahmad Syalabi warga Kecamatan Nalumsari, Jepara.

Kepada kepolisian, korban menuturkan sekitar pukul 17.15 WIB, ketika mau pulang kendaraan warna biru miliknya sudah tidak ada. Setelah Itu, barulah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Akibat pencurian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp 45 juta. Beruntung, dalam waktu singkat pelaku pencurian kakak beradik dapat ditangkap oleh petugas.

Kendaraan yang dicuri juga berhasil diamankan oleh petugas kepolisian. Mobil Nopol K 1825 MK itu, ditemukan di bengkel yang juga berada di Kudus.

”Tiga hari kemudian, pada 23 November kakak beradik berhasil ditangkap. Atas tindakannya itu, pelaku diancam tujuh tahun penjara karena melanggar pasal 363 KUHP Pencurian dengan Pemberatan,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Begini Aksi Pencuri Sengon di Pati di Depan Polisi

etugas Polres Pati menunjukkan kayu sengon hasil pembalakan liar yang diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

etugas Polres Pati menunjukkan kayu sengon hasil pembalakan liar yang diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Polres Pati kembali menangkap pencuri kayu milik negara di wilayah Pati. Setelah sebelumnya pencuri kayu jati ditangkap di Kecamatan Jaken, kali ini Polres Pati menangkap pencuri kayu sengon di wilayah Desa Pakis, Kecamatan Tayu.

“Sedikitnya ada 8 meter kubik kayu yang kami amankan, dengan masing-masing diameter 10 sampai 20 cm. Kasus illegal logging saat ini di Pati memang marak. Padahal itu aset negara yang tidak bisa dimiliki individu,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Selasa (8/12/2015).

Dari pencurian tersebut, negara mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 7 juta. Karena itu, pelaku terancam dikenakan Pasal 83 ayat 1 UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Mereka terancam mendapatkan hukuman pidana penjara paling rendah satu tahun dan selama-lamanya lima tahun atau denda maksimal Rp 500 juta,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini gencar melakukan operasi terhadap pelaku penjarahan kayu hutan Selain berpotensi merugikan negara dalam jumlah yang tidak sedikit, juga merusak lingkungan yang membahayakan bagi keberlangsungan hidup di sekitarnya.

“Tindakan pembalakan liar itu berbahaya. Selain merugikan negara, pembalakan liar bisa membahayakan lingkungan dan kehidupan. Kami akan gencar untuk mengantisipasi hal itu,” ungkapnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Video – 4 Pencuri Sangar Bermodus Gendam Ini Beraninya Sama Perempuan

ngan pakai gendam ditangkap di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ngan pakai gendam ditangkap di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Aparat Polres Jepara berhasil mengamankan empat pelaku penipuan dengan modus gendam. Ternyata, penipuan dengan modus tersebut sudah banyak yang menjadi korban.

Para pelaku mengintai perempuan terutama yang berpenampilan mewah dengan ciri-ciri memakai sejumlah perhiasan.

Salah seorang tersangka yang berhasil diamankan Polres Jepara, Sarunting Putra alias Kevin (35), warga Kabupaten Tangerang Jabar mengaku sudah sering menjalankan aksinya di wilayah Kabupaten Jepara. Bahkan, tak hanya di Jepara tetapi juga di kota-kota lain. Bersama tiga rekan lainnya, dia sudah berhasil mengambil keuntungan puluhan juta rupiah dan sejumlah perhiasan.

“Biasanya kami menyasar perempuan di pusat perbelanjaan,” aku Sarunting saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (7/12/2015).

Dia mengaku hal itu dilakukan karena desakan ekonomi. Bersama tersangka lain, dia juga mengaku telah menjadi penipu bermodus gendam sejak setahun lalu. Namun baru kali ditangkap.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, para tersangka memang beraksi lintas Kota di Jawa Tengah. Mereka menjalankan aksinya secara rapi, dengan modus gendam korban juga terkelabui bahkan tidak sadar jika ditipu. “Korban tersadar ketika para pelaku sudah melarikan diri,” katanya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

Video – Gunakan Ilmu Gendam, 4 Pencuri di Jepara Ketahuan Polisi

ku gendam saat dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ku gendam saat dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Satreskrim Polres Jepara berhasil membekuk kawanan penipu yang bermodus gendam di wilayah hukum Polres Jepara.

Mereka adalah Sarunting Putra alias Kevin (35), warga Kabupaten Tangerang Jabar, Fatra alias Gahri (37), warga Kabupaten Tangerang Jabar, Frengky Lintang (34), warga Sumatera Selatan, dan Mat Asih alias Mamat (47), warga Kabupaten Kediri Jatim.

Keempat tersangka tersebut diamankan di wilayah hukum Polres Klaten pada 30 November 2015.  Penangkapan tersangka tersebut berdasarkan laporan dari salah seorang korban yang ditipu di kawasan swalayan Kecamatan Tahunan Jepara pada 29 November 2015 sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menjelaskan, keempat tersangka yang ditangkap bersama sejumlah barang bukti seperti sejumlah uang, telur, jarum, tisu, dan kendaraan mobil rental tersebut berdasarkan laporan dari salah seorang korban yang ditipu. Mereka menjalankan aksi secara bersama-sama dan berbagi tugas.

“Mereka beraksi lintas kota, tidak hanya di Jepara saja. Kebetulan di Jepara sudah beraksi beberapa kali dengan jumlah kerugian sekitar Rp 20 juta, dan sejumlah emas milik korban,” ujar Samsi saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (7/12/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, modus yang digunakan memang sejenis gendam. Tersangka mencoba mengelabui korban dengan trik-trik tertentu kemudian membawa kabur sejumlah perhiasan maupun uang milik korban. Masing-masing tersangka ada yang bertugas mengelabui, ada yang memantapkan korban agar mudah dikelabui dan ada yang sebagai sopir mobil ketika melarikan diri. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

Warganya Ditangkap Polisi, Masyarakat di Rembang ini Justru Senang

W (tengah) dan rekannya ketika diamankan oleh aparat kepolisian di Mapolres Rembang dalam gelar perkara, Jumat (27/11/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

W (tengah) dan rekannya ketika diamankan oleh aparat kepolisian di Mapolres Rembang dalam gelar perkara, Jumat (27/11/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Masyarakat di Desa Gonggang, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang justru senang, saat W (44) salah satu warganya dijebloskan ke penjara. Mereka senang, lantaran selama ini W sering membuat onar dan meresahkan masyarakat setempat.

Masyarakat mengenal W sebagai seorang maling. Tak tanggung-tanggung, W sudah empat kali mendekam di bui lantaran aksi nekatnya mengembat sepeda motor. Aksinya akhirnya terhenti, karena tim Resmob Reskrim Polres Rembang menangkapnya ketika sedang berada di Gresik, Selasa (24/11/2015) lalu.

Salah satu tokoh masyarakat di Gonggang, Karjan mengaku senang dengan ditangkapnya seorang yang diduga merupakan gembong pencurian sepeda motor di Rembang itu. ”Yang jelas kami senang dia ditangkap polisi, karena warga menjadi merasa aman,” ungkapnya, Selasa (1/12/2015).

Selain itu, Karjan juga mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian Polres Rembang yang telah menangkap W. Karjan berharap, agar pihak kepolisian juga mengantisipasi dan membuat W jera. Pasalnya, meski sudah 3 kali keluar penjara, W tetap saja mengulangi perbuatannya. ”Agar setelah keluar dari penjara nanti, dia tidak mengulangi perbuatannya,” tandasnya.

Menanggapi hal itu Kapolres Rembang AKBP Winarto mengucap terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama ini membantu dengan memberikan informasi sekecil apapun. Selain itu, Winarto juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajarannya yang bekerja keras mengungkap kasus curanmor tersebut.

”Kami tidak akan mampu bekerja tanpa peran serta masyarakat luas. Guna menjaga situasi kamtibmas, tentunya dibutuhkan sinergitas yang tinggi antara aparat kepolisian dan masyarakat. Untuk itu kami juga mengimbau, setiap orang agar menjadi polisi bagi dirinya sendiri atau melapor jika ada hal yang mencurigakan,” tegasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Ini Kisah Pilu Pencuri Asal Rembang yang Babak Belur Dihajar Massa di Pati

Budi Utomo tengah dimintai keterangan petugas Polsek Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Budi Utomo tengah dimintai keterangan petugas Polsek Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ada kisah pilu dibalik aksi pencurian uang yang dilakukan Budi Utomo (23), warga Desa Pandean, Kecamatan Rembang di Kompleks Pasar Sleko, Pati, Selasa (24/11/2015).

Sebelum nekat mencuri, Budi Utomo sebetulnya sudah berpikir panjang dan tahu risiko yang akan dialami. Namun, ketakutan itu segera sirna saat kondisi hidupnya menjepit.

Ia nekat mencuri uang milik Setyaningsih, warga Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, Pati lantaran tidak punya biaya untuk mengurus cerai dengan istrinya. ”Saya tidak punya biaya untuk mengurus perceraian. Saya tahu risikonya mencuri, tapi bagaimana lagi. Saya terpaksa,” tuturnya.

Ia juga mengaku, baru kali pertama melakukan pencurian di Pati. Hal itu diakuinya terpaksa untuk membiayai proses perceraian dengan sang Istri.

Kendati begitu, petugas Polsek Pati Kota tetap memproses perbuatan melawan hukum yang dilakukan Budi. Terlebih, aksi serupa pernah dilakukan Budi sebanyak enam kali di Kabupaten Kudus.

”Dia sudah pernah mencuri di daerah lain, yaitu Kudus. Hari ini, aksi pencurian dilakukan di Pati. Akibat ulahnya, pelaku terancam dengan hukuman penjara paling lama 5 tahun,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kanit Reskrim Pati Kota Ipda Suwarno saat dimintai keterangan MuriaNewsCom. (LISMANTO/TITIS W)

Curi Uang di Pati, Warga Rembang Babak Belur Diajar Massa dan Sepeda Motor Dibakar

Seorang petugas kepolisian Polsek Pati Kota tengah melihat sepeda motor milik pelaku pencurian yang dibakar massa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petugas kepolisian Polsek Pati Kota tengah melihat sepeda motor milik pelaku pencurian yang dibakar massa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Seorang warga Desa Pandean RT 2 RW 3, Kecamatan Rembang bernama Budi Utomo (23) babak belur dihajar massa, setelah kedapatan mencuri uang milik Setyaningsih, warga Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus di Kios Kompleks Pasar Sleko Nomor 15, Pati, Selasa (24/11/2015).

Kejadian bermula, saat pelaku berusaha mencuri uang milik Setyaningsih yang berada di kios sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, Setyaningsih tengah pergi ke belakang untuk mengambil barang-barang dagangan.

Kendati begitu, aksi pelaku tidak berjalan mulus. Saat ingin mengambil uang, pelaku diteriaki maling oleh pembeli. Sontak, pelaku dikejar warga setempat dan berlari menuju kawasan Pasar Sleko.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap warga dan diberikan hadiah berupa bogem mentah. Tak hanya itu, sepeda motor milik pelaku juga dibakar massa hingga tinggal kerangka.

”Setelah diamankan warga, pelaku kemudian kami amankan ke Mapolsek Pati. Sejumlah barang bukti yang kami amankan, antara lain uang senilai Rp 3,9 juta dan sepeda motor pelaku yang dibakar massa,” kata Kapolsek Pati IPTU Suyatno kepada MuriaNewsCom.

Pelaku diancam dengan Pasal 36 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. (LISMANTO/TITIS W)

Polisi Amankan 30 BH Perawan yang Digunakan Ritual Maling

Sejumlah petugas Polsek Wedarijaksa menunjukkan BH perawan yang digunakan pelaku untuk ritual pencurian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petugas Polsek Wedarijaksa menunjukkan BH perawan yang digunakan pelaku untuk ritual pencurian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran kepolisian sektor (Polsek) Wedarijaksa, Pati mengamankan 30 BH perawan yang digunakan AM, warga Desa Sambilawang, Kecamatan Trangkil untuk ritual pencurian, Selasa (29/9/2015).

Selain BH, polisi juga mengamankan enam buah handphone berbagai merek dan uang senilai ratusan ribu rupiah. ”Modusnya begini. Pelaku mengincar rumah yang akan dicuri. Sebelum mencuri, pelaku mencuri BH pemilik rumah terlebih dahulu. Setelah itu, pelaku membakar BH di sekitar rumah sasaran, baru dilanjutkan mencuri isi rumah seperti uang dan barang-barang berharga lainnya,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kapolsek Wedarijaksa Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Ritual itu, lanjut Sulis, digunakan untuk menyirep (hipnotis) pemilik rumah yang menjadi target pencurian. ”Di rumah Suharno, pelaku berhasil menggasak dua HP android dan uang sebanyak Rp 2,3 juta,” imbuhnya.

Setelah dimintai keterangan, AM ternyata seorang residivis yang pernah melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor. ”Pelaku sebelumnya sudah pernah keluar dari penjara dengan kasus pencurian sepeda motor. Ini diulangi lagi,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)