Job Fair Pemprov Jateng di Jepara dipadati Ribuan Pencari Kerja

Para pencari kerja memadati Job Fair di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Hari pertama pelaksanaan Job Fair di Alun-alun Jepara dipadati ribuan pencari kerja, Jumat (25/8/2017). Tercatat ada 3.199 yang memasukan lamaran kerja. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Wika Bintang mengatakan, ada 40 perusahaan yang mengikuti ajang Job Fair 2017.

“Jumlah lowongan yang disediakan sejumlah 13.666 dengan 156 jabatan pada perusahaan otomotif, jasa, penjualan distributor, klini dan juga penerimaan petugas kepolisian serta lain sebagainya,” ujarnya. 

Ia mengungkapkan tujuan dari acara tersebut adalah mempertemukan pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja. Melalui Job Fair, diharapkan memberi tempat bagi kedua belah pihak dengan mudah, murah dan sesuai kebutuhan.

Berdasarkan catatan statistik per tanggal 7 November 2017 jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah sebanyak 17,31 juta orang. Adapun yang telah bekerja berjumlah 16,51 juta orang. 

Dengan hal itu artinya, ada 800 ribu pengangguran terbuka dan 4,22 juta orang merupakan kelompok yang setengah menganggur. “Angka pengangguran tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor terutama kondisi makro perekonomian,” imbuhnya. 

Dikatakan Wika, banyak kesempatan kerja yang tidak dapat terpenuhi, salah satu penyebabnya adalah tak tersampaikannya informasi lowongan kerja. Hal itu menimbulkan tersedianya kesempatan kerja (lowongan) tidak terpenuhi secara maksimal.

Job Fair 2017 tersebut diadakan berbarengan dengan ajang Pesta Rakyat Jateng. Kegiatan tersebut masih akan berlangsung pada hari Sabtu (26/8/2017) dari pukul 08.00-15.00. Untuk dapat mengikutinya, peserta tidak dipungut biaya alias gratis. 

Editor: Supriyadi

Pencari Kartu Kuning di Grobogan Meningkat Pascaujian Nasional

Terlihat warga sedang mengurus kartu kuning di Dinsosnakertrans Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Terlihat warga sedang mengurus kartu kuning di Dinsosnakertrans Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Grobogan terlihat cukup ramai orang dalam beberapa hari terakhir. Setiap hari, ada puluhan orang yang datang ke kantor di Jl DR Sutomo Purwodadi tersebut. Sebagian besar mereka ini bertujuan mencari kartu pencari kerja atau yang lebih dikenal dengan istilah kartu kuning.

Sekretaris Dinsosnakertrans Grobogan Sartono mengatakan, jumlah calon pencari kerja dalam.beberapa hari ini memang ada kenaikan. Yakni, pencari kerja yang dihitung berdasarkan kepengurusan kartu AK 1 berkisar 150 orang. Sebelumnya, pencari kartu kuning sekitar 10 hingga 25 orang per hari.

“Setiap pelaksanaan ujian SMA selesai, biasanya memang banyak yang cari kartu kuning. Selain itu, permintaan kartu kuning juga ramai pascalebaran,” jelasnya.

Dikatakan, pada kondisi setelah lulus sekolah, khususnya SMA, biasanya banyak calon pekerja baru yang diajak bekerja kerabat atau temannya. Oleh sebab itu, mereka ini diminta mengurus kartu kuning dulu sebagai salah satu persyaratan melamar pekerjaan.

Kebanyakan, mereka ini akan diajak bekerja di luar kota atau bahkan luar Jawa, sehingga diminta melengkapi semua dokumen yang diperlukan agar tidak bolak-balik.

Sartono menambahkan, naiknya permintaan kartu kuning juga disebabkan adanya beberapa perusahaan di Grobogan yang membutuhkan tambahan karyawan baru.

“Saya dapat info dari saudara kalau ada pabrik baru yang butuh karyawan. Makanya, saya siap-siap dulu cari kartu kuning karena mau ikut masukan lamaran,” cetus Priyanti, salah seorang warga yang sedang mengurus kartu kuning.

Editor : Kholistiono

Tak Punya Ijazah S1, Jangan Khawatir Tak Bisa Kerja

Petugas Dinsosnakertrans Jepara melayani para pencari kerja yang hampir setiap hari selalu ramai. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Dinsosnakertrans Jepara melayani para pencari kerja yang hampir setiap hari selalu ramai. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan untuk mencari kerja harus memiliki ijazah pendidikan tinggi. Padahal faktanya, lowongan pekerjaan tak melulu harus berpendidikan tinggi. Bahkan, mayoritas lowongan kerja hanya mensyaraktkan ijazah tingkat SMA saja, selebihnya juga ada yang cukup ijazah SMP maupun SD saja.

“Untuk ijazah sarjana malah sedikit. Lowongan pekerjaan justru didominasi untuk ijazah SMA, kemudian SMP dan SD. Justru yang ijazah S1 maupun DIII sedikit sekali,” ujar Kepala Dinsosnakertrans Jepara M Zahid melalui Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Pentatrans) M Subkhan kepada MuriaNewsCom, Kamis (14/1/2016).

Menurutnya, hal itu terlihat dari data tahun 2015 lalu. Selama setahun, untuk pendidikan pencari kerja di Dinsosnakertrans tertinggi didominasi ijazah SMA dengan jumlah 397, kemudian SMP sebanyak 340, kemudian SD sebanyak 227. Sedangkan untuk lulusan S1 maupun DIII hanya sekitar 17 saja.

”Dengan data tersebut terlihat masyarakat yang tidak memiliki ijazah pendidikan tinggi tak perlu khawatir mendapatkan pekerjaan,” kata Subkhan.

Dia menambahkan, untuk data pencari kerja selama setahun lalu masih didominasi pencari kerja berjenis kelamin perempuan. Dari jumlah total pencari kerja tahun 2015 yakni 6.871, 4.846 merupakan perempuan dan selebihnya yakni 2.025 laki-laki.

”Sementara ini lowongan kerja yang masih banyak memang di sektor industri garmen. Sebab, perusahaan garmen membutuhkan ribuan tenaga kerja, dan sampai saat ini mereka masih kesulitan mencari tenaga kerja,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Awal Tahun, Pencari Kerja di Jepara Membeludak Capai 560 Orang Lebih

Seorang petugas Dinsosnakertrans Jepara tengah melayani para pencari kerja. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Seorang petugas Dinsosnakertrans Jepara tengah melayani para pencari kerja. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sejak memasuki Januari tahun 2016 hingga pertengahan Januari ini banyak masyarakat Jepara yang mencari pekerjaan. Hal itu terlihat dari banyaknya pencari kerja yang terdata oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara. Dari data yang telah masuk, mulai 2 Januari 2016 sampai hari ini ada 560 orang lebih.

Kepala Dinsosnakertrans Jepara M Zahid melalui Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Pentatrans) M Subkhan mengemukakan, pencari kerja melalui permintaan kartu kuning ke Dinsosnakertrans memang terus bertambah dari hari ke hari.

”Di awal tahun 2016 ini sudah ada 560 pencari kerja lebih yang masuk ke sini. Masih ada data yang belum dimasukkan ke dalam data karena hari ini juga masih ada beberapa pencari kerja yang masuk,” ujar Subkhan kepada MuriaNewsCom, Kamis (14/1/2016).

Menurut dia, dari jumlah tersebut didapatkan sejak tanggal 2 Januari karena tanggal 1 Januari adalah hari libur. Sedangkan jumlah tersebut tidak hanya pencari kerja yang datang langsung ke kantor Dinsosnakertrans. Sebagian merupakan pencari kerja lewat sistem online.

”Untuk yang mencari kerja melalui sistem online sampai saat ini ada 134 orang. Jumlah 560 itu sudah termasuk yang mencari kerja lewat online di Dinsosnakertrans. Di luar itu diyakini masih banyak lagi pencari kerja yang tidak melalui sini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini untuk lowongan pekerjaan yang ada di Kabupaten Jepara masih didominasi pekerjaan di sektor garmen. Hal ini tidak lepas dari sejumlah perusahaan baru di bidang garmen yang membutuhkan ribuan tenaga kerja. (WAHYU KZ/TITIS W)

Tersedia 3.651 Lowongan di Pameran Bursa Kerja

Pengunjung pameran bursa kerja membludak. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengunjung pameran bursa kerja membludak. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Buat Anda yang bingung mencari pekerjaan, ada baiknya datang ke Gedung Wisuda Budaya, Purwodadi. Pasalnya, mulai hari ini hingga besok ada pameran bursa kerja atau job market fair di tempat tersebut. Acara pameran bursa kerja yang diikuti 20 perusahaan itu dibuka Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto.

Dalam acara tersebut tersedia 3.651 lowongan untuk 46 jenis pekerjaan. Tambahan tenaga kerja ini dibutuhkan 20 perusahaan yang ada di Grobogan dan sekitarnya.

”Dalam acara ini cukup banyak tenaga kerja yang bisa terserap. Oleh sebab itu, bagi yang ingin mendapatkan pekerjaan, silahkan langsung datang ke lokasi job market fair,” ungkap Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Setiyoso.

Menurut Andung, jumlah penggangguran di wilayahnya dinilai masih cukup tinggi lantaran kurangnya penyerapan tenaga kerja. Pada 2014 misalnya, ada 7.782 pencari kerja. Namun, hanya terserap 4.766 orang atau 61,24 persen saja. Angka penyerapan tenaga kerja ini masih dibawah target pemerintah sebesar 70 persen.

Untuk bisa memenuhi target tersebut, pihaknya berupaya meningkatkan angka penyerapan tenaga kerja. Salah satunya, dengan menggelar Job Market Fair yang baru kali ini diadakan oleh instansi pemerintahan di Grobogan. Diharapkan melalui kegiatan ini ada kenaikan angka penyerapan tenaga kerja dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, pada hari pertama pameran bursa kerja sudah didatangi ratusan pengunjung. Sebagian besar pengunjung adalah anak muda yang ingin mendapatkan informasi dan mencari pekerjaan. Beberapa diantaranya bahkan sudah ada yang membawa berkas lamaran pekerjaan.
”Saya memang ingin cari kerja lewat pameran bursa kerja ini. Makanya, berkas lamaran sudah saya siapkan dari rumah,” ungkap Indri, salah seorang pengunjung pameran. (DANI AGUS/TITIS W)