Ini Alasan Kakek Cabul Serahkan Diri ke Polisi

f-pencabulan 2

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara Aiptu Rofiqoh menyampaikan, diduga pelaku pencabulan yakni M (64) terhadap bocah berusia 14 tahun yaitu IYN, menyerahkan diri ke Mapolsek Keling pada Sabtu (18/6/2016). Oleh Polsek Keling, selanjutnya diserahkan ke unit PPA Polres Jepara.

Menurut Rofiqoh, pelaku yang juga paman dari korban, menyerahkan diri karena merasa usianya sudah tua yakni 64 tahun. Selain itu, pelaku khawatir akan dihakimi massa ketika sewaktu-waktu pulang ke rumah atau ke kampung halaman di Kecamatan Keling, Jepara.

 “Pelaku takut digebuki massa oleh warga setempat jika pulang ke rumah terlebih dahulu. Selain itu juga, menyadari kalau usianya sudah tua, sehingga jika kabur akan sia-sia dan pasti tertangkap,” ungkap Rofiqoh, Jumat (24/6/2016).

 Lebih lanjut ia mengemukakan, saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres Jepara untuk keperluan proses hukum lebih lanjut. Pelaku, kini tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan dijerat dengan Pasal 81 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Seperti diketahui, M diduga telah melakukan pencabulan terhadap keponakannya sendiri, IYN (14). Atas perbuatan bejatnya itu, kini korban mengandung 6 bulan. Tindakan cabul itu dilakukan M berulangkali di rumah kakak IYN, saat kondisi sepi. IYN yang baru lulus sekolah dasar terpaksa tinggal bersama kakaknya setelah bapaknya menikah dengan wanita lain dan ibunya meninggal dunia.

Editor : Kholistiono

Kakek Cabul di Jepara Serahkan Diri ke Polisi

Korban pencabulan saat melapor ke Unit PPA Polres Jepara beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Korban pencabulan saat melapor ke Unit PPA Polres Jepara beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – M (64) seorang kakek yang diduga melakukan pencabulan terhadap IYN, bocah yang masih berusia 14 tahun hingga hamil 6 bulan, yang juga masih keponakannya sendiri, kini menyerahkan diri ke polisi. M sendiri, sebelumnya sempat menghilang sejak awal Ramadan lalu.

Salah satu keluarga korban, Kemijan mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi mengenai penyerahan diri tersebut dari pihak Polsek Keling, Jepara pada Kamis (23/6/2016). Berdasarkan informasi itu, diketahui bahwa M menyerahkan diri pada Sabtu (18/6/2016).

“Anggota polisi dari Babinkamtibmas Polsek Keling yang memberitahu kalau pelaku menyerahkan diri, setelah sebelumnya menghilang,” ujar Kemijan kepada MuriaNewsCom, Jumat (24/6/2016).

Menurutnya, anggota kepolisian  tersebut memberikan informasi secara langsung dengan mendatangi kediamannya di Kecamatan Keling, Jepara. Setelah menyerahkan diri ke Polsek Keling, kemudian pelaku dibawa ke Mapolres Jepara.

“Informasinya seperti itu, pelaku dibawa ke Polres Jepara untuk menjalani proses hukum. Bagi kami, meskipun dia menyerahkan diri, proses hukum harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,”ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pihaknya menolak menyelesaikan kasus tersebut hanya dengan cara kekeluargaan. Pihaknya bersama warga sekitar menginginkan agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Apalagi perilaku yang telah dilakukan sudah sangat keterlaluan.

Seperti diberitakan MuriaNewsCom pada Senin, 13 Juni 2016 lalu, nasib malang menimpa IYN, warga Kecamatan Keling, Jepara. Bocah yang baru lulus sekolah dasar (SD) tersebut kini mengandung janin atas perbuatan yang diduga dilakukan pamannya sendiri yang berinisial M (64), yang tempat tinggalnya masih satu desa dengan korban. Kasus tersebut diketahui setelah beberapa kerabat korban mengantarkan korban untuk lapor ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara.

Editor : Kholistiono

Ini Kronologi Pencabulan yang Menimpa Bocah 14 Tahun di Jepara

Kerabat korban menunjukkan barang bukti (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kerabat korban menunjukkan barang bukti (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

 

   MuriaNewsCom, Jepara – Bocah 14 tahun berinisial IYN, warga Kecamatan Keling, Jepara yang baru saja lulus sekolah dasar (SD) diduga dicabuli oleh pamannya sendiri berinisial M (64), yang tinggal satu desa dengan korban. Kini IYN diketahui hamil enam bulan atas perbuatan bejat paman kandung korban tersebut. Bukannya bertanggung jawab, M saat ini malah melarikan diri.

Kakak IYN, JM menceritakan, berdasarkan keterangan IYN, perbuatan M dilakukan di rumah JM. Perbuatan asusila itu dilakukan saat kondisi rumah sepi. Di depan televisi, M melampiaskan hasrat birahinya. Tak hanya sekali, M melakukan perbuatan bejatnya berulang kali.

“Setelah saya tanya kepada adik, katanya perbuatan itu dilakukan kalau pas rumah sepi. Kadang  ya malam hari, kadang siang,” ujar kakak korban kepada MuriaNewsCom di Mapolres Jepara, saat melaporkan kasus tersebut, pada Senin (13/6/2016).

IYN tinggal di rumah JM bersama istri dan anaknya yang masih kecil. Itu setelah ayah IYN menikah dengan perempuan lain dan ibu IYN meninggal dunia lima tahun lalu. Kondisi adiknya yang hamil enam bulan ini diketahui pada Minggu (5/6/2016). Saat itu, IYN mengeluh sakit di bagian perut, lalu diperiksakan pada bidan desa setempat.

Setelah mengetahui adik tirinya hamil enam bulan, dia menanyakan kepada  adiknya siapa pelakunya. IYN pun mengaku telah diperkosa oleh pamannya sendiri berinisial M tersebut. Lantaran kaget, Jumadi kemudian menghampiri M ke rumahnya.

“Setelah pulang periksa langsung saya tanya siapa pelakunya, ternyata yang melakukan Pakdhenya sendiri. Kemudian saya langsung ke rumah pakdhe untuk membahas ini secara baik-baik, tetapi pagi harinya malah melarikan diri,” imbuhnya.

Baca Juga : Astaga…Bocah 14 Tahun di Jepara Diduga Dicabuli Paman Sendiri Hingga Hamil 6 Bulan

Editor : Kholistiono

 

Astaga…Bocah 14 Tahun di Jepara Diduga Dicabuli Paman Sendiri Hingga Hamil 6 Bulan

Korban saat berada di unit PPA Polres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Korban saat berada di unit PPA Polres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

  MuriaNewsCom, Jepara – Nasib malang menimpa IYN, bocah 14 tahun warga Kecamatan Keling, Jepara. Bocah yang baru lulus sekolah dasar (SD) tersebut kini mengandung janin atas perbuatan yang diduga dilakukan pamannya sendiri yang berinisial M (64), yang tinggalnya masih satu desa dengan korban.

Kasus tersebut diketahui setelah beberapa kerabat korban mengantarkan korban untuk lapor ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara, Senin (13/6/2016). Kakak korban, JM mengatakan, kondisi adiknya yang hamil enam bulan diketahui Minggu (5/6/2016). Saat itu, IYN mengeluh sakit di bagian perut, lalu diperiksakan pada bidan desa setempat.“Setelah diperiksa, diketahui adik saya hamil sudah enam bulan,” kata kakak korban kepada MuriaNewsCom, Senin (13/6/2016).

Menurutnya, setelah pihaknya mengetahui adik tirinya hamil enam bulan, dia menanyakan kepada IYN siapa pelakunya. IYN pun mengaku telah diperkosa oleh pamannya sendiri M. Lantaran kaget dan penuh dengan amarah, Jumadi kemudian menghampiri M.

“Setelah pulang periksa langsung saya tanya siapa pelakunya, ternyata yang melakukan Pakdhenya sendiri. Kemudian saya langsung ke rumah pakdhe untuk membahas ini secara baik-baik, tetapi pagi harinya malah melarikan diri,” ungkap JM.

Lebih lanjut ia menceritakan, setelah mengetahui pelaku melarikan diri, pihaknya bersama keluarga lain pun mendatangi Polres Jepara untuk melaporkan kasus ini. Dia menduga, perilaku bejat paman korban dilakukan lebih dari satu kali.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Jepara Aiptu Rofikoh menyatakan telah menerima laporan kasus tersebut. Kini pihaknya melakukan visum terhadap IYN. “Itu untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga melakukan pengejaran terhadap M yang diduga pelaku dari kasus ini,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Begini Kronologi Kasus Pencabulan yang Menimpa Gadis ABG Asal Nalumsari Jepara

Para pelaku dugaan pencabulan terhadap gadis di bawah umur di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para pelaku dugaan pencabulan terhadap gadis di bawah umur di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di wilayah hukum Polsek Nalumsari Jepara. Korban berinisial SPA (16), warga Kecamatan Nalumsari, Jepara menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh tiga pemuda dan satu pemuda lainnya diduga turut terlibat dalam kasus pelecehan seksual tersebut.

Kapolsek Nalumsari AKP Sugiono membeberkan kronologi kejadian tersebut. Jumat (27/5/2016) malam, korban diketahui pergi, namun sampai Sabtu (28/5/2016) pagi tak kunjung pulang. Kemudian pihak keluarga melaporkan hilangnya korban tersebut ke Polsek Nalumsari.

Selanjutnya dilakukan upaya pencarian, dan ada kabar beredar di masyarakat atau tetangga korban bahwa korban sempat pergi bersama dengan AS (17).Ketika AS pulang ke rumahnya, di Desa Bategede, Nalumsari, tak jauh dari kediaman korban, AS pun diinterogasi oleh keluarga korban dan warga sekitar.

“Ternyata betul, korban sempat bersama AS, lalu AS dibawa ke Balai Desa pada Senin (30/5/2016) siang. Sore harinya, AS diserahkan ke kami. Dari situ, kami melakukan interogasi kepada AS lalu diketahui bahwa korban tengah bersama teman AS lainnya di Pecangaan,” terang Sugiono.

Pada Senin (30/5/2016) malam, jajaran Polsek Nalumsari melakukan pencarian korban. Ternyata ditemukan di dekat pasar Pecangaan. Tak hanya ditemukan korban seorang diri, tetapi juga bersama dua tersangka lainnya.

“Dari keterangan dari para pelaku juga ada satu pelaku yang diduga turut terlibat, kemudian kami juga melakukan penangkapan. Sehingga ada empat pemuda yang kami amankan dalam kasus ini,” ungkapnya.

Keempat pemuda yang diamankan yakni AS (17), Buruh bangunan, warga Desa Bategede 4/5 Nalumsari Jepara. Aris adi santoso (32), swasta, warga Desa Muryolobo 4/9 Nalumsari Jepara. Moh Tohar (27), buruh bangunan,warga Desa Muryolobo 2/9 Nalumsari Jepara, dan Amin Mansur (19) buruh bangunan,warga Desa Bategede 1/2 Nalumsari Jepara.

”Korban dicabuli tidak hanya sekali. Tetapi dilakukan beberapa kali di tiga tempat yakni di hutan sreni, di kediaman salah satu pelaku, dan di kawasan pasar Pecangaan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA : Gadis ABG Diduga Dicabuli Ramai-Ramai Setelah Hilang 3 Hari di Nalumsari Jepara 

BACA JUGA : Sebelum Gadis ABG Dicabuli Ramai-Ramai di Jepara, Ternyata Dicekoki Miras