Ini yang Digratiskan saat Pemutihan Pajak Kendaraan dan Bebas BBN II

Warga mengisi formulir BBN II di Kantor Samsat Online Jepara, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewaCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggulirkan program “pemutihan”, yakni pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bebas Biaya Balik Nama (BBN II), mulai Senin (21/8/2017). Namun apakah dengan mengikuti program itu, semua gratis? 

“Yang dibebaskan adalah dendanya, namun kalau untuk pokok ketetapan pajaknya masih harus dibayar untuk PKB. Misalnya punya motor namun menunggak tiga tahun, yang dibebaskan adalah dendanya, sementara pokoknya masih harus dibayarkan. Sementara itu untuk BBN II yang dibebaskan adalah bea balik nama, namun untuk balik nama kan harus ganti BPKB, STNK dan Plat nomor,” jelas Endang Susilowati, Kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Jepara, Rabu (23/8/2017).

Baca Juga: Hari Pertama Pembebasan Denda PKB dan BBN II, Ratusan Warga Datangi Samsat Jepara

Ia mengatakan, program tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak kendaraan. Endang menyebut, di Jepara sendiri banyak kendaraan bermotor yang masih menggunakan plat luar derah. Hal itu menurutnya, cukup merepotkan bagi pemilik kendaraan. 

“Dari sisi pendapatan daerah pun kurang ideal, sementara menggunakan kendaraan di wilayah Jepara namun pajaknya membayar untuk daerah lain, atau bahkan luar Jawa Tengah. Jika sudah mendapatkan plat nomor Jepara, pajaknya pun bisa untuk membangun wilayah tercinta ini,” urainya. 

Baca Juga: Kabar Gembira, Sanksi Pajak Bermotor dan Balik Nama Gratis Hingga Desember

Endang mengungkapkan, banyak diantara warga Jepara yang memang masih bangga menggunakan plat luar daerah. Hal itu dilihat dari razia pajak kendaraan yang pernah diadakan oleh UPPD Jepara. 

Dirinya menjelaskan,  dua program tersebut berlangsung cukup panjang. Untuk BBN II berlangsung dari 21 Agustus hingga 30 Desember. Sementara untuk pembebasan denda PKB sampai 30 November 2017.

Editor: Supriyadi

Hari Pertama Pembebasan Denda PKB dan BBN II, Ratusan Warga Datangi Samsat Jepara

Warga mengisi formulir BBN II di Kantor Samsat Online Jepara, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewaCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Program pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bebas Bea Balik Nama (BBN) II, disambut antusias oleh warga Jepara. Pada hari pertama pelaksanaan (Senin, 21/8/2017) ratusan orang memadati Samsat Online Jepara untuk mengikuti program itu. 

Hal itu dikatakan oleh Ponidi Kasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Jepara, Rabu (23/8/2017). “Hari pertama sekitar 300 orang datang ke samsat untuk ikut program tersebut, atau sekedar menanyakan informasi terkait hal itu,” katanya. 

Menurutnya, hal itu masih terbilang normal jika dibandingkan pemberlakuan program tersebut di tahun 2016. Pada tahun lalu, pihaknya hingga harus menyediakan tempat tambahan, untuk menampung antrean warga. 

Ihwal tersebut diamini oleh Kepala UPPD Jepara Endang Susilowati. Menurutnya, antusiasme warga untuk mengikuti program dari Pemprov Jateng itu terkait beberapa faktor. 

“Kalau tahun lalu, periode pelaksanaanya lebih pendek sehingga masyarakat ingin segera memanfaatkannya. Sementara kalau program ini kan cukup panjang, dari Agustus hingga 30 Desember untuk program BBN II. Sementara untuk pembebasan denda PKB sampai 30 November 2017. Selain itu, penyesuaian aturan mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga berpengaruh,” terang Endang. 

Namun demikian, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi jika antrean pemohon membludak. Endang mengungkapkan telah memaksimalkan seluruh karyawannya termasuk satpam dan cleaning service untuk dapat memberikan informasi terkait program tersebut. 

“Belajar dari tahun lalu, sebelum program ini dilangsungkan kami mengumpulkan semua karyawan. Harapannya jika antusiasme warga meningkat, satpam dan cleaning service bisa memberikan penjelasan mengenai program pembebasan dendan PKB dan BBN II. Kami juga sudah memberikan contoh formulir yang harus diisi oleh pemohon,” imbuhnya. 

Romi seorang warga pemohon BBN II mengatakan sengaja memanfaatkan program tersebut. “Ya ini balik nama sekalian mau ganti plat nomor,” ucapnya singkat, sambil meneruskan mengisi formulir permohonan.

Editor: Supriyadi

Program Pemutihan Cek Fisik Kendaraan Samsat Grobogan Diburu Warga

 

Ratusan pemohon balik nama kendaraan sedang antri cek fisik di kantor Samsat Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan pemohon balik nama kendaraan sedang antri cek fisik di kantor Samsat Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kebijakan pemerintah menggratiskan biaya balik nama kendaraan atau lebih dikenal dengan istilah pemutihan ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Indikasinya, sejak kebijakan itu diterapkan mulai 22 November lalu, jumlah orang yang mengurus balik nama di kantor Samsat Grobogan langsung meningkat pesat.

“Sebelum ada kebijakan balik nama gratis, pemohon di bawah 50 orang per harinya. Setelah ada kebijakan ini, pemohonnya naik mencapai sekitar 400 orang dalam sehari. Baik, balik nama motor maupun mobil,” kata Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polres Grobogan Iptu Untung Ariyono pada wartawan, Selasa (27/12/2016).

Di sisi lain, kondisi ini menjadikan para pemohon balik nama harus sabar. Khususnya, saat mau cek fisik kendaraan karena terjadi antrean cukup panjang. Untuk menunggu giliran cek fisik, butuh waktu sekitar satu jam baru bisa terlayani petugas.

“Untuk memperpendek waktu antrean, kami sudah menambah petugas yang memeriksa nomor rangka dan dan nomor mesin kendararaan. Dari dua orang menjadi empat orang. Penambahan petugas akan kita lakukan lagi bila jumlah pemohon melonjak mendekati batas akhir balik nama gratis pada 30 Desember nanti,” jelas Untung.

Banyaknya, pemohon juga menyebabkan jam kerja petugas di Samsat terpaksa bertambah. Sebab, hingga jam kerja selesai, masih ada beberapa pemohon yang masih melakukan cek fisik.

Sementara itu, beberapa pemohon mengaku cukup kelelahan saat menunggu antrean panjang. Namun, hal itu tidak begitu dipedulikan karena kesempatan balik nama gratis tidak terjadi setiap tahun.

“Kalau ada momen seperti ini, maklum kalau harus antre karena banyak orang memanfaatkan balik nama gratis. Daripada harus bayar, mendingan saya capek sedikit tetapi bisa berhemat biaya,” cetus Jumadi, warga Toroh.

Editor : Akrom Hazami