DPRD Kudus Dorong Pemkab Wujudkan Kota Layak Anak

.

MuriaNewsCom, Kudus – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kudus Agus Imakuddin mendorong Pemkab untuk menjadikan Kudus sebagai kota layak anak. Penghargaan kota layak anak yang diterima dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak baru-baru ini, harus menjadi pelecut untuk memberikan ruang untuk anak berkembang.

Udin, panggilan Agus Imakudin mengatakan, anak sebagai potensi bangsa harus dijamin kehidupannya. Anak-anak wajib mendapatkan rasa aman dan nyaman. “Perlu dirumuskan apa saja yang bisa mendukung perkembangan anak secara baik untuk dituangkan dalam regulasi seperti peraturan daerah,” katanya, Jumat (28/7/2017).

Udin mengatakan, Kudus kini terus tumbuh menjadi kota yang semakin padat. Tingkat populasi atau pertumbuhan anak juga beriringan. Mengacu pada Kepres Nomor 39 Tahun 1990 yang diadopsi dari PBB Tahun 1989 menyebutkan bahwa ada 4 hak anak yang menjadi prioritas adalah hak hidup lebih layak, hak tumbuh berkembang dan hak perlindungan serta hak partisipasi.

“Dengan memenuhi hak tersebut, maka akan memunculkan generasi muda yang lebih maju baik dalam kerangka berpikir maupun mentalitas anak. Ini semua bisa terwujud, jika kita mempunyai kota yang layak terhadap anak,” tandasnya.

Melihat kondisi itu, Kudus perlu untuk memiliki regulasi sebagai payung hukum untuk merealisasikan kota yang ramah dan layak anak. “Melalui perda, fasilitasi dan arah kebijakan pemkab harus diarahkan untuk mendukung program kota layak anak,” katanya.

Dengan adanya payung hukum, lanjut Udin, anak-anak di Kudus nanti terlindungi dari perlakuan diskriminasi dan kekerasan. Di sisilain, anak-anak pun mampu mengembangkan diri melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan mereka.

Disebutkan, Kudus sudah memiliki banyak fasilitas publik berupa taman atau fasilitas terbuka lainnya. Namun, hal tersebut belum diimbangi dengan fasilitas untuk mendukung tumbuh kembang anak seperti arena bermain maupun fasilitas lainnya.

“Perlu peran swasta untuk ikut berkomitmen dan memerhatikan kepentingan, kebutuhan, dan hak-hak anak dalam membangun serta mengelola kota. Dukungan ini perlu lantaran mayoritas masyarakat Kudus bekerja di sektor industri,” katanya. (NAP)

 

Editor : Supriyadi

DAU Dipangkas, DPRD Minta Pemkab Lakukan Perencanaan Matang Proyek Infrastruktur

Proyek Infrastruktur. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemangkasan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) oleh Pemerintah Kudus bakal berimbas pada kegiatan infrastruktur di daerah. Wakil Ketua DPRD Kudus Ilwani mengatakan, pemangkasan DAU untuk Kabupaten Kudus, dari hasil konsultasi ke Kementerian Keuangan baru-baru ini, diprediksi sekitar 0,8 persen hingga 1,5 persen.

Dari persentase tersebut, Kabupaten Kudus diperkirakan kehilangan DAU antara Rp 5 miliar hingga Rp 15 miliar. “Imbasnya sejumlah kegiatan yang rencananya akan masuk di APBD Perubahan 2017 batal direalisasikan,” katanya saat menerima kunjungan anggota DPRD Madiun dan Brebes di gedung DPRD Kudus, Kamis (27/7/2017).

Ilwani mengatakan, pemangkasan sebesar itu dinilai tidak terlalu signifikan. Pasalnya kegiatan fisik atau infrastruktur di perubahan anggaran biasanya memang tidak terlalu besar. Wakil Rakyat asal Partai kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, pemkab perlu melakukan perencanaan matang atas seluruh proyek infrastruktur yang akan dikerjakan.

Asas manfaat dan keawetan hasil proyek harus menjadi prioritas pertimbangan. Ia mencontohkan, kebijakan Pemkab Kudus dengan proyek betonisasi jalan dinilai langkah tepat, karena umur jalan beton bisa mencapai 15 tahun.

Ilwani menambahkan, pemerintah daerah harus memikirkan strategi khusus untuk mengantisipasi kemungkinan pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat di waktu mendatang. Salah satunya dengan menggenjot potensi pendapatan asli daerah (PAD).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini ditarget sebesar Rp 288,227 miliar. Ilwani yakin target itu bisa terealisasi jika eksekutif bekerja sungguh-sungguh. Terutama dalam mencari terobosan baru dan menekan kemungkinan kebocoran pendapatan.

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Eko Djumartono mengatakan, Pemkab Kudus belum menerima surat resmi dari Pemerintah Pusat terkait angka pasti pemangkasan DAU.

Pada APBD 2017, Pemkab Kudus telah memperkirakan adanya penurunan DAU sebesar Rp 37,997 miliar. Penurunan itu antara lain dipengaruhi adanya mutasi pegawai (SMA/SMK) dari Pemkab Kudus ke Pemprov Jateng. “Informasinya memang ada pemotongan DAU antara tiga hingga empat persen. Namun kami masih menunggu angka pastinya dari Pemerintah Pusat,” katanya. (NAP)

Editor : Supriyadi

Begini Harapan Bupati Musthofa Terhadap Lulusan STAIN Kudus

Bupati Kudus Musthofa dalam penandatangan MoU di bidang pendidikan, pelatihan, dan pengabdian masyarakat (P3M) dengan STAIN Kudus. (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menaruh harapan besar terhadap para lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus. Diharapkan, para lulusan ini bakal bisa menjadi calon pemimpin yang mempunyai performa kekinian dan berjiwa agamis.

Hal ini disampaikan Musthofa saat penandatanganan MoU antara Pemkab Kudus dengan STAIN Kudus, Kamis (6/7/2017). Kerja sama ini digelar dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan pengabdian masyarakat (P3M).

Dalam sambutanya Musthofa berharap kerja sama ini bisa segera terimplementasi dengan baik. Agar segera bisa memberikan manfaat secara nyata secara luas, termasuk manfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, mahasiswa STAIN dengan basic agama, bisa menjadi modal penting bagi keberhasilan dalam segala hal. Dikatakannya, mahasiswa jangan hanya bergantung dari kampus secara normatif. Tetapi ilmu yang didapat sebagai landasan integritas bagi dirinya.

“Saya berharap nantinya jadi lulusan STAIN yang kekinian. Dan harus memiliki performance yang baik,” pesannya.

Musthofa menyebut, sebagai calon pemimpin harus memiliki penampilan yang bagus, hati dan jiwa yang bersih, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta dermawan. Artinya mudah dan ringan tangan untuk membantu apabila ada yang membutuhkan.

“Untuk pengembangan diri, jangan hanya berpikir normatif. Tetapi berpikirlah secara liar untuk memiliki kualitas diri yang lebih,” imbuhnya.

Ketua STAIN Dr Fathul Mufid. Menurutnya potensi mahasiswa yang lebih dari 10.000 orang ini potensi yang luar biasa. Apalagi mamfaat dari integrasi ilmu ini bisa membawa kemajuan umat dan bangsa Indonesia.

Puket Akademik STAIN Kudus Dr Saekhan Muchit menyebut, kerja sama ini akan mendukung harapan lulusan STAIN sebagai insane yang cerdas dan kreatif. Ia pun menyampaikan terima kasih pada Bupati Kudus yang berkomitmen terhadap pendidikan keagamaan. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Bupati Kudus Ternyata Pinter Banget Nyenengke Atine Warganya

Bupati Kudus H Musthofa bersama desainer Ivan Gunawan begitu dekat dengan rakyat, sehingga mampu membuat masyarakat bisa merasakan setiap kegiatan yang dilakukan pemkab selama ini.(ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa bersama desainer Ivan Gunawan begitu dekat dengan rakyat, sehingga mampu membuat masyarakat bisa merasakan setiap kegiatan yang dilakukan pemkab selama ini.(ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus H Musthofa termasuk pemimpin yang pintar sekali menyenangkan hati warganya. Kebiasaannya sering-sering bertemu warga dan mendengarkan mereka, menjadi salah satu kuncinya kenapa warga bisa senang dengan bupatinya tersebut.

Program-program yang dibuat bupati, memang lebih banyak memperhatikan apa yang dibutuhkan rakyat. Sehingga selalu tepat sasaran. Kemudian juga selalu berkeliling ke wilayah-wilayah yang ada di Kudus ini, dalam kegiatan tilik desa, ataupun Bupati Lapor Rakyat.

Respon cepat terhadap setiap persoalan yang disampaikan rakyatnya, juga menjadikan bupati sebagai pemimpin yang responsif. Sehingga jika ada warga yang mengeluh, maka bisa langsung disampaikan kepada dinas atau instansi yang terkait, untuk ditangani segera. Ini sekaligus membuktikan keseriusan Pemkab Kudus untuk membuat wilayah ini menjadi lebih baik.

Yang tidak kalah serunya adalah, bupati sering menghadirkan berbagai even atau kegiatan yang sangat merakyat. Sebut saja mengundang Karnaval Inbox SCTV beberapa waktu lalu. Yang dalam dua hari saja, mampu mendatangkan ribuan warga ke Alun-alun Kudus.

Kemudian juga berbagai macam kegiatan ekspo atau pameran, yang tentu saja tujuannya lebih luas. Selain memberikan hiburan kepada warga, juga untuk mengangkat budaya atau potensi masyarakat yang merupakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dan kemeriahan yang dihadirkan bupati Kudus adalah mendatangkan desainer kondang Indonesia, Ivan Gunawan. Desainer ini rupanya mampu membuat suasana Kudus Trade Show 2016 yang digelar di Alun-alun Kudus, menjadi semakin meriah.

Apalagi, penggemar Ivan Gunawan atau yang akrab disapa Igun tersebut, juga banyak sekali. Warga begitu antusias untuk bisa dekat dengan Igun, saat pembukaan acara, di alun-alun.

Warga sejak sore sudah memadati alun-alun untuk bisa bertemu dengan Igun, yang malam itu didapuk untuk memberikan komentarnya, mengenai desain-desain baju hasil karya warga Kudus.

Didampingi bupati, Igun terlihat ramah melayani setiap permintaan untuk bisa berfoto dengannya. Suasana makin meriah, karena warga begitu terhibur dengan apa yang ditampilkan malam itu.

Kemeriahan suasana setiapkali sebuah even digelar, memang membuktikan bahwa setiap bentuk kegiatan yang dilaksanakan, memang dimaksudkan untuk rakyatnya. Apalagi tujuan akhirnya adalah untuk bisa makin membuat rakyat sejahtera.

Karena bagaimana menyenangkan hati rakyat itu, bukan saja dilihat dari pembangunan yang dilakukan. Namun juga dari hal-hal kecil yang bisa membuat rakyat senang, dan mendapatkan banyak manfaat dari sana.

”Kita sudah membangun berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan rakyat. Program-program yang kita jalankan, memprioritaskan kebutuhan mereka. Selain itu, kita juga beri hiburan lah kepada warga. Supaya mereka juga terhibur. Biar seimbang. Semua yang kita lakukan kan, memang untuk rakyat kita,” kata bupati.

Editor: Merie

Komisioner KIP Jateng Ini Minta Semua Kepala Daerah Seperti Bupati Kudus

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan bagaimana keterbukaan informasi dilaksanakan di Kabupaten Kudus. Termasuk transparansi anggaran.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan bagaimana keterbukaan informasi dilaksanakan di Kabupaten Kudus. Termasuk transparansi anggaran.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah keberhasilan yang diraih Bupati Kudus H Musthofa, membuatnya menjadi salah satu kepala daerah terinovatif di Indonesia. Karenanya, kepala daerah lain diharapkan bisa meniru yang bersangkutan.

Inilah yang disampaikan Komisioner Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah Zaenal Petir. Salah satu yang mendapat sorotan dari Zaenal adalah soal keterbukaan informasi yang ada di Kabupaten Kudus, yang dinilai lebih bagus dari daerah lainnya.

”Kita bisa lihat bahwa Pak Bupati Musthofa telah memberikan dukungan penuh terhadap keterbukaan informasi bagi masyarakat di daerahnya. Bahkan masuk sepuluh besar dari total 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” jelasnya.

Peran bupati, menurut Zaenal, telah memberikan dorongan pada jajarannya, termasuk Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID), untuk transparan. Baik itu pada kebijakan, transparan anggaran, dan transparan kinerja. Sehingga sesuai harapan untuk mewujudkan good goverment dengan efektif dan efisien.

”Pak Bupati Kudus sangat peduli. Apalagi pada hal-hal yang belum maksimal. Nah, saya berharap semua kepala daerah itu mbok ya, kayak gitu,” harapnya.

Yang terjadi di Kudus, sebagaimana kata Zaenal, adalah berbeda dengan kebanyakan daerah lain. Rata-rata PPID di daerah lain, terbentur dengan atasan yang belum welcome.

”Tetapi justru di Kudus, Pak Bupati-nya turun langsung. Bahkan ngoyak-oyak semua SKPD-nya agar transparan anggaran. Dengan transparansi ini kan bagus, ngak ada yang disembunyikan. Masyarakat bisa ikut melihat semua anggaran untuk pembangunan di Kudus,” tegasnya.

Dengan konsep seperti bupati Kudus ini, diharapkan tidak ada lagi terjadinya korupsi. Karena yang diinformasikan adalah uang rakyat, yang sudah seharusnya rakyat juga mengetahui penggunaannya.

Sementara Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, apa yang sudah berjalan di Kudus tetap dilanjutkan. Sedangkan adanya kekurangsempurnaan akan terus dibenahi. ”PPID pada Kominfo ini sudah sangat terbuka. Karena saya menyadari anggaran ini dari keringat rakyat,” jelasnya.

Untuk lebih memberikan layanan secara terbuka bagi publik, bupati menggagas aplikasi ”Menara” berbasis android. Yaitu aplikasi Menjaga Amanah Rakyat. Dengan aplikasi ini masyarakat bisa melihat sebenarnya yang terjadi termasuk jumlah anggarannya. Termasuk bisa memberikan masukan berbagai layanan yang ada di seluruh SKPD.

”Nantinya, masyarakat yang ikut memberikan penilaian terhadap kinerja SKPD yang ada. Karena suara rakyat mewakili suara Tuhan,” pungkasnya.

Editor: Merie

Bupati Kudus Ternyata Lincah Juga Urusan Menjahit, Lho

Bupati Kudus H Musthofa mendapat tutorial dari seorang pekerja bagaimana cara menjahit kerudung atau jilbab untuk memasang aksesoris, pada kunjungannya ke pelaku UMKM di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. (Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa mendapat tutorial dari seorang pekerja bagaimana cara menjahit kerudung atau jilbab untuk memasang aksesoris, pada kunjungannya ke pelaku UMKM di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus H Musthofa ternyata memiliki keahlian lain, selain pintar mengurus pemerintahan. Salah satunya urusan jahit menjahit.

Itu diperlihatkannya saat mengunjungi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pembuat aneka souvenir, di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. Di sana, bupati diajari langsung bagaimana menjahit barang-barang souvenir itu sampai jadi.

Seorang pekerja perempuan, mengajarkan bupati bagaimana menjahit dengan tangan sebuah kerudung atau jilbab yang diberi hiasan tertentu. Dengan telaten, bupati mengikuti instruksi dari pekerja tersebut.

”Ini saya bisa menjahit, lho. Kalau diterus-teruskan, bisa buka usaha jahit menjahit saya ini,” katanya.

Selain itu, bupati juga diajari cara menjahit sebuah dompet dengan mesin jahit yang ada di sana. Usai mendapatkan instruksi, bupati dengan lincah, menjahit sebuah dompet. Hasilnya juga tidak kalah dengan pekerja lainnya.

Berkunjung ke pelaku UMKM memang selalu menjadi agenda dari bupati. Karena bupati selalu menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan sesungguhnya ada di pundak para pelaku UMKM.

Kali ini yang dikunjungi adalah tempat usaha milik Puji Hartono, di Desa Jati Kulon. Menurut bupati, produknya ini mampu menyesuaikan dengan permintaan pasar. Tujuh karyawan yang dimiliki, termasuk beberapa ada yang ibu rumah tangga, membuktikan bahwa usaha mikro kecil merupakan lapangan kerja potensial bagi yang mau untuk berusaha.

”Di Kudus ini tidak ada orang yang nganggur. Tentu bagi yang mau berusaha. Bahkan ibu-ibu ini juga produktif menghasilkan produk bagus seperti ini,” katanya.

Berbagai program dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM, juga sudah dilaksanakan. Misalnya saja dengan program Kredit Usaha Produktif (KUP) yang sudah berjalan baik selama ini.

Termasuk juga mengikutsertakan produk-produk hasil UMKM itu ke pameran dagang yang ada. Sehingga pemasaran terhadap produk tersebut akan berjalan dengan baik.

Karena itu, ke depan bupati akan memfasilitasi pemasaran produk hingga lebih luas. ”Jika selama ini pemerintah daerah memfasilitasi pemasaran dengan menggelar ekspo di tingkat nasional, maka saya bercita-cita mengenalkan produk-produk ini hingga ke pasar internasional,” tegasnya.

Editor: Merie

Ini Buktinya Kalau Bupati Kudus Dukung Programnya Pak Gubernur

Bupati Kudus H Musthofa memperkenalkan program unggulannya yakni Kredit Usaha Produktif (KUP) kepada kepala daerah di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Termasuk mempromosikan program Mitra 25 yang diluncurkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa memperkenalkan program unggulannya yakni Kredit Usaha Produktif (KUP) kepada kepala daerah di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Termasuk mempromosikan program Mitra 25 yang diluncurkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bentuk sinergitas antarpemerintah daerah, salah satunya terwujud pada dukungan terhadap program yang sedang dijalankan. Inilah yang dilakukan Bupati Kudus H Musthofa yang mendukung program dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Contoh nyatanya adalah terkait program gubernur Mitra 02 dan Mitra 25. Sebuah program kredit tanpa agunan yang merupakan program gubernur. Dalam beberapa kesempatan, Bupati Kudus H Musthofa juga turut mempromosikan program tersebut kepada masyarakat.

”Program dari Bapak Gubernur itu harus didukung semua pihak. Terutama Bank Jateng, karena untuk memberikan kemudahan agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan sektor riil, agar bisa berkembang lebih cepat,” tuturnya.

Gubernur Ganjar meluncurkan program Mitra 02 dan Mitra 25 sendiri, adalah kredit yang tidak diwajibkan menggunakan agunan. Ini memang diperuntukkan bagi pelaku UMKM. Yang tujuannya memberikan pinjaman modal untuk peningkatan produktivitas.

Sebelum program gubernur tersebut diluncurkan, Bupati Musthofa juga sudah terlebih dahulu meluncurkan program bernama Kredit Usaha Produktif (KUP). Program ini juga membebaskan agunan bagi yang mengajukannya, dan digunakan untuk pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

KUP sendiri adalah jawaban bagi permasalahan dan tantangan bagi pelaku UMKM, dalam menjalankan bisnisnya. Antara lain masalah permodalan dan pemasaran. Selain juga tantangan lain, yaitu kualitas produk yang harus terus dijaga. Baik KUP maupun Mitra 02 dan Mitra 25, didukung penuh Bank Jateng.

Meski sama-sama mengeluarkan program yang mirip, namun Bupati Musthofa tidak lantas membuat hal itu sebagai sebuah kompetisi. Namun, bupati tetap ikut mempromosikan program milik gubernur tersebut, ke berbagai pihak dalam berbagai kesempatan. ”Semua demi kemajuan para pelaku UMKM, makanya harus kita dukung,” katanya.

Bupati Musthofa mengatakan, tantangan lain bagi pelaku usaha adalah dalam hal pemasaran. Untuk mengenalkan produk dan memasarkan secara luas, bupati mengenalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI). Karena akan sangat memberikan kemudahan dalam menjual berbagai produk yang ada. ”Berbagai sarana menjual produk secara online, hendaknya bisa dimanfaatkan secara baik,” tegasnya.

Namun demikian, ditambahkan bupati, produk yang dijual harus berkualitas dan inovatif. Untuk bisa menghasilan produk yang bagus, para pelaku harus memiliki jiwa dan semangat pantang manyerah. ”Selain itu harus kreatif, inovatif, dan mau untuk terus belajar terhadap perubahan dan perkembangan zaman,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Ada Apa Bupati-bupati di Jawa Tengah Ini Harus Datang ke Kudus?

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan bagaimana program Kredit Usaha Produktif (KUP) yang digagasnya, telah membuat masyarakat meningkat kesejahteraannya.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan bagaimana program Kredit Usaha Produktif (KUP) yang digagasnya, telah membuat masyarakat meningkat kesejahteraannya.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Beberapa bulan belakangan ini, Kabupaten Kudus mendadak sering dikunjungi kepala daerah-kepala daerah yang ada di Jawa Tengah. Rupanya mereka penasaran dengan program yang dibuat Bupati Kudus H Musthofa.

Kepala daerah atau bupati-bupati yang datang itu, misalnya saja bupati Pekalongan, Purbalingga, Brebes, dan sejumlah kepala daerah lainnya di Jawa Tengah. Mereka benar-benar ingin belajar mengenai program yang bernama Kredit Usaha Produktif (KUP), yang digagas Bupati Musthofa.

KUP merupakan gagasan cerdas Bupati Musthofa, yang kini telah memimpin Kudus di periode keduanya ini. Dirinya ingin benar-benar membumikan ekonomi kerakyatan yang ada di Kudus, karena itulah yang menjadi kekuatan ekonomi nasional sesungguhnya.

Kedatangan para bupati tersebut, tentu saja disambut hangat bupati Kudus. Pasalnya, bupati ingin di seluruh Indonesia, atau setidaknya di Jawa Tengah, para pelaku usaha bisa lebih meningkat produktivitasnya. Yang pada akhirnya menuju pada satu tujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Tanggung jawab pemerintah adalah bagaimana agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan KUP ini sebagai salah satu upaya yang bisa dilakukan,” kata Musthofa.

Dengan implementasi KUP yang telah berjalan ini, terbukti mampu menyerap 3.370 orang tenaga kerja. Yang lebih membanggakan adalah jumlah tenaga kerja itu berasal dari kucuran dana KUP yang digelontorkan yang bersumber dari Bank Jateng.

Selain itu, bupati ingin merealisasikan konsep revolusi mental yang digagas Presiden RI Jokowi. Dengan KUP inilah dirinya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa mindset dan moral negatif agar diubah menjadi lebih bertanggungjawab. Bagaimanapun juga, pinjaman merupakan utang yang harus dikembalikan, meski tanpa menggunakan jaminan di bank.

”Jika selama ini sebagian masyarakat menganggap pinjaman atau kucuran dana dari pemerintah adalah hibah, maka kita harus mengubah pola pikir masyarakat kita untuk lebih bertanggung jawab,” jelasnya.

Lebih jauh bupati menjelaskan bahwa KUP ini bukan semata-mata hanya untuk membantu permodalan usaha mikro kecil produktif. Namun lebih jauh ini untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan secara lebih luas, sesuai dengan Nawa Cita Jokowi-JK.

Ditambahkannya, bahwa KUP ini tidak sedikitpun menggunakan dana APBD. Melainkan dari bank pelaksana yang telah dikerjasamakan dengan perusahaan penjamin. Namun demikian, dirinya yakin bahwa pelaku usaha mikro yang jumlahnya mencapai 98,77 persen ini merupakan orang-orang yang jujur, namun kurang beruntung dalam merasakan tambahan modal usaha dari perbankan.

”Inilah upaya kami, bahwa kami benar-benar bekerja untuk rakyat. Semoga kabupaten atau kota lain di Jawa Tengah, bisa segera merasakan KUP untuk pemberdayaan ekonomi masyarakatnya,” pungkasnya.

Editor: Merie

Ini Dia Sipintar yang Bikin Siswa di Kudus Tak Usah Bawa Buku

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan berbagai program kreatif yang sudah diprogramkannya untuk kesejahteraan masyarakat Kudus secara luas, termasuk bidang pendidikan.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan berbagai program kreatif yang sudah diprogramkannya untuk kesejahteraan masyarakat Kudus secara luas, termasuk bidang pendidikan.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Tahukah Anda bahwa ada yang namanya Sipintar di Kudus, yang bisa membuat siswa sekolah di wilayah ini makin pintar? Inilah yang sedang giat dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk mendukung majunya dunia pendidikan di Kudus.

Bupati Kudus H Musthofa memang mencanangkan program aplikasi yang baru, yang dibangun dengan sebutan Sipintar atau Sistem Informasi Pendidikan Nusantara).

Dengan sistem ini, guru, siswa, dan para orang tua bisa berperan aktif dalam meningkatkan pendidikan di Kudus. Yang tujuannya untuk menyukseskan program Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun.

”Kalau sekarang sedang ramai diperbincangkan soal fullday school, di Kudus akan saya canangkan belajar 24 jam. Maknanya, dengan aplikasi ini, siswa bisa belajar secara online. Kapan pun dan dimana pun. Sehingga tidak lagi perlu bawa buku, cukup pakai gadget,” jelasnya, di berbagai kesempatan diskusi ataupun seminar mengenai potensi Kabupaten Kudus.

Di sektor pendidikan, bupati memang telah mencanangkan program Wajar 12 Tahun. Artinya seluruh warga Kudus setidaknya harus lulus SMA atau sederajat.

Bahkan, inovasi ini kini didukung dengan pembebasan biaya di sekolah negeri dari SD hingga SMA/SMK. Termasuk pengembangan 14 SMK yang dibangun tanpa APBD.

”Sekolah tanpa APBD kami kerjasamakan dengan pihak swasta atau perusahaan. Sehingga sarpras, kurikulum, dan tenaga pengajarnya memiliki standar kualifikasi yang relevan dengan dunia kerja,” katanya.

Kepala daerah memang dituntut untuk terus berinovasi. Adanya berbagai gagasan kreatif, akan sangat bermanfaat dan sangat memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat. Implementasi nyata terus dinantikan seluruh masyarakat di negeri ini.

Bupati mengatakan, ada empat sektor yang sudah dikembangkan dengan inovasi yang dilakukannya. Yaitu sektor pendidikan, sektor ekonomi, sektor sosial, dan sektor pelayanan publik. Selain itu, ada bagian lain yang sedang dikembangkan yaitu konsep cyber city.

Editor: Merie

Duh, Senangnya Jadi Bayi di Kabupaten Kudus

Bupati Kudus H Musthofa menyerahkan akta kelahiran bayi, dalam pencanangan program ”Si Buah Hati Lahir, Pulang Membawa Akta Kelahiran”, belum lama ini.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menyerahkan akta kelahiran bayi, dalam pencanangan program ”Si Buah Hati Lahir, Pulang Membawa Akta Kelahiran”, belum lama ini.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bayi-bayi yang baru lahir di Kabupaten Kudus, mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Salah satunya adalah mereka akan terlindungi hak-hak sipilnya.

Pemkab Kudus sudah mencanangkan program ”Si Buah Hati Lahir, Pulang Membawa Akta Kelahiran”. Ini adalah program yang sudah dicanangkan sejak Mei 2016 lalu.

Jika pada awal program ini dicanangkan hanya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus saja yang melayani program ini, namun sejak beberapa waktu lalu, beberapa rumah sakit swasta juga sudah ikut serta melaksanakan program ini.

”Kenapa kami canangkan program ini, agar bayi yang baru lahir terlindungi hak-hak sipilnya. Juga untuk tertib administrasi kependudukan, yakni pemberian akta kelahiran pada usia 0-18 tahun,” jelas Bupati Kudus H Musthofa.

Selain rumah sakit daerah, rumah sakit lainnya adalah RS Mardi Rahayu, RS Islam, RS Aisyiyah, RS Kartika Husada, RS Kumala Siwi, dan RS Nurussyifa. Sedangkan dua lainnya adalah RSIA Permata Hari dan RSIA Harapan Bunda.

”Sejak kita canangkan program ini, di RSUD dr Loekmonohadi Kudus, hingga kini sudah melayani kurang lebih 390 akta kelahiran. Sekarang pemkab melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus sudah menjalin kerja sama dengan rumah sakit swasta, sehingga akan makin banyak bayi-bayi yang lahir yang mendapatkan akta kelahirannya secara langsung,” paparnya.

Bupati juga meminta agar para kepala desa dan lurah, serta ketua RT dan RW, agar menyosialisasikan program ini kepada seluruh masyarakat. Termasuk menekankan bahwa layanan ini gratis, tidak ada pungutan biaya satu rupiah pun.

Urusan pelayanan ini, menurut bupati, juga tidak akan dibuat ribet. Semuanya akan dilayani dengan sebaik-baiknya, dengan cara yang mudah. ”Persyaratan yang kurang lengkap, saya minta bisa dilayani melalui email atau Whatsapp (WA). Sehingga masyarakat bisa semakin mudah untuk mendapatkan layanan ini,” tegasnya.

Bupati mengatakan bahwa ini merupakan bukti komitmen programnya untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan. Karena dirinya telah berkomitmen untuk melayani masyarakat dari lahir hingga meninggal.

”Maka tidak ada perbedaan di rumah sakit negeri atau swasta. Jadi tolong bantu kami atas komitmen pelayanan kesehatan ini untuk masyarakat. Dan kerja sama ini juga menunjukkan bahwa, pelayanan kesehatan bukan hanya tanggung jawab kami, tapi juga tangggung jawab bersama,” harap bupati.

Editor: Merie

 

Digandeng OJK, Kudus Bakal Punya Desa Pandai

Bupati Kudus Musthofa saat membicarakan soal Desa Pandai, di kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat membicarakan soal Desa Pandai, di kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Otoritas Jasa keuangan (OJK) Pusat mendatangi Pemkab Kudus, Kamis (27/10/2016). Kedatangan OJK tersebut bermaksud untuk membicarakan tentang Desa Pandai di Kudus.

Ketua Dewan Audit Anggota Dewan komisioner OJK Pusat Ilya Avianti mengatakan, Desa Pandai nantinya dapat menjadi percontohan tingkat Jateng, Nasional bahkan Internasional. Sementara ini, masih dipersiapakan guna menjalankan Desa Pandai itu.

“Ada beberapa desa yang sedang kami seleksi. Terdapat kriteria juga yang harus dipenuhi, untuk itulah kami akan datang langsung ke lokasi guna melihat langsung,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, terdapat beberapa poin gambaran terkait hal itu. Di antaranya adalah dengan mengajarkan suatu desa gemar menabung, termasuk dari kalangan anak-anak hingga dewasa dan ibu rumah tangga.

Dengan Desa Pandai juga, nantinya keluarga diharapkan lebih kreatif dalam bidang keuangan. Seperti halnya saat butuh modal, maka lebih pandai untuk mendapatkan biaya.

Muhammad Ihsan, ketua OJK Jateng menambahkan, Desa Pandai nantinya, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab banyak hal yang disentuh, termasuk dunia industri.

“Jadi di desa yang terpilih nantinya bisa melek keuangan dan juga mandiri. Hal itulah yang dapat menjadi percontohan nantinya,” ungkapnya.

Untuk melancarkan progam tersebut, tim khusus sedang disusun. Rencananya tim akan diresmikan dalam waktu dekat ini sebagai awal gerakan.

Editor : Akrom Hazami

DPRD Kudus Harapkan Pelayanan SKPD Lebih Maksimal dengan Perda SOTK

Ketua DPRD Kudus Masan bersama wakil pimpinan dewan disaksikan Bupati Kudus H Musthofa saat menandatangi Perda tentang SOTK, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Ketua DPRD Kudus Masan bersama wakil pimpinan dewan disaksikan Bupati Kudus H Musthofa saat menandatangi Perda tentang SOTK, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pelayanan kepada masyarakat yang baik, adalah salah satu tugas dari para pegawai yang ada di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Apalagi, Peraturan Daerah tentang SOTK sendiri sudah selesai ditetapkan.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, pembentukan susunan Organisasi Perangkat Daerah dilakukan, sebagai tindak lanjut atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

”Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah dilakukan dengan memperhatikan azaz urusan yang menjadi kewenangan daerah, efisiensi, efektivitas, serta beberapa pertimbangan lain,” kata Masan.

Dari hasil pembahasan, perangkat daerah Kabupaten Kudus dibentuk dengan susunan di antaranya sekretariat daerah, sekretariat DPRD, Inspektur Daerah, dinas yang berjumlah 16, tiga badan, serta sembilan kecamatan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai kedudukan, susunan organisasi, tugas, serta tata kerja perangkat daerah dan unit kerja di bawahnya, diatur lebih lanjut dalam peraturan bupati.

Masan mengatakan, dengan adanya Susunan Organisasi Perangkat Daerah yang baru ini, diharapkan kinerja Pemerintah Kabupaten Kudus bisa berjalan lebih baik dan efisien.

”Termasuk juga dengan adanya SOTK yang baru ini, maka pelayanan terhadap masyarakat Kudus, akan semakin maksimal. Sehingga masyarakat akan lebih nyaman, karena sudah bisa terlayani dengan baik,” tuturnya.

Sementara Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih, atas kinerja DPRD Kudus, yang sudah menyelesaikan pembahasan Perda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

”Ke depannya, kami harap susunan SOTK yang baru ini, akan bisa berjalan dengan baik dan maksimal. Terutama dalam dalam melaksanakan tugas untuk melayani masyarakat Kudus sebaik-baiknya,” imbuhnya. (ADS

Editor: Merie

 

Mobil Dinas Pemkab Kudus Bakal Dilengkapi GPS

Bupati Kudus Musthofa saat memeriksa kendaraan dinas pejabat SKPD, di pendapa pemkab setempat, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat memeriksa kendaraan dinas pejabat SKPD, di pendapa pemkab setempat, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus bakal menaruh Global Positioning System (GPS) atau sistem navigasi berbasis satelit  di kendaraan dinas di tiap SKPD. Khususnya, kendaraan yang memiliki jam terbang tinggi dan sering dimanfaatkan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Bupati Kudus Musthofa. Menurutnya kemungkinan besat mobil akan dipasang alat canggih tersebut, sehingga operasional mobil bisa terkontrol.

“Hal itu tidak  menutup kemungkinan dilakukan. Sebab penggunaan mobil difungsikan untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, dengan adanya GPS bisa diketahui kemana mobil pergi tiap hari,” kata Musthofa.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat itu yang utama, karena pegawai pemkab pengabdiannya kepada masyarakat. Khsususnya kesehatan dan pendidikan.

Data yang didapat, jumlah mobil dinas di Kudus sekitar 113 unit mobil. Namun yang dibawa ke pendapa 65 unit saja, sedang sisanya sedang beroperasi seperti mobil bak sampah dan sebagainya. Dari jumlah itu, 13 unit di antaranya dalam keadaan rusak sehingga diusulkan untuk dihapus dari daftar mobil dinas.

Pemkab juga kembali memberikan mobil dinas kepada instansi di Kudus. Setelah sebelumnya diberikan kepada Polres dan Kejari Kudus, kali ini giliran yang mendapatkan adalah PN dan Dandim Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Hari Koperasi, Pemkab Kudus Gelar Sepeda Santai dan Beri Apresiasi Koperasi Berprestasi

LEPAS PESERTA: Bupati Kudus H Musthofa didampingi Sekda Noor yasin dan Kepala Disperinkop UMKM Kudus Hadi Sucipto melepas ribuan peserta Pit-pitan Bareng Kang Mus di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (28/8/2016). Even ini merupakan rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-69 dan HUT Republik Indonesia ke-71. (Bagian Humas Setda Kudus)

LEPAS PESERTA: Bupati Kudus H Musthofa didampingi Sekda Noor yasin dan Kepala Disperinkop UMKM Kudus Hadi Sucipto melepas ribuan peserta Pit-pitan Bareng Kang Mus di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (28/8/2016). Even ini merupakan rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-69 dan HUT Republik Indonesia ke-71. (Bagian Humas Setda Kudus).

MuriaNewsCom, Kudus – Peringatan Hari Koperasi ke-69 di Kudus tahun ini berlangsung istimewa. Pada puncak peringatan Hari Koperasi yang digelar pada Minggu (28/8/2016), Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM (Disperinkop UMKM) Kabupaten Kudus menggelar Pit-pitan Bareng Kang Mus. Bupati Kudus H Musthofa melepas sekitar 12 ribu peserta sepeda santai di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

Even yang juga merupakan rangkaian peringatan HUT Replubik Indonesia ke-71 tersebut tidak hanya diikuti warga Kudus. Banyak peserta yang datang dari luar kota, misalnya Jepara, Demak, Pati, dan Semarang. ”Untuk seluruh peserta, terutama bagi peserta yang datang dari luar kota Kudus, jangan ragu, bapak ibu yang datang ke Kudus, anggaplah Kudus kota anda sendiri. Setelah acara selesai, semua diperbolehkan masuk ke pendopo (Kabupaten Kudus),” kata Musthofa dalam sambutannya sesaat sebelum melepas peserta dari garis start.

Menurut Bupati H Musthofa, acara ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sekaligus sebagai ajang rekreasi warga Kudus dan sekitarnya. Momentum Hari Koperasi ini merupakan hari kebesaran bagi seluruh insan koperasi, mulai dari pengelola hingga nasabah koperasi. Untuk itu, dia mengajak kepada seluruh warga untuk senantiasa koperasi di Kudus menjadi sumber inspirasi. Masyarakat bisa sehat jika didukung juga perekonomian yang sehat. ”Mari kita tetap sehat dan semangat untuk bekerja,” ucapnya.

 Acara sepeda santai ini juga menjadi ajang promosi potensi Kabupaten Kudus. Peserta melintasi jalan-jalan protokol, mulai dari Alun-alun Simpang Tujuh, Pertigaan Pentol, Gondang Manis, Jalan Lingkar Utara, Panjang, Peganjaran, Prambatan Lor, Menara Kudus, Kali Gelis dan kembali ke alun-alun. Banyak hadiah yang disediakan panitia dalam kegiatan ini. Selain satu unit mobil sebagai hadiah utama, juga ada hadiah-hadiah menarik, antara lain sepeda motor, sepeda gunung, kulkas, dispenser, kipas angin, speaker aktif, kompor gas, dan tabungan.

Kepala Disperinkop UMKM Kudus Hadi Sucipto menyampaikan terima kasih atas tingginya antusiasime warga mengikuti even ini. ”Selain berkesempatan membawa pulang hadiah, even bersepeda ini juga untuk ajang refreshing setelah disibukkan dalam rutinitas kerja,” ujarnya.

Selain acara sepeda santai, rangkaian Hari Koperasi ke-69 Tahun 2016 di Kabupaten Kudus juga digelar apel di halaman pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (28/7). Bertindak selaku pimpinan apel adalah Bupati Kudus H Musthofa yang dihadiri seluruh kepala SKPD dan forkopinda. Serta diikuti pengurus koperasi serta perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di Kudus.

Dalam amanatnya, Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, koperasi merupakan kata kunci untuk menstabilkan perekonomian di Kudus. ”Saya tidak ingin koperasi yang ada hanya sekadar jargon. Tetapi harus ada menfaat nyata sebagai soko guru perekonomian nasional,” kata Bupati Musthofa.

Peran pengelolan koperasi sangat penting. Tidak kalah penting daripada yang lain. Karenanya harus benar-benar bisa menggiatkan perekonomian dan menstabilkan suasana politik perekonomian. Dengan muara akhirnya bagi peningkatan kesejahteraan bersama antara pengurus dengan seluruh anggotanya.

Bupati yang juga aktivis ekonomi kerakyatan ini menyorot soal kesehatan koperasi. Ada banyak koperasi yang tercatat pada Dinas Perinkop UMKM. Tetapi belum bisa memastikan bahwa seluruhnya dalam kondisi yang sehat.

”Saya akan bentuk bidang baru pada Dinas Perinkop UMKM, yaitu bidang pengawasan tingkat kesehatan koperasi. Mungkin ini nanti menjadi satu-satunya di Indonesia,” jelasnya.

Pada apel Hari Koperasi ini, Bupati juga mengukuhkan pengurus Forum UMKM Kabupaten Kudus. Dengan telah terbentuknya Forum UMKM Kabupaten Kudus ini, bupati berharap adanya sinergi dan kolaborasi yang baik antara Forum UMKM dengan lembaga lain. Seperti kerja sama dengan koperasi serta SKPD Pemkab Kudus untuk bersama-sama mengangkat perekonomian nasional.

”Dan saya akan konsisten membimbing. Karena semuanya adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam perekonomian nasional ini,” pungkasnya.

Di akhir apel diserahkan penghargaan bagi koperasi yang berperstasi. Selain itu, juga pemberian santunan bagi anak yatim/piatu untuk bersama-sama berbagi kebahagiaan di Hari Koperasi tahun ini.

Editor : Ali Muntoha

Usai Dilantik, Pejabat Pemkab Kudus Diancam Dicopot Jika Mbalelo

catur

Suasana pelantikan pejabat Pemkab Kudus yang berlangsung di pendapa pemkab setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menegaskan jika ada pejabat pemkab yang baru dilantik, atau yang sedang menjabat, akan dicopot jika mbalelo.

“Walaupun sudah dilantik namun tetap bakal melakukan evaluasi. Jika dirasa melenceng dan tidak menguasai, maka jabatan dapat dicopot,” kata Musthofa saat melantik beberapa kepala SKPD di kantor pemkab setempat, Rabu (10/8/2016).

Posisi beberapa kepala SKPD yang sebelumnya kosong, kini resmi telah terisi, Rabu (10/8/2016). Seperti halnya jabatan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, sekarang diisi Catur Sulistyanto.

Sebelum dilantik, Catur pernah menjabat sebagai Plt di dinas tersebut menggantikan Edi Suprayitno, yang juga sebagai Plt di instansi itu. Edi, dalam pelantikan tadi dikembalikan ke kepala Kantor Ketahanan Pangan.

Selain Catur, Sekretaris BPMPPT Revlisianto Subekti juga ikut dilantik. Revli kini menjadi kepala BPMPPT, terhitung hari ini.

Nama lain yang tidak asing adalah Sudiharti, Plt Dinas Peregangan dan Pengelolaan Pasar itu, dilantik menjadi kepala dinas.  Dia sebelumnya menjabat plt selama bertahun tahun di dinas itu.

Selain itu, nama lain yang juga dilantik oleh bupati langsung adalah, Andreas Wahyu, yang sebelumnya Sekretaris Kecamatan Mejobo menjadi Camat Jati. Sedangkan Harso Widodo menjadi Camat Mejobo.

Nama lain juga, Arif Budianto yang sebelumya Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen menjadi Sekretaris Dinas Dagsar. Dan posisi kabid digantikan oleh Imam Prayitno, yang sebelumya menjadi Kasi PKL.

Selain nama-nama tersebut, bupati juga melantik puluhan nama lainnya. Bupati berharap dengan adanya pelantikan juga berdampak pada kinerja, sehingga bisa lebih bagus lagi.

“Tidak bisa membuang waktu, harus langsung kerja. Dan dalam bekerja jangan melihat jam kerja, namun berbuat yang terbaik untuk Kudus dan masyarakat luas,” katanya.

Jika kinerja bagus, maka promosi untuk naik jabatan dapat dilakukan dengan segera. Hal ini dilakukan bupati selama delapan tahun menjabat.

“Kami harapkan hasilnya akan lebih maksimal, sehingga mampu benar-benar melayani masyarakat dengan baik, tanpa melihat jam kerja,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Awas, Kolang-Kaling Berformalin Beredar di Kudus

kolang kaling

Petugas akan memeriksa makanan kolang-kaling di Pasar Bitingan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus mewasadai keberadaan kolang-kaling berformalin. Setelah sebelumnya mereka melakukan tes pada makanan tersebut. Makanan itu diambil dari salah satu penjual.

Petugas menyatakan bahwa kolang-kaling itu mengandung bahan formalin. Untuk mewaspadai, petugas melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pengecer kolang-kaling.

“Kami masih mewaspadai, makanya kami membeli sampel kolang-kaling ini. Soalnya, meskipun kelihatan bagus, namun siapa tahu agar awet, pengawet jenis formalin masih digunakan,” kata Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen Kudus, Arif Budianto.

Menurutnya, kolang-kaling yang dibeli dari pedagang di Pasar Bitingan, akan diuji lab. Berbeda dengan sebelumnya yang terlihat kusam, pada kolang-kaling kali ini lebih terlihat segar dan tidak berbau.

Akrianto Wibowo, pedagang kolang-kaling mengaku tidak tahu kandungan dari barang yang dijajakannya. Yang pasti, dia sepakat untuk dilakukan uji lab, agar tahu kandungannya.

“Silakan kalau dites, kalau memang mengandung bahan bahaya, maka saya tidak membeli dari distributor saya lagi,” ungkapnya

Menurutnya, barang yang dijual di dapat dari Medan Sumatera Utara. Dia beli sekitar Rp 13 ribu per kilogram (kg), dua pekan sekali. Dia menjualnya kepada pengecer Rp 15 ribu per kg.

Dia mengaku sudah menjual kolang-kaling selama 10 tahun. Untuk menjaga kualitas yang bagus, setiap hari pada pagi dan sore, air rendaman selalu diganti supaya tidak bau.

“Ini barang baru tiga hari, jadi masih bagus. Dan seminggu juga sudah habis. Soalnya kualitas bagus, kalau barang berbau tidak sedap, maka pembeli juga tidak mau beli,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mi Bikini Dicari di Kudus  

mi bikini

Petugas Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar adanya Mi Bikini, membuat Pemkab Kudus ambil tindakan. Pemkab Kudus, melakuakan sidak ke pasar tradisional hingga modern. Sidak dilakukan Senin (8/8/2016).

Kasi Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Nuratri Sulistiyani, mengatakan, pihaknya melakukan sidak, pukul 09.30 WIB.

“Tidak ditemukan adanya Mi Bikini. Itu hanya ada di pasar on ine saja. Buktinya dari sidak yang kami lakukan, tidak ditemukan satu pun,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pantauan di lapangan, pemkab melakukan sidak di dua titik saja. Yakni di Pasar Bitingan dan juga Indomaret depan UMK. Dari lokasi itu, petugas tidak menemukan adanya Mi Bikini.

Menurutnya, meski hanya dua titik, namun kerja  sama dengan pedagang dan petugas pasar juga dilakukan. Tujuannya, jika menjumpai adanya penjual yang menjajakan Mi Bikini, agar segera melaporkannya.

“Hingga kini dipastikan masih aman. Namun kami masih mewaspadai, sehingga orang tua atau warga juga dapat memberikan informasi,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Rumah Adat Kudus Kian Berkurang, Ini Upaya Pemkab

rumah adat 2

Warga berada di bangunan rumah adat Kudus.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Banyak upaya yang dilakukan Pemkab Kudus dalam menjaga rumah adat setempat.

Hanya, upaya yang dilakukan terkendala aturan, sehingga belum dapat berjalan maksimal.

Hal itu disampaikan Kasi Sejarah  Kebudayaan pada Disbudpar Kudus Sutiono. Menurutnya, beragam hal sudah dilakukan untuk menjaga rumah adat Kudus dari kepunahan. Seperti halnya memberikan bantuan perawatan bagi pemilik atau mengelola

“Tiap rumah kami berikan Rp 300 ribu untuk bantuan perawatan. Namun, itu tidak bisa rutin. Seperti tahun ini yang hanya berlaku tiga bulan saja,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Berbeda dengan 2015 lalu, yang diberikan selama 11 bulan. Hal itu berkaitan dengan kemampuan anggaran yang diupayakan selama satu tahun penuh.

Hal lain yang dilakukan adalah dengan tidak melarang pemilik menjual rumah adat. Sebab diakui status kepemilikan adalah milik warga, bukanlah milik dinas.

“Biasanya alasan ekonomi, selain perawatan yang memang mahal, hal lain juga alasan ahli waris atau bagi waris. Jadi kami tidak dapat melarang,” ungkapnya.

Terlebih, kata dia gebyok yang dijual dapat laku mahal. Bahkan ketika gebyok asli dijual mampu dibuat rumah hingga 3 buah.

“Kami sedang membuat rancangan perda soal itu. Agar pemilik juga dapat bantuan dalam pengelolaannya sehingga tidak terlalu terbebani. Dan Harapan nya rumah adat Kudus dapat tambah,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

TPP Kudus Ditarget Bisa Tertinggi Se-Jawa Tengah

upacara -tpp (3)

Sejumlah PNS saat melakukan apel di kantor Pemkab Kudus.  

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dengan diberlakukannya Undang-Undang (UU) tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), para pegawai kini dinilai berdasarkan kinerja.

Tentunya, ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara luas. Baik itu pelayanan secara langsung, atau pelayanan yang tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Untuk menunjang tercapainya pelayanan yang semakin baik dan prima (bahkan exellent), Pemkab Kudus telah menggunakan sistem e-performance dalam memberikan tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Hasilnya, kinerja aparatur pemerintahan di Pemkab Kudus meningkat. Salah satunya dengan selesainya rancangan perubahan APBD 2016 dan RAPBD 2017 tepat waktu.

Bupati Kudus Musthofa memberikan apresiasi atas kinerja yang baik ini. Dirinya menyampaikannya di hadapan ratusan pegawai yang mengikuti upacara luar biasa yang digelar di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (1/8/2016).

Menurutnya, ini penyusunan anggaran terbaik selama dirinya menjabat Bupati hingga tahun ke delapan ini.

”Saya menyampaikan terima kasih atas penyusunan anggaran yang tepat waktu ini. Termasuk bagi yang minggu-minggu kemarin telah lembur untuk menyelesaikannya,” kata bupati.

Diakuinya, bahwa bupati tidak bisa bekerja dan berjalan seorang diri dalam melayani masyarakat. Melainkan butuh kerja sama semua pegawai yang ada di seluruh SKPD.

Termasuk tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) di bawah kendali sekretaris daerah dalam menyusun anggaran serta dukungan pimpinan bersama anggota DPRD.

”Dan saya punya cita-cita, bahwa TPP pegawai di Kudus ini meningkat menjadi yang tertinggi se-Jawa Tengah. Semoga bisa terealisasi di tahun 2017 mendatang,” harapnya.

Yang disampaikannya diharapkan bisa terelealisasi tahun depan. Karena bupati ingin dengan TPP tertinggi diantara kabupaten/kota lain di Jawa tengah, para pegawainya lebih meningkat kesejahteraannya untuk kinerja yang semakin baik pula.

Yang tujuan akhir tentu hanya untuk kepuasan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan.

Pada upacara yang juga dihadiri seluruh kepala SKPD dan pejabat eselonnya ini, bupati selalu mengingatkan untuk bekerja dan memberikan pengabdian yang terbaik untuk masyarakat.

Adanya banyak prestasi yang telah diraih Pemkab Kudus sudah seharusnya bisa menjadi pemacu bekerja dengan semakin baik.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Petani Kudus Dambakan Jalan Sawah Mulus

sawah

Pengendara meditasi jalan persawahan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari sembilan kecamatan di Kudus mengajukan bantuan guna pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Ratusan proposal diajukan para petani, lantaran mereka menginginkan jalan sawah yang mulus.

Hal itu diutarakan Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Edy Suprayitno. Menurutnya, hingga kini sudah ada 190 proposal yang mengajukan perbaikan jalan persawahan.

“Mereka para petani yang tergabung dalam gapoktan. Rata-rata proposal yang masuk memang banyak jalan tani yang belum terbentuk,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/7/2016).

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan jumlah keseluruhan yang mengajukan. Sebab, petani yang mengajukan terbagi dalam dua hal. Yakni Gapoktan yang sudah berbadan hukum sejumlah 75 kelompok  dan sisanya yang belum badan hukum.

Hingga kini, dinas masih membuka pengajuan proposal para petani. Namun, untuk cairnya kapan, itu masih menyesuaikan anggaran dan kebutuhan.

“Kami lihat dulu keadaannya. Jika membutuhkan dapat segera diusulkan. Itu pun terbatas lantaran masalah waktu dan biaya. Apakah bisa dibawa pada perubahan atau menunggu nanti,” ungkapnya.

Besaran biaya tiap proposal yang masuk, kata dia, di angka Rp 190 hingga Rp 500 juta. Tergantung dari panjang dan lebarnya JUT.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemkab Kudus Adakan Peringatan Nuzulul Quran

Bupati Kudus memberikan sambutan dalam Peringatan Nuzulul Quran (Istimewa)

Bupati Kudus memberikan sambutan dalam Peringatan Nuzulul Quran (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Nuzulul Quran merupakan malam turunnya Alquran yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Malam itulah nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya, yaitu Iqra, yang artinya membaca. Maksud dari ayat pertama ini tentu umat Islam diharapkan bisa membaca dan peka terhadap keadaan.

Peringatan Nuzulul Quran juga digelar di Halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (23/6) malam. Ribuan jemaah dengan tertib mengikuti acara hingga usai, meski diguyur hujan yang cukup lebat malam itu dan pengajian dilanjutkan di dalam pendopo.

Acara ini bertujuan untuk menggairahkan semangat membaca Alquran sebagai bagian dari syiar Islam. Terlebih apabila bisa memahami makna yang terkandung di dalamnya. Dan tujuan lain tentu menggali isi kandungan Alquran untuk dipedomani dalam kehidupan sehari-hari.

Yang pasti, dengan pengajian umum ini, ukhuwah dan persaudaraan sesama warga Kudus terjalin lebih erat dan kuat. Yang tentunya ini sebagai modal utama dalam membangun Kudus. Karena setiap elemen masyarakat memiliki peran tersendiri dalam memajukan Kudus.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus Musthofa menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kehadiran ribuan warga Kudus malam itu. Menurutnya, acara yang digelar di pendopo ini sangat pas. Karena pendopo bukanlah rumah bupati, melainkan rumah rakyat. ”Mari kita ikuti peringatan nuzulul quran ini dengan baik di rumah rakyat ini,” kata bupati.

Bupati yang menjadi inspirator untuk mengadakan tadarusan bagi para pegawainya setiap hari di pendopo ingin jajarannya bisa membaca dan memahami kandungan Alquran secara baik. Karena ini merupakan modal dalam mengabdikan diri kepada Allah SWT, termasuk bekerja untuk melayani seluruh masyarakat.

Malam itu, bupati berharap agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan keberkahan dengan mengikuti kegiatan ini. Karena Nuzulul Quran merupakan momen spesial turunnya tuntunan hidup dari Allah SWT melalui Rasulullah SAW.

Acara diakhiri dengan pengajian yang disampaikan KH Abdul Qodir dari Semarang. Disampaikannya, bahwa manusia harus bisa memahami dengan baik hakikat kehadirannya di muka bumi. Untuk itu, secara vertikal harus mau untuk tunduk patuh pada aturan Allah SWT dengan beribadah dengan baik.

Sedangkan dengan sesama manusia, kiai yang berasal dari Ngaliyan ini menyampaikan pentingnya hubungan dengan sesama. Terutama berbakti kepada kedua orang tua. Persaudaraan yang terjalin baik menjadi modal untuk kemajuan bersama.

Editor : Kholistiono

Pemkab Kudus Aktif Carikan Pekerjaan untuk Pemohon Kartu Kuning

Jpeg

Para pemohon Kartu Kuning di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kudus juga tidak hanya membuatkan kartu AK/I atau Kartu Kining saja.

Mereka juga berupaya mencarikan pekerjaan bagi warga Kudus. Dalam hal ini, ialah Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Pentatrans).

Bagian Pengantar Kerja di bidang Pentatrans, Puspa mengatakan, pihaknya menyetorkan data pemohon Kartu Kuning ke perusahaan yang buka lowongan.”Supaya para perusahaan itu bisa memilih dan memanggil dari mereka untuk diwawancarai,” kata Puspa.

Salah satunya, dicontohkannya, adalah perusahaan yang bergerak di sektor perbankan, baru-baru ini.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, di tahun 2015 ada sebanyak 2.586 orang yang sudah ditempatkan di berbagai perusahaan yang ada di Kudus.

Untuk tahun 2015,  baik mulai Januari hingga Desember 2015 itu ada sebanyak 5.857 orang yang memohon Kartu Kuning. Dari jumlah itu, yang sudah ditempatkan kerja sebanyak 2.586 orang.

Dia menambahkan, sedangkan untuk di tahun 2016, baik mulai dari Januari hingga Mei 2016 ini ada sebanyak 1.945 orang yang memohon Kartu Kuning.

“Dari 1.945 pembuat Kartu Kuning, sebanyak 1.002 sudah bekerja di perusahaan atau di tempat kerja yang ada di Kudus,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami

 

DPRD Kudus Berharap Pemkab Jaga Kekondusifan Ramadan

dprd e

Kegiatan pertemuan antara DPRD Kudus Komisi B dengan beberapa SKPD. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus –DPRD Kudus, meminta beberapa hal kepada SKPD agar Ramadan tahun ini, berjalan dengan khidmat. Dalam hal ini, menyinggung soal PKL, warung, dan keberadaan kafe serta karaoke.

Untuk itu, DPRD Komisi B mengundang SKPD agar dapat menyalurkan keinginan. Beberapa yang datang, adalah Disbudpar, Dinas Dagsar, BPMPPT dan Satpol  PP.

Dari Komisi B, Nor Hadi, mengatakan, pertemuan tersebut dilaksanakan khusus menyongsong datangnya Ramadan. Komisi B berharap besar, supaya Ramadan tahun ini berjalan tanpa kendala.

“Ada beberpa hal untuk dilakukan selama bulan puasa. Seperti diantaranya PKL dan warung agar memberikan tirai. Hal itu, untuk menghormati umat muslim yang berpuasa ramadan,” katanya saat pertemuan pagi tadi.

Dia yakin hal itu sangatlah penting. Dan dengan adanya SKPD yang diundang, dapat menyampaikan hal tersebut kepada masyrakat luas untuk menghormati umat muslim yang berpuasa.

“Kalau kota besar saja seperti Jakarta bisa, Kudus yang kota kecil harusnya lebih bisa,” ungkapnya.

Selain itu, hal lainnya juga dengan memastikan harga yang tidak melambung tinggi. Untuk itulah pantauan harga dengan kunjungan ke lapangan bisa dilakukan secara langsung.

Untuk pariwisata, khususnya bidang penginapan dan hotel, agar tidak melayani pasangan yang bukan suami istri menginap dalam satu kamar.

Editor : Akrom Hazami

 

Mau Nonton Film yang Berbeda, Datang Saja ke Lapangan Soco Malam Ini

Bagian Humas Setda Kudus gencar melakukan sosialisasi ketentuan di bidang cukai ke berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya lewat pemutaran video, di Lapangan Soco, Kecamatan Dawe, malam ini. (ISTIMEWA)

Bagian Humas Setda Kudus gencar melakukan sosialisasi ketentuan di bidang cukai ke berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya lewat pemutaran video, di Lapangan Soco, Kecamatan Dawe, malam ini. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemahaman tentang cukai di kalangan masyarakat belum sepenuhnya maksimal. Masih banyak warga Kudus yang belum mengetahui dan memahami ketentuan-ketentuan di bidang cukai.

Karena itulah, Bagian Humas Setda Kudus senantiasa menggencarkan sosialisasi tentang cukai kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pertunjukan film mengenai ketentuan cukai untuk masyarakat.

Malam ini, Bagian Humas akan menggelar pertunjukan film soal cukai, di Lapangan Soco, Kecamatan Dawe. Acaranya sendiri akan dilaksanakan mulai pukul 19.00 WIB.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, pihaknya melakukan sosialiasi tentang ketentuan di bidang cukai dengan beragam cara.

”Salah satunya dengan pemutaran video mengenai ketentuan cukai ini. Supaya masyarakat bisa mengetahui, memahami, dan mematuhi ketentuan di bidang cukai,” jelasnya.

Dengan media film inilah, menurut Putut Winarno, maka akan bisa lebih dipahami dan dimengerti masyarakat. Karena media film adalah salah satu media yang dianggap bisa menjangkau berbagai kalangan.

”Apalagi kami memutarnya di lapangan. Sehingga siapa saja bisa datang dan menyaksikan langsung acara ini. Karena ini memang film yang berbeda, dan akan sangat banyak pengetahuan yang didapat di dalamnya. Dengandemikian, hasil yang dicapai dari sosialisasi cukai ini semakin merata ke seluruh warga Kudus,” tuturnya.

Selain pemutaran film, sejumlah program sosialisasi tentang ketentuan cukai yang sudah dijalankan antara lain dialog interaktif di radio, pembuatan dan penanyangan spot iklan di radio, dan penerbitan majalah khusus di bidang cukai.

Selain itu, Bagian Humas Setda Kudus juga melakukan sosialisasi di media massa cetak, pembuatan booklet ketentuan di bidang cukai, serta sosialiasi di papan-papan berita.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Selain pemutaran video, kegiatan di Lapangan Soco juga akan diisi dengan hiburan lainnya. Termasuk mengajak masyarakat untuk menampilkan kreativitas mereka di bidang seni. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Kata Bupati Kudus, Ini Haram Dilakukan Kades Baru

Pelaksanaan pelantikan kepala desa di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pelaksanaan pelantikan kepala desa di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam sambutannya di acara pelantikan keenam kepala desa di Pendapa Pemkab Kudus pada Selasa (24/5/2016), Bupati Musthofa berpesan hal penting.

“Saya tidak ingin ada warga miskin yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah lantaran dia tidak memilih kades yang terpilih. Oleh karenanya kepala desa atau perangkat bisa mendata itu dengan seksama. Dan jangan bedakan antara pemilih kades terpilih dan kades yang tidak terpilih,”katanya.

Dia menilai, bila pengkotak-kotakan antara pemilih kades yang terpilih dan pemilh kades yang tidak terpilih tetap ada, maka jalannya pemerintahan tidak akan berjalan baik.

“Yang penting semua warga baik yang memilih kades terpilih atau warga pemilih kades lainnya, harus disamakan. Jangan membeda-bedakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga berharap semua warga Kudus bisa bersekolah. “Saya tidak mau ada warga yang tidak bersekolah. Sebab saat ini Kudus memprogramkan wajib belajar 12 tahun. Terlebih Pemerintah Kudus juga menganggarkan untuk siswa yang bersekolah. Oleh sebab itu, kepala desa yang terpilih ini bisa memantau semua warganya supaya bisa bersekolah,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami