Dua Pemancing di Jepara Hilang, Diduga Perahu yang Ditumpangi Diterjang Ombak

ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Dua pemancing asal Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, Jepara bernama Ngatno (42) dan Sunarso (45) warga Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, diduga hilang.

Dua orang ini pergi memancing pada Minggu (29/1/2017) dengan menggunakan perahu Fitri Jaya. Tujuan kedua pemancing ini adalah ke kawasan Takak Burung Karimun Jawa. Namun, hingga kini kedua pemancing tersebut tak kunjung pulang, dan diduga perahu yang ditumpanginya diterjang ombak.

Menurut informasi di lapangan, biasanya mereka pergi memancing atau mencari ikan hanya memerlukan waktu satu hari. Namun hingga kini, kedua orang tersebut tak kunjung pulang. Sehingga kuat dugaan perahu kapal yang mereka tumpangi untuk memancing diterjang ombak.

Relawan BPBD area Karimun Jawa Sriyanto mengatakan, kedua orang itu berangkat memancing ke Takak Burung pada Minggu (29/1/2017) pukul 06.00 WIB. “Kemungkinan kapal atau perahunya itu terhempas gelombang. Apalagi, pada Minggu pagi kemarin terjadi angin puting beliung yang berada di wilayah Jepara,” ujar Sriyanto.

Menurutnya, pada Senin (30/1/2017) kemarin, pihaknya sudah mengerahkan 3 unit kapal untuk melakukan pencarian. Namun hingga sore, hasilnya tak memuaskan.Untuk itu, pencarian hari ini kembali dilanjutkan dengan melibatkan berbagai instansi lainnya.

Editor : Kholistiono

Diduga Disapu Ombak, Markum Hilang Usai Memancing di Pulau Panjang

Petugas BPDB, relawan, TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap Markum, yang diduga tenggelam di perairan Jepara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas BPDB, relawan, TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap Markum, yang diduga tenggelam di perairan Jepara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Markum (55) warga  RT 6 RW 2 Desa Bandengan, Jepara, diketahui hilang usai memancing di kawasan Pulau Panjang, pada Kamis (26/1/2017). Hingga kini, petugas terkait masih melakukan pencarian terhadap Markum.

Informasi yang didapatkan, Markum awalnya pergi memancing bersama temannya menggunakan perahu sendiri-sendiri ke Pulau Panjang pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah beberapa lama memancing, kemudian Markum pamit kepada temannya untuk pulang lebih dulu.

Namun, ketika temannya pada sore hari sampai di rumah, ternyata Markum belum juga sampai di rumah. Mengetahui hal tersebut, kemudian temannya itu melaporkan kejadian tersebut kepada petugas terkait.

Mendapat laporan adanya orang hilang tersebut, kemudian petugas BPBD dan relawan langsung melakukan pencarian. Sekitar 10 relawan menyisir kawasan pinggir pantai, dimulai dari kawasan Pantai Bandengan hingga kawasan Pantai Empu Rancak.

Namun, hingga saat ini, petugas masih belum menemukan Markum, yang diduga tenggelam akibat diterjang ombak yang tinggi. Petugas, hanya menemukan dayung perahu yang diduga milik korban. Dugaan bahwa korban tenggelam juga diperkuat dengan ditemukannya papan dan peralatan pancing milik Markum.

Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno mengatakan, kemarin pencarian sudah dilakukan. Sejumlah personel dari BPBD dan relawan, TNI, Polri dikerahkan. ”Hari ini kami coba menyasar ke tengah laut dengan mengerahkan 21 personel. Sementara itu, mulai dari Kamis hingga Jumat ini ketinggian gelombang masih sekitar 2 hingga 3 meter. Sehingga dalam pencarianya, tim kami arahkan untuk mencarjnya sesuai dengan arah angin. Bisa jadi tubuh korban bergerak atau bergeser ke utara. Sebab ini anginya dari selatan ke utara atau menuju ke PLTU Kembang,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan infprmasi yang ada, korban mengenakan baju kotak-kotak warna cokelat lengan panjang, dengan bawahan celana pendek.

Editor : Kholistiono