Pemilik Gudang Tebu yang Terbakar Rugi Puluhan Juta

Petugas kebakaran dan warga mencoba memadamkan api yang melalap habis gudang tebu di Desa Jurang, Kudus, Sabtu (19/8/2017).
(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilik gudang ampas tebu dan gudang gula tumbu yang terbakar adalah Kasdi (70). Warga Desa Jurang, RT 1 RW 1
Kecamatan Gebog itu harus mengalami kerugian mencapai Rp 50 jutaan, atas gudangnya yang habis terbakar.

Kasdi mengatakan, kebakaran tersebut tak hanya membuat kerugian pada bangunan saja. Namun isi dalam gedung miliknya juga habis. Padahal di dalamnya terdapat banyak pasokan gula tumbu.

“Ada sekitar empat ton gula tumbu sudah terkemas. Belum lagi yang masih dimasak dalam wadahnya serta tumpukan tebu yang juga habis terbakar. Jadi kalau Rp 50 juta lebih kerugianya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pria bertubuh gemuk itu menceritakan, saat kejadian kebakaran pihaknya sedang berada di rumahnya, yang tak jauh dari gudang. Saat itu, terdapat warga yang memberi kabar kalau gudangnya kebakaran.

Mendapatkan kabar yang tak enak, pihaknya langsung panik. Dia langsung datang ke lokasi sambil menghubungi pemadam kebakaran. Namun sesampainya di gudang,  kobaran api sudah melalap hampir seluruh gudang miliknya.

“Api muncul dari arah barat gudang menuju ke timur. Ampas tebu dan plastik yang kering sangat mudah terbakar. Apalagi, cuaca hari ini sangat panas dengan angin yang cukup kencang,” ungkap dia.

Editor : Ali Muntoha

Tekan Kebakaran di Grobogan, Damkar Buka Posko Baru

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain penanganan langsung, upaya lain untuk meredam kerugian akibat musibah kebakaran dilakukan pemkab setempat. Di antaranya, dengan menambah posko pemadam kebakaran (damkar) baru di Kecamatan Toroh.

“Posko baru di kecamatan ini sedang kita siapkan dan dalam waktu dekat akan bisa dioperasikan. Lokasinya kita tempatkan di bekas Kantor Kawedanan Toroh di Desa Depok,” ungkap Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono melalui Kasi Damkar Sutrisno.

Di Posko baru tersebut nanti akan ditempatkan satu unit mobil pemadam. Sementara jumlah personel pemadaman ada 15 orang.

Menurutnya, sampai saat ini sudah ada dua posko pemadam kebakaran yang sudah beroperasi di luar posko utama yang ada di komplek Kantor Setda Grobogan. Yakni, di Kecamatan Gubug untuk membantu upaya pemadaman di wilayah barat dan di Kecamatan Wirosari guna menanggulangi kebakaran di wilayah timur.

“Di Gubug dan Wirosari kita tempatkan satu mobil damkar dan satu mobil tangki penyuplai air. Sementara di kantor pusat (Purwodadi) ada enam armada damkar dan dua mobil penyuplai. Posko di Toroh ini nanti untuk membantu mengatasi kebakaran di wilayah selatan,” sambungnya.

Dia menyatakan, dibandingkan dengan daerah lain, frekuensi kebakaran di wilayah Grobogan boleh dibilang memang jauh lebih tinggi. Khususnya, ketika sudah memasuki musim kemarau.
Yang mana, intensitas kebakaran ini berkisar 80 hingga 100 kali per tahun. Oleh sebab itu, salah satu upaya menekan kerugian dari musibah itu adalah dengan mendekatkan posko pemadam kebakaran agar memperpendek jarak tempuh.

Editor : Akrom Hazami

UPT Damkar Bakal Sidak Kelengkapan APAR di Gedung dan Pertokoan yang Ada di Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setiap gedung dan pertokoan yang ada di Kudus wajib dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR). Hal itu, dikuatkan dengan adanya aturan Perda Nomor 14 Tahun 1994 tentang Penanggulangan Kebakaran.

Terkait hal itu, dalam waktu dekat pihak UPT Damkar Kudus bakal melakukan sidak di beberapa bangunan gedung yang ada di Kudus.

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan sidak ke kantor pemerintahan, rumah sakit, sekolah, kampus dan sebagainya. Hal ini untuk mengetahui, apakah gedung-gedung yang ada di Kudus ini sudah dilengkapi APAR atau belum,” ujar Kepala UPT Damkar pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus Bimo Aryo.

Terkait kelengkapan APAR, pihaknya juga telah melayangkan surat imbauan agar pengelola gedung melengkapai alat pemadam di gedungnya.

Ia katakan, untuk pemasangan APAR di gedung juga ada ketentuannya. “Seperti halnya bangunan gedung seluas 100 m2 harus dipasang apar 1 buah. Jika bangunan itu berlantai dua maka aparnya juga ada dua buah,” paparnya.

Kemudian, APAR juga harus dilakukan pengecekan secara rutin. Minimal, dua tahun sekali alat tersebut harus dikroscek, supaya terawat dan bisa digunakan dengan baik ketika terjadi kebakaran.

Editor : Kholistiono

Dilengkapi Peralatan, Damkar PT Djarum Siap Jinakkan si Jago Merah

Petugas Damkar PT Djarum melakukan latihan pemadaman api, Rabu (24/6/2015). (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

Petugas Damkar PT Djarum melakukan latihan pemadaman api, Rabu (24/6/2015). (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Satuan Pemadam milik PT Djarum menyatakan siap mengatasi kebakaran yang terjadi di Kudus. Peralatan dan fasilitas yang dimiliki cukup lengkap dan sehingga petugas yang damkar yang diterjunkan yakin bisa menaklukkan si jago merah yang menyala. Lanjutkan membaca