Sibuk Sekolah dan Mengaji, Diam-diam Eka juga Belajar Melukis Otodidak

Eka Sapta Amalia (17) siswi MA NU Al Hidayah yang ikut lomba melukis dalam rangka peringatan Haul ke 6 Gusdur di Rumah Bambu Wulung Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Eka Sapta Amalia (17) siswi MA NU Al Hidayah yang ikut lomba melukis dalam rangka peringatan Haul ke 6 Gusdur di Rumah Bambu Wulung Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Eka Sapta Amalia (17), seorang siswi yang tak hanya menempuh pendidikan di MA NU Al Hidayah, Getasrabi, Kecamatan Gebog, namun juga mengaji di pesantren Al Hidayah. Meski disibukkan dengan kegiatan di sekolah dan pondok, ia tetap meluangkan waktu belajar melukis otodidak.

Disaat waktu luang antara belajar formal dan mengaji, pelajar asli Pekalongan tersebut mengisi waktu luangnya dengan melakukan hobi melukisnya. ”Sering iseng menggambar sendiri disaat waktu luang. Melihat hasil karya saya, saya didaftarkan dan dibayari pihak sekolah untuk mengkuti lomba dalam rangka peringatan Haul ke 6 Gusdur di Rumah Bambu Wulung Kudus ini,” paparnya.

Meski begitu, siswi yang duduk di bangku kelas II IPA itu tidak berharap untuk bisa meraih juara. Baginya yang terpenting bisa ikut berpartisipasi menambah ilmu dan pengalaman.
”Yang penting saya bisa diikutkan serta dalam kompetisi melukis ini. Sebab selama ini saya belum pernah ikut lomba semacam ini,” tuturnya.

Eka mengakui, tak hanya hobi melukis wajah tapi juga benda atau pemandangan. Untuk melatih keluwesan tangannya dalam melukis, Eka pun mengambil contoh dari internet untuk kemudian di print. Sehingga disaat menorehkan pensil ke kanvas, bisa menghasilkan gambar yang mirip.

”Untuk lukisan ini memang saya meniru gambar Gusdur yang saya print dari internet. Dan gambar aslinya ini bukan gambar karikatur, sehingga saya harus membuatnya menjadi karikatur. Itulah tantangannya,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Top! Pelukis Pati Hadirkan Mahakarya di Pameran Museum Ranggawarsita

Perupa asal Pati Joko Wahyono tengah menceritakan karya lukisnya kepada sejumlah siswa dalam pameran Museum Ranggawarsita di Aula SMA Negeri 3 Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Perupa asal Pati Joko Wahyono tengah menceritakan karya lukisnya kepada sejumlah siswa dalam pameran Museum Ranggawarsita di Aula SMA Negeri 3 Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sejumlah pelukis kawakan asal Pati ikut memeriahkan pameran koleksi museum dan komunitas seni budaya di Aula SMA Negeri 3 Pati, Kamis (20/8/2015). Mereka memamerkan mahakarya lukisan dengan nilai seni yang tinggi.

Tak sekadar menghadirkan satu karya lukis bermuatan seni, tetapi mereka menyuguhkan muatan-muatan filosofis yang diharapkan bisa memberikan pesan kepada genarasi muda.

Karya Joko Wahyono, misalnya. Ia menghadirkan satu lukisan kepulauan Indonesia yang berada dalam frame daun jati, daun waru, atau gunungan. Frame tersebut nampak terkikis yang mencerminkan Indonesia sekarang ini sudah mulai terkikis dari berbagai aspek.

“Saya juga memberikan barcode dan angka-angka dalam lukisan itu. Artinya, manusia Indonesia sekarang ini sudah mulai mengukur kehidupan dengan angka dan melupakan alamnya,” kata Joko kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, ia berharap agar karya-karya lukis mampu memberikan ruang kritis untuk memberikan pesan kepada manusia Indonesia yang sekarang mulai lupa dengan ke-Indonesia-annya. “Lukisan ini dihadirkan, karena tema pameran yang digelar menghadirkan tema Aktualisasi Kemerdekaan,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)