DPC PDIP Kudus Buka Penjaringan Calon Bupati

Ketua Penjaringan Cabup DPC PDIP Kudus Aris S menunjukkan syarat pencalonan Bupati Kudus dari partainya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPC PDIP Kudus resmi membuka penjaringan calon Bupati Kudus. Pembukaan penjaringan tersebut dilakukan selama enam hari, terhitung Senin (24/7/2017) hingga Sabtu (29/7/2017).

Dalam penjaringan calon bupati, diketuai oleh Aris S. Sedangkan sekretarisnya M Yusuf Roni, yang juga Sekretaris DPC PDIP Kudus. Untuk anggota meliputi Joni Suryono, Hariyani dan Nur Handayani.

“Kami diberikan tugas penjaringan calon. Mulai tahapan penjaringan hingga proses verifikasi dari calon yang mendaftarkan diri,” kata Aris, di kantor DPC PDIP Kudus, Rabu (26/7/2017).

Pada metode penjaringan, akan diberlakukan secara tertutup. Hal itu sesuai dengan Peraturan Partai nomor 24 / 2017 yang baru disahkan 21 Juli lalu, sebagaimana perubahan atas Peraturan Partai nomor 4/ 2015 tentang penjaringan.

Panitia penjaringan sudah mengirimkan surat edaran mengenai penjaringan yang bersifat tertutup ke sejumlah pihak. Di antaranya pihak eksekutif, legislatif dan lainya.

Sekretaris Penjaringan, M Yusuf Roni mengatakan, yang dimaksud dengan model tertutup adalah penyelenggara tidak memasang pengumuman terbuka seperti baliho dan lain-lain. Kemudian, saat pengumuman setelah verifikasi, pihaknya akan mengumumkannya secara tertutup pula. 

“Secepatnya akan diverifikasi setelah selesai pendaftaran. Untuk kemudian diserahkan kepada DPD Jateng,” ungkap dia.

 

Editor : Akrom Hazami

PAC PDIP Yakin Kalau Anggota Dewan Partainya Tak Bermain dengan Pengusaha Karaoke

Perwakilan PAC PDIP Kudus menyerahkan laporan ke mapolres setempat, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kesembilan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kudus, meyakini kalau wakil rakyat dari partainya tak ada yang bertingkah seperti yang dikatakan pengacara para pengusaha karaoke Kudus, Ramdan Alamsyah.

Ramdan pernah berucap ada oknum DPRD yang memanfaatkan pengusaha karaoke. Dengan menjadikannya sebagai ‘sapi perah’.

Seperti diungkapkan Farid Ghozali, kader PDIP yang juga datang ke Polres Kudus, Senin (27/3/2017). Pihaknya sangat yakin anggota dewan tersebut tak ada yang berbuat demikian kepada pengusaha karaoke. Untuk itulah dia meminta kejelasan dari kuasa hukum Ramdan.

“Kami sudah menemui seluruh anggota DPRD dari PDI-P. Dan hasilnya nihil, tidak ada yang bertindak demikian,” katanya kepada wartawan di Polres Kudus usai memberikan laporan.

Menurutnya, mengenai karaoke tersebut pihak PDIP juga mendukung penuh aturan. Bahkan, saat aturan perda dibuat, pansus yang membahas juga ada dari kader PDIP yang ada di DPRD Kudus. 

Untuk itulah, mereka sangat yakin tak ada kader PDIP yang curang. Dan dari itu juga diminta kuasa hukum agar dapat memberitahu secara gamblang siapa yang dimaksud.

“Kalau memang punya bukti harusnya berani bilang. Jangan semuanya menjadi terang-benderang. Kami juga akan memantaunya secara langsung terkait laporan ini,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

9 PAC PDIP Kudus Laporkan Ramdan Alamsyah ke Polres Kudus

Perwakilan PAC PDIP memberikan laporan ke Polres Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sembilan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kudus, melaporkan pengacara para pengusaha karaoke Ramdan Alamsyah ke Polres Kudus, Senin (27/3/2017). Laporan dilakukan atas tuduhan  ke DPRD Kudus, yakni anggota dewan memerah pengusaha karaoke setempat.

Ketua PAC PDIP Dawe sekaligus kordinator pelaksana Farid Gozali mengatakan, kalau Ramdan sudah melakukan tindakan pencemaran. Itu melanggar pasal 310 KUHP 311 KUHP pasal 27 ayat tiga UU no 11 2008 tentang ITE. “Dia telah membuat statemen dan pernyataan yang mana pengusaha kafe karaoke sudah jadi sapi perah para dewan,” katanya saat melapor ke Polres Kudus.

Menurutnya, pengacara kondang asal Jakarta itu sudah menjadi kuasa hukum Asosiasi Pengusaha Resto dan Hiburan Karaoke Seluruh Indonesia (Asprehikasi) dan datang ke Kudus 23 Januari lalu. Pernyataan itu, kata dia telah dimuat dalam sejumlah media. Termasuk sejumlah media online yang terdapat di Kudus. Bahkan statemen ada yang mengatakan kalau pihak Ramdan memiliki bukti yang kuat kalau DPRD Kudus menjadikan pengusaha karaoke sapi perah.

“Kami merasa dirugikan karena partai kami juga memiliki banyak pejabat di DPRD Kudus. Dan dengan demikian maka secara tak langsung dewan dari PDIP juga kena,” ungkapnya.

Dia meminta, kepada Ramdan agar mampu membuka saja tentang siapa yang dimaksud. Jangan sampai statemen itu hanya dilempar dan hanya menimbulkan fitnah saja kepada para wakil rakyat yang tidak ada sangkut-pautnya. 

Laporan tersebut diterima oleh petugas Polres Kudus Kasi Umum Ipda S Hartati. Dia mengatakan bahwa laporan tersebut diterima olehnya.

Editor : Akrom Hazami

Sstt.. Rekomendasi Calon Bupati Jepara dari PDI-P Akan Turun

pdip

MuriaNewsCom, Jepara – Kini perasaan sejumlah pihak yang mengikuti proses penjaringan bakal calon Bupati di PDI-P sedang harap-harap cemas. Karena surat sakti berupa rekomendasi bakal calon Bupati dari DPP PDI-P segera turun.

Dijadwalkan rekomendasi tersebut turun pada Selasa (20/9/2016) besok. Itu mengingat pendaftaran bakal calon Bupati sudah dibuka mulai 21 hingga 23 September 2016. Ketua DPC PDI-P Jepara Dian Kristiandi mengatakan, sebagaimana informasi yang ia terima, rencananya surat rekomendasi akan turun pada 20 September 2016 besok. Pihaknya akan mengambil surat rekomendasi itu di kantor DPD PDI-P Jawa Tengah.

“Kami belum tahu isi surat rekomendasi itu. Kami rencananya akan mengambil ke Semarang besok sore. Semua nama yang ikut penjaringan kemarin memiliki potensi untuk mendapatkan rekomendasi, termasuk pak Marzuqi,” ujar Dian Kristiandi, Senin (19/9/2016).

Menurutnya, meski rekomendasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati baru turun besok, mesin partai siap memenangkan siapapun yang direkomendasikan partai. Bahkah, kata dia, untuk memenangkan calon yang diusung, 16 PAC PDI Perjuangan Jepara, awal September lalu telah dibekali dengan pendidikan khusus di Magelang selama sepekan.

“Siapapun yang akan diusung, kami sudah siap total. Kemarin 16 PAC dikirim ke Magelang dalam rangka pemenangan,” katanya Dalam Pilkada Jepara 2017, PDI-P akan mengusung calon sendiri. Sebab, di DPRD Jepara, PDI-P memiliki 10 kursi. Pada pesta demokrasi nanti, PDIP akan berhadapan dengan koalisi Partai Golkar, NasDem, PPP, PKB, Hanura yang mengusung pasangan Subroto – Nuryahman.

Editor : Akrom Hazami

Sesama Kader PDIP, Bupati Grobogan Tiru Program Santunan Kematian Tiru Kudus

santunan kematian

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan –  Bupati Grobogan Sri Sumarni menegaskan, salah satu janjinya dalam kampanye lalu berupa pemberian santunan kematian akan direalisasikan tahun ini. Namun, penyalurannya akan menunggu setelah penetapan perubahan APBD 2016 mendatang.

“Dalam penetapan APBD 2016 yang ditetapkan pada akhir 2015 lalu, dana untuk santunan kematian ini memang belum ada. Nanti, dalam perubahan APBD 2016 baru akan kita alokasikan. Setelah itu baru bisa kita salurkan,” katanya.

Sri menyatakan, saat ini dinas terkait sudah diminta untuk mematangkan rencana penyaluran santunan kematian tersebut. Adapun besarnya dana santunan itu direncanakan Rp 1 juta per orang.

Menurutnya, janji pemberian santunan kematian itu dilatarbelakangi dari sisi kemanusiaan saja. Diharapkan, dengan adanya santunan itu bisa sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

“Terus terang, pemberian santunan kematian ini saya tiru dari progamnya Pak Musthofa (Bupati Kudus). Kebetulan Beliau itu merupakan senior saya di PDI Perjuangan dan saya cukup tertarik dengan program santunan kematian yang cukup merakyat,” ungkap Sri.

Untuk besanya alokasi dana santunan kematian yang akan dianggarkan dalam perubahan APBD 2016 nanti, Sri menyatakan belum bisa memastikan jumlahnya. Sebab, dinas terkait masih diminta mendata, menghitung dan mematangkan rencana tersebut sebelum nanti diajukan dalam pembahasan perubahan APBD.

Editor : Akrom Hazami

Megawati Terkagum-kagum dengan Potensi Kudus

Megawati saat mengunjungi stan pameran di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Megawati saat mengunjungi stan pameran di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengunjungi Kudus, bersama dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Sabtu (14/11) sore.

Dalam kunjungan yang dilakukan, Megawati melihat stan pameran UMKM yang asli Kudus, serta melihat potensi SMK yang menjadi percontohan tingkat nasional.

Dalam kedatangannya sekitar pukul 15.00 WIB, Megawati  bersama rombongan memasuki Pendapa Pemkab Kudus. Setelah itu, pihaknya langsung melihat berbagai stan yang berada di pendapa.

Acara dimulai dengan penyerahan KUP. Kemudian dilanjutkan dengan melihat potensi Kudus seperti biola, 30 jenis kuliner nusantara dan juga SMK Banat.

Dalam kunjungan ke ke stan SMK1 Kudus. Megawati mencicipi makanan khas tersebut. Lantas Megawati memberikan komentar. Yakni seharusnya tidak hanya 30 makanan saja, melainkan lebih banyak lagi.

“Seharusnya tidak hanya 30 masakan saja. Namun lebih banyak lagi makanan asli Indonesia. Jadi semua masakan asli bisa dipelajari oleh penerus bangsa,” katanya.

Selain itu, rombongan juga melihat batik, bordir dan jenang Kudus. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Golkar Coba Mendekati PDIP

JAKARTA-Partai Golkar mulai melakukan pendekatan untuk membangun koalisi dengan PDI Perjuangan. Ini terlihat dari kunjungan Ketua Umum DPP Partai Golkar Abu Rizal Bakrie (ARB) ke kediaman Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Kamis (23/1) malam.
Meski ARB menyatakan, pertemuan tersebut hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada Megawati, tapi ia tak menampik adanya rencana pertemuan berikutnya. Bahkan menurut dia, pada pertemuan nanti, tak menutup kemungkinan akan dilakukan pembicaraan tentang koalisi.
”Pada pertemuan selanjutnya, tentu akan lebih panjang daripada sekarang. Soal-soal pilpres kami pun siap,”  katanya, dikutip Antara, kemarin.

Lanjutkan membaca