Bacabup PDIP Kudus Masan Dipersilakan Ambil Formulir Bakal Calon Bupati Kudus dari Hanura

Perwakilan DPC PDIP Kudus foto bersama DPC dan DPD Partai Hanura di kantor DPC Partai Hanura, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  DPC Partai Hanura Kudus mendapat kunjungan dari kader DPC PDIP setempat, Senin (14/8/2017). Mereka diajak berkoalisi dengan sama-sama mendukung bakal calon bupati dari PDIP, Masan.

Namun, nampaknya DPC Partai Hanura tak gampang ikut. Sebaliknya, DPC Partai Hanura meminta Masan, untuk  mengambil formulir pendaftaran formulir bakal calon bupati, dan mengumpulkan dalam batas waktu yang ditentukan.

Ketua DPC Partai Hanura Kudus Kadarjono mengatakan, secara garis besar apa yang disampaikan oleh PDIP terkait pembangunan Kudus ke depan nyaris sama dengan Partai Hanura. Namun,  partainya juga memiliki aturan, yang harus dipatuhi dan dijalankannya.

“Kalau mau, kami persilakan mengambil formulir pendaftaran calon bupati. Kemudian dapat dikumpulkan maksimal 18 Agustus nanti. Setelah itu bisa ikut proses lebih lanjut,” katanya saat menyambut DPC PDIP Kudus.

Baca jugaPDIP Kudus Kunjungi Kantor DPC Partai Hanura Kudus, Ada Apa?

Kadarjono menegaskan, partainya sudah memiliki aturan terkait pencalonan dan rekomendasi. Dan dari sejumlah calon juga sudah ada yang mengumpulkan berkas. Pihaknya tak mau menyalahi aturan, dengan tanpa mengikuti proses.

Dia berharap dapat bersama-sama membangun Kudus ke depan. Selain itu, dia juga mendoakan Masan yang mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju di Pilpub mendatang. Bahkan doanya, semoga juga menjadi bupati.

Sementara, perwakilan DPD Partai Hanura Sakdiyanto sangat berterima kasih dengan kunjungan dari DPC PDIP Kudus. Pihaknya berharap koalisi dapat terjalin, namun dengan aturan yang tak menyalahi dari partai.

“Kami satu pintu, yang menentukan dari DPP, jadi selain mendaftar, silakan juga dapat komunikasi dengan pusat,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

PDIP Kudus Kunjungi Kantor DPC Partai Hanura Kudus, Ada Apa?

Ketua DPRD Masan saat menyampaikan keinginan saat menjadi Bupati Kudus di kantor DPC Partai Hanura, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPC PDIP Kudus mengunjungi kantor DPC Partai Hanura Kudus, Senin (14/8/2017). Kunjungan PDIP tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus DPC PDIP, termasuk salah satu kadernya, Masan. Dalam kunjungan tersebut, Masan menyampaikan visi dan misinya maju di Pilbup mendatang.

Sekretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni mengatakan, kunjungan tersebut bermaksud membangun visi dan misi yang sama antara PDIP Kudus dengan Partai Hanura. Dengan visi dan misi yang sama itulah, harapannya terjalin kerja sama yang apik.

“Ini merupakan partai pertama yang kami kunjungi. Kami juga memiliki niatan untuk mengunjungi partai lainya di Kudus dengan persoalan yang sama,” kata Yusuf saat sambutan di kantor DPC Partai Hanura Kudus.

Masan, mengharapkan tak hanya PDIP yang menjadi partai pengusung calon bupati dari PDIP, tapi juga diusung pula oleh Partai Hanura. Dengan visi dan misi yang sama nanti, harapannya  bisa sama-sama membangun Kudus.

“Jika menjadi Bupati Kudus nanti, dari PDIP akan melanjutkan program dari bupati sebelumnya, Musthofa, yang baik-baik. Dan kami akan meningkatkan Kudus menjadi lebih baik, tentunya dengan bersama-sama, karena PDIP tak ingin sendiri,” ujarnya.

Masan mencontohkan, seperti pelayanan gratis rumah sakit kelas III, yang selama ini baru di RSUD saja, nantinya akan menjadi pelayanan gratis untuk semua rumah sakit. Selain itu, PDIP Kudus juga ingin mewujudkan Kudus sebagai pakubumi pendidikan.

“Sementara dalam dunia pendidikan, kami berharap akan ada minimal satu sekolah unggul di masing-masing kecamatan. Sehingga, sekolah itu bisa bersaing,” ujarnya.

Lebih jauh Masan yang juga Ketua DPRD Kudus menjelaskan, pihaknya sudah berpengalaman di DPRD Kudus. Dia punya gagasan terkait Musrenbang. Dia melihat selama ini banyak usulan dari desa yang tak sampai terealisasi lantaran anggaran. Dengan Musrenbang yang terkendali, maka akan ada alokasi khusus untuk tiap kecamatan.

Editor : Akrom Hazami

PDIP Coret Mas Umar dari Daftar Bakal Calon Bupati Kudus

Mas Umar kehilangan kesempatan diusung sebagai calon bupati Kudus dari PDIP. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – PDI Perjuangan memastikan mencoret nama Umar Ali (Mas Umar) dari daftar bakal calon bupati untuk bertarung dalam Pilkada Kudus 2018. Hal ini disebabkan, Mas Umar tak bisa melengkapi salah syarat.

Syarat yang belum dilengkapi itu yakni rekomendasi dari PAC PDIP Kudus. Dengan dicoretnya nama Mas Umar dari daftar calon bupati Kudus, kini tinggal dua nama yang memperebutkan rekomendasi dari PDI Perjuangan.

“Jadi tinggal dua nama yang kini bersaing mendapatkan rekomendasi, yaitu Masan dan juga Sumiyatun. Keduanya kini menunggu proses berikutnya,” kata Ketua DPC PDIP Kudus, Musthofa, Senin (14/8/2017).

Musthofa yang juga maju mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jateng itu menyebut, siapapun nanti yang bakal mendapat rekomendasi, akan diperjuangkan oleh partai untuk meraih kemenangan.

Sementara itu, Hariyanto, Ketua Tim Sukses Mas Umar, ketika dikonfirmasi mengenai kabar pencoretan ini mengaku belum mengetahui secara pasti.

Meski demikian menurutnya, jika benar terjadi hal itu merupakan kewenangan penuh dari PDIP. “Dalam rapatnya adalah tertutup, dan sudah menjadi wewenang​ dari DPC Untuk menentukannya,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Hanya 5 Orang Nyalon Gubernur Lewat PDIP, Takut Sama Ganjar?

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng (petahana) yang tingkat popularitasnya belum bisa ditandingi calon lain. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah telah menutup penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng untuk Pilkada 2018 mendatang. Ada 25 tokoh yang mendaftarkan diri, baik melamar sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur.

Dari jumlah tersebut, hanya lima orang saja yang mendaftar sebagai calon gubernur, termasuk gubernur petahana Ganjar Pranowo. Hal ini berbeda dengan Pilgub 2013 lalu, di mana pendaftar cagub melalui PDIP cukup banyak dan dari berbagai kalangan.

Sebut saja selain Ganjar, ada Rustriningsih yang saat itu menjabat sebagai wakil gubernur. Hadi Prabowo yang waktu itu menjadi Sekda Jateng juga mendaftar. Ada juga mantan Pangdam IV/Diponegoro, Mulhim Asryof, Djoko Besariman (Hanura), Don Murdono (mantan bupati Sumedang), Budi Supriyanto  (Pemuda Pancasila) ataupun Riyanta dari unsur pengusaha.

Banyak pihak yang menyebut, para tokoh lebih memilih mengincar posisi calon wakil gubernur melalui PDIP, karena elektabilitas petahana (Ganjar Pranowo) masih sangat kuat.  Apalagi dalam pilgub lalu, Ganjar yang berpasangan dengan Heru Sudjatmiko berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara 6.962.417 atau 48,82 persen.

Sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng kepada wartawan mengatakan, sebenarnya ada enam orang mendaftar untuk posisi calon gubernur. Hanya saja hingga 11 Agustus 2017 lalu, satu calon tak mengembalikan formulir pendaftaran.

“Ke-25 pendaftar itu terdiri dari enam orang mendaftar bakal calon gubernur dan 19 orang mendaftar bakal calon wakil gubernur. Sedangkan yang mengembalikan formulir pendaftaran hanya 19 orang,” katanya dikutip dari Antaranews.com.

Lima tokoh yang memperebutkan rekomendasi sebagai cagub dari PDIP yakni, Sunarna (Bupati Klaten), Wardoyo (Bupati Sukoharjo), Musthofa (Bupati Kudus), Lestariyono Loekito, dan Ganjar Pranowo (petahana).

Dominasi Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng 2018 memang masih sangat besar. Hal ini pun diakui bakal calon gubernur Sudirman Said. Meski demikian, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu mengaku tak gentar.

“Di mana-mana incumbent populer, yang masuk belakangan berjuang, ini tantangan kita,” kata Sudirman dikutip dari Tribunjateng.com.

Sudirman mengaku, akan terus mengejar popularitas agar dapat bersaing dengan incumbent. Cara yang diambilnya yakni terjun langsung bertemu masyarakat, serta merangkul unsur partai politik dan tokoh agama.

Editor : Ali Muntoha

Siap Head to Head di Pilgub Jateng, Golkar Tutup Pintu Koalisi dengan PDIP?

Foto : Golkar

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Golkar tampaknya sudah sangat percaya diri untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018 mendatang. Bahkan Golkar berharap bisa tanding head to head dengan PDI Perjuangan, sebagai pemenang dalam pemilu lalu.

Ketua DPD 1 Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono mengatakan, harapannya dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang hanya ada dua pasang calon. Dengan dua pasang calon ini, menurutnya akan lebih menguntungkan untuk melawan calon dari PDI Perjuangan.

“Menurut teori, pengalaman, pengamatan, dan `feeling`, kalau `head to head` siapa pun, termasuk saya dengan PDIP itu menarik, probability-nya untuk menang itu lebih tinggi daripada jika calonnya ada tiga,” kata Wisnu, dikutip dari Antaranews.com, Senin (14/8/2017).

Ia mengakui, jika pasangan calon dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang ada tiga calon, maka PDI Perjuangan yang akan diuntungkan. Sementara jika head to head peluang untuk Golkar cukup besar.

“Kalau calonnya tiga, secara teori PDIP diuntungkan walaupun pelaksanaannya tergantung operasi di lapangan. Akan tetapi, kami bicara teori dahulu,” ujarnya.

Dengan harapan ini, kemungkinan Golkar tidak akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, sama seperti Pilgub Jateng 2013 lalu. Saat itu PDI Perjuangan tampil sebagai partai tunggal yang mengusung Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, sementara Golkar berkoalisi dengan Demokrat mengusung Bibit Waluyo- Sudijono Sastroadmodjo.

Meski demikian, Partai Golkar juga memastikan akan berkoalisi dengan partai politik lain karena jumlah kursi di DPRD Jateng yang tidak memungkinkan untuk mengusung calon sendiri. “Pengalaman kami dengan PPP lebih baik, PPP bersama kita di tiga pilkada lalu, yakni Demak, Batang, dan Banjarnegara,” ujarnya.

Wisnu menyatakan, partainya akan melakukan melakukan survei internal guna menentukan calon yang akan diusung pada Pilgub Jateng 2018. Survei itu akan dilakukan pada sejumlah nama potensial, termasuk Wisnu Suhardono.

“Akhir bulan ini ada survei, termasuk saya (yang ikut disurvei), yang hasilnya jelek enggak usah diusung,” katanya.

Wisnu mendapat dorongan dari internal Golkar untuk maju bertarung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono bahkan menyebut 35 DPD II kabupaten/kota di Jateng dan DPD I Jateng sudah bulat mendukung pencalonan Wisnu SUhardono.

Editor : Ali Muntoha

Ini Pengganti Sumiyatun Usai Lengser dari Kepala Dinas PKPLH Kudus

Sumiyatun saat mengambil formulir pendaftaran sebagai Calon Bupati Kudus dari PDI P beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sumiyatun resmi mengundurkan dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus. Adapun penggantinya adalah Abdul Halil. Kini, Abdul Halil resmi menjadi Plt.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus Joko Triyono. Dikatakan Joko, semenjak mundurnya  Sumiyatun pada 4 Agustus lalu, posisi sebagai Plt secara resmi juga sudah terisi oleh Abdul Halil.

“Kini Plt kepala Dinas PKPLH adalah Abdul Halil. Sementara, Mami (Sumiyatun) kini menjadi PNS biasa sambil menunggu SK pemberhentian dari gubernur,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui, Rabu (9/8/2017).

Sementara, Abdul Halil mengatakan jika info itu benar adanya. Dirinya juga sudah beberapa kali ngantor ke Dinas PKPLH. “Iya sudah masuk di PKPLH, namun ini sedang ada acara di luar sehingga tidak berada di kantor,” ujarnya.

Sumiyatun, juga membenarkan hal tersebut. “Untuk lebih lengkap tanya langsung sama pak Joko (Kepala BKPP), soalnya beliaulah yang melakukan penanganan akan pengunduran diri,” katanya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sumiyatun memilih mengundurkan diri karena ingin mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Musthofa Resmi Kembalikan Berkas Pendaftaran Bakal Cagub ke DPD PDI P

Musthofa saat menyerahkan berkas formulir bakal calon gubernur di kantor DPD PDI P, di Kota Semarang. (DPC PDI P Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Musthofa resmi mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon gubernur melalui PDI P, di kantor DPD PDI P Kota Semarang, Rabu (9/8/2017).  Musthofa diantar oleh sejumlah PKL, pelaku UMKM, dan tokoh lintas agama. Rombongan bertolak dari Pendapa Pemkab Kudus sekitar pukul 11.30 WIB.

Sekitar pukul 15.00 rombongan sudah tiba di kantor DPD PDI P, di Kota Semarang. Pada foto-foto yang diterima MuriaNewsCom, tampak Musthofa mengembalikan berkas. Disaksikan oleh sejumlah kader PDI P.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Ahmad Yusuf Roni mengatakan,  Musthofa memang mengusung tema keberagaman. Tidak heran jika tokoh lintas agama ikut serta dalam pengembalian formulir. “Mereka semua sengaja diikutkan,” katanya.

Diketahui, DPD PDI Perjuangan Jateng membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur mulai 24 Juli sampai 11 Agustus 2017.

Sampai saat ini, terdapat 21 orang yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur di DPD PDI Perjuangan Jateng. Empat orang di antaranya mengambil formulir bakal calon gubernur, selebihnya mengambil formulir bakal calon wakil gubernur.

Editor : Akrom Hazami

 

DPC PDIP Kudus Buka Penjaringan Calon Bupati

Ketua Penjaringan Cabup DPC PDIP Kudus Aris S menunjukkan syarat pencalonan Bupati Kudus dari partainya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPC PDIP Kudus resmi membuka penjaringan calon Bupati Kudus. Pembukaan penjaringan tersebut dilakukan selama enam hari, terhitung Senin (24/7/2017) hingga Sabtu (29/7/2017).

Dalam penjaringan calon bupati, diketuai oleh Aris S. Sedangkan sekretarisnya M Yusuf Roni, yang juga Sekretaris DPC PDIP Kudus. Untuk anggota meliputi Joni Suryono, Hariyani dan Nur Handayani.

“Kami diberikan tugas penjaringan calon. Mulai tahapan penjaringan hingga proses verifikasi dari calon yang mendaftarkan diri,” kata Aris, di kantor DPC PDIP Kudus, Rabu (26/7/2017).

Pada metode penjaringan, akan diberlakukan secara tertutup. Hal itu sesuai dengan Peraturan Partai nomor 24 / 2017 yang baru disahkan 21 Juli lalu, sebagaimana perubahan atas Peraturan Partai nomor 4/ 2015 tentang penjaringan.

Panitia penjaringan sudah mengirimkan surat edaran mengenai penjaringan yang bersifat tertutup ke sejumlah pihak. Di antaranya pihak eksekutif, legislatif dan lainya.

Sekretaris Penjaringan, M Yusuf Roni mengatakan, yang dimaksud dengan model tertutup adalah penyelenggara tidak memasang pengumuman terbuka seperti baliho dan lain-lain. Kemudian, saat pengumuman setelah verifikasi, pihaknya akan mengumumkannya secara tertutup pula. 

“Secepatnya akan diverifikasi setelah selesai pendaftaran. Untuk kemudian diserahkan kepada DPD Jateng,” ungkap dia.

 

Editor : Akrom Hazami

PAC PDIP Yakin Kalau Anggota Dewan Partainya Tak Bermain dengan Pengusaha Karaoke

Perwakilan PAC PDIP Kudus menyerahkan laporan ke mapolres setempat, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kesembilan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kudus, meyakini kalau wakil rakyat dari partainya tak ada yang bertingkah seperti yang dikatakan pengacara para pengusaha karaoke Kudus, Ramdan Alamsyah.

Ramdan pernah berucap ada oknum DPRD yang memanfaatkan pengusaha karaoke. Dengan menjadikannya sebagai ‘sapi perah’.

Seperti diungkapkan Farid Ghozali, kader PDIP yang juga datang ke Polres Kudus, Senin (27/3/2017). Pihaknya sangat yakin anggota dewan tersebut tak ada yang berbuat demikian kepada pengusaha karaoke. Untuk itulah dia meminta kejelasan dari kuasa hukum Ramdan.

“Kami sudah menemui seluruh anggota DPRD dari PDI-P. Dan hasilnya nihil, tidak ada yang bertindak demikian,” katanya kepada wartawan di Polres Kudus usai memberikan laporan.

Menurutnya, mengenai karaoke tersebut pihak PDIP juga mendukung penuh aturan. Bahkan, saat aturan perda dibuat, pansus yang membahas juga ada dari kader PDIP yang ada di DPRD Kudus. 

Untuk itulah, mereka sangat yakin tak ada kader PDIP yang curang. Dan dari itu juga diminta kuasa hukum agar dapat memberitahu secara gamblang siapa yang dimaksud.

“Kalau memang punya bukti harusnya berani bilang. Jangan semuanya menjadi terang-benderang. Kami juga akan memantaunya secara langsung terkait laporan ini,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

9 PAC PDIP Kudus Laporkan Ramdan Alamsyah ke Polres Kudus

Perwakilan PAC PDIP memberikan laporan ke Polres Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sembilan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kudus, melaporkan pengacara para pengusaha karaoke Ramdan Alamsyah ke Polres Kudus, Senin (27/3/2017). Laporan dilakukan atas tuduhan  ke DPRD Kudus, yakni anggota dewan memerah pengusaha karaoke setempat.

Ketua PAC PDIP Dawe sekaligus kordinator pelaksana Farid Gozali mengatakan, kalau Ramdan sudah melakukan tindakan pencemaran. Itu melanggar pasal 310 KUHP 311 KUHP pasal 27 ayat tiga UU no 11 2008 tentang ITE. “Dia telah membuat statemen dan pernyataan yang mana pengusaha kafe karaoke sudah jadi sapi perah para dewan,” katanya saat melapor ke Polres Kudus.

Menurutnya, pengacara kondang asal Jakarta itu sudah menjadi kuasa hukum Asosiasi Pengusaha Resto dan Hiburan Karaoke Seluruh Indonesia (Asprehikasi) dan datang ke Kudus 23 Januari lalu. Pernyataan itu, kata dia telah dimuat dalam sejumlah media. Termasuk sejumlah media online yang terdapat di Kudus. Bahkan statemen ada yang mengatakan kalau pihak Ramdan memiliki bukti yang kuat kalau DPRD Kudus menjadikan pengusaha karaoke sapi perah.

“Kami merasa dirugikan karena partai kami juga memiliki banyak pejabat di DPRD Kudus. Dan dengan demikian maka secara tak langsung dewan dari PDIP juga kena,” ungkapnya.

Dia meminta, kepada Ramdan agar mampu membuka saja tentang siapa yang dimaksud. Jangan sampai statemen itu hanya dilempar dan hanya menimbulkan fitnah saja kepada para wakil rakyat yang tidak ada sangkut-pautnya. 

Laporan tersebut diterima oleh petugas Polres Kudus Kasi Umum Ipda S Hartati. Dia mengatakan bahwa laporan tersebut diterima olehnya.

Editor : Akrom Hazami

Sstt.. Rekomendasi Calon Bupati Jepara dari PDI-P Akan Turun

pdip

MuriaNewsCom, Jepara – Kini perasaan sejumlah pihak yang mengikuti proses penjaringan bakal calon Bupati di PDI-P sedang harap-harap cemas. Karena surat sakti berupa rekomendasi bakal calon Bupati dari DPP PDI-P segera turun.

Dijadwalkan rekomendasi tersebut turun pada Selasa (20/9/2016) besok. Itu mengingat pendaftaran bakal calon Bupati sudah dibuka mulai 21 hingga 23 September 2016. Ketua DPC PDI-P Jepara Dian Kristiandi mengatakan, sebagaimana informasi yang ia terima, rencananya surat rekomendasi akan turun pada 20 September 2016 besok. Pihaknya akan mengambil surat rekomendasi itu di kantor DPD PDI-P Jawa Tengah.

“Kami belum tahu isi surat rekomendasi itu. Kami rencananya akan mengambil ke Semarang besok sore. Semua nama yang ikut penjaringan kemarin memiliki potensi untuk mendapatkan rekomendasi, termasuk pak Marzuqi,” ujar Dian Kristiandi, Senin (19/9/2016).

Menurutnya, meski rekomendasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati baru turun besok, mesin partai siap memenangkan siapapun yang direkomendasikan partai. Bahkah, kata dia, untuk memenangkan calon yang diusung, 16 PAC PDI Perjuangan Jepara, awal September lalu telah dibekali dengan pendidikan khusus di Magelang selama sepekan.

“Siapapun yang akan diusung, kami sudah siap total. Kemarin 16 PAC dikirim ke Magelang dalam rangka pemenangan,” katanya Dalam Pilkada Jepara 2017, PDI-P akan mengusung calon sendiri. Sebab, di DPRD Jepara, PDI-P memiliki 10 kursi. Pada pesta demokrasi nanti, PDIP akan berhadapan dengan koalisi Partai Golkar, NasDem, PPP, PKB, Hanura yang mengusung pasangan Subroto – Nuryahman.

Editor : Akrom Hazami

Sesama Kader PDIP, Bupati Grobogan Tiru Program Santunan Kematian Tiru Kudus

santunan kematian

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan –  Bupati Grobogan Sri Sumarni menegaskan, salah satu janjinya dalam kampanye lalu berupa pemberian santunan kematian akan direalisasikan tahun ini. Namun, penyalurannya akan menunggu setelah penetapan perubahan APBD 2016 mendatang.

“Dalam penetapan APBD 2016 yang ditetapkan pada akhir 2015 lalu, dana untuk santunan kematian ini memang belum ada. Nanti, dalam perubahan APBD 2016 baru akan kita alokasikan. Setelah itu baru bisa kita salurkan,” katanya.

Sri menyatakan, saat ini dinas terkait sudah diminta untuk mematangkan rencana penyaluran santunan kematian tersebut. Adapun besarnya dana santunan itu direncanakan Rp 1 juta per orang.

Menurutnya, janji pemberian santunan kematian itu dilatarbelakangi dari sisi kemanusiaan saja. Diharapkan, dengan adanya santunan itu bisa sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

“Terus terang, pemberian santunan kematian ini saya tiru dari progamnya Pak Musthofa (Bupati Kudus). Kebetulan Beliau itu merupakan senior saya di PDI Perjuangan dan saya cukup tertarik dengan program santunan kematian yang cukup merakyat,” ungkap Sri.

Untuk besanya alokasi dana santunan kematian yang akan dianggarkan dalam perubahan APBD 2016 nanti, Sri menyatakan belum bisa memastikan jumlahnya. Sebab, dinas terkait masih diminta mendata, menghitung dan mematangkan rencana tersebut sebelum nanti diajukan dalam pembahasan perubahan APBD.

Editor : Akrom Hazami

Megawati Terkagum-kagum dengan Potensi Kudus

Megawati saat mengunjungi stan pameran di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Megawati saat mengunjungi stan pameran di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengunjungi Kudus, bersama dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Sabtu (14/11) sore.

Dalam kunjungan yang dilakukan, Megawati melihat stan pameran UMKM yang asli Kudus, serta melihat potensi SMK yang menjadi percontohan tingkat nasional.

Dalam kedatangannya sekitar pukul 15.00 WIB, Megawati  bersama rombongan memasuki Pendapa Pemkab Kudus. Setelah itu, pihaknya langsung melihat berbagai stan yang berada di pendapa.

Acara dimulai dengan penyerahan KUP. Kemudian dilanjutkan dengan melihat potensi Kudus seperti biola, 30 jenis kuliner nusantara dan juga SMK Banat.

Dalam kunjungan ke ke stan SMK1 Kudus. Megawati mencicipi makanan khas tersebut. Lantas Megawati memberikan komentar. Yakni seharusnya tidak hanya 30 makanan saja, melainkan lebih banyak lagi.

“Seharusnya tidak hanya 30 masakan saja. Namun lebih banyak lagi makanan asli Indonesia. Jadi semua masakan asli bisa dipelajari oleh penerus bangsa,” katanya.

Selain itu, rombongan juga melihat batik, bordir dan jenang Kudus. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Golkar Coba Mendekati PDIP

JAKARTA-Partai Golkar mulai melakukan pendekatan untuk membangun koalisi dengan PDI Perjuangan. Ini terlihat dari kunjungan Ketua Umum DPP Partai Golkar Abu Rizal Bakrie (ARB) ke kediaman Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Kamis (23/1) malam.
Meski ARB menyatakan, pertemuan tersebut hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada Megawati, tapi ia tak menampik adanya rencana pertemuan berikutnya. Bahkan menurut dia, pada pertemuan nanti, tak menutup kemungkinan akan dilakukan pembicaraan tentang koalisi.
”Pada pertemuan selanjutnya, tentu akan lebih panjang daripada sekarang. Soal-soal pilpres kami pun siap,”  katanya, dikutip Antara, kemarin.

Lanjutkan membaca