PDAM Jepara Gandeng NGO Amerika Untuk Tingkatkan Akses Air Bersih

PDAM Jepara bekerjasama dengan NGO asal Amerika Water.org untuk meningkatkan akses air bersih bagi MBR dan peningkatan kapabilitas karyawan perusahaan penyedia air minum tersebut. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara menggandeng organisasi non-pemerintah asal Amerika, Water.org guna meningkatkan kapabilitas pegawai dan meningkatkan akses air untuk  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Melalui kerja sama bertajuk WaterConnect diharapkan dapat menjembatani akses air bersih dan sanitasi yang layak kepada 6000 MBR. 

Pada kesempatan itu Kamis (3/8/2017), hadir CEO Water.org Gerry John White, beberapa jajaran direksi lembaga tersebut seperti Adam Schechter  dan Terrence Trayvick. Turut hadir pula Direktur PDAM Batang Yulianto yang juga bekerjasama dengan lembaga tersebut.

Direktur PDAM Jepara Prabowo mengungkapkan, program WaterConnect bertujuan untuk menjembatani akses finansial MBR untuk mendapatkan layanan perpipaan perusahaan penyedia air. Program berdurasi dua tahun tersebut, diproyeksikan bisa menjangkau 6000 keluarga. 

Untuk mewujudkannya, PDAM Jepara mendapatkan hibah dari lembaga tersebut lebih kurang Rp 1 miliar. “Program ini, menyasar masyarakat berpenghasilan rendah agar mendapatkan akses air bersih dan sanitasi yang layak,” katanya. 

Prabowo  menggarisbawahi bantuan yang diberikan bukan diwujudkan dalam bentuk fisik. Akan tetapi dalam kurun waktu dua tahun, lembaga tersebut berikhtiar untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia dari pekerja perusahaan daerah tersebut. 

“Selain itu mereka (Water.org) juga membantu perencanaaan bisnis dalam pembuatan standar operasional, mengetahui pasar (pelanggan) yang tepat. Bantuannya bukan bersifat fisik namun lebih condong peningkatan kapabilitas manusianya,” tuturnya. 

CEO Water.org Gerry John White mengatakan, permasalahan air bersih dan sanitasi sudah menjadi kebutuhan bersama. Oleh karenanya, melalui organisasi nirlabanya dirinya berusaha untuk menjembatani penyediaan kebutuhan pokok tersebut. 

Di samping itu, pihaknya terus berupaya mendorong mitra kerjanya untuk terus berinovasi untuk bisa mendapatkan akses air bersih bagi masyarakat yang dilayani. “Di ruangan ini ada yang punya ponsel pintar, nah saya yakin semua punya. Hal itu karena pembuat ponsel terus berinovasi untuk menciptakan benda tersebut, sehingga semua orang bisa mendapatkannya,” kata dia. 

Dwinita Wulandini Program Manager Water.org Indonesia menyebut, contoh nyata bantuan bagi MBR adalah memberikan akses kepada lembaga keuangan mikro. “Dengan jembatan tersebut, kita berharap masyarakat yang tidak mampu membayar (layanan air bersih) secara tunai, bisa mencicil lewat bantuan lembaga keuangan mikro tersebut,” jelasnya. 

Ia menyebut, dana hibah yang diberikan lebih difokuskan untuk meningkatkan kapasitas dari karyawan PDAM. Namun demikian di Indonesia, baru dua wilayah yang bekerjasama dengan Water.org yakni Kabupaten Jepara dan Batang. 

Editor : Akrom Hazami

Pompa Rusak, Pelanggan PDAM di Penawangan Grobogan Ngangsu Air

Instalasi pengolahan air PDAM unit Penawangan tidak bisa mengalirkan air ke rumah pelanggan karena pompa rusak. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pelanggan air PDAM di wilayah Kecamatan Penawangan, Grobogan, dibikin kacau dalam beberapa hari terakhir. Gara-garanya, pasokan air ke rumah pelanggan terhenti total.

Padahal pelanggan di wilayah Penawangan ini jumlahnya mencapai ribuan dan tersebar di beberapa desa. Antara lain Desa Wolo, Penawangan, dan Ngeluk.

Akibat macetnya pasokan air itu, aktivitas para pelanggan sehari-hari jadi terganggu. Terlebih bagi pelanggan yang mengandalkan pasokan air untuk keperluan usaha. Seperti warung makan dan industri rumah tangga.

“Saya minta pihak PDAM segera menangani masalah terhentinya pasokan air ini Sebagai pelanggan, saya protes dengan macetnya air selama berhari-hari ini,” kata Yulianto, salah seorang pelanggan PDAM.

Terhentinya aliran PDAM, membuat Yulianto terpaksa ngangsu (ambil) air ke sumur tetangga. Kebetulan sumber air di sumur milik tetangga dekatnya cukup besar sehingga bisa dipakai oleh beberapa keluarga. Meski demikian, ada juga warga yang terpaksa beli air karena kebutuhannya cukup banyak tiap hari.

Terkait dengan terhentinya pasokan air itu, ia sempat mendatangi kantor pusat PDAM  di Purwodadi untuk melayangkan komplain serta minta penjelasan penyebab macetnya pasokan air tersebut. Dari petugas di situ dijelaskan jika terhentinya pasokan air disebabkan adanya kerusakan pompa di instalasi pengolahan air unit Penawangan.

Sementara itu, Direktur PDAM Grobogan Bambang Pulunggono ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan jika pasokan air ke rumah pelanggan di wilayah Penawangan terhenti sejak beberapa hari lalu. Hal itu disebabkan pompa di instalasi pengolahan air mengalami kerusakan.

“Untuk PDAM unit Penawangan ada kerusakan pompa. Saat ini, proses perbaikan masih kita lakukan dan hari ini kita targetkan sudah bisa selesai,” jelasnya.

Bambang menyatakan, terkait dengan kondisi itu, pihaknya sudah melakukan upaya darurat untuk bisa mengalirkan air ke rumah pelanggan. Yakni, dengan menginjeksi air dari mobil tangki ke saluran distribusi. Namun, mengingat kapasitas terbatas maka tidak semua rumah pelanggan bisa mendapatkan pasokan air yang diinjeksi tersebut. “Mudah-mudahan, sore atau malam ini pasokan air sudah normal,” imbuhnya. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Warga Kedungmalang Jepara Keluhkan Layanan PDAM 

Nur Rohmad menunjukan instalasi PDAM di rumahnya, Rabu (19/07/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara  – Warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Jepara, mengeluhkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Hal itu lantaran semenjak Lebaran lalu, pasokan ke wilayah nelayan itu tidak mengalir lancar.

Ahmadun (60), seorang warga setempat berujar, ia membayar sekitar Rp 30 ribu sebulan untuk menikmati layanan perusahaan daerah itu. Namun nyatanya, semenjak sebulan lalu, aliran air justru tidak lancar. 

“Saya jujur saja, kalau habis bayar itu airnya lancar. Namun kalau di atas tanggal 25, pasokan air kenapa sering macet,” katanya, ditemui di rumahnya RT 1 RW 3 Desa Kedungmalang, Rabu (19/7/2017). 

Menurutnya, saat pasokan air tersendat, terkadang ia harus rela bergadang hanya untuk mendapatkan air. Hal itu lantaran air baru keluar dari keran sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. 

Warga lain, Nur Rohmad (55) mengatakan, pihak manajemen PDAM Jepara sebenarnya telah berbicara dengan masyarakat sekitar. Pada pertemuan tersebut, warga meminta untuk membuat sumur pompa baru. Akan tetapi hal itu tak dikabulkan karena tidak ada sumber air. “Kalau sekarang sudah ada airnya. Namun ya terkadang macet lagi,” ungkap dia.

Terpisah, Direktur PDAM Jepara Prabowo tidak menampik kenyataan itu. Ia menjelaskan, kondisi tersebut dikarenakan kurangnya pasokan air baku. 

“Bulan ini kami bangun sumur baru untuk penuhi pasokan air baku. Tahun ini diharapkan masalah itu selesai. Adapun lokasinya berada di Desa Dongos, yang nantinya bisa menyuplai air sebesar 10 liter per detik,” tutur dia. 

Lebih lanjut ia menyebut, untuk jangka panjang pihaknya juga akan bangun sumur tambahan lain. 

Terkait solusi jangka pendek bagi Warga Kedungmalang, Prabowo menyebut PDAM melayani bantuan air bersih. Hanya saja hal itu dilakukan atas dasar permintaan. Dirinya menyebut, beberapa saat lalu telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat setempat. 

Editor : Kholistiono

PDAM Grobogan Siapkan Armada untuk Drop Air Bersih

Direktur PDAM Grobogan Bambang Pulunggono mengecek kondisi mobil tangki untuk persiapan droping air bersih. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski belum ada permintaan warga, pihak PDAM ternyata sudah mulai menyiapkan armada yang akan digunakan untuk penyaluran air bersih ke daerah kekeringan. Hal itu disampaikan Direktur PDAM Grobogan Bambang Pulunggono, Sabtu (15/7/2017).

Menurut Bambang, persiapan armada itu dilakukan setelah pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan melakukan koordinasi. Yakni, persiapan untuk melakukan droping air bersih karena saat ini sudah masuk musim kemarau.

“Saat ini, memang belum ada permintaan drop air bersih. Tapi koordinasi dan persiapan perlu kita lakukan lebih awal,” katanya.

Berdasarkan pengalaman selama ini, pihaknya memang dilibatkan untuk pelaksanaan droping air. Sebab, PDAM punya sumber daya air dan armada mobil tangki yang mencukupi.

Untuk memperlancar pelaksanaan drop air, armada yang dimiliki mulai disiapkan. Beberapa mobil tangki yang sebelumnya ndongkrok (rusak) juga sudah diminta diperbaiki supaya bisa digunakan untuk mendukung drop air.

“Kita punya sembilan armada untuk mengirim bantuan air bersih. Saat ini, armada sedang kita siapkan supaya bisa digunakan sewaktu-waktu. Pihak BPBD juga punya mobil tangki yang akan dikerahkan,” jelasnya.

Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono menyatakan, untuk penanganan bencana kekeringan tahun ini, sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp 135 juta. Dana ini disiapkan untuk melakukan drop air bersih pada masyarakat.

“Saat ini sudah masuk kemarau tetapi belum ada laporan desa yang terkena bencana kekeringan. Meski demikian, upaya penanganan sudah kita siapkan. Kita juga sudah koordinasi dengan PDAM Grobogan untuk persiapan menyalurkan droping air jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelasnya.

Menurut Agus, dana untuk penanganan kekeringan tiap tahun selalu disiapkan. Namun, khusus tahun 2016 lalu, dana yang disiapkan praktis tidak terpakai.

Soalnya, tahun lalu curah hujan masih sering turun ketika musim kemarau. Kondisi ini menyebabkan masyarakat tidak kesulitan air.

Dijelaskan, dari 280 desa/kelurahan yang ada, hampir separuhnya rawan bencana kekeringan. Sementara dari 19 kecamatan, hanya ada empat kecamatan yang relatif  aman dari bencana kekeringan. Yakni Kecamatan Godong, Gubug, Klambu dan Tegowanu.

Agus menambahkan, pada tahun 2015 jumlah desa yang terkena bencana kekeringan cukup banyak. Jumlahnya mencapai 100 desa yang tersebar di 14 kecamatan.

Editor : Akrom Hazami

PDAM Kudus Pasang Alat Ajaib Ini, Hasilnya Air yang Muncrat jadi Luar Biasa

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – PDAM Kudus memasang alat ajaib Variable Speed. Hal itu merupakan solusi banyaknya laporan tentang aliran air yang kecil. Bahkan masyarakat banyak yang menganggap pelayanan PDAM kurang memuaskan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur PDAM Kudus Ahmadi Safa. Dia menjawab persoalan pelanggan yakni dengan memasang alat yang disebut Variable Speed, di tiga jaringan miliknya. “Alat itu berfungsi mengendalikan tekanan air, jika pengguna banyak, maka alat akan mengucurkan air dengan banyak. Tapi kalau sedikit, maka air juga mengalir sedikit. Jadi menyesuaikan kebutuhan air,” katanya kepada MuriaNewsCom  di Kudus, Rabu (18/1/2017).

Menurutnya, alat tersebut cocok digunakan untuk daerah dataran tinggi atau kawasan yang bergelombang. Sebab daerah itu membutuhkan dorongan yang kuat agar air mampu sampai ke pelanggan dengan baik.

Untuk itulah dipilih tiga lokasi pemasangan alat, yakni kawasan Terban Jekulo, kawasan Dawe serta Desa Glagahwaru Undaan. Ketiga lokasi membutuhkan perlakuan lebih dalam pendistribusian air bersih.

Dikatakan Ahmadi, satu unit Variable Speed seharga Rp 50 juta. Jumlah yang dikeluarkan dianggap tak masalah lantaran kenyamanan pelanggan menjadi hal yang diutamakan. Dikatakan, alat tersebut masih dalam uji coba. Jika nantinya dianggap bagus, maka PDAM akan menambahnya sesuai kebutuhan.

“Dulu pipa kami sering pecah. Sebab kencangnya aliran air tak sebanding dengan penggunaan air. Namun saat pengguna banyak juga pernah aliran biasa saja. Untuk itulah dibutuhkan alat tersebut,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

2017, Tarif PDAM Kudus Dinaikkan

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Memasuki awal 2017 mendatang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus  menaikkan tarif pelanggan. Kenaikan yang diberlakukan rata- rata mencapai 15 persen dari harga semula.

Direktur PDAM Kudus Ahmadi Syafa mengatakan, selama 2016 pihaknya tidak memberlakukan kenaikan tarif air bersih.  upaya yang dilakukan adalah langkah efisiensi biaya operasional, perawatan dan listrik. Hanya, hal itu tak bisa berjalan terus sehingga direncanakan kenaikan tarif.

“Penyesuaian tarif tak dapat kami hindari lantaran menjaga kualitas. Kenaikan juga akan menekan subsidi dan penguatan biaya produksi,”katanya kepada MuriaNewsCom.

Kenaikan dilakukan untuk semua kategori, kecuali golongan rumah tangga sederhana (R1). Tarif  R1 untuk kubikasi 0-10 meter kubik tetap Rp 1.650/m3. Tarif sosial dan hidran umum juga tidak dinaikkan.

Kenaikan tarif berlaku untuk golongan rumah tangga menengah (R2), antara 0-10 meter kubik naik dari Rp 2.775/m3 menjadi Rp 3.191/m3, untuk R3 dari Rp 3.375/m3 menjadi Rp 3.881/m3, R4 dari Rp 4.125/m3 menjadi Rp 4.744/m3, dan instansi dari 4.500/m3 menjadi 5.175/m3.

Sedang niaga dan industri diawali tarif kubikasi antara 0-20 meter kubik. Pertingkatan kubikasi dari golongan kecil hingga besar, mengalami kenaikan antara Rp 1.500 hingga Rp 3.500 dari tarif sebelumnya tahun 2016.

“Kami alihkan perluasan jaringan dan saluran, makanya juga tarif dinaikkan.  Masih banyak yang belum teraliri air minum,” ujarnya.

Selain itu, PDAM Kudus juga perlu melakukan peremajaan jaringan distribusi, karena 85 persen usia pipa di atas 15 tahun. Hal itu untuk menekan angka kebocoran air atau non revenue water (NRW) pada jaringan distribusi ke pelanggan.

“Dengan naiknya tarif, juga menaikkan pelayanan nantinya. Hal itu menjadi sangat penting untuk para pelanggan PDAM,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Status Ditingkatkan ke Penyidikan, Kajari Grobogan Minta Waktu 2 Bulan Selesaikan Kasus Dugaan Korupsi PDAM

Masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Peduli Air (ARPI) berunjuk rasa terkait penanganan kasus PDAM, pada 22 Maret 2016 lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Peduli Air (ARPI) berunjuk rasa terkait penanganan kasus PDAM, pada 22 Maret 2016 lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kejaksaan Negeri Grobogan akhirnya memberikan penjelasan perkembangan kasus dugaan korupsi di tubuh PDAM Grobogan. Diketahui, kejaksaan setempat mendapatkan laporan sejak Oktober 2015.

Kasus tersebut saat ini sudah ditingkatkan statusnya dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Hal itu disampaikan langsung Kajari Grobogan Edi Handojo pada wartawan, Jumat (16/12/2016). “Kasus PDAM sudah meningkat statusnya menjadi penyidikan sejak sebulan lalu. Kami berkomitmen untuk segera menyelesaikan kasus ini,” tegasnya.

Kejari tidak ingin menggantungkan kasus tersebut tanpa ada kepastian. Dia butuh waktu dua bulan atau sampai akhir Februari 2017, guna menyelidiki ada atau tidaknya kerugian negara dalam kasus tersebut. “Beri saya waktu dua bulan. Saya tidak ingin mengantung kasus. Ini harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Jika nantinya tidak ditemukan adanya kerugian negara, Edi menegaskan, pihaknya tidak segan untuk mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3). Sebaliknya, jika nanti muncul kerugian negara maka kasusnya akan dilanjutkan.

Saat ini, pihaknya tengah mengumpulkan informasi terkait munculnya kerugian negara dari Inspektorat Grobogan. Dari hasil audit dari pihak Inspektorat, kabarnya telah ada angka kerugian Rp 100 juta dari nilai proyek sebesar Rp 11 miliar. “Saya akan memeriksa saksi dari inspektorat dan meminta dilakukan audit ulang. Sebab, materi yang dihasilkan tidak sesuai yang saya cari,” katanya.

Peningkatan status kasus PDAM dari penyelidikan ke penyidikan tidak dibarengi dengan penetapan tersangka. Peningkatan status dilakukan untuk memperluas langkah jaksa dalam mencari ada atau tidaknya kerugian.“Memang belum ada tersangka. Kami masih mencari data dan informasi dari saksi-saksi. Tahap penyidikan bukan otomatis ada tersangkanya,” imbuh Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Grobogan Bangun Setya Pambudi.

Seperti diberitakan, kasus dugaan adanya penyimpangan di tubuh PDAM Grobogan dilaporkan ke kejaksaan, 6 Oktober lalu. Namun, setelah cukup lama, kasus tersebut tidak kunjung ada titik terang. Hal ini sempat menimbulkan aksi unjuk rasa yang dilakukan elemen masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Peduli Air (ARPI) pada 22 Maret 2016 lalu.

Dalam aksinya, mereka meminta agar pihak Kejaksaan Negeri Purwodadi segera melakukan pemeriksaan pada para pelaku yang diduga terlibat penyimpangan dalam tubuh PDAM dan menetapkan tersangkanya. Kemudian, pihak inspektorat diminta melakukan audit pada PDAM secara jujur dan transparan.

“Kami minta agar instansi terkait ini menindaklanjuti persoalan yang mencuat di PDAM. Kami juga menyatakan perang kepada pejabat-pejabat yang korup di Grobogan,” tegas Koordinator ARPI Rahmatullah dalam pernyataan sikapnya, saat itu.

Rahmatullah menyatakan, pada tahun 2013 dan 2014 Pemkab Grobogan telah melakukan penyertaan modal pada PDAM senilai Rp 11 miliar. Tujuannya untuk meningkatkan cakupan pelayanan air minum yang diprioritaskan pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tanpa dipungut biaya.

Namun, dalam perjalanannya banyak masyarakat tidak mendapatkan manfaat melalui program MBR ini.  Ada banyak pelanggan MBR yang tidak mendapatkan distribusi air. Kemudian, ada juga indikasi munculnya pungutan biaya berkisar Rp 150-Rp 250 ribu.

Editor : Akrom Hazami

PDAM Kudus Siapkan Alat Canggih untuk Kurangi Kendala Pelayanan

pdam

MuriaNewsCom, Kudus – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus sedang mengembangkan teknologi pengendalian jarak jauh untuk mengurangi kendala. Seperti halnya kini, sejumlah sumur sudah ada remot untuk mengatur kendali sumur

Direktur PDAM Ahmadi Syafa mengatakan,  PDAM memasang geopump– sebuat alat deteksi dan pengendali sistem operasi jarak jauh. Atau sejenis remot yang dapat mengontrol, baik menghidupkan atau mematikan dari jarak jauh

“inovasi geopump bisa jadi yang pertama di Indonesia. Alat tersebut cukup sederhana, dipasang di panel pompa luar pada sumur produksi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (26/12/2016).

Menurutnya, listrik yang padam dapat menganggu pelanggan. Karena gangguan yang ditimbulkannya adalah sumur jadi mati. Dengan adanya geopump maka  dengan cepat tertangani dan dihidupkan kembali.

Alat itu juga dapat mengirimkan informasi melalui telepon selular jika listrik mati, gangguan sumur produksi atau kebocoran pipa distribusi. Dengan begitu PDAM dapat segera melakukan penanganan.

Melalui alat itu pula, petugas dapat dengan mudah menyalakan dan mematikan pompa air dari jarak jauh hanya dengan mengirim pesan singkat dari handphone (HP).

Saat ini, dari 48 sumur, baru sebagian kecil sumur saja yang sudah terpasang di lima titik sumur produksi. Masing- masing sumur produksi di Desa Karangbener Kecamatan Bae, Kebon Alas dekat perempatan Sudimoro Gebog, Desa Kutuk Undaan.

Selain itu, lokasi lain juga ada pada sumur produksi di kawasan Museum Kretek dan Tanjung II Kecamatan Jati. Rencananya pada Desember nanti juga akan dipasang lima geopump.

“Harganya kisaran Rp 10 juta saja untuk tiap alat. Namun dapat bermanfaat dan mengurangi risiko kerusakan hingga ratusan juta,” ungakapnya.

Direncanakan, tahun depan akan ditambah lagi alat tersebut. Sehingga dapat lebih mudah dapat memberikan tindakan jika ada kerusakan seperti padamnya listrik .

Editor : Akrom Hazami

Biar Pelanggan PDAM Kudus Enggak Jengkel karena Listrik Padam, Ini Solusinya

Direktur PDAM Ahmadi Syafa  menunjukan lokasi saluran air PDAM lewat gawainya ditemui di kantornya, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Direktur PDAM Ahmadi Syafa  menunjukan lokasi saluran air PDAM lewat gawainya ditemui di kantornya, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus, menyiapkan generator set (genset). Tujuannya untuk persiapan mengantisipasi adanya pemadaman listrik, yang berdampak pada arus air PDAM.

Direktur PDAM Kudus Ahmadi Syafa mengatakan, jika aliran listrik sampai padam, bukan hanya PDAM yang kehilangan pemasukan. Tapi pelanggan juga terganggu .

“Untuk itulah genset dibutuhkan. Namun untuk membelinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” katanya kepada MuriaNewsCom.

PDAM Kudus saat ini memiliki 48 sumur produksi, dengan total sambungan rumah (SR) hampir 40 ribu pelanggan. Untuk mengoptimalkan layanan jika terdapat gangguan pemadaman listrik, maka tiap sumur efektifnya terdapat genset.

Selain itu, upaya lain yang juga dibutuhkan untuk kepuasan pelanggan adalah harus siapkan tandon air dalam jumlah lebih besar. Begitu ada masalah air masih bisa dialirkan ke jaringan pelanggan.

Gangguan  seperti itu, misalnya terjadi Senin (24/10/2016). Hal itu dipicu oleh padamnya aliran listrik selama empat jam mulai pukul 01.00 dini hari. Kondisi itu berimbas hilangnya potensi pendapatan dari pelanggan, besarnya mencapai Rp 100 juta.

Akibatnya, gelontoran air bersih tak dapat dialirkan ke pelanggan karena tidak berfungsinya 16 sumur produksi di kawasan Sudimoro Kecamatan Gebog dan Gondangmanis (Bae) akibat listrik mati.

Tak pelak, pelayanan sekitar 20 ribu pelanggan di wilayah Bae dan Kota terganggu. Dan potensi kehilangan mencapai Rp 100 juta, dari jumlah pelanggan yang mati sekitar 20 ribu pelanggan.

Selain listrik padam, gangguan yang masih seringkali terjadi yaitu akibat bocornya pipa jaringan. Kebocoran bisa akibat terkena galian, pipa terjepit akar pohon, tekanan kuat air dari dalam dan tekanan beban luar seperti getaran kendaraan.

Dibanding tahun lalu, tingkat kebocoran air atau non revenue water (NRW) pada jaringan distribusi PDAM tahun 2016 ini mengalami kenaikan. Jika tahun lalu NRW rata- rata 19,19 persen.

Sedang tahun ini hingga bulan ke sepuluh rata- rata mencapai 22 persen. Angka itu di atas ketentuan yang disyaratkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, di mana angka NRW dipatok maksimal 20 persen.

Editor : Akrom Hazami

Kudus Terancam Krisis Air Bersih, Ini Antisipasi PDAM

Petugas mengisi air bersih ke dalam tangki di Kudus. (MuriaNewsCom)

Sejumlah petugas sibuk mengisi air bersih ke dalam tangki di beberapa unit truk sebelum didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – PDAM Kudus mengantisipasi ancaman krisis air yang diperkirakan terjadi pada 2032. Di antaranya dengan membuat embung, resapan air, dan Waduk Logung.

Direktur PDAM Kabupaten Kudus Achmadi Safa, mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi krisis air semenjak sekarang. “Jika krisis air benar terjadi, maka PDAM mengandalkan sumber air permukaan yang dianggap mempunyai rentang pemulihan lebih pendek dibandingkan sumber air dalam,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Mengingat mengembalikan air bawah tanah tidak bisa singkat dilakukan. Setidaknya butuh waktu hingga ratusan tahun guna mengembalikan dan mengisi air bawah tanah. Hal itu belum lagi dengan adanya pergerakan tanah yang mengganggu pengisian air bawah tanah. Karena itulah, air permukaan dianggap lebih pas dan tepat.

Hingga saat sekarang, elevasi air pada sumur produksi yang dimilikinya masih relatif aman. Namun kedepan tidak ada yang menjamin. Sehingga persiapan harus dilakukan.

Antisipasi jangka pendek dilakukan dengan menambah pasokan air baku bersumber dari air bawah tanah, dari 400 liter per detik menjadi 480 meter per detik. “Mudah- mudahan masyarakat bisa berhemat air serta lebih banyak menanam pohon. Sebab dapat membantu menahan air agar tidak langsung habis,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pelanggan PDAM Jepara Mengeluh

PDAM-1024x634

 

MuriaNewsCom, Jepara – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Jepara merasakan dampak musim kemarau. Karena debit air mulai menyusut sehingga aliran air ke sejumlah pelanggan terganggu. Akibatnya, sejumlah pelanggan mulai mengeluhkan gangguan tersebut.

Hal itu diakui Direktur PDAM Jepara, Prabowo. Ia membeberkan debit air baku di sejumlah sumur milik PDAM mengalami penyusutan. Sejumlah pelanggan terutama di Desa Bulungan, Kecamatan Pakisaji, mulai mengeluhkan gangguan ketidaklancaran aliran air.

“Di wilayah itu, sebanyak 24 pelanggan mengeluhkan distribusi air yang hanya mengalir pada malam hari ke rumahnya. Sebab, sebelumnya, air mengalir selama 24 jam. Selain itu juga di Desa Kedungcino, Kuwasen dan Mulyoharjo Tengger, distribusi air harus dilakukan secara bergantian di antara ketiga desa itu,” ujar Prabowo kepada MuriaNewsCom, Kamis (1/9/2016).

Ia menjelaskan, dalam perhitungan dan catatannya, debit air menyusut hingga 3 meter/kubik. Sejumlah warga dari desa-desa itu melayangkan surat keluhan kepada dirinya. Sebagai salah satu tindakan agar pelanggan tidak terlalu dirugikan, pihaknya melakukan injeksi air dengan truk tangki air.

“Sementara memang baru itu yang bisa dilakukan. Sebab penurunan debit air memang selalu terjadi tiap tahun,” tuturnya.

Sejauh ini, baru empat desa tersebut yang aliran airnya terganggu akibat menyusutnya debit air. Sesuai laporan dari kantor cabang lain, belum ada keluhan yang masuk untuk desa lainnya.Ia menambahkan, mengenai kemungkinan drop air, saat ini belum memerlukannya. Sebab, saat ini masih tergolong gangguan distribusi air, dan belum sampai tidak teraliri air secara penuh.

Editor : Akrom Hazami

Buruan Daftar! PDAM Kudus Beri Diskon untuk Pemasangan Sambungan Baru

Ilustrasi PDAM

Ilustrasi PDAM

 

KUDUS – PDAM Kudus menggelar promo pada awal tahun 2016, yakni dengan memberi diskon harga untuk pemasangan baru sambungan rumah. Untuk pemasangan baru, harga yang ditawarkan PDAM hanya Rp 550 ribu saja.

Biaya tersebut, sudah termasuk dengan biaya pendaftaran sebagai pelanggan baru. Bukan hanya itu, PDAM juga menggratiskan pemasangan instalasi atau saluran jaringan air.

“Kami sedang ada promo, jadi bagi masyarakat yang hendak memasang sambungan baru bisa langsung datang ke Kantor PDAM Kudus,” kata Aris Asianto, Kasubag Marketing PDAM Kudus kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, tarif tersebut berlaku untuk pelanggan baru. Selain itu, jaringan yang ditanggung juga jaringan yang tidak terlalu jauh atau maksimal 1 km dari jaringan terdekat.

Mengenai waktu pendaftaran, PDAM membuka pendaftaran mulai Januari 2016. Pendaftaran akan ditutup pada akhir Februari atau maksimal sudah ada 4 ribu pelanggan baru yang mendaftar.

“4 ribu merupakan target kami untuk pelanggan baru yang mendaftar pada promo ini. Kalau sudah memenuhi jatah, akan ditutup,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jika mendaftar pada hari biasanya ketika tidak ada promo, bisa habis sampai Rp 1,5 juta.Jumlah tersebut juga tergantung pada jaringan yang terdekat dari pelanggan. Namun, dengan adanya promo ini, pelanggan cukup membayar Rp 550 ribu saja. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Warga Pati Berpenghasilan Rendah Dapat Bantuan dari PDAM

Salah satu warga Pati yang sudah mendapatkan bantuan program MBR dengan ditandai stiker. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Salah satu warga Pati yang sudah mendapatkan bantuan program MBR dengan ditandai stiker. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Memasuki awal tahun, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pati berkomitmen untuk fokus pada pelayanan masyarakat. Saat ini saja, pemerintah sudah memberikan bantuan berupa program masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Program tersebut, salah satunya berbentuk bantuan pemasangan instalasi PDAM. Hal itu ditegaskan Kabag Perekonomian Setda Pati Ahmad Kurnia.

“Kami sudah memberikan penyertaan modal kepada PDAM sebesar Rp 10 miliar dari pemerintah daerah. Dari penyertaan modal, PDAM mulai menambah sumur. Itu berbeda ketika kondisi ekonomi PDAM kembang kempis, sehingga hanya bisa nyambung atau pemasangan saja, tapi airnya minim,” kata Kurnia kepada MuriaNewsCom, Selasa (19/1/2016).

Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat berpenghasilan rendah di Pati bisa memanfaatkan program tersebut. Meski program tersebut sebatas pada pemasangan, tetapi hal itu diharapkan bisa meringankan beban warga yang masih berpenghasilan rendah.

“Tahun ini pemda sudah mendorong PDAM agar fokus pada pelayanan masyarakat. Jangan sampai kebutuhan air bersih yang menjadi hak setiap warga negara tidak terpenuhi,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Utang PDAM Pati Ternyata Pernah Sampai Rp 23 Miliar, Lho

Seorang pelanggan sedang menuju PDAM Tirta Bening Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pelanggan sedang menuju PDAM Tirta Bening Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pati saat ini fokus pada pelayanan masyarakat, setelah bertahun-tahun sempat terlilit utang hingga mencapai Rp 23,8 miliar.

Hal itu diungkap Kepala Bagian Perekonomian Setda Pati Ahmad Kurnia. Ia mengatakan, PDAM Pati awalnya utang Rp 4 miliar sejak menggandeng pihak swasta untuk mengelola perusahaan tersebut. Kondisi tersebut berlangsung hingga sepuluh tahun.

“Saat pemkab kerja sama dengan pihak swasta, PDAM bukannya untung malah rugi dan meninggalkan utang Rp 4 miliar. Lantaran tidak dibayar akhirnya berbunga hingga Rp 23,8 miliar. Itu sudah termasuk angsuran pokok, denda dan penalti,” kata Kurnia kepada MuriaNewsCom.

Namun, setelah PDAM Pati saat ini dikelola pemerintah sendiri karena kontrak dengan pihak swasta tidak diperpanjang, pemkab sudah mulai mengantongi laba dan sudah ada deviden yang diberikan kepada pemegang saham.

“Kami sudah bisa mengangsur hutang sekitar Rp 168 juta setiap bulannya. Kami diberikan waktu tujuh tahun untuk melunasi hutang. Bahkan, sudah ada deviden,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya saat ini hanya fokus pada pengelolaan dan pelayanan masyarakat selama 2016. “Kemarin kita kasih penyertaan modal ke PDAM sebesar Rp 10 miliar dari pemda. Terus terang, tahun ini pelayanan di masyarakat sudah bagus, karena kita sudah mulai bisa mengutamakan pelayanan, tidak seperti saat masih dipegang swasta,” tutupnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Warga Bandengan Jepara Keluhkan Air PDAM Berbau Solar

f-air tak sedap (e)

Salah seorang warga mencium air yang berbau solar (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sejumlah warga diwilayah RT 18 RW 06 Desa Bandengan, Kecamatan Jeparamengeluhkan air PDAM yang mengalir ke rumah warga karena berbau tak sedap. Mereka menduga, air bersih yang mereka gunakan sehari-hari sudah tercampur dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Ranto, salah seorang warga setempatmenjelaskan, mengaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya,air dari saluran PDAM pernah tercemar oleh BBM jenis premium, sehingga tidak layak digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kali ini air yang dari saluran PDAM kembali berbau tak sedap, yang dimungkinkan sudah tercemar BBM jenis solar.

“Untuk itu, warga masih enggan untuk menggunakan air tersebut. Sebab, kejadian tercemarnya air PDAM ini sudah pernah terjadi beberapa tahun silam, setelah itu air kembali normal. Namun, sekitar tiga minggu yang lalu, baunya tidak enak lagi, seperti bau solar,” ujar Ranto kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/1/2016).

Menurutnya, secara kasat mata, air tersebut seperti tercampur dengan minyak dan mengkilap. Namun setelah dicium, aroma solar juga terasa.

“Kadang memang tercium pekat seperti bau solar. Namun, kadangjuga menghilang. Biasanya, air yang berbau solar itu sering dijumpai pada pagi hari. Atau biasanya setelah turun hujan,” ujarnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Maksum, warga RT 18 RW 06 Desa Bandengan. Karena air tersebut berbau, katanya, dirinya tidak berani mengkonsumsi air yang berasal dari PDAM tersebut. Ia lebih membeli air mineral untuk minum atau mengambil dari sumur gali yang ada di rumah tetangganya.“Takut sakit mas, soalnya tetangga dulu ada yang kena diare setelah mengkonsumsi air bercampur solar,” ujarnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ini Dia Jurus Jitu PDAM Kudus Atasi Kebutuhan Air Bersih di 2016

Ilustrasi PDAM

Ilustrasi PDAM

 

KUDUS – Krisis air pada 2032 mendatang, besar kemungkinan akan berlangung. Krisis yang terjadi secara bertahap itu, harus segera diantisipasi. Sehingga pelanggan PDAM tidak lagi risau kekurangan air bersih.

Seperti di 2016 ini, beberapa solusi jangka pendek disiapkan perusahaan pelat merah itu. Di antaranya menambah pasokan air hingga membuat sumur baru.

Direktur PDAM Kudus Ahmadi Safa mengatakan, daya dukung berupa sumber daya air tidak bertambah sementara kebutuhan cenderung meningkat. Akibatnya, krisis air tidak dapat dihindari.

”Untuk solusi jangka pendek tahun ini, diusahakan menambah air baku. Jadi pelanggan juga tidak khawatir dengan berkurangnya debet lantaran air baku ditambah sebagai sumber,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Penambahan air baku, kata dia, dapat ditambah 80 liter per detik, dari kemampuan yang ada sekarang ini mencapai 400 liter per detik. Sehingga, kemampuan per detik mampu mengeluarkan 480 liter tiap detik.

Dia memperkirakan, akibat penurunan sumber air dan menipisnya stok. Maka pada 2032 nanti, kebutuhan air bersih membutuhkan 1.000 liter per detik untuk para pelanggan PDAM. ”Rencananya, tahun depan PDAM membangun enam sumur produksi baru. Sedangkan saat sekarang, jumlah sumur produksi mencapai 42 unit,” terangnya.

Ahmad Safa menjelaskan, sebesar Rp 25 miliar disiapkan PDAM untuk pengembangan sarana distribusi air bersih, termasuk juga dengan berbagai kelengkapannya. Di antaranya pembelian genset untuk sejumlah sumur produksi. Pihaknya membutuhkan perangkat tersebut untuk meminimalkan gangguan pasokan air bersih saat listrik dari PLN tidak stabil.

”Semua sumur produksi hingga saat sekarang masih menggantungkan sumber daya dari PLN. Bila listrik padam, maka dipastikan terjadi gangguan produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, sarana distribusi air juga bakal ditambah di berbagai jaringan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi target pelanggan PDAM selama 2016 ini. Untuk tahun ini, target yang diberikan kepada PDAM adalah 5.500 pelanggan baru. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.000 sambungan baru golongan rumah tangga I dan II akan mendapatkan subsidi, dari biaya pemasangan normal Rp 1.250.000, diberi potongan Rp 600.000. Kabar gembira lainnya, tarif air bersih untuk pelanggan golongan I dan II tahun 2016 belum akan dinaikkan. (FAISOL HADI/TITIS W)

Semua Calon Direktur PDAM Rembang Dinyatakan Gagal Seleksi

Seorang pengendara melintas di depan Kantor PDAM Rembang, Rabu (30/12/2015)

Seorang pengendara melintas di depan Kantor PDAM Rembang, Rabu (30/12/2015)

 

REMBANG – Rekrutmen calon direktur PDAM Rembang dinyatakan gagal dan akan diulang kembali.Hal dikarenakan Tim ahli dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memutuskan semua calon direktur dinyatakan tidak ada satupun yang lolos seleksi. Dengan demikian, tahapan seleksi calon Direktur PDAM Rembang oleh sekretariat dinyatakan selesai.

Ketua Dewan Pengawas PDAM Rembang, Abdullah Zawawi mengaku menerima hasil yang dikeluarkan oleh tim ahli Undip. Menurutnya, hal itu sudah menjadi kewenangan tim ahli dan pihkanya hanya sebatas menerima saja.

“Setelah kami pasang pengumuman hasil seleksinya, kami akan mohon izin kepada Pj Bupati Rembang untuk merumuskan langkah terkait rekrutmen ulang,” katanya kepada awak media
Dari hasil seleksi tersebut, lanjut Zawawi, pihak Undip tidak menyebutkan status enam orang pelamar yang walk out, apakah nantinya bisa ikut di rekrutmen ulang atau tidak. “Pihak Undip hanya menyebutkan bahwa tidak ada peserta seleksi yang lolos,” terangnya.

Seperti diketahui, seleksi calon direktur PDAM Rembang diwarnai polemik setelah pihak Dewan Pengawas mengumumkan 8 orang peserta seleksi yang memenuhi syarat administrasi pada 22 Desember lalu.

Polemik itu diawali oleh protes dari pihak Komisi B DPRD Rembang. Komisi B menganggap, salah satu peserta yang lolos seleksi administrasi, tidak memenuhi logika persyaratan khusus, terkait pengalaman kerja 15 tahun, karena usia peserta yang bersangkutan baru 28 tahun.
Polemik berlanjut pada saat beberapa menit sebelum seleksi tahap akhir dimulai. 6 dari 7 orang peserta seleksi yang hadir memilih walkout beberapa waktu lalu. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Penunggak Tagihan PDAM Jepara Paling Banyak dari Wilayah Kota

PDAM

Direktur PDAM Jepara Prabowo. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara belakangan ini gencar melakukan penagihan pada pelangganya yang nunggak di atas lima bulan. Ternyata, dari data PDAM Jepara, yang paling banyak menunggak adalah pelanggan di wilayah Jepara Kota.

Direktur PDAM Jepara Prabowo mengemukakan, khusus wilayah Jepara kota ada sekitar 2.500 pelanggan yang menunggak. Sehingga pihaknya melakukan penagihan di sejumlah tempat terutama di wilayah Jepara kota.

“Kami memprioritaskan penagihan pelanggan di wilayah kota yang menunggak lebih dari lima bulan,” kata Prabowo kepada MuriaNewsCom, Selasa (17/11/2015).

Menurut dia, target pelaksanaan penagihan tersebut dilakukan hingga akhir November mendatang. Selain penagihan juga sosialisasi tertib pembayaran. Sehingga harapannya bisa mendorong para pelanggan lainya untuk tertib membayar.

“Total pelanggan di wilayah Kota ada sebanyak 17.000. Sedangkan secara keseluruhan, mencakup Jepara Utara dan Jepara Selatan ada sebanyak 34.500 pelanggan. Jadi wilayah Kota yang masih mendominasinya,” ungkapnya.

Prabowo menjelaskan, untuk membuat para pelanggan tertib, ia tidak hanya melakukan penagihan ke setiap rumah pelanggan. Tapi juga memiliki program unggulan untuk pelanggan setia. Yakni bagi pelanggan yang aktif membayar selama satu tahun, maka ia berkesempatan mendapat satu unit sepeda motor, melalui undian setiap satu tahun sekali. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pelanggan PDAM Jepara Nakal, Ini Ancaman untukmu

PDAM

Petugas PDAM mendatangi pelanggan, mereka memberikan peringatan sekaligus sosialisasi tertib pembayaran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Jika kamu warga Jepara yang masih nunggak tagihan PDAM, maka berhati-hatilah. Karena pihak PDAM Jepara belakangan ini gencar melakukan penagihan pada pelangganya yang nunggak di atas lima bulan. Sebab, selama ini banyak sekali pelanggan yang menunggak pembayaran.

Direktur PDAM Jepara Prabowo mengemukakan penagihan tersebut dilaksanakan sebagai upaya penertiban, sekaligus sosialisasi kepada seluruh pelanggan lain, agar membayar tepat waktu.

“Jika pelanggan, belum bisa memastikan kapan akan membayarkan tunggakannya, maka petugas dari PDAM yang sudah menyiapkan peralatan, segera melakukan penyegelan pada meteran air. Segel baru akan dibuka kembali, jika sudah dibayar tunggakanya,” kata Prabowo kepada MuriaNewsCom, Selasa (17/11/2015).

Menurut dia, sikap yang diambil perusahaan ini, agar para pelanggan bisa lebih tertib. Selain itu, yang diprioritaskan pada pelanggan yang sudah menunggak diatas lima bulan.

Tidak hanya yang menunggak di atas lima bulan, di bawah lima bulanpun juga mendapat perhatian, melalui program internal sendiri. Sampai saat ini sudah ada sekitar ratusan pelanggan yang telah ditagih.

“Rata-rata melakukan pembayaran di tempat. Rata-rata tunggakannya, antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribuan,” katanya.

Dia menambahkan, nominal itu, relatif kecil untuk jangka waktu lima bulan. Para pelanggan beralasan karena malas atau tidak punya waktu untuk membayar ke loket yang disediakan.

”Setiap harinya, kami upayakan 50 pelanggan menunggak dapat tertagih,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Gawat, Air Waduk Tempuran Menipis PDAM Blora Putus Layanan Air

Kondisi Waduk Tempuran saat kondisi airnya terus menyusut. (MuriaNewsCom/Priyo)

Kondisi Waduk Tempuran saat kondisi airnya terus menyusut. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora terpaksa menghentikan layanannya kepada para pelanggan di Kota Blora. Hal itu disebabkan air baku yang diolah untuk diditribusikan untuk pelanggan, di Waduk Tempuran menipis. Bahkan, PDAM masih belum tahu sampai kapan pemutusan air tersebut.

”Ya karena air baku untuk diolah dan didistribusikan pada para pelanggan yang berasal dari Waduk Tempuran dalam kondisi menipis,” jelas Direktur Utama PDAM Blora Eko Budi Risetiyawan, Selasa (29/9/2015).

Menurutnya kondisi kritis ini belum bisa diprediksi hingga kapan. Sebab, satu-satunya cara agar Waduk Tempuran bertambah debit airnya adalah dari hujan. ”Hujan yang ditunggu itupun belum tentu datangnya. Jadi untuk bisa kembali mensuplai air kepada semua pelanggan, harus menunggu debit air naik kembali,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku di kota Blora ada sekitar 2000 lebih pelanggan. Menurutnya, dengan kondisi musim kemarau panjang ini warga cukup memahami. Sedangkan untuk soal pembayaran, para pelanggan menyesuaikan dengan materai yang ada di rumah warga. Praktis, dengan tidak aliran air dirumah warga materai itupun juga tidak berjalan.

Hingga saat ini PDAM mencoba mengantispasi krisis air di kota Blora dengan berupaya mencari air baku. Namun, hal itu diakuinya masih sangat sulit karena saat ini masih berada pada musim kemarau yang panjang. ”Kita tunggu sampai Oktober, yang jelas saat ini kejadian kekurangan air tentu tidak hanya di Blora saja,” ujarnya.

Eko mengatakan penghentian air ini tidak terjadi di seluruh kabupaten Blora. Namun hanya terjadi di sekitar Blora kota, untuk layanan air PDAM di lokasi lain masih cukup aman. ”Di Cepu dan Randublatung masih aman. Sebab sumber air di dekat daerah itu masih cukup,” terangnya. (PRIYO/TITIS W)

Lebaran, Stok Air Bersih di Blora Diklaim Aman

Direktur Utama PDAM Blora Eko Budi Risetiawan (PRIYO/MuriaNewsCom)

Direktur Utama PDAM Blora Eko Budi Risetiawan (PRIYO/MuriaNewsCom)

BLORA – Meskipun musim kemarau bekepanjangan dan membuat debit air pada waduk tempuran serta sejumlah sumber mata air mengalami penurunan, namun para pemudik terutama di wilayah Kota Blora dan sekitarnya tak perlu resah akan kesulitan mendapat air bersih di kampung halamannya selama Lebaran. PDAM Blora menjamin pasokan air bersih tetap lancar.  Lanjutkan membaca

Tak Layak Minum, PDAM Rembang Bakal Keringkan Embung Banyukuwung

embung (e)

Seorang warga tengah menebar jaring untuk mencari ikan di Embung Banyukuwung belum lama ini. Air di embung yang berada di kawasan Desa Sudo Kecamatan Sulang ini bakal dikeringkan untuk membersihkan organisme pengganggu sejenis alga. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang berencana mengeringkan Embung Banyuwung di Desa Sudo Kecamatan Sulang. Langkah ini ditempuh untuk membersihkan organisme pengganggu kualitas air sejenis alga. Lanjutkan membaca

Tahun Ini PDAM Kudus Target Jumlah Pelanggan 33.000

PDAM 2 (e)

Petugas PDAM Kudus mengecek pipa saluran air ke pelanggan. Perusahaan daerah tersebut kini terus berupaya menekan angka kebocoran air. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS –  Direktur PDAM Kabupaten Kudus Ahmadi Syafa mengatakan, pihaknya terus menambah jaringan dengan target tahun 2015 ini dapat menembus angka 33.000 ribu pelanggan. Saat ini jumlah sambungan telah mencapai 31.800 pelanggan, dan jumlah itu akan bertambah karena target penambahan 4.000 pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) baru terpenuhi sekitar 2.500 pelanggan. Lanjutkan membaca

PDAM Klaim Persediaan Air Bersih Masih Aman

PDAM (e)

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Eko Budi Risetiawan. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Blora mengklaim persediaan air bersih yang dimiliki masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumen PDAM di kabupaten tersebut. Meski musim kemarau baru datang, mereka tak risau para pelanggan akan kekurangan air bersih. Lanjutkan membaca