Terancam Gak Bisa Mandi, Pelanggan PDAM Grobogan Minta Kiriman Air Bersih

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pelanggan PDAM di kawasan kota Purwodadi meminta agar dapat kiriman air bersih dari instansi tersebut. Hal itu diperlukan lantaran sejak pagi hingga sore ini, pasokan air PDAM belum kunjung mengalir. Akibatnya, aktivitas rutin warga menjadi terganggu.

”Kami minta PDAM mengerahkan mobil tangkinya untuk mengirimi air bersih pada para pelanggan. Soalnya, kami tidak bisa mandi lantaran bak air terlanjur dikuras pagi tadi. Ternyata, habis itu air malah tidak bisa ngalir,” cetus Rawijo, warga Kelurahan Kuripan, Purwodadi.

Para pelanggan mengaku jika ada pemberitahuan keliling terkait tersendatnya pasokan air PDAM sepanjang hari ini. Namun, sebagian baru mendengar pengumuman itu siang hari. Sehingga mereka merasa kesulitan untuk mendapatkan air untuk mencukupi kebutuhan harian.

Badan Pengawas PDAM Grobogan Anang Armunanto menyatakan, begitu tahu ada kerusakan pipa yang menyebabkan pasokan air ke rumah ribuan pelanggan terganggu, pihaknya melakukan langkah cepat. Yakni, meminta agar PDAM segera mengabarkan kerusakan pipa itu pada para pelanggan.

”Solusi untuk mengirimkan air bersih ke kampung-kampung juga kita perintahkan. Meski tidak bisa mencukupi kebutuhan keseluruhan, namun upaya droping air ini akan sangat membantu,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan itu.

Sementara itu, Plt Direktur PDAM Grobogan Sudarsono menegaskan, upaya droping air sudah dilakukan. Selain ke sejumlah perkampungan, droping air juga disalurkan ke rumah sakit dan tempat usaha yang selama ini juga jadi pelanggan PDAM.

”Pengiriman bantuan air bersih lewat armada tangki sudah kita kerjakan. Proses perbaikan ini kita upayakan bisa kelar jam 17.00 WIB,” ujarnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Endapan Lumpur 1 Meter  Ditemukan di Bak Penyaring Air PDAM Grobogan 

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto (baju merah) sedang memonitor pembenahan filter penyaringan air didampingi Plt Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Sudarsono dan anak buahnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto (baju merah) sedang memonitor pembenahan filter penyaringan air didampingi Plt Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Sudarsono dan anak buahnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan menemukan endapan lumpur yang ada pada bak filter penyaring air PDAM tebalnya sampai 1 meter.

Banyaknya endapan lumpur karena lamanya penanganan. Penanganan pada filter penyaring ini kali terakhir dilakukan pada 2012 atau empat tahun lalu.

Dengan penanganan, harapan para pelanggan PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan untuk mendapatkan pasokan air yang berkualitas tampaknya akan terwujud. Hal ini menyusul adanya kegiatan penanganan pada bak filter penyaring yang terdapat pada instalasi pengolahan air (IPA) baku, sejak beberapa hari lalu.

Penanganan pada filter penyaring ini kali terakhir dilakukan pada 2012 atau empat tahun lalu.

“Penanganan filter penyaringan ini memang sudah waktunya dilakukan. Idealnya, penanganannya tiap 3 atau 4 tahun sekali. Terakhir kali kita lakukan tahun 2012 lalu. Penanganan filter ini bertujuan ,” ungkap Plt Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Sudarsono, saat ditemui di lokasi IPA di depan Stadion Krida Bhakti, Purwodadi, Selasa (16/2/2016).

Dijelaskan, selain menguras endapan lumpur, penanganan bak filter itu juga dilakukan dengan mengganti bahan material penyaring air. Terdiri dari gravel, pasir kuarsa dan antrasit. Tiga bahan ini ditumpuk setinggi 75 cm. Masing-masing lapisan ketebalannya 25 cm.

Selain membantu menjernihkan air, tiga bahan ini juga punya fungsi lain. Yakni, mengurai bau dan warna air. Ditempatkannya material ini juga bisa mempercepat distribusi air hingga ke tempat penampungan utama.

Jumlah bak filter penyaring air itu ada 16 unit. Masing-masing berukuran 3,30 x 1,80 meter dengan kedalaman 6 meter. Tiap bak mampu menampung air sebanyak 5 meter kubik.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menambahkan, persoalan yang ada di PDAM memang cukup kompleks. Oleh sebab itu, perlu diurai satu persatu guna meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

Setelah dievaluasi, salah satu upaya yang bisa dikerjakan saat ini adalah menangani filter penyaringan air. Hal ini cukup diprioritaskan lantaran upaya ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas air yang diberikan pada pelanggan.

“Saya selaku dewan pengawas PDAM selalu menekankan pentingnya melakukan berbagai upaya nyata untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan. Salah satunya adalah melalui pembenahan filter penyaringan ini,” kata Anang yang kebetulan tengah memonitor pembenahan filter penyaringan air tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Mau Jadi Direktur PDAM Grobogan? Ini Syarat Utama yang Harus Dimiliki

Anang Armunanto, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anang Armunanto, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam waktu dekat, rekrutmen calon Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan bakal dilakukan. Tentu saja, proses rekrutmen nanti terbuka untuk umum. Artinya, selain dari kalangan internal PDAM, dari pihak luar juga punya kesempatan untuk menduduki posisi puncak salah satu BUMD Grobogan itu.

”Proses rekrutmen calon direktur PDAM memang mulai kita siapkan. Hanya saja, waktu seleksinya masih belum kita tentukan kapan pastinya. Yang pasti dalam waktu dekat,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto.

Dikatakan, posisi direktur PDAM definitif saat ini memang kosong setelah pejabat sebelumnya, yakni Ady Setyawan habis masa kerjanya pertengahan September 2015 lalu. Pucuk pimpinan PDAM saat ini untuk sementara diemban Sudarsono yang menjabat jadi Plt direktur hingga Maret mendatang.

Menurutnya, salah satu agenda yang dilakukan adalah mempersiapkan aturan dan masalah administrasi lebih dahulu. Kemudian, persyaratan untuk bisa menduduki jabatan direktur PDAM juga sudah ada.
Lebih lanjut diuraikan, salah satu persyaratan yang ditentukan adalah pendidikan minimal S1.

Kemudian, punya pengalaman mengelola perusahaan minimal 15 tahun bagi calon dari luar PDAM. Untuk calon dari dalam harus punya masa kerja minimal 10 tahun.

Kemudian, persyaratan usia ditentukan maksimal 50 tahun untuk calon dari luar. Sedangkan calon dari internal PDAM batasan usianya 55 tahun.

”Satu persyaratan penting lagi harus punya sertifikat manajemen air yang dikeluarkan oleh lembaga kompeten di bidangnya. Untuk persyaratan administrasi lainnya masih banyak. Tetapi yang cukup penting adalah beberapa poin tadi,” kata Anang.

Ia menyatakan, jika ada yang berminat untuk mendaftar proses rekrutmen calon direktur PDAM hendaknya memperhatikan beberapa persyaratan tersebut. Masalah ini perlu diumumkan jauh hari, agar mereka yang ingin melamar bisa mempersiapkan diri.

Editor : Titis Ayu Winarni

FLP Laporkan Penyimpangan di PDAM, Kejaksaan Purwodadi Lakukan Kajian

Ketua Badan Eksekutif FLP Grobogan Rahmatullah menyerahkan berkas laporan dugaan korupsi PDAM Pada Kajari Purwodadi Abdullah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Badan Eksekutif FLP Grobogan Rahmatullah menyerahkan berkas laporan dugaan korupsi PDAM Pada Kajari Purwodadi Abdullah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kasus dugaan adanya penyimpangan di PDAM Grobogan yang dilaporkan LSM Forum Lintas Pelaku (FLP) pekan lalu, sampai saat ini masih dikaji pihak Kejaksaan Negeri Purwodadi. Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Purwodadi Abdullah pada wartawan siang tadi.

”Berkas laporan yang disampaikan FLP cukup banyak dan sudah mulai kita pelajari. Kami tidak bertindak gegabah dalam menanggapi kasus yang dilaporkan itu,” katanya.

Menurut Abdullah, pihaknya memang harus hati-hati dalam memproses laporan yang diberikan FLP itu. Setelah diteliti, laporan itu nantinya akan dikaji apakah dapat ditindaklanjuti atau tidak. Jika memang bisa ditindaklanjuti, maka dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti.

Seperti diketahui, pada Rabu (7/10/2015) Ketua Badan Eksekutif FLP Grobogan Rahmatullah menyerahkan berkas laporan dugaan korupsi yang terjadi di PDAM usai menggelar audensi dengan Kajari Purwodadi Abdullah. Menurut Rahmat, ada beberapa poin dugaan korupsi yang terjadi di PDAM. Antara lain, ketidak transparanan dan adanya pungli dalam perekrutan sekitar 100 karyawan baru. Nilai pungli per karyawan ini berkisar puluhan hingga ratusan juta.

”Perekrutan karyawan baru ini tidak sesuai prosedur. Karena dilakukan diam-diam dan prekrutan ini melibatkan oknum-oknum tertentu,” cetus Rahmat waktu itu.

Selain itu, FLP juga menyoroti adanya badan usaha atau rekanan yang terus menerus mendapatkan paket pekerjaan di PDAM melalui penunjukkan langsung, tanpa proses lelang. Hal itu dilakukan dengan memecah alokasi dana proyek menjadi lebih kecil, sehingga memungkinkan untuk dikerjakan tanpa lelang.

”Kami juga menyoroti adanya penyertaan modal senilai miliaran dalam beberapa tahun terakhir yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Indikasinya, dengan gelontoran dana banyak tetapi distribusi air di 33 ribu pelanggan PDAM tidak kunjung lancar dan kualitas airnya juga belum memenuhi standar,” imbuhnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Tudingan FLP Dibantah PDAM Grobogan

Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Soal tudinganadanya tiga rekanan yang selalu dapat pekerjaan terus menerus dalam beberapa tahun terakhir, dibantah oleh PDAM Grobogan. Karena, selama empat tahun terakhir ada belasan rekanan atau badan usaha yang mengerjakan proyek di PDAM.

Tetapi frekuensi pekerjaan masing-masing rekanan itu memang berbeda. Ada yang dapat banyak garapan proyek dan ada yang dapat sedikit. Hal itu tergantung dari spesifikasi yang dimiliki tiap rekanan.

”Soal adanya pemecahan dana proyek agar bisa dikerjakan dengan penunjukkan langsung (PL) juga tidak pas. Soalnya, sebelumnya sudah kita lakukan perencanaan dan kebetulan dalam RAB biayanya tidak lebih dari Rp 200 juta, sehingga sesuai aturan bisa dilakukan sistem PL,” kata Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media.

Sementara soal dana penyertaan modal juga dirasa tidak tepat. Sebab, selama empat tahun terakhir, PDAM tidak ada penyertaan modal dari dana APBD. Tetapi dapat dana pendampingan APBD sebagai dana talangan dari pemerintah pusat buat pemasangan sambungan rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Setelah SR terpasang, dana talangan itu akan dikembalikan lagi ke kas daerah melalui Kementerian Keuangan.

Total dana talangan yang dikucurkan buat PDAM ini sebanyak Rp 11 miliar yang disalurkan secara bertahap. Yakni, dari tahun 2013-2015.

Dari jumlah dana itu, sekitar Rp 3,6 miliar sudah dikembalikan lagi ke kas daerah. Sedangkan sisanya sekitar Rp 7,4 miliar akan dikembalikan ke kas daerah dalam waktu dekat. Saat ini, masih dilakukan proses administrasinya oleh Kementerian Keuangan. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ditanya Jumlah Karyawan Baru yang Direkrut, Pihak PDAM Grobogan Gelagapan

Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski menghormati keputusan Forum Lintas Pelaku (FLP)yang mengirimkan laporan pada Kejaksaan Negeri Grobogan, namun pihak PDAM menilai tudingan yang dilontarkan dinilai kurang tepat. Yakni, terkait rekrutmen karyawan, rekanan yang mengerjakan proyek di PDAM, dan penggunaan dana penyertaan modal.

”Tiga poin utama yang jadi bahan laporan itu sudah dilakukan sesuai prosedur. Sebelumnya, pihak FLP juga sudah kita kasih keterangan masalah itu,” ungkap Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, untuk perekrutan karyawan, khususnya pada tahun 2012 sudah dilakukan secara transparan. Dimana, sebelumnya sudah ada pengumuman soal penerimaan karyawan. Kemudian, peserta juga diseleksi melalui tes tertulis, wawancara dan psikotes. Perekrutan karyawan baru itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Namun, saat ditanya berapa banyak karyawan baru yang direkrut waktu itu serta spesifikasi bidang apa saja yang butuh tambahan personil, Eko terlihat gelagapan. Dia berdalih tidak membawa data perekrutan karyawan secara terperinci.

“Soal data lebih detil masalah karyawan ini nanti akan kita siapkan secepatnya. Yang pasti, rekrutmennya sudah dilakukan sesuai prosedur dan masalah ini dulu sempat dilaporkan pada pihak kepolisian. Tetapi, akhirnya tidak terbukti adanya penyimpangan,” timpal Kabag Umum dan Administrasi PDAM Saimuri yang ikut hadir dalam jumpa pers tersebut. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PDAM Grobogan Siap Blak-blakan Jika Dipanggil Kejaksaan

Pihak PDAM Grobogan saat memberikan keterangan pada jumpa pers siang tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pihak PDAM Grobogan saat memberikan keterangan pada jumpa pers siang tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pihak PDAM Grobogan menegaskan siap memberikan keterangan pada pihak Kejaksaan Negeri Purwodadi. Hal itu ditegaskan Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media siang tadi di kantornya.

”Kami siap memberikan keterangan apa adanya pada pihak kejaksaan terkait kondisi yang ada di PDAM. Hal ini menyikapi adanya laporan yang disampaikan pihak Forum Lintas Pelaku (FLP) Grobogan pada kejaksaan beberapa hari lalu,” kata Eko didampingi Kabag Umum dan Administrasi PDAM Saimuri dan staf PDAM Suyono dalam jumpa pers tersebut.

Terkait adanya laporan itu, Eko menyatakan tidak masalah. Sebab, tindakan itu merupakan hak masyarakat termasuk FLP untuk melayangkan laporan pada aparat penegak hukum.

Menurutnya, beberapa hari sebelum melayangkan laporan pada pihak kejaksaan, pihaknya sempat mengadakan pertemuan sekali dengan pengurus FLP. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga sempat memberikan keterangan dan data yang dipertanyakan oleh FLP.

Acara jumpa pers tadi sebenarnya akan dipimpin langsung oleh Plt Direktur PDAM Sudarsono. Namun, hingga satu jam ditunggu, Sudarsono tidak kunjung datang dan akhirnya menugaskan anak buahnya untuk memberikan keterangan pada wartawan.

”Pak Sudarsono tadi ada tugas di Kecamatan Tegowanu dan sebenarnya ini dalam perjalanan menuju Purwodadi. Tetapi daripada kelamaan menunggu, maka kami diberi mandat untuk menyampaikan keterangan dan nanti kalau ada yang kurang lengkap bisa menghubungi pimpinan,” cetus Eko. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Masa Kerja Selesai, Jabatan Direktur PDAM Digantikan Anak Buah

PDAM Grobogan

PDAM Grobogan

 

GROBOGAN – Meski banyak kemajuan yang didapat namun jabatan Ady Setiawan sebagai Direktur PDAM Grobogan tidak diperpanjang. Terhitung mulai hari ini, pengendali PDAM Grobogan diserahkan pada Sudarsono selaku Penjabat sementara (Pjs) Direktur menggantikan Ady. Sudarsono saat ini merupakan salah seorang pegawai senior di PDAM.

”Masa jabatan Pak Ady Setiawan sebagai Direktur PDAM habis hari ini. Karena jabatannya tidak diperpanjang, maka sebagai pelaksana tugas ditunjuk dari pegawai internal yang dinilai mampu menjalankan tugas menjadi Pjs,” ungkap Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto.

Menurut Anang, SK pemberhentian Ady Setiawan sebagai Direktur PDAM karena habis masa jabatannya sudah diserahakan Jumat (11/9/2015) sore. Penyerahan SK yang dilangsungkan di kantor PDAM tersebut dilakukan Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki. Dalam kesempatan itu pula diserahkan SK pengangkatan Pjs.

”Sesuai aturan yang ada, posisi Pjs Direktur PDAM memang harus diambilkan dari kalangan internal. Yakni, dari pegawai PDAM yang sudah memenuhi beberapa persyaratan. Misalnya, kepangkatan, masa kerja, pendidikan, dan prestasi kinerja,” jelas Anang yang baru beberapa pekan mengemban jabatan kabag perekonomian itu.

Dijelaskan, masa jabatan Pjs Direktur PDAM tersebut berlaku selama enam bulan. Dalam masa ini, Pjs diminta mulai mempersiapkan rencana rekrutmen Direktur PDAM baru. (DANI AGUS/TITIS W)

Warga Grobogan Bergantian Menanti Air PDAM Mengalir

pdam grobogan (e)

salah satu petugas sedang meninjau pengolahan air PDAM (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Terganggunya pasokan air ke rumah pelanggan dalam beberapa hari terakhir mendapat tanggapan dair pihak PDAM. Kondisi itu terjadi lantaran datangnya kekeringan yang menyebabkan penyusutan debit air di beberapa waduk dan bendungan yang menurun.

”Beberapa hari terakhir kami dapat banyak keluhan, seperti air tidak lancar dan mampet. Hari ini kami meninjau lokasi Waduk Kedung Ombo untuk melihat kondisi jaringan perpipaan dan debit air di sana,” ungkap Direktur PDAM Ady Setiawan melalui Kabag Teknik Sudarsono.

Dari hasil monitoring itu diketahui jika debit air di Waduk kedung Ombo memang mengalami penyusutan. Hal itu menjadikan pasokan air PDAM bisa mencapai 180 liter/detik turun menjadi 170 liter/detik.

Akibat kondisi ini, produksi air PDAM mengalami sedikit terganggu dan berdampak pada pelanggan. Sebab, selama ini waduk yang diresmikan Presiden Soeharto tahun 1991 itu jadi pemasok air baku utama PDAM.

Dengan kondisi itu, pihaknya terpaksa menyalurkan air ke rumah pelanggan dengan sistem bergilir. Upaya lainnya adalah membantu suplay air bersih dengan mengirimkan truk tangki ke wilayah yang membutuhkan. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)