Gelar Konfercab ke-31, PCNU Jepara Akan Gunakan Sistem AHWA Pilih Rais Syuriah

Ilustrasi

Ilustrasi

 

JEPARA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke – 31. Rencananya, Konfercab digelar pada November mendatang. Rencananya, dalam konfercab tersebut bakal menggunakan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam memilih Rais Syuriah PCNU Jepara.

Ketua PCNU Jepara Asyhari Syamsuri mengatakan, mekanisme AHWA tersebut adalah model demokrasi ideal yang diterapkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-33 lalu di Jombang.

”Pelaksanaan AHWA ini juga untuk mengembalikan supremasi syuriah dalam kepemimpinan NU,” ujar Asyhari kepada MuriaNewsCom.
Menurutnya, kriteria ulama atau kiai yang dipilih menggunakan AHWA adalah berakidah ahlussunnah wal jama’ah al-nahdliyyah, bersikap adil, alim, memiliki integritas moral, tawadlu, berpengaruh, memiliki pengetahuan untuk memilih pemimpin, munadzdzim, dan muharrik, serta wara’ dan zuhud.

”Saat konpercab nanti, para rais syuriah MWC NU diharapkan memilih sembilan ulama atau kiai yang memiliki kriteria tersebut untuk menjadi calon. Lalu mereka bermusyawarah menentukan dan menetapkan rais syuriah,” katanya.

Terkait dengan penggunaan sistem AHWA ini, PCNU Jepara sudah melakukan sosialisasi ke MWC (Majelis Wakil Cabang) NU di Kabupaten Jepara. PCNU Jepara sendiri menurut Asyhari Syamsuri sudah mengumpulkan 10 MWC di gedung PCNU Jepara, untuk mendapatkan penjelasan mengenai sistem AHWA ini. Sosialisasi mengenai hal ini diharapkan bisa terus dilakukan oleh masing-masing MWC ke masing-masing struktur dibawahnya. Sehingga pelaksanaan konfercab PC NU Jepara, pada Nopember mendatang berjalan lancar. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ssstt… Lakpesdam NU Jepara Siapkan Kader Kawal Desa

Suasana dalam acara Workshop Peduli Desa yang digelar oleh Lakpesdam NU Jepara, di salah satu rumah makan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Suasana dalam acara Workshop Peduli Desa yang digelar oleh Lakpesdam NU Jepara, di salah satu rumah makan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Pengurus Cabang (PC) Lakspesdam NU Jepara menyatakan telah menyiapkan sedikitnya 20 kader untuk mengawal pelaksanaan Undang-Undang tentang Desa. Mereka diberi bekal berbagai hal, termasuk pengetahuan tentang desa inklusif.

Hal itu dikatakan Direktur Lakpesdam NU Jepara Lukman Hakim di sela-sela Workshop Peduli Desa di salah satu rumah makan di Jepara, Senin (31/8/2015). Menurutnya, melalui workshop tersebut diharapkan mereka akan mendapat pengetahuan baru terkait tata kelola pemerintahan khususnya tentang UU Desa.
Selain itu juga mampu, memadukan kebijakan di level desa (petinggi) dengan kebijakan-kebijakan yang bersifat terbuka (inklusif).

“Ini akan menjadi penebar semangat tata kelola inklusif di Jepara,” ujarnya.
Dia mengemukakan, tata kelola pemerintahan inklusif datang dari pemerintahan daerah atau inisiatif lokal beserta peran pemimpinnya. Seperti halnya pada kasus Bupati Wonosobo, yang telah menunjukkan kearifan untuk memberikan tempat kepada semua minoritas baik dalam masyarakat maupun dalam pelayanan pemerintahan formal. Meskipun secara hukum mungkin bertentangan dengan aturan atau hukum pusat. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Wow Menarik, Banyak Pemuda Diajarkan Peduli Desa di Jepara

Suasana dalam acara Workshop Peduli Desa yang digelar oleh Lakpesdam NU Jepara, di salah satu rumah makan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Suasana dalam acara Workshop Peduli Desa yang digelar oleh Lakpesdam NU Jepara, di salah satu rumah makan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Pengurus Cabang (PC) Lakspesdam NU Jepara, mengelar Workshop Peduli Desa, di salah satu rumah makan di Jepara, Senin (31/8/2015). Agenda ini menghadirkan narasumber Kabag Humas Kabupaten Wonosobo, Tri Antoro bersama Wakil Bupati Jepara Subroto, Wakil Ketua DPRD Jepara Aris Isnandar dan seorang tokoh senior di Lakpesdam Jepara, Mayadina. Sedangkan pesertanya adalah pemuda karang taruna dan instansi terkait dari beberapa Desa di Kabupaten Jepara.

Panitia Kegiatan Lukman Hakim mengatakan, workshop ini mengangkat tema Mewujudkan Desa Inklusif, Mengawal Pelaksanaan Undang Undang Desa. Diharapkan masing-kader desa siap mengawal pelaksanaan UU dan program desa ke depan.

“Kami mengundang tokoh pemuda, karang taruna yang ada di beberapa desa. Diharapkan nantinya, muncul desa percontohan untuk mengawal UU desa tersebut,” ujar Lukman.

Dia mengemukakan, diharapkan masyarakat akan mendapat pengetahuan baru terkait tata kelola pemerintahan khususnya tentang UU desa. Selain itu juga mampu, memadukan kebijakan di level desa (petinggi) dengan kebijakan-kebijakan yang bersifat terbuka (inklusif). “Ini akan menjadi penebar semangat tata kelola inklusif di Jepara,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya sengaja mengundang pembicara dari Kabupaten Wonosobo yang dinilai telah sukses dan berhasil mendapatkan penghargaan kabupaten inklusif dari pemerintah pusat. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)