Pemuda di Pati Tewas Terbenam di Sawah Bersama Motornya

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di areal persawahan Desa Karangwage, Trangkil, Pati, Rabu (16/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda bernama Agus Supartono (17), warga Tanjungrejo RT 20 RW 5, Margoyoso, Pati, ditemukan meninggal dunia di areal persawahan Desa Karangwage, Trangkil, Pati, Rabu (16/8/2017).

Korban ditemukan dalam keadaan telungkup bersama dengan sepeda motornya, Jupiter Z bernopol K 6661 BH. Adapun kepala korban dalam posisi terbenam ke dalam lumpur sawah.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis, korban meninggal dunia delapan jam sejak ditemukan pada pukul 06.30 WIB. Korban mengalami pendarahan pada hidung dengan kondisi lidah menjulur dan tergigit.

“Korban meninggal dunia karena terbenam dalam lumpur dan mengalami afiksasi. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban,” ungkap salah satu tim medis, dr Wahyu Setyawarni.

Pihak kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyimpulkan, korban mengalami kecelakaan. Saat terjatuh, posisi kepala terendam lumpur sehingga tidak bisa bernapas.

Sejumlah barang milik korban yang ditemukan di TKP, antara lain uang tunai Rp 100 ribu, telepon seluler warna hitam, sepeda motor, dan sandal merek Carvil. Penemuan mayat tersebut sempat menjadi tontonan warga setempat.

Editor : Ali Muntoha

Dishub Diminta Tertibkan Truk Tebu di Jalan Ronggokusumo Pati

Truk tebu yang terguling di kawasan Jalan Ronggokusumo, Kajen, Margoyoso, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati diminta untuk menertibkan truk tebu yang melintas di Jalan Ronggokusumo, Kajen, Margoyoso, Pati.

Kawasan jalan tersebut terbilang padat lalu lintas. Ada banyak sekolah dan pusat perbelanjaan di sana, sehingga kerap dijadikan lalu lalang para siswa dan penduduk.

“Jalan Ronggokusumo tidak layak dilewati truk tebu. Selama ini warga sudah banyak yang mengeluhkan, tapi polisi dan dinas terkait tidak tanggap terhadap masalah tersebut,” ujar warga setempat, Sunarto, Senin (14/8/2017).

Dalam sejumlah kasus, truk tebu yang melintas di jalan tersebut menabrak kabel hingga tebu yang jatuh berceceran. Terakhir, truk tebu terguling di jalan yang menghubungkan Jalan Pati-Tayu dan Jalan Juwana-Tayu tersebut.

Praktis, jalan kecil yang menjadi akses dengan padat penduduk tersebut macet. Karena itu, dia meminta kepada polisi dan dinas terkait untuk tegas mengatur truk tebu.

“Ini kan kawasan padat penduduk, banyak lembaga pendidikan dan pusat perbelanjaan. Ada jalan lain yang bisa dilalui, tapi kenapa sopir truk tebu memilih untuk lewat sini,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dishub Pati Tri Haryama mengaku akan meninjau lokasi tersebut. Pihaknya akan berkomunikasi dengan para pihak untuk melakukan penertiban.

“Kami akan tinjau terlebih dahulu. Setelah itu, nanti akan saya komunikasikan dengan para pihak,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Maling Kotak Amal di Makam Ronggo Kusumo Ngemplak Pati Diburu Polisi

Rekaman CCTV yang diamankan polisi menunjukkan maling tengah mendekati kotak amal, sebelum membawanya kabur. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati tengah memburu maling kotak amal di makam Kiai Cilik, kompleks makam Syeh Ronggo Kusumo, Ngemplak, Margoyoso yang sempat terekam CCTV pada Senin (7/8/2017) lalu.

Rekaman berdurasi sekitar 78 detik tersebut menunjukkan, seorang maling terlihat memantau kondisi di sekitar sebelum melancarkan aksi dengan menggondol kotak amal. Beberapa kali maling terlihat mondar-mandir.

“Pelaku tunggal terlihat jelas memantau situasi di sekitarnya. Setelah kondisinya dipastikan kosong, pelaku membawa kotak amal yang berada di teras,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Kamis (10/8/2017).

Saat ini, pihaknya mengamankan rekaman CCTV tersebut untuk keperluan penyelidikan. Polisi juga sudah meminta keterangan dari berbagai saksi untuk melakukan perburuan pelaku.

“Kotak amal yang berhasil dibawanya kemudian dibuang di areal persawahan kawasan Desa Margoyoso, setelah uangnya diambil. Kami akan segera menangani kasus ini,” tuturnya.

Akibat pencurian tersebut, pengelola makam diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 4 juta. Sementara pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Editor : Ali Muntoha