Pasien Lansia Penuhi RSUD dr Loekmono Hadi Kudus

 

penyakit rsud e

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, dokter Aziz Achyar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus –  Pascalebaran, pasien rawat inap didominasi pasien lanjut usia (lansia). Seperti RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Di ruangan kelas III khususnya. Di ruangan itu penuh dengan pasien lanjut usia yang mengalami penyakit anemia dan tekanan darah tinggi.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, dokter Aziz Achyar. Dia mengatakan, rata-rata per ruangan diisi pasien lansia. Mereka banyak mengeluhkan sakit pinggang dan kepala pusing, serta mual.

“Satu ruangan misal Melati I ada sembilan bangsal, tiap bangsal pasiennya orang tua semua. Seperti janjian, sakitnya mengeluh pada pinggang dan terkena anemia,” katanya

Padahal biasanya, kalau habis Lebaran penyakit yang dikeluhkan diare dan tekanan darah tinggi. Namun hal itu tidak terjadi pada Lebaran tahun ini.

Dia menambahkan, sekarang ini justru banyak penderita anemia kemungkinan mereka kelelahan menerima tamu.

Banyaknya pasien pascalebaran yang terkena anemia bukan tanpa sebab. Melainkan hal itu tergolong wajar.

Anemia ini disebabkan kelelahan dan kurang minum air putih. Aziz mengatakan, orang tua di atas 50 tahun memang rentan terkena penyakit tersebut.

“Meski makanan diatur, kalau kurang istirahat dan minum bisa terkena anemia. Apalagi selama lebaran yang aktivitas cenderung tinggi,” ungkapnya.

Penderita anemia, kata Aziz, pinggang, kaki, punggung terasa nyeri disertai kepala pusing. Jadi, tidak hanya tekanan darah tinggi saja yang mengalami pusing kepala. Berdasarkan data pasien rawat inap, paling banyak pasien kelas III yang mendominasi terkena penyakit anemia.

Dia menerangkan, penyakit anemia obatnya mudah, istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan makan buah dan sayuran. Penyakit tersebut, tidak terlalu berbahaya, tapi kalau tensi darah sangat rendah dapat jatuh pingsan.

Editor : Akrom Hazami

 

Pasien Membeludak di RSUD Rembang, Ruang Tunggu Disulap Menjadi Ruang Perawatan

Humas RSUD Rembang, Giri Saputra meninjau ruang tunggu Ortopedi yang didesain menjadi ruang perawatan darurat, Kamis (28/1/2016). (MuriaNewsCom/ Ahmad Wakid)

Humas RSUD Rembang, Giri Saputra meninjau ruang tunggu Ortopedi yang didesain menjadi ruang perawatan darurat, Kamis (28/1/2016). (MuriaNewsCom/ Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Membeludaknya pasien yang berbondong-bondong datang ke RSUD R. Soetrasno Rembang, memaksa pihak rumah sakit untuk mendesain ruang tunggu menjadi ruang perawatan.

Berdasarkan pantauan MuriaNewsCom pada Kamis (28/1/2016), ruang tunggu Ortopedi Gedung Pavilium Kartini lantai II dijadikan menjadi ruang perawatan darurat. Sebagian besar pasiennya merupakan anak-anak yang menderita demam berdarah.

Humas RSUD Rembang, Giri Saputra mengungkapkan kebanyakan pasien merupakan anak-anak. Bahkan, lanjut Giri, hampir semua ruangan terdapat pasien anak dikarenakan ruang khusus anak-anak sudah tidak menampung.

”Dominasi anak-anak, hampir tersebar di semua ruang. Di ruang anak yang kapasitas 30 sudah penuh,” ungkapnya kepada MuriaNesCom.

Giri menegaskan pihak rumah sakit terus berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin, salah satunya dengan meminjam 19 Velbed dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Linmas. Velbed itu kemudian tempatkan di setiap ruangan yang masih bisa dimasuki Velbed.

”Seperti tadi di ruang Ortopedi yang sejak kemarin, kami persiapkan untuk menjadi ruang perawatan darurat,” tambahnya.

Sesuai dengan aturan, kata Giri, rumah sakit tidak boleh menolak pasien. ”Jadi kami usahakan, agar pasien bisa dirawat terlebih dahulu meskipun hanya di velbed, asalkan mereka setuju. Kalau tidak setuju, terpaksa kami carikan rumah sakit lain sebagai rujukan,” tandas Giri.

Editor : Titis Ayu Winarni