Pasien BPJS Kudus Jika Ditolak Rumah Sakit karena Kamar Penuh, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Tim medis tengah melakukan tindakan terhadap korban kecelakaan. BPJS Kesehatan memastikan pasien berhak meminta surat keterangan jika kamar di rumah sakit penuh. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Selama ini banyak keluhan rumah sakit yang menolak pasien peserta BPJS Kesehatan dengan alasan kamar penuh, dan diharuskan naik kelas.

Namun Kepala BPJS Kesehatan Kudus Dody Pamungkas menyebut, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan pasien jika rumah sakit menyebut kamar sudah penuh.

Langkah tersebut yakni dengan meminta surat keterangan jika kamar sudah penuh. Ia mencontohkan, jika ada pasien dengan kepesertaan BPJS Kesehatan kelas II datang ke rumah sakit, dan dinyatakan kamar kelas II penuh, rumah sakit wajib memberi surat keterangan.

Dengan surat keterangan itu menurutnya, pasien tersebut bisa naik kelas secara gratis. Namun fasilitas ini hanya bisa digunakan maksimal untuk tiga hari perawatan.

”Jika kamar di kelasnya sudah kosong, harus kembali ke kelasnya semula. Namun jika sudah terlanjur enak dan meminta dirawat di kelas yang lebih tinggi, pasien dikenakan biaya sendiri,” katanya, Sabtu (26/8/2017).

Ia menyatakan, setiap pasien berhak untuk dirawat sesuai ketentuan. Sehingga pihak rumah sakit harus melayani, termasuk memberi surat keterangan.

Jika rumah sakit tak mau memberikan surat keterangan tersebut,  pasien dapat melaporkannya kepada BPJS Kesehatan.

“Setelah dilaporkan kalau pasien tak diberikan haknya, selanjutnya kami yang akan bertindak. Apakah rumah sakit masih mau kerja sama dan dibina atau bagaimana,” ujarnya

Dia menambahkan, jika rumah sakit bersedia memberikan surat tersebut dan benar kamar penuh, pasien juga seharusnya dapat naik kelas secara gratis, dengan batas waktu maksimal tiga hari. Dalam waktu tersebut jika ada kamar kosong, dapat kembali ke kelasnya semula.

Sejauh ini BPJS Kesehatan bermitra dengan 290 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yang meliputi 70 puskesmas, 135 Dokter praktik perorangan, 36 dokter praktik gigi perorangan dan 49 klinik pratama. Selain itu, BPJS Kesehatan Kudus juga bekerja sama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) sejumlah 18 rumah sakit, 14 Apotek dan 8 Optik.

Editor : Ali Muntoha