Atlet Andalan PASI Kudus Ini Tak Punya Pekerjaan Selain Jadi Atlet

Atlet Jalan Cepat Kudus, Abdul Wakhid. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

Atlet Jalan Cepat Kudus, Abdul Wakhid. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

KUDUS – Menjadi seorang atlet berarti harus memilih sejumlah jalan hidup yang kadang bertentangan dengan nurani dan kondisi. Seperti halnya yang kadang dialami oleh atlet jalan cepat Kudus, Abdul Wakhid.

Sehari-harinya, pria berpostur 173 sentimeter ini menekuni cabang olahraga jalan cepat. Tak tanggung-tanggung, porsi latihan rutin yang diambilnya mencakup latihan di pagi dan sore hari.

Oleh karena itu, mau tak mau Wakhid pun sementara waktu belum bisa mendapatkan pekerjaan karena terbentur malasah waktu. “Tentang itu, saya berharap pada pemangku jabatan ataupun KONI Kudus untuk menyediakan lapangan kerja yang sekiranya cocok dengan para atlet seperti saya,” kata Wakhid.

Sampai sekarang, disamping kegiatan utamanya mengikuti latihan rutin pagi dan sore hari, Wakhid membantu orang tuanya berjualan drumahnya di Jepang.

“KONI Kudus sudah cukup baik dengan menunjukkan perhatian mereka lewat tali asih bagi atlet berprestasi beberapa waktu lalu. Kalau bisa dapat pekerjaan sekalian kan, lebih bagus lagi,” tutup Wakhid. (IQBAL NA’IMY/SUPRIYADI)

Andalan PASI Kudus Ini Yakin Lolos Kualifikasi PON 2017

Atlet jalan cepat andalan PASI Kudus Abdul Wakhid. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

Atlet jalan cepat andalan PASI Kudus Abdul Wakhid. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

KUDUS – Salah satu atlet jalan cepat andalan PASI Kudus Abdul Wakhid menyampaikan nada optimistis terkait kualifikasi terakhir untuk PON 2017 yang akan segera bergulir di Jakarta. Hanya, belum ada kejelasan apakah even tersebut akan bergulir pada akhir Agustus atau awal September.

Meski begitu, Wakhid sudah mulai tancap gas dan berlatih sejak hari kedua Idul Fitri. ”Saya berusaha maksimalkan waktu persiapan yang ada supaya bisa menunjukkan yang terbaik di Jakarta,” ujar Wakhid.

Pria kelahiran Kudus, 6 Januari 2992 ini pun mengakui berat badannya yang cenderung stabil, tak lepas dari latihan rutin yang dijalaninya. Ketika masuk masa libur pun, Wakhid tetap berlatih sendiri di lingkungan sekitar rumahnya.

”Saya kan tinggal di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo. Latihan ya di sekitar rumah, kalau tidak ya ke Lapangan Megawon atau di jalan raya Gondang Manis,” ujar Wakhid. (IQBAL NA’IMY/SUPRIYADI)

Lebih Dari 10 Atlet PASI Terima Tali Asih dari KONI Kudus

Solikin, atlet PASI Kudus. (MuriaNewsCom/ Iqbal Na'imy)

Solikin, atlet PASI Kudus. (MuriaNewsCom/ Iqbal Na’imy)

KUDUS – Lepas dari isu kepindahannya ke daerah lain, Solikin dan Rusmanto akhirnya merasakan apresiasi dari KONI Kudus terhadap prestasi mereka di tahun 2014 hingga 2015 berjalan kini. Tak hanya dua atlet itu saja, total lebih dari 10 nama penggawa PASI Kudus merasakan manisnya tali asih. Lanjutkan membaca