Bandel Jualan di Luar Pasar Pagi, Satpol PP Grobogan Tertibkan Pedagang 

Satpol PP Grobogan berupaya menertibkan pedagang yang bandel berjualan di luar Pasar Pagi, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan pedagang Pasar Pagi Purwodadi yang menggelar dagangannya di pelataran mulai ditertibkan Satpol PP, Senin (13/2/2017). Belasan Satpol mendatangi satu persatu pedagang dan meminta mereka pindah ke dalam pasar.

“Kami mohon pengertiannya pada pedagang semua untuk masuk ke dalam pasar. Di dalam masih ada tempat berjualan. Di luar pasar merupakan lokasi parkir dan bongkar muat barang,” kata Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Grobogan Sarjiyo saat mendatangi lapak pedagang yang ada di pelataran.

Sebelum meminta pindah, petugas juga melakukan pendataan identitas pedagang yang berjualan di pelataran tersebut. Dari pendataan diketahui di antara pedagang itu ternyata banyak yang sudah dapat lapak jualan di dalam pasar. Namun, mereka enggan menempati jatahnya dan pilih jualan di luar.

Sebagian pedagang lainnya merasa keberatan untuk pindah dari pelataran. Mereka berdalih tak dapat jatah tempat di dalam pasar.”Saya jualan di sini karena gak dapat tempat di dalam pasar. Kalau, jualan di dalam, tempat kami di mana?,” kata beberapa pedagang pada petugas.

Terkait keluhan ini, Sarjiyo bisa memaklumi. Namun, pihaknya tetap meminta pedagang untuk masuk ke dalam pasar. Pedagang yang tidak dapat jatah, untuk sementara dibolehkan menempati tempat yang masih kosong sambil menunggu penataan lebih lanjut. “Tempat kosong didalam ditempati dulu bagi yang belum dapat jatah. Yang pasti, depan pasar harus bersih dari pedagang. Kalau semuanya sudah masuk akan memudahkan penanganan selanjutnya,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, penertiban pedagang di pelataran dilakukan menindaklanjuti perintah Bupati Sri Sumarni saat melangsungkan sidak di pasar pagi, Minggu (12/2/2017). Saat sidak pukul 06.00 WIB, Sri sempat dibikin kaget melihat banyak pedagang yang berjualan di pelataran dan pinggir jalan depan pasar. “Lho, ini kok banyak banget yang jualan di luar pasar. Kondisi ini membuat kawasan di luar pasar malah jadi semrawut,” cetusnya ketika sidak.

Terkait kondisi itu, Sri Sumarni langsung memerintahkan Kasatpol PP supaya segera menertibkan sebagian pedagang Pasar Pagi Purwodadi yang memilih berjualan di luar. Sebab, sebagian besar pedagang itu sudah mendapatkan jatah tempat berjualan didalam pasar yang baru seminggu lalu diresmikan. Sri meminta pedagang yang jualan di luar pasar agar didata. Jika terbukti mereka sudah dapat jatah tempat didalam maka supaya dicoret saja. “Kalau nggak mau jualan didalam coret saja. Kasihkan pada pedagang lain yang masih butuh tempat,” ucapnya.

Tindakan tegas memang perlu dilakukan. Sebab, jika dibiarkan maka semua pedagang akan memilih jualan di luar pasar.

Editor : Akrom Hazami

Pasar Pagi Purwodadi Diresmikan Bupati, Pedagang Siap Direlokasi ke Tempat Baru

Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan gunting pita sebagai bentuk simbolik peresmian Pasar Pagi, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan gunting pita sebagai bentuk simbolik peresmian Pasar Pagi, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasar Pagi Purwodadi diresmikan penggunaannya oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni, Sabtu (4/2/2017). Peresmian pasar yang dibangun dari dana Rp 10,4 miliar itu ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti. Acara peresmian yang berlangsung sederhana juga dihadiri perwakilan FKPD dan para kepala SKPD.

Dalam kesempatan itu, Sri menyatakan, pembangunan Pasar Pagi itu dilakukan karena tempat yang selama ini dipakai pedagang dinilai sudah tidak layak untuk berjualan. Sebab, lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut . Selain itu, letaknya berada di tengah kota. Yakni, di sebelah timur Pasar Induk Purwodadi.

“Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” jelasnya.

Pembuatan Pasar Pagi tersebut ditempatkan di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang berada di Jalan Gajah Mada. Pasar yang dibangun rekanan PT Reka Esti Utama ini nanti akan digunakan untuk memindahkan 901 pedagang yang ada di lahan milik PT KAI tersebut. 

Dalam pasar tersebut terdapat tempat jualan sebanyak 604 unit. Terdiri 72 unit kios berukuran 3 x 4 meter. Kemudian, ada 464 unit los kering berukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter. Selain itu ada sekitar 400 tempat lagi dipakai untuk pedagang yang berjualan di sepanjang jalan Banyuono. Pedagang ini ditempatkan pada lahan kosong yang masih tersedia dan lokasinya masih mencukupi.

“Setelah diresmikan, pedagang akan segera kita relokasi ke lokasi baru. Rencananya, relokasi akan kita mulai Minggu tanggal 5 Februari besok,” imbuh Kepala Disperindag Muryanto.

Editor : Akrom Hazami