Ini Bukti Keseriusan dari Pemkab Agar Ada Mall di Rembang

Pasar tradisional Rembang yang bakal dipindah di sebelah barat atau dipindahkan di pasar hewan Desa Sumberrejo Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang agar ada mall di Rembang, nampaknya bakal terwujud. Hal ini dimulai dari rencana pemkab yang bakal memindahkan pasar tradisional di Rembang kota.

Pasar tradisional ini, rencananya bakal dipindah ke pasar hewan yang ada di Kampung Baru, Desa Sumberejo, yang jaraknya sekitar 500 meter dari pasar tradisional Rembang kota. Kemudian, eks pasar tradisonal itu, nantinya bakal dibangun komplek pertokoan modern.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, rencana pembangunan mall atau toko modern tersebut, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Rembang dan memudahkan warga untuk mendapatkan beragam kebutuhan, tanpa harus keluar Rembang.

“Harus kita akui, selama ini banyak warga, khususnya mereka yang memiliki ekonomi menengah ke atas, belanja barang di luar Rembang, seperti halnya ke mall di Kudus atau Semarang. Karena memang, di sana banyak pilihan,” ujarnya.

Dengan begitu, katanya, perputaran uang dari warga Rembang justru tidak di dalam daerahnya sendiri, tetapi justru ke daerah lain. Untuk itu, dengan adanya mall, nantinya, perputaran uang bisa lebih banyak di Rembang.

Untuk diketahui, Pemkab Rembang bakal menyiapkan anggaran sekitar Rp 50 hingga 60 miliar. Anggaran itu, nantinya digunakan untuk memindahkan pasar tradisional Rembang ke lokasi bekas pasar hewan yang ada di Sumberejo.

“Saya berharap di tahun 2018, pembangunan pasar sudah bisa dimulai. Sementara itu, saat ini proses studi kelayakan hampir selesai,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Pasar Hewan Sumberejo Rembang Bakal Diubah jadi Pasar Tradisional

Pasar hewan yang ada di Kampung Baru, Desa Sumberejo, Rembang sedang dibersihkan dari tumpukan sampah dengan menggunakan dua unit alat berat beberapa waktu lalu.(MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Adanya penataan dan pengurukan sampah di lokasi pasar hewan di Kampung Baru, Desa Sumberejo, Kecamatan Rembang beberapa waktu lalu, ternyata bukan hanya sekadar untuk menghadapi penilaian Adipura. Tapi, hal ini juga untuk mempersiapkan pasar hewan, yang nantinya akan dijadikan pasar tradisional Rembang.

Rencananya, pasar tradisional Kota Rembang yang lama, akan dipindah lokasinya ke lokasi pasar hewan tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bakal menyiapkan anggaran sekitar Rp 50 hingga 60 miliar. Anggaran itu, nantinya digunakan untuk memindahkan pasar Rembang ke lokasi bekas pasar hewan yang ada di Sumberejo,” paparnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, pasar tradisional Rembang yang lama dengan pasar hewan yang ada di Kampung Baru, Desa Sumberejo, berjarak sekitar 500 meter.

“Saya berharap di tahun 2018, pembangunan pasar sudah bisa dimulai. Sementara itu, saat ini proses studi kelayakan hampir selesai,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, untuk  pasar tersebut, menempati lahan milik pemkab seluas 2,3 hektare. Meskipun akan menempati lokasi baru, namun para pedagang akan dibebaskan dari biaya apapun.

Ia menilai, saat ini pasar tradisional Rembang yang lama sudah over kapasitas. Sehingga banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan.

Sementara itu, mengenai lahan pasar Rembang lama, nantinya akan difungsikan untuk kawasan pertokoan dan ruang terbuka hijau.

Editor : Kholistiono

Toko di Eks Stasiun Rembang yang Terbakar Mulai Dibersihkan

Petugas pemadam kebakaran saat melakukan pembersihan toko yang terbakar di eks Stasiun Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Lima toko yang ada di kompleks eks Stasiun Rembang yang terbakar pada Jumat (10/3/2017) lalu, kini sudah mulai dibersihkan. Pembersihan dilakukan setelah police line yang ada di tempat tersebut dilepas.

“Kemarin-kemarin kan masih ada garis polisinya, jadi tidak bisa diapa-apakan. Nah, sekarang karena garis polisi sudah dilepas, maka sudah bisa dilakukan pembersihan. Nantinya akan dibenahi, agar bisa secepatnya untuk bisa berjualan,” ujar Adi, kerabat salah satu pemilik toko yang terbakar.

Menurutnya, akibat musibah kebakaran tersebut, mencapai puluhan, bahkan ratusan juga. Selain bangunan, barang-barang yang berada di dalam toko, yakni pakaian, nilainya tidak sedikit. Seperti halnya celana jeans.

Sementara itu, Sunarto salah satu penjual kopi di eks Stasiun Rembang mengatakan, selain lima toko tersebut, warung miliknya termasuk salah satu warung yang terbakar. Namun demikian, kebakarannya hanya kecil. “Tempat kita juga kena sedikit. Dan sejak beberapa hari lalu, kita sudah jualan,” katanya.

Dari informasi, lima toko yang terbakar itu masing-masing kios ponsel milik Tofa, toko busana milik Saiful Adi dan Zamroni, kios aksesoris milik Bambang, dan toko komputer milik Budi.

Editor : Kholistiono

Catat! Ini Lho Tarif Resmi Restribusi Parkir di Pasar Rembang

Kasi Bina Pasar Disperindakop dan UMKM Rembang melakukan pembinaan terhadap salah satu petugas parkir di Pasar Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Rembang mendapatkan aduan dari masyarakat soal petugas parkir di Pasar Rembang yang memungut restribusi melebihi tarif resmi, seperti yang tercantum dalam karcis.

Terkait hal itu, Kasi Bina Pasar Dinas Perindakop dan UMKM Rembang Bambang Budi S mengatakan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap petugas parkir atau tenaga harian lepas (THL) yang bertugas di Pasar Rembang.

“Kita akan membina petugas parkir itu. Pasalnya, petugas itu sebagai THL kami. Di mana, THL itu harus kita bina, harus kita informasikam tentang tarif parkir. Supaya ke depannya tak ada keluhan lagi dari masyarakat yang dipungut parkir tidak sesuai dengan aturam. Terlebih, biaya parkir ini juga sudah ditempel di tembok- tembok pasar sebagai acuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Kota Rembang  Faonji s mengatakan, kejadian pemungutan parkir yang tak sesuai biaya pada beberapa waktu lalu memang di luar dugaan. Katanya, ia sudah memberikan pembinaan kepada seluruh petugas parkir yang ada di pasar.

“Pada saat kejadian itu, yakni Minggu memang kondisi kantor sepi. Sehingga pemantauan kepada petugas yang ada di lapangan parkir juga terbatas. Akan tetapi kedepannya akan kita bina petugas parkir tersebut,” ungkapnya.

Perlu diketahui, untuk biaya parkir di Pasar Kota Rembang adalah Rp 300 untuk sepeda ontel, Rp 500 bagi sepeda motor, dan Rp 1.000 khusus  mobil. Hal itu, juga sudah tertulis pada karcis dan pengumuman melalui tulisan yang terpasang di setiap pintu masuk menuju pasar.

Editor : Kholistiono

Hujan Deras, Pasar Rembang Kebanjiran

Kondisi Pasar Rembang yang kebanjiran akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Rembang, Rabu (7/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi Pasar Rembang yang kebanjiran akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Rembang, Rabu (7/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Hujan deras yang mengguyur wilayah  Rembang selama dua jam lebih, pada Rabu (7/12/2016) pagi tadi mengakibatkan pasar tradisonal di Kota Garam tersebut kebanjiran.

Munadi (34) salah seorang pedagang di Pasar Rembang mengungkapkan, selain karena hujan deras, banjir yang menggenangi pasar  juga disebabkan buruknya drainase di lokasi pasar. Sehingga, air meluber hingga ke area kios.

“Biasanya kalau hujan tidak sampi terjadi banjir seperti ini. Baru kali ini, pasar ini kebanjiran seperti sekarang, yang airnya hingga setinggi sekitar 10 senti meter. Karena banjir ini, juga menyebabkan aktivitas jual beli di pasar terhambat,” ujarnya.

Sementara itu,Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rembang Bambang Gunadi menyebut banjir di pasar kota akibat hujan lebat yang bersamaan dengan puncak aktivitas jual beli di antara para pedagang.

“Banjir terjadi di beberapa los seperti Los Anggrek dan los ikan. Penyebabnya, hujan lebat yang terjadi barengan dengan puncak aktivitas pasar, dan sampah-sampah yang memenuhi selokan menghambat aliran air,” katanya.

Mengenai penataan sistem drainase pasar yang dianggap buruk oleh sebagian pedagang dan pembeli, Bambang mengaku akan mengusulkan anggaran perbaikan melalui APBD 2017.

“Tahun 2017 akan kita anggarkan untuk penataan saluran air, setelah penataan pasar. Sementara saat ini, penanganannya hanya meningkatkan kebersihan agar sampah tidak menyumbati saluran air,” katanya.

Editor : Kholistiono

Jumlah Petugas Keamanan di Setiap Pasar di Rembang Rata-rata 2 Orang, Idealnya Seharusnya Segini

Pasar Induk Rembang. Saat ini, rata-rata jumlah petugas keamanan pasar di Rembang hanya dua orang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pasar Induk Rembang. Saat ini, rata-rata jumlah petugas keamanan pasar di Rembang hanya dua orang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Rembang Muntoha melalui Kasi Daya Guna Pasar Edy Sutomo mengatakan, jika saat ini jumlah petugas keamaan pasar di Rembang, rata-rata jumlahnya dua orang setiap pasar.

Dengan jumlah tersebut, dinilai masih belum ideal. Sebab, idealnya setiap pasar memiliki petugas keamanan minimal 6 orang. “Kalau sesuai SOP yang ada, setiap pasar itu idealnya harus ada 6 penjaga keamanan. Namun saat ini pasar di Rembang rata-rata mempunyai penjaga sebanyak 2 orang saja. Selain itu, sebenarnya juga menyesuaikan luasan pasar,” katanya.

Dirinya mengatakan, minimnya petugas keamanan pasar tersebut, di antaranya disebabkan banyaknya petugas yang sudah pensiun, dan belum ada pengganti lagi untuk menjaga keamanan pasar.

Kemudian terkait dengan kerawanan tindakan kriminal di pasar, pihaknya mengimbau kepada pedagang untuk lebih waspada dan mengunci kios masing-masing ketika ditinggal.”Kalau tindakan kriminal, segera lapor ke pihak keamanan atau keopolisian,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pasar di Rembang Bakal Dipasangi dengan CCTV

Pasar Induk Rembang yang rencananya menjadi salah satu pasar yang akan dipasangi CCTV. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pasar Induk Rembang yang rencananya menjadi salah satu pasar yang akan dipasangi CCTV. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk mengantisipasi adanya tindakan kriminal pencurian di pasar, pihak Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Rembang bakal dipasangi closed circuit television (CCTV) di sejumlah pasar di Rembang.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Rembang Muntoha melalui Kasi Daya Guna Pasar Edy Sutomo mengatakan, rencana pemasangan CCTV telah diusulkan. Sebab, hal itu dinilai penting untuk meminimalisasi adanya tindakan kriminal.

“Pemasangan CCTV ini nantinya ditempatkan di sejumlah pasar di Rembang. Di antaranya Pasar Induk Rembang, Lasem, Pamotan, Sarang dan sebagainya. Dengan adanya CCTV ini, nantinya diharapkan bisa membuat pedagang dan pengunjung lebih nyaman dan aman,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan jumlah kasus pencurian yang terjadi di pasar yang ada di Rembang, dirinya mengutarakan bahwa pihak dinas belum pernah mendapatkan laporan secara resmi. “Kalau masalah jumlah kasus pencurian, memang kita tidak pernah mendapatkan laporan secara resmi atau tertulis. Namun kalau secara lisan kita sering mendengar itu,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Harga Gula Naik Terus, Ibu Rumah Tangga di Rembang Mengeluh 

Yatmi, pedagang di Pasar Kota Rembang sedang melayani pembeli, Rabu (8/6/2016) (MuriaNewsCom/AchmadHasyim)

Yatmi, pedagang di Pasar Kota Rembang sedang melayani pembeli, Rabu (8/6/2016) (MuriaNewsCom/AchmadHasyim)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Harga gula pasir di Rembang cenderung naik. Sekarang, harga gula pasir menembus Rp 16 ribu per kg. Susi Susanti (25), seorang ibu rumah tangga mengeluhkan hal tersebut.

“Awalnya Rp 10 ribu. Naik menjadi Rp 11 ribu, Rp 13 ribu, Rp 15 ribu, dan sekarang Rp 16 ribu,” ujar ibu satu anak warga Desa Waru, Kecamatan Rembang ini.

Ia juga mengeluhkan harga-harga kebutuhan pokok lain yang mengalami kenaikan yaitu daging ayam, telur, dan minyak goreng. Akan tetapi, ia mengakui kalau kenaikan yang paling memberatkan adalah kenaikan harga gula pasir.

Yatmi (49) pedagang di Pasar Kota Rembang menjelaskan bahwa harga gula pasir memang naik dibandingkan satu bulan lalu. Akan tetapi, dari awal Ramadan ini, harga gula pasir yang ia jual menurutnya sudah stabil.

“Sekarang saya jual gula pasir Rp 15 ribu per kg. Sekitar satu bulan yang lalu, harganya Rp 12 ribu,” ujar warga Desa Magersari, Kecamatan Rembang ini.

Kenaikan harga gula di Rembang juga diamini oleh Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Sugiyanto. Menurutnya, kenaikan tersebut disebabkan oleh harga gula dari pabrik sudah tinggi yaitu Rp 13 ribu.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Dana Alokasi Khusus Dinperindagkop Rembang Terancam Dipangkas

Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Batalnya rencana renovasi total Pasar Sarang dan Lasem ternyata membawa konsekuensi bagi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Dinperindagkop) dan UMKM Kabupaten Rembang. Instansi tersebut terancam terkena sanksi dari pemerintah pusat berupa pemangkasan dana alokasi khusus (DAK) 2016. Sebab anggaran sebesar Rp12,5 miliar dari DAK batal terserap karena rencana renovasi kedua pasar besar tersebut batal dilaksanakan tahun ini.

“Karena anggaran tidak diserap memang bisa menuai sanksi dari pusat. Mungkin saja jatah DAK tahun depan akan dipangkas. Namun, kami sangat berharap kepada pemerintah pusat bisa mengerti, sehingga tidak ada sanksi. Apalagi tingkat penyerapan anggaran yang rendah, tidak hanya terjadi di Rembang,” ujar Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Senin (14/9/2015).

Muntoha menyatakan, belum menginformasikan kepada para pedagang di Pasar Lasem dan Sarang atas batalnya rencana renovasi. Sebab, dia mengaku sungkan mengabarkannya karena belum lama ini instansinya telah menyosialisasikan rencana renovasi terhadap dua pasar tersebut.

“Selain alokasi DAK untuk Pasar Lasem dan Sarang yang tidak terserap, dana hibah bagi sejumlah kelompok juga tidak bisa dicairkan tahun ini. Sebab para calon penerima belum terdaftar di Kemenkum-HAM,” kata Muntoha. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Pasar Sarang dan Lasem Batal Direnovasi, Ini Penyebabnya

Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,5 miliar untuk renovasi total Pasar Lasem dan Sarang. Namun dana yang telah disiapkan nyaris dipastikan batal terserap tahun ini. Sebab, pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Dinperindagkop) dan UMKM Kabupaten Rembang memutuskan untuk membatalkan rencana pembangunan dua pasar besar di Kota Garam tersebut.

“Pemerintah pusat memang telah memberi jatah anggaran total Rp12,5 miliar dari pos dana alokasi khusus (DAK). Rencana renovasi batal karena proses lelang memakan waktu cukup lama. Sementara sisa waktu di tahun anggaran ini hanya tinggal tiga bulan,” ujar Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Senin (14/9/2015).

Muntoha mengaku khawatir jika tetap nekat melaksanakan renovasi, sebab menurutnya lelang proyek besar seperti itu bakal memakan waktu lama, belum lagi tentang ancaman waktu lelang yang berpotensi molor. Dia tidak mau jika dalam waktu yang singkat itu justru menimbulkan masalah di kemudian hari. Apalagi jika pekerjaan tersebut tidak selesai dikerjakan, maka akan ada sanksi yang harus ditanggung.

“Lalu siapa yang berani menanggung akibatnya. Kami pun sudah dipanggil oleh Pak Suko Mardiono (Pj Bupati) tentang tak diserapnya DAK untuk Pasar Lasem dan Sarang. Kami pun sudah menyampaikan alasannya. Bahkan kami juga telah menyertakan legal opinion dari Kejaksaan Negeri Rembang,” kata Muntoha. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Pemkab Siapkan Konsep Pembangunan Dua Lantai untuk Pasar Rembang

Sejumlah warga tengah beraktifitas di Pasar Kota Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Sejumlah warga tengah beraktifitas di Pasar Kota Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berkomitmen untuk melakukan penataan Pasar Kota Rembang agar lebih representatif. Tak tanggung-tanggung, pada 2016 mendatang konsep pembangunan dua lantai di pasar setempat bakal disiapkan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dinperindagkop) dan UMKM setempat. Desain tersebut diyakini mampu mengurai kesemrawutan yang hingga kini masih belum terpecahkan.

“Pemkab memang sudah menyiapkan perencanaan jangka panjang untuk penataan Pasar Kota. Hanya saja, realisasinya dilakukan tidak secara serentak. Tahun 2016 mendatang, kami telah menyiapkan desain pembangunan lantai dua mengelilingi pasar,” ujar Waras, Kepala Bidang (Kabid) Bina Pasar pada Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Sabtu (15/8/2015).

Waras mengatakan, desain tersebut memiliki tujuan agar akses pedagang dan pembeli menuju pasar bisa dilakukan lebih mudah. Menurutnya, model penataan itu juga diyakini akan menambah daya tampung pasar. Sesuai konsep yang ada, maka bagian bawah pasar akan bisa digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan.

“Sebelumnya, Pemkab juga memberikan izin kepada para pedagang untuk memakai areal bekas Kantor BKK Pasar Kota guna mendirikan los tambahan. Los anyar itu berada di sudut selatan pasar dan kini menampung setidaknya 39 pedagang yang berkartu tanda pedagang (kartadag). Penataan ini masih bersifat sementara,” kata Waras. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Urai Kesemrawutan, Pemkab Bakal Tambah 1 Los Baru di Pasar Rembang

 

Sejumlah pedagang di Pasar Kota Rembang tengah beraktivitas melayani pembeli. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Sejumlah pedagang di Pasar Kota Rembang tengah beraktivitas melayani pembeli. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dinperindagkop) dan UMKM Rembang berencana menambah satu los pasar Kota Rembang. Rencana penataan ini digulirkan untuk mengurangi tingkat kesemrawutan pedagang. Alokasi anggaran yang telah disiapkan untuk membangun los baru ini sebesar Rp 68 juta.

“Rencananya, los baru tersebut akan kita mulai pembangunannya pada akhir Agustus ini. Los baru yang akan dibangun di bagian tengah. Nantinya los itu akan menghubungkan los penjualan ikan dan daging dengan los lainnya di sisi timur,” ujar Waras, Kepala Bidang (Kabid) Bina Pasar pada Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Sabtu (15/8/2015).

Waras membenarkan alokasi dana pembangunan untuk los baru itu sebesar Rp 68 juta. Menurut rencana, kapasitas los anyar ini bakal mampu menampung sekitar 12 orang. Waras menyatakan, selain untuk menekan kesemrawutan di pasar, los baru diharapkan bisa memperindah bagian dalam. Apalagi bagian selatan dan utara Pasar Rembang juga sudah ditata sebelumnya.

“Saat ini kapasitas Pasar Rembang yang tidak sebanding antara jumlah pedagang dengan luas pasarnya. Sebab, Pasar Rembang hanya memiliki luas 1,5 hektare, tetapi jumlah pedagangnya 1.564 orang. Kami memang terus berupaya untuk mengurangi tingkat kesemrawutan Pasar Rembang,” kata Waras. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Warga Sumberjo Pertanyakan Kompensasi Pasar Rembang

Aktivitas sejumlah pedagang di kawasan Pasar Rembang. Sejumlah warga Desa Sumberjo Kecamatan Rembang kini mulai mempertanyakan kompensasi dari Pemkab atas operasional Pasar Rembang yang berada di wilayah setempat. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Sejumlah warga Desa Sumberjo Kecamatan Rembang mulai mempertanyakan kompensasi dari Pemkab atas operasional Pasar Rembang yang berada di wilayah setempat. Pasalnya, selama ini kontribusi dari pasar kepada masyarakat dan pemerintah desa setempat dianggap masih cukup minim. Padahal, selama ini penduduk setempat yang paling banyak tercemari limbah dan bau sampah pasar.

Lanjutkan membaca