Warga Serbu Pasar Murah di Jepara

Warga menyerbu pasar murah di area Shopping Center Jepara (SCJ), Kamis (15/6/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pasar Murah di area Shopping Center Jepara (SCJ) diserbu warga, Kamis (15/6/2017). Mereka memborong barang kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula pasir dan mie instan.

“Ya buat persiapan Lebaran nanti. Di sini kan harganya lebih murah dibandingkan di pasar,” ujar Rondiyah (60) warga Kauman, Jepara.

Di kegiatan tersebut, ia mengaku mendapatkan satu kilo gula pasir dengan harga Rp 9.000. Sedangkan di pasaran, bisa mencapai Rp 12 ribu per kilogram. Begitu halnya dengan minyak goreng. 

Warga lain, Misriha mengaku menghabiskan uang hingga Rp 200 ribu, untuk memborong kebutuhan di pasar murah. 

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi berharap, kegiatan tersebut dapat meringankan beban masyarakat jelang Lebaran. Ia berpesan, agar tidak berlebihan dalam membeli kebutuhan di Pasar Murah. 

“Belilah sesuai kebutuhan, agar semua masyarakat bisa merasakan, meskipun harga yang dipatok di bawah harga standar,” katanya.

Dian mengakui, selama Ramadan dan menjelang Lebaran harga kebutuhan pokok mengalami peningkatan. Hal itu lebih dikarenakan naiknya permintaan warga. Di samping itu faktor distribusi ditengarai juga ikut menjadi penyebab.

“Satu hal yang ikut mempengaruhi harga adalah distribusi. Jalan tidak baik, akan pengaruhi harga,” ungkap Dian. 

Pasar Murah tersebut diikuti oleh dinas dan lembaga yang ada di Jepara. Total ada 25 stand, termasuk di antaranya milik Dinas Ketahanan Pangan Provinsi.  

“Kita menyediakan paket sembako gratis senilai Rp 50 ribu, kepada 120 warga kurang mampu. Terdiri dari minyak, gula pasir dan telur,” ujar Kasi Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng Agus Sudjatono.

Di samping itu, ia juga menggandeng kelompok tani yang menyediakan beras premium seharga Rp 7.500 per kilogram. “Kami bekerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk mendapatkan data warga kurang mampu yang berhak mendapatkan paket sembako gratis,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono 

Jumlah Pengusaha yang Dilibatkan di Pasar Murah Grobogan Kurang

pasar murah

Puluhan warga antusias membeli aneka sembako dalam pasar murah di halaman Setda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar jumlah pengusaha yang dilibatkan dalam kegiatan pasar murah tahun depan diperbanyak. Hal itu perlu dilakukan agar pelaksanaan pasar murah bisa lebih semarak dan barang yang ditawarkan makin beragam.

“Pelaksanaan pasar murah sepanjang bulan puasa tahun ini saya nilai sudah cukup bagus. Hanya, jumlah pengusaha dan UMKM perlu diperbanyak agar makin ramai dan masyarakat lebih terbantu dalam mendapatkan barang dengan harga murah,” tegas Sri saat menutup pelaksanaan pasar murah di halaman Setda Grobogan, Kamis (30/6/2016).

Sri menyatakan, kegiatan pasar murah yang digelar setiap bulan puasa dinilai cukup bagus. Sebab, kegiatan tersebut sedikit banyak bisa membantu warga kurang mampu. Soalnya, warga kurang mampu bisa membeli beragam kebutuhan pokok dengan harga murah.

“Kegiatan pasar murah saya nilai banyak sisi positifnya dan mengena buat masyarakat. Oleh sebab itu, program ini perlu terus dilanjutkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menambahkan, sepanjang bulan puasa ini akan digelar pasar murah di 20 titik. Yakni, di setiap kecamatan yang jumlahnya 19 dan satu titik terakhir di halaman setda.

“Kegiatan pasar murah dimulai Kamis (9/6/2016) lalu di Desa Tambakan, Kecamatan Gubug. Pasar murah merupakan agenda rutin tiap tahun saat bulan puasa,” katanya.

Menurut Anang, dalam kegiatan ini, pihaknya mengalokasikan 60 ton beras untuk pelaksanaan kegiatan pasar murah. Selain beras, ada beberapa kebutuhan pokok lainnya. Yakni, 14.400 liter minyak goreng, 16 ton gula pasir, sirup 8.000 botol, telur 6 ton, dan mi instan sebanyak 40.000 bungkus.

Selain dari pemkab, kegiatan ini juga didukung berbagai pihak lainnya yang ikut pula membuka stand. Yakni, dari organisasi wanita, seperti PKK, dharma wanita, HKTI, BUMD dan asosiasi UMKM.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Senangnya Warga Karangrowo Terima Paket Sembako Murah dari Jamkrindo

 

Suasana pasar murah yang digelar Jamkrindo Cabang Kudus di Balai Desa Karangrowo, Undaan, Jumat (24/6/2016). Di kegiatan ini, warga cukup membayar Rp 25 ribu untuk paket sembako seharga Rp 150 ribu. (MuriaNewsCom/Sundoyo Hardi)

Suasana pasar murah yang digelar Jamkrindo Cabang Kudus di Balai Desa Karangrowo, Undaan, Jumat (24/6/2016). Di kegiatan ini, warga cukup membayar Rp 25 ribu untuk paket sembako seharga Rp 150 ribu. (MuriaNewsCom/Sundoyo Hardi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan pasar murah yang digelar Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) Cabang Kudus di Balai Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Jumat (24/6) pagi disambut antusias warga setempat. Kegiatan yang merupakan bagian dari program BUMN Hadir Untuk Negeri ini sedianya baru akan dimulai pukul 08.00 WIB. Namun, balai desa sudah dipadati warga sejak pukul 07.00 WIB.

”Kami mendapat pemberitahuan dari perangkat desa, kalau ada pasar murah. Makanya, saya segera ke balai desa. Ternyata di sini (balai desa, red) sudah banyak yang berkumpul. Menjelang lebaran seperti sekarang, kami sangat senang dengan adanya pasar murah ini,” kata Sumi, warga Dukuh Ngelo yang merupakan satu dari tiga dukuh di wilayah Desa Karangrowo.

Kepala Desa Karangrowo Heri Darwanto mengatakan, pasar murah ini benar-benar murah. Untuk paket sembako seharga Rp 150 ribu yang terdiri dari 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan dua kilogram gula pasir, warga cukup menebusnya dengan membayar Rp 25 ribu. Dalam pasar murah kemarin, terdapat 385 paket sembako yang dialokasikan untuk warga di Dukuh Ngelo, Kaliyoso, dan Krajan.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada Jamkrindo atas penyelenggaraan kegiatan ini. Pasar murah ini benar-benar membantu warga kami yang sebentar lagi merayakan Idul Fitri,” ucap Heri.

Sementara itu, Kepala Perum Jamkrindo Cabang Kudus Andi Ina Aryanti mengatakan, pemilihan Desa Karangrowo sebagai lokasi pasar murah merupakan hasil dari survei lapangan yang dilakukan sebelumnya. Dia berharap, kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi warga setempat.

Selain menggelar pasar murah, Jamkrindo juga menyelenggarakan santunan bagi 50 anak yatim. ”Sedangkan, dana yang terkumpul dari penjualan paket sembako di pasar murah, seluruhnya disumbangkan kepada pengurus tempat ibadah yang ada di desa ini,” jelas dia.

 Kepala Jamkrindo Kanwil V Semarang Sugeng (kiri) menyerahkan paket sembako murah kepada warga didampingi Kepala Jamkrindo Cabang Kudus Andi Ina Aryanti (dua dari kanan) dan Kades Karangrowo Heri Darwanto di Balai Desa Karangrowo, Undaan, Jumat (24/6/2016).


Kepala Jamkrindo Kanwil V Semarang Sugeng (kiri) menyerahkan paket sembako murah kepada warga didampingi Kepala Jamkrindo Cabang Kudus Andi Ina Aryanti (kanan) dan Kades Karangrowo Heri Darwanto di Balai Desa Karangrowo, Undaan, Jumat (24/6/2016). (MuriaNewsCom/Sundoyo Hardi)

Kepala Kanwil V Semarang Jamkrindo Sugeng yang hadir dalam acara menjelaskan, program BUMN Hadir Untuk Negeri berlangsung serentak di sejumlah wilayah di Tanah Air. Untuk puncak acaranya digelar di Garut, Jawa Barat dan dihadiri Menteri BUMN  Rini Soemarno. Selain di Jawa Tengah, BUMN Hadir Untuk Negeri juga menggelar kegiatan sosial di Jawa Timur, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur.

Selain itu, juga di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Maluku, NTB, NTT  Sulawesi  Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. ”Kegiatan ini merupakan bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility) Jamkrindo kepada masyarakat sekitar. Kami puas dengan pelaksanaan pasar murah yang berlangsung di Balai Desa Karangrowo ini.  Apalagi, selain antuasiasme yang tinggi, warga juga tertib,” terang Sugeng.

Editor : Sundoyo Hardi

 

Wah, Guru-guru PAUD ini Jualan Pakaian Bekas, untuk Apa Ya?

Ilustrasi

Ilustrasi


MuriaNewsCom, Kudus
– Pelaksanaan pasar murah yang berlangsung di Kecamatan Jati, Kudus, juga disediakan stand bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berasal dari wilayah Kecamatan Jati.

Dalam hal ini, terlihat salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terdapat di Jati juga ikut berperan serta, yakni PAUD Pelita Nusantara Getas Pejaten, Jati, Kudus. Di pasar murah ini, mereka menjual pakaian bekas.

“Pakain bekas ini kami jual dengan kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, yakni mulai pakaian anak-anak hingga dewasa. Namun ada pula yang Rp 10 ribu dapat empat buah,” ujar Triyatni, Bagian Administrasi PAUD Pelita Nusantara kepada MuriaNewsCom.

Dari hasil penjualan pakaian bekas tersebut, katanya, pihaknya mendapatkan omzet sekitar sekitar Rp 800 ribu. Jumlah tersebut menurutnya termasuk banyak, mengingat barang yang dijual juga bekas dan terbatas.

Ia katakana, pakaian bekas yang dijual tersebut, merupakan sumbangan dari wali murid, dan rencananya, hasil penjualan itu akan digunakan untuk kegiatan sosial. “Biasanya akan kami sumbangkan ke panti asuhan, bersama dengan anak-anak kami. Hal ini juga untuk mengajarkan kegiatan sosial sejak dini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Agar Terbagi Rata, Begini Mekanisme Pembagian Kupon Pasar Murah di Jati

Beberapa panitia pasar murah di Kecamatan Jati (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Beberapa panitia pasar murah di Kecamatan Jati (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pada Rabu (22/6/2016) ini merupakan hari kedua. Kali ini, pasar murah berlangsung di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kudus, Jati dan Undaan.

Camat Jati Harso Widodo mengatakan, mekanisme pembelian sembako di pasar murah, yakni menggunakan kupon. Pihak kecamatan, menurutnya membagikan kupon tersebut kepada warga yang memang dianggap membutuhkan.

“Dengan adanya kupon ini, kami bisa antisipasi adanya praktik memborong oleh pembeli. Setidaknya, untuk di Kecamatan Jati sendiri, kami menyediakan berbagai macam kupon. Untuk gula ada 1.500 kupon yang disediakan, minyak goreng sebanyak 1.000 kupon dan beras 400 kupon,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia katakan, pembagian kupon tersebut dirancang di pintu masuk pasar murah. Sebelum masuk pasar murah, warga harus beli kupon terlebih dahulu. Kemudian, warga yang belanja juga diberi batasan maksimal, misal untuk gula maksimal  dua kilogram, minyak goreng dua liter, beras lima kilogram dalam satu paket. Sementara untuk elpiji bebas, namun tidak diperkenankan menggunakan mobil atau kendaraan besar.”Tadi langsung habis, dimulai pada pukul 08.30 WIB dan pukul 10.00 WIB lebih sudah habis semua,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

2 Jam, Sembako Murah di Alun-alun Kayen Pati Ludes Diserbu

pasar murah 2 e

Ibu-ibu warga Kayen menyerbu Pasar Murah yang diadakan Bulog dan Kodim Pati di Alun-alun Kayen, Pati, Rabu (8/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Hanya dalam waktu dua jam saja, sembako yang dijual dalam Bazar Murah di Alun-alun Kayen, Pati, Rabu (8/6/2016), habis diserbu warga. Bukan tanpa alasan, mereka berbondong-bondong untuk membeli sembako murah tersebut di tengah harga yang naik pada Ramadan. Tak pelak, bazar yang mulai dibuka pukul 08.00 WIB habis pada pukul 10.00 WIB.

“Senang sekali ada pasar murah saat harga sembako di pasar sedang naik. Jadi, kami bisa menghemat pengeluaran ketimbang membeli di toko kelontong atau pasar tradisional yang saat ini mengalami kenaikan. Kami berharap agar bazar serupa digelar setiap hari,” ujar Sunarsih, pembeli asal Dukuh Karanggempol, Desa Kayen kepada MuriaNewsCom.

Sunarsih mengaku, harga yang dijual dalam Pasar Murah yang diadakan Bulog Subdivre II Pati dan Kodim 0718/Pati tersebut lebih murah ketimbang harga sembako di sejumlah tempat. Bawang merah, misalnya, harganya di pasaran mencapai Rp 30 ribu per kg.

Namun, bawang merah di Pasar Murah hanya Rp 23 ribu per kg. Beras kualitas premium sendiri di pasaran harganya mencapai Rp 9 ribu per kg, sedangkan Pasar Murah Bulog hanya menjualnya dengan harga Rp 21 ribu per 2,5 kg atau Rp 8.400 per kg.

Komandan Koramil Kayen Kapten Inf Sudirman mengatakan, respons warga dalam menyambut Pasar Murah sangat antusias. Karena itu, pihaknya akan melakukan komunikasi lagi dengan pihak Bulog Subdivre II Pati agar bisa mengadakan Pasar Murah lagi di Kayen.

“Banyak warga yang berharap agar Pasar Murah diadakan rutin setiap hari selama Ramadan. Untuk itu, kami akan koordinasikan lebih lanjut dengan pihak Bulog agar bisa memenuhi permintaan warga,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pasar Murah di Alun-alun Kayen Pati Diserbu Warga

Persiapan Pasar Murah yang diadakan di Alun-alun Kecamatan Kayen, Pati, Rabu (8/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Persiapan Pasar Murah yang diadakan di Alun-alun Kecamatan Kayen, Pati, Rabu (8/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pasar murah yang diselenggarakan Bulog Subdivre II Pati dan Kodim 0718/Pati di Alun-alun Kecamatan Kayen, Pati, Rabu (8/6/2016), ramai diserbu warga.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah sembako dijual dengan harga yang terjangkau, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, dan bawang putih. Beras kualitas premium sebanyak 2,5 kg dijual dengan harga Rp 21 ribu, minyak goreng Rp 12 ribu per liter, gula pasir Rp 14 ribu per kg, bawang merah Rp 23 ribu per kg, dan bawang putih Rp 30 ribu per kg.

“Kami mendukung Bulog mengadakan program Pasar Murah. Sebab, kegiatan ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan TNI. Dengan program ini, kami berharap harga sembako bisa stabil selama Ramadan hingga Lebaran,” ujar Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre II Pati Ahmad Kholisun mengatakan, program tersebut untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang resah dengan kondisi harga sembako yang mulai naik pada Ramadan. Kenaikan harga tersebut berpotensi menyebabkan inflasi di Pati.

“Pasar murah bertujuan untuk menekan harga sembako di pasaran. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok. Hal ini juga untuk menekan inflasi yang diprediksi mencapai puncaknya pada Lebaran,” imbuhnya.

Selain di Alun-alun Kayen, Pasar Murah rencananya akan dilakukan di sejumlah pasar tradisional yang ada di Pati. Pada Ramadan hari kedua, Selasa (7/6/2016), pasar murah sempat diadakan di Pasar Puri dan Rogowangsan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Asyik, Pemkab Kudus Bakal Gelar Pasar Murah

 Suasana pasar murah di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus tahun lalu (MuriaNewsCom)

Suasana pasar murah di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus tahun lalu. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Guna mengantisipasi naiknya harga menjelang lebaran, Pemkab Kudus bakal mempersiapkan pasar murah. Agenda tersebut dilakukan guna menekan kenaikan harga yang selalu terjadi setiap menghadapi lebaran.

Hal itu dikatakan Plt Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Sudiharti melalui Kasi Perlindungan Konsumen Nuratri Sulistyani kepada MuriaNewsCom. Merurutnya agenda semacam itu merupakan agenda tahunan, sehingga tahun ini juga dilakukan kegiatan semacam itu.

”Perencanaan masih dibahas lebih lanjut. Mulai kapan waktunya, dimana dan apa saja yang terdapat disana. sebab, kami juga melihat kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, rencananya kegiatan tersebut akan digelar di setiap kecamatan pada sembilan kecamatan. Hal itu diperbuat untuk semakin mendekatkan dengan masyarakat sehingga mudah dijangkau.

Untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, pihaknya juga bekerja sama dengan kecamatan yang memberikan tembusan kepada desa. Kemudian, desa akan menindaklanjuti dengan memberikan info kepada masyarakatnya.

“Pasar Modern juga akan kami libatkan. Sehingga akan membuat kebutuhan dan stok semakin banyak,” katanya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Grobogan Sudah Siapkan Rencana Gelar Pasar Murah untuk Bulan Ramadan

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto tengah memimpin rakor persiapan pasar murah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto tengah memimpin rakor persiapan pasar murah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski lebaran masih beberapa bulan lagi, namun serangkaian persiapan sudah dilakukan Pemkab Grobogan. Salah satunya adalah persiapan menggelar pasar murah dalam rangka menyambut datangnya Ramadan dan Idul Fitri.

“Pasar murah nanti rencananya akan digelar di 20 titik. Yakni, di setiap kecamatan yang jumlahnya 19 dan satu titik dihalaman setda. Untuk waktu pelaksanaan, mulai 9 sampai 30 Juni,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto, usai menggelar rakor persiapan pasar murah, Kamis (25/2/2016).

Dijelaskan, kegiatan seperti ini sudah jadi agenda rutin tiap tahun. Selain dari pemkab, kegiatan ini juga didukung berbagai pihak yang akan membuka stand. Seperti, PKK, dharma wanita, HKTI, BUMD dan asosiasi UKM.

Anang menambahkan, barang yang disediakan dalam kegiatan itu kebanyakan adalah sembako dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya. Yakni, beras, minyak goreng, gula, sirup, telur, dan mi instan.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Hasil Produksi Melon Grobogan Bakal Menembus Swalayan

Tak Sampai Satu Jam, Elpiji Melon Ludes

f-elpiji (e)

Warga sedang mengantri membeli gas elpiji 3 kilogram di pasar murah yang diadakan di Kecamatan Mejobo (MuriaNewsCom/EDY  SUTRIYONO)

KUDUS – Pasar murah yang digelar di Kecamatan Mejobo pada Kamis pagi langsung menjadi buruan warga. Barang yang dijual pada pasar murah tersebut, seperti halnya gas elpiji 3 kilogram langsung diserbu warga. Lanjutkan membaca

Sejukkan Suasana Pasar Murah dengan Hiburan Musik

Camat Undaan beserta stafnya memainkan musik di acara pasar murah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Camat Undaan beserta stafnya memainkan musik di acara pasar murah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Muspika Kecamatan Undaan memberikan hiburan musik bagi pengunjung pasar murah di halaman belakang kantor kecamatan, Rabu (8/7/2015). Hiburan tersebut agar suana acara bertambah meriah.

Penampilan musik tersebut dibawakan Camat Undaan Catur Widiyatno beserta stafnya. Salah satu pengunjung pasar dari Desa Wonosoco Indarwati mengatakan, dengan adanya penampilan musik tersebut acara sangat meriah.

“Acaranya sangat meriah, ada penampilan musiknya lagi. Harapannya tahun depan ada lagi acara seperti ini,” katanya. (EDY SUTRIYONO/SUWOKO)

Masyarakat Undaan Tak Tahan Lihat Sembako Murah

Sejumlah pembeli datang ke pasar murah di halaman kantor Kecamatan Undaan, Rabu (8/7/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sejumlah pembeli datang ke pasar murah di halaman kantor Kecamatan Undaan, Rabu (8/7/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Pasar murah digelar di kantor Kecamatan Undaan, Rabu (8/7/2015) pagi. Jumlah stan yang dibaut sebanyak 10 stand. Namun, dari sekian stan, hanya sembako yang diserbu pembeli. Karena masyarakat sangat antusias, pihak kecamatan akan membatasi jumlah pembeli.  Lanjutkan membaca

Tak Tahan Didesak, Panitia Pasar Murah Layani Pembelian Gas Melon Bagi Warga yang Tak Miliki Kupon

ilustrasi gas melon

ilustrasi gas melon

KUDUS – Pasar murah yang digelar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, langsung diserbu warga. Mereka berbondong-bondong datang memborong beras, minyak dan gula. Tahun ini, disediakan gas elpiji 3 kilogram sehingga otomatis menjadi incaran para warga.

Seperti pasar murah di Kecamatan Gebog, tidak hanya bahan pokok yang dikerumuni warga, tapi juga gas elpiji 3 kilogram. Namun, bisa mendapatkan gas menggunaka kupon yang dibagikan pihak kecamatan melalui perangkat desa.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti melalui Kasi Dalam Negeri Sofian Dhuhri mengatakan, pemkab sampai kewalahan menangani gas, karena ada warga yang tidak menggunakan kupon, mendesak untuk dilayani.

”Ya, akhirnya kami berikan tapi dijatah 60 tabung saja, untuk warga yang tidak menggunakan kupon. Ini juga sebagai antisipasi kupon pembagiannya tidak merata dan berupaya tetap melayani warga yang membutuhkan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Dia menjelaskan gas elpiji 3 kilogram, baru kali pertama diikutkan pasar murah. Masing-masing kecamatan mendapatkan jatah 1 LO atau 560 tabung. Hanya, Kecamatan Gebog mendapatkan 2 LO.

”Kecamatan Bae tidak mau menerima jatah gas elpiji 3 kilogram. Sehingga dilimpahkan ke Kecamatan Gebog yang warganya sangat membutuhkan gas tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan dia, harga gas lebih murah yakni Rp 15 ribu. Satu orang hanya diperbolehkan membeli satu tabung gas. Sofian menambahkan, penjualan gas di pasar murah dilakukan selama tiga hari.”Gasnya dijual bergilir, hari ini Kecamatan Gebog dan Kaliwungu,” terangnya.

Selanjutnya, Kamis (9/7/2015) mendatang giliran Kecamatan Jati dan Undaan. Kemudian, Jum’at (10/7) Kecamatan Jekulo, Dawe dan Mejobo, yang masing-masing 1 LO.

Sofian menerangkan, setidaknya bisa meringankan warga masyarakat yang sangat membutuhkan gas elpiji 3 kilogram.

Sementara itu, untuk jumlah sembako yang didistribusikan dimasing-masing kecamatan antara lain, beras per kecamatan dapat 400 pak, satu pak lima kilogram, gula pasir setiap kecamatan mendapatkan 1.500 kilogram, dan minyak goreng per kecamatan mendapatkan 1.000 liter.

Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen Arif Budiyanto mengatakan, ada subsidi dari dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar senilai Rp 137 juta. Sehingga, harga bahan pokok yang dijual di pasar murah dibawah harga sebenarnya.

”Didukung juga beberapa perusahaan swasta yang bergerak dibidang ritel. Ada juga produk makanan jadi, seperti kue kering yang dijual murah,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Warga Sekitar GBK Tak Tahan Lihat Barang Murah

Warga memborong sembako dari pasar murah yang diadakan Pemkab Jepara (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

Warga memborong sembako dari pasar murah yang diadakan Pemkab Jepara (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

JEPARA – Warga masyarakat di sekitar lokasi Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) langsung menggerudug pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Mereka “memborong” sejumlah kebutuhan pokok untuk sehari-hari. Lanjutkan membaca